<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350</id><updated>2011-07-30T21:29:27.620+07:00</updated><category term='Spiritualisme'/><category term='Performance'/><category term='Remaja'/><category term='#Nine Muses'/><category term='city of angels'/><category term='Thoughts'/><category term='Film'/><category term='Gay Pride'/><category term='cuci mata'/><category term='Perempuan'/><category term='#Fluffy'/><category term='Gay'/><category term='Anime'/><category term='#Lakhsmi'/><category term='Happy Hour'/><category term='#Nabila Najwa'/><category term='Lindsay Lohan'/><category term='#Justine Ht'/><category term='#Felis Catus'/><category term='Cinta Bening'/><category term='family'/><category term='#Pisank'/><category term='pets'/><category term='#Ratri'/><category term='#Edith Weddel'/><category term='Today&apos;s Special'/><category term='TV'/><category term='#Fredric'/><category term='#Arie Gere'/><category term='#OryzaSativa'/><category term='Opini'/><category term='Urusan Ranjang'/><category term='God'/><category term='Special Day'/><category term='#Ade Rain'/><category term='Lagu'/><category term='#Frizzy Jo'/><category term='#De Ni'/><category term='Persona'/><category term='keluarga'/><category term='#Nat'/><category term='Poling'/><category term='Just Brewing'/><category term='Mardi Gras'/><category term='#Elizabeth'/><category term='#Sidney'/><category term='#Mata Hati'/><category term='Bengkel Menulis'/><category term='#Audrey'/><category term='Cerpen'/><category term='Transgender'/><category term='#Jupiter'/><category term='Feminis'/><category term='Ekonomi'/><category term='Tentang Cinta'/><category term='Your Story'/><category term='Renungan'/><category term='#Bibiy'/><category term='Friendship'/><category term='#Lushka'/><category term='#Oryza Sativa'/><category term='Relationship'/><category term='Intermezzo'/><category term='#Cassey'/><category term='Obrolan Cewek'/><category term='Buku'/><category term='Have Your Say'/><category term='Tajuk'/><category term='Community and Traveling'/><category term='Link'/><category term='Traveling'/><category term='Watchlist'/><category term='#Ceacilia Choo'/><category term='Ibu'/><category term='Partnership'/><category term='Twilight Zone'/><category term='#Nuha Guwa'/><category term='#Grey Sebastian'/><category term='Coming Out'/><category term='#Mae'/><category term='#Bening'/><category term='Personal Life'/><category term='#Karen'/><category term='#Robyn'/><category term='Bumbu Rahasia'/><category term='Biseksual'/><category term='#Alex'/><category term='About Us'/><category term='Selayang Pandang'/><category term='Welcome Note'/><category term='#Dicil'/><category term='#Sagita'/><category term='Memory'/><category term='Same Sex Marriage'/><category term='Yuri'/><category term='health'/><category term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>sepoci kopi</title><subtitle type='html'>Weblog Lesbian untuk informasi, hiburan, opini, esai, dan curhat. &lt;br&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sepocikopi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>906</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5169397659510564804</id><published>2009-03-31T21:53:00.002+07:00</published><updated>2009-03-31T22:25:48.292+07:00</updated><title type='text'>Majalah Lesbian On Line SepociKopi</title><content type='html'>Setelah dua tahun bersama, akhirnya 1 April 2009, weblog SepociKopi secara resmi menjadi majalah lesbian on line Indonesia. Kami pindah ke rumah yang lebih luas dan besar, dengan alamat di &lt;a href="http://www.sepocikopi.com/"&gt;www.sepocikopi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;999 artikel, puluhan penulis lesbian, dan ratusan ribu pengunjung telah mampir sungguh suatu torehan kenangan manis yang takkan terlupakan. Kami memulainya dengan sangat sederhana, tanpa memikirkan masa depan yang terlalu utopia. Tapi visi - apapun gambarannya, memang dapat dicapai apabila kita sungguh-sungguh ingin meraihnya. Tidak ada impian yang terlalu besar untuk diri manusia yang kecil. Terima kasih atas penggabungan semangat dan gairah untuk selalu menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengucapkan selamat tinggal untuk rumah lama yang telah melindungi kita semua dari terpaan cuaca buruk, hujan deras, dan gelegar petir. Selanjutnya, kita semua akan pindah untuk terus melakukan estafet gagasan, wawasan, dan inspirasi hidup kepada sesama sahabat lesbian. Bagai angin kita bergerak; tak terlihat tapi terasa. Tak terjaring; tapi ada. Terkadang sepoi-sepoi melenakan lalu menidurkan, terkadang mengembus kencang dan meruntuhkan dedaunan tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di era SepociKopi yang baru!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5169397659510564804?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5169397659510564804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5169397659510564804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/majalah-lesbian-on-line-sepocikopi.html' title='Majalah Lesbian On Line SepociKopi'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8951614695492691127</id><published>2009-03-31T17:22:00.007+07:00</published><updated>2009-03-31T18:05:22.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>Korupsi di LSM dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdH3wbK2kKI/AAAAAAAABr4/-U9homuO4rM/s1600-h/corruption_by_grelin_machin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdH3wbK2kKI/AAAAAAAABr4/-U9homuO4rM/s200/corruption_by_grelin_machin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319305046200324258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Non Governmental Organization&lt;/span&gt; atau Lembaga Swadaya Masyarakat saat ini, sepertinya perasaan campur aduk. Bangga, terharu, bete, marah, kesal, curiga, mau diare, mau muntah, mau memaki. Pasalnya setelah sempat tumbuh menjamur pasca jatuhnya rezim Orde Baru, LSM-LSM ini mulai kelihatan semua boroknya. Sangat disayangkan, padahal pada masa Soeharto, LSM menjadi salah satu pilihan para oposisi tulen menggantikan fungsi perwakilan kita di pemerintahan yang tak sanggup melakukan pendampingan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang harus menerima kenyataan pahit jika wajah LSM memang tak sekeren dan bergengsi seperti dulu lagi.  LSM yang seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan dan berperan dalam memberdayakan masyarakat marginal di berbagai sektor kini malah malah terpuruk serta mengusung misi tak jelas. Terkotori oleh berbagai penyimpangan; baik di pendirian struktur organisasi hingga visi/misi yang kemudian malah mengambang tidak karuan. Tak heran jika sekarang sering ditemukan LSM yang melakukan penyimpangan dana dan rakus kekuasaan. Seharusnya  dana dihabiskan sesuai  proyek yang diusulkan kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;funding&lt;/span&gt;, eh ujung-ujungnya berbelok ke proyek lain yang lebih mudah dan murah; bertujuan satu saja: memperkaya kantung pribadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerasan juga bukan hal baru. LSM pendidikan misalnya, saat Ujian Nasional sudah dekat mereka mulai menjalankan aksi. Kegiatan kasak- kusuk mencari sekolah-sekolah bahkan guru-guru yang bersiap membantu meluluskan murid-muridnya langsung berada dalam perseneling tinggi. Saat menemukan murid yang membayar guru atau pegawai Dinas Pendidikan dalam mencarikan solusi “membantu” meluluskan siswa secara tidak sah tadi, ancaman pun dilayangkan para petinggi LSM ini, menggertak akan melaporkan, namun kemudian yah ujung-ujungnya malah mengambil jalan pintas berdamai dengan segepok uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSM pendamping pedagang  juga tak kalah seru. Setelah melakukan tugas suci mulia menjadi fasilitator bank perkreditan, mereka malah berani memotong uang pinjaman pedagang sekian persen. Padahal, para pedagang harus banting tulang agar bisa mengembalikan pembayaran kredit tersebut.  Sungguh tak manusiawi! Bagaimana pula LSM pertanian? Saat menemukan pupuk atau pestisida palsu, apakah mereka melakukan jalan damai dengan distributor yang bersangkutan? Memang hanya Tuhan dan setan yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula dengan LSM lesbian? Struktur tradisional LSM yang sudah dianggap aneh di mata umum malah lebih riskan penyelewengan. LSM lesbian beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan dana maupun jabatan. Umumnya, organisasi LSM lesbian didirikan dan dimiliki segelintir orang yang mengangkat dirinya sendiri, mempromosikan kesanggupan idealismenya,  tapi jeleknya tidak harus bertanggungjawab kepada kaum yang mereka perjuangkan. Ini artinya jelas, petinggi-petinggi LSM ini tak bisa dikontrol oleh kelompok lesbian lainnya. Jadi LSM lesbian sangat menggantungkan  keorganisasiannya pada tingkat “kejujuran” dan “kadar integritas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;personal” &lt;/span&gt;pendiri. Bagaimana kita bisa tahu ujung dari "kebersihan" manajemen dan kebijakannya dalam mengorganisir LSM tersebut? Sayangnya banyak kaum lesbian yang sangat polos dan percaya; mereka memandang LSM lesbian sebagai suaka suci di mana pembelaan terhadap kaum terbuang diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanggungjawaban dana yang akuntabilitasnya dilakukan secara internal, kemudian diaudit sendiri oleh pemberi dana (dalam hal ini: pihak luar negeri) sungguh memberikan peluang sesat untuk menciptakan sebentuk laporan yang mudah diselesaikan secara adat, tanpa kontrol ketat dari siapa pun.  Dengan kata lain, seluruh komponen LSM lesbian dengan gampang menutupi koreng sendiri. Hal ini sangat riskan, “angaran-anggaran setan” serta beragam “proyek asal jadi” dapat membuat LSM lesbian ikut melakukan korupsi, mulai dari kecil-kecilan sampai besar-besaran. Tega! LSM lesbian makan dana para lesbian yang sudah terpinggirkan? Kanibal! Bejat! Aktivis busuk! Korupsi yang dilakukan bukan karena perut lapar tentunya tak bisa dimaafkan. Apalagi digunakan untuk memperkaya para aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, fakta-fakta di atas bisa dimaklumi jika kita meneliti siapa saja yang terlibat dalam LSM tersebut. Coba kita lihat dengan teliti. Hampir setengah dari pekerja atau pendiri LSM lesbian ini merupakan pencari kerja yang tereliminasi alias orang-orang yang tak mendapatkan pekerjaan di bidang profesional, baik di pemerintahan maupun swasta. Alhasil para stafnya di bayar murah karena membutuhkan pekerjaan ala kadar daripada menganggur di rumah. Bisa dibayangkan jika para staf atau pendirinya hanya berasal dari orang-orang gagal dan kecewa serta dibayar asal-asalan. Motivasi dalam mendirikan LSM pun bisa terselip unsur dendam kepada pemerintah atau masyarakat yang mengecilkan keberadaan mereka selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teten Masduki, Koordinator Indonesia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corruption Watch  &lt;/span&gt;dalam satu bukunya yang mengkritisi lembaga swasta korupsi membuat teori korupsi yang sungguh jempolan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ending &lt;/span&gt;yang meminta siapa saja ikut menghentikannya. “Korupsi bukan soal ideologi atau agama. Bukan pula soal negara kaya atau miskin. Tak pernah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zero corruption zones&lt;/span&gt; yang permanen. Namun, ketika terjadi penyimpangan, harus ada sistem yang bekerja untuk mengatasinya. bagaimana bisa mewujudkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;good governance&lt;/span&gt; manakala sektor swasta atau kalangan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; civil society&lt;/span&gt; korup? Membasmi korupsi perlu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;collective action!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian,  moral LSM lesbian sudah seharusnya menjunjung tinggi legitimasi hukum, mempergunakan nurani dan hati ketika mengusulkan proyek-proyek guna mendapatkan dana. Kemudian melaksanakannya secara benar sebagai bagian dari visi/misi LSM yang biasa dituliskan sangat indah, menjanjikan utopia surga yang terdengar muluk. Semoga masyarakat , kaum lesbian khusunya, bisa membedakan mana aktivis yang kotor dan tidak, dan tidak berburuk sangka dengan semua LSM homoseksual. Jangan sampai aktivis lesbian yang diharapkan menjadi ikon dalam memberi contoh baik di masyarakat; kemudian diidolakan, diidealkan oleh para lesbian, bukan malah merampok kaumnya sendiri dengan kejam atas nama keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8951614695492691127?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8951614695492691127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8951614695492691127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/korupsi-di-lsm-dan-kita.html' title='Korupsi di LSM dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdH3wbK2kKI/AAAAAAAABr4/-U9homuO4rM/s72-c/corruption_by_grelin_machin.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1609180520414173245</id><published>2009-03-30T15:44:00.005+07:00</published><updated>2009-03-30T16:02:52.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Frizzy Jo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>Mencintai dengan Logika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdCKIeEUdnI/AAAAAAAABro/m6YwcVBwE7U/s1600-h/397830f38b9d7561040e4e6686a73b8b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdCKIeEUdnI/AAAAAAAABro/m6YwcVBwE7U/s200/397830f38b9d7561040e4e6686a73b8b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318903038039324274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Frizzy Jo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu aku berkesempatan meluangkan waktu untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking &lt;/span&gt;dan terpaku membaca tulisan dari sebuah blog. Sebuah cerita yang mengingatkanku pada novel dan film berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PS I love you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya, si pemilik blog bercerita tentang kekasihnya yang meninggalkan sebuah surat bahwa ia akan pergi selama satu tahun untuk menyelesaikan urusan pribadinya. Pergi untuk meninggalkannya dan juga meninggalkan seluruh keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik (dan kurasakan memiliki kesamaan dengan novel dan film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PS I Love You&lt;/span&gt;) adalah saat ia bercerita bahwa sebelum pergi sang kekasih telah meninggalkan sebuah kotak yang isinya penuh dengan hadiah-hadiah untuk dirinya. Hadiah ulang tahun, hadiah hari kasih sayang, hadiah hari raya Imlek, dan seabrek hadiah-hadiah hari raya lain. Pokoknya lengkap untuk satu tahun selama kepergiannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sempat terpikir dalam benakku kenapa aku tidak terpikir untuk melakukan hal yang sama saat Mei, partnerku, ketika dia kembali ke negeri seberang untuk menyelesaikan studinya? Kan lumayan tuh menghemat biaya kirim yang pastinya lumayan mahal. Kenapa aku tidak terpikir untuk membeli barang-barang kesukaannya, membungkusnya dengan indah, meletakkannya dalam sebuah kotak. Lalu Mei akan membuka hadiah itu satu persatu,  menjadi kejutan saat dia mengetahui yang ada  di balik pembungkus kado tersebut. Sudah terlambat  sekarang, jadi percuma saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku kembali membaca kelanjutan ceritanya. Dan, sumpah!!! Alih-alih aku menikmati perasaan romantis yang dirasakan pemilik blog itu, yang ada aku malah jadi ketawa ngakak sengakak-ngakaknya. Bagaimana tidak ngakak kalau dalam ceritanya sang kekasih yang rencananya pergi selama setahun tiba-tiba kembali. Kembali hanya dalam jangka waktu dua minggu!!! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What the **** is this???&lt;/span&gt; Saat itu yang muncul adalah pertanyaan "Apa yang ada di benak tuh orang sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Responku terdengar sinis ya? Tapi tunggu dulu. Aku sinis bukan kepada pemilik blog itu. Tapi sinisku ditujukan kepada sang kekasih pemilik blog yang dengan seenak jidatnya pergi tanpa kabar, meninggalkan sang kekasih yang meratap sedih atas kepergiannya, kemudian menjadi bingung karena ditinggalkan sepucuk surat dan sekotak penuh hadiah. Lebih gila lagi, belum sampai satu tahun (sesuai dengan apa yang dituliskan), eh baru dua minggu sudah kembali dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Buset deh!!! Dia pikir perasaan kekasihnya itu sakelar listrik yang mudah di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on-off &lt;/span&gt;kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tapi kenapa jadi aku yang marah? Padahal pemilik blog itu malah sangat bahagia karena sang kekasih sudah kembali ke pelukannya. "Kesalahan"nya tidak menepati janji untuk kembali setahun setelahnya seolah menjadi debu yang tertiup angin entah kemana. Cinta butanya mungkin telah mematikan logika sang pemilik blog hingga ia tidak merasa perlu perlu meminta penjelasan mengapa terjadi seperti itu. Dia menerima kekasihnya kembali dengan lapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan jika hal itu terjadi pada diriku. Suatu hari, tiba-tiba Mei menghilang tanpa kabar, membuatku berhari-hari tidak bisa melakukan apa-apa karena mencari keberadaannya. Beberapa hari kemudian, aku menerima sebuah email berisi penjelasan dari Mei yang isinya mengabarkan bahwa Mei butuh waktu selama satu tahun untuk menyelesaikan urusan pribadinya (tanpa perlu menjelaskan jenis urusan pribadi apa yang ingin dia selesaikan). Lalu keesokan harinya, muncul sebuah paket berisi hadiah-hadiah. Pokoknya persis sama dengan yang dilakukan kekasih pemilik blog itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Mei akhirnya kembali beberapa minggu kemudian, apakah aku akan diam saja? Apakah aku akan bersikap seolah-olah kejadian sebelumnya bukan hal besar yang harus dibahas bahkan dipermasalahkan? Apakah aku akan kembali bahagia tanpa diselimuti tanda tanya tentang urusan pribadi yang membuatnya tega meninggalkanku tanpa penjelasan yang masuk akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bisa. Tapi bukan aku. Aku adalah seorang perempuan yang selalu membutuhkan penjelasan logis untuk segala hal yang terjadi. Sepersekian detik setelah aku menerima email darinya, aku akan langsung membalasnya dengan menuntut penjelasan darinya. Saat tiba-tiba ia kembali kepadaku dan bersikap seolah-olah semuanya tidak pernah terjadi, aku akan membahasnya sampai tuntas walaupun diskusi tersebut akan berakhir pada pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangkal? Terserah apa pendapat orang tentang diriku. Tentu aku tidak bisa menerima diperlakukan secara brutal oleh seseorang yang selama ini kuanggap paling mengerti akan diriku. Seseorang yang telah berjanji akan menjaga hatiku selama waktu mengizinkan. Karena saat ia telah berjanji untuk menjaga hatiku, sudah selayaknya dia mengerti dan memahami hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, apapun itu, setiap orang memiliki prinsip yang berbeda, penerimaan yang berbeda. Dan aku menghargai setiap perbedaan itu. Mungkin rasa cinta yang dimiliki oleh pemilik blog itu adalah benar cinta sejati, dan sungguh, aku ikut merasa bahagia untuk kekasih pemilik blog tersebut. Bahagia karena ia telah dicintai oleh seseorang yang memiliki hati yang begitu besar untuk menerimanya kembali. Menerimanya tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Frizzy Jo, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1609180520414173245?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1609180520414173245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1609180520414173245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/mencintai-dengan-logika.html' title='Mencintai dengan Logika'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SdCKIeEUdnI/AAAAAAAABro/m6YwcVBwE7U/s72-c/397830f38b9d7561040e4e6686a73b8b.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1314547386958746082</id><published>2009-03-29T19:22:00.003+07:00</published><updated>2009-03-30T15:33:43.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gay'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Hartoyo : Coming Out For His Rights</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hartoyo : Coming out for his rights&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.blogger.com/%3Ca%20href=%22http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/27/hartoyo-coming-out-his-rights.html%22%3E"&gt;http://www.thejakartapost.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Bruce Emond , &lt;span style="font-style: italic;"&gt; The Jakarta Post&lt;/span&gt;,  Jakarta   |  Fri, 03/27/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When he was an NGO worker involved in gender rights in farming communities, Hartoyo says he was greeted as a hero wherever he went. Today, in his more personal battle for gay rights in Indonesia, it's a much lonelier journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fighting for gay rights is so different from other humanitarian causes such as education or helping the poor, even sex workers," says the 33-year-old, known as Toyo. "If we are working for gay rights, we're considered somebody who is totally amoral. I'm not out to be a hero, but we are not even given respect as a person trying to achieve something."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;He puts the stigma in blunt terms. "They think I am just fighting for penises and vaginas. That is the challenge for me."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The founder of One Voice, a group for empowering gay and bisexual men in Indonesia, is about to take another step in his journey. His autobiography Biarkan Aku Memilh: Pengakuan Seorang Gay (Let Me Choose: The Coming Out Declaration of a Gay Man) will be launched in Jakarta on April 17, followed by a speaking tour of several major cities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He says he is ready for whatever reaction the book may get; it has several graphic passages about his sexual awakening and a harrowing description of his torture by police in Aceh. A slight, excitable man with a watchful gaze, he has been reviled on websites and received death threats by SMS. Although he sometimes wonders why gay rights is his calling, he has gone through too much to stop now, even if he is mostly going it alone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While gay people in the West are demanding the right to civil unions, most Indonesian homosexuals are firmly in the closet, despite gay men becoming an increasingly visible part of the urban landscape of Jakarta and other major cities. In conformist, religious and family-oriented Indonesian society, a "don't ask, don't tell" policy still exists for what is considered a deviant lifestyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's not just the general public that is dismissive of the concept of gay rights. Many men who have relations with other men (lesbians in patriarchal Indonesia face their own issues) are not interested in the politics of their sexuality. They are uneasy, even hostile toward gay men who come out publicly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"They consider it wrong, that I'm strange for doing this," says Toyo, who adds that he does not blame them for their opinion. "They are part of a heterogenist society where they have been taught that being gay and their identity is just about sex. They're victims, too."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The youngest son from a large family of Javanese transmigrants, Toyo was raised in Binjai, North Sumatra. His father was a civil servant and his mother died when he was about two. It was a deeply religious community, and Toyo would study at a madrasah after regular school. He says he is a product of his Javanese ancestry and the more forthright approach of the local Batak people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He knew early on that he was different. In his book, he tells of declaring to his friends in elementary school that he didn't like girls, which was met by a chorus of laughter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His teenage years were marked by intense feelings of guilt about his homosexuality. It was only later, when working for an international NGO, that he developed a greater understanding of his identity. He describes an almost mystical experience when all of his repressed feelings and anger suddenly poured out during a meditation session. He read up on homosexuality from websites, and gradually began to come out to colleagues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His tenuous reality of acceptance was shattered after he moved to Aceh to work in the field of women's and children's rights after the 2004 tsunami. On a January night in 2007, a group of people broke down the door of his rented room in Aceh, beat him and his boyfriend, ransacked his possessions and called the police.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He thought that he would be safe once in custody. Instead, for the next three hours, the two men, mainly Hartoyo, because he says he argued with the police, were subjected to abuse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a Jakarta coffee shop on a Saturday morning, a world away from Aceh where sharia law is practiced, Hartoyo takes a deep breath when asked to describe that experience. He says he still shudders when he hears a sudden knock on his door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We were treated like animals," he says of being stripped naked, forced to perform sex acts and being urinated upon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The abuse (the two men were later forced to sign a "contract" stating they would not engage in homosexual relations again) was humilating enough. The reaction of others was also hurtful. Some said he should have known better than to have a homosexual relationship in Aceh of all places.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I couldn't believe what I was hearing," he says indignantly. "Aceh is still part of Indonesia and the police are supposed to protect citizens ... torture is barred even under war conventions. But everybody was silent when my case came out. I felt it was as though the torture was acceptable because I'm gay."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He pursued his case against the police; when it finally came to trial in October 2008, four policemen were given suspended sentences and fined Rp 1,000 each, the same sentence that might be given for failing to wear a motorbike helmet on the road. He says he was shocked when the judge lectured him that the police had done the right thing in their treatment of him, thereby preventing another tsunami hitting Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I was the accused, not the victim," he says.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If anything, such treatment has emboldened him. He denounced the media frenzy last year surrounding serial killer Ryan, which painted homosexuals as jealous, possessive characters with psychopathic tendencies. He plans to send his book to President Susilo Bambang Yudhoyono and the Aceh Police chief, among others, in the hope that his case may be reopened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He wants gay people living in remote corners of the country to read his story and know they are not alone. He also hopes that one day at least one respected Indonesian public figure will be brave enough to come out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I've chosen to publicize my experiences and campaign about this, and that means I'm ready for the consequences of my choices," he says. "Let others disagree with my position, as long as they don't use violence or don't try to force what they want on others. If they don't agree, then let's engage in dialogue. We're still a democratic country."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan Aku Memilih, co-written by Titiana Adinda, is published by PT Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © 2008 The Jakarta Post - PT Bina Media Tenggara. All Rights Reserved.&lt;br /&gt;Source URL: http://www.thejakartapost.com/news/2009/03/27/hartoyo-coming-out-his-rights.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1314547386958746082?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1314547386958746082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1314547386958746082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/hartoyo-coming-out-for-his-rights.html' title='Hartoyo : Coming Out For His Rights'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-141145669209060029</id><published>2009-03-29T18:50:00.003+07:00</published><updated>2009-03-29T19:17:05.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 10 Cara Menghangatkan Kembali Hubungan yang Nyaris Basi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc9l8fRRQYI/AAAAAAAACfo/ezBqPCeb9dw/s1600-h/mesra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc9l8fRRQYI/AAAAAAAACfo/ezBqPCeb9dw/s200/mesra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318581774808334722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu merasa terombang-ambing dalam hubungan? Sebagian besar dari kita pasti pernah. Hubungan yang sudah berjalan lama itu perlahan terasa mulai basi, dingin, dan menyita pikiran. Kita ngerasa pasangan mulai menjauh, perhatiannya berkurang, prasangka-prasangka bermunculan. Begitu juga sebaliknya, pertanyaan-pertanyaan yang sama mengganggu pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang sedang terjadi, pastinya pertanyaan itu hadir di benak kamu dan pasangan. Jawabannya sendiri, sebenarnya ada pada kamu, pasangan, dan hubungan kalian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cross check&lt;/span&gt; dengan dunia luar itu penting (kalau-kalau salah satu dari kalian selingkuh?), tapi yang paling penting adalah ngecek diri sendiri dulu sehingga kamu nggak perlu menyewa detektif untuk mengetahui semua hal yang tengah berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini ada 10 tips dari Fluffy yang dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan gratis. Fluffy bikin beginian, karena Fluff suka deh, liat pasangan yang mesra-mesra :p&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat kamu mulai ngerasa ada jarak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;invinsible&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; yang mengganggu hubungan, segera bicarakan dengan pasanganmu. &lt;/span&gt;Ini berlaku untuk yang LDR maupun domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdiskusi dengan pasangan dengan kepala dingin tentang situasi yang up to date. &lt;/span&gt;Tips: letakkan sekantong es batu di kepala masing-masing sepanjang diskusi dan jangan diskusi kalau salah satunya lagi PMS atau menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marah kalau kamu kepingin marah tapi juga harus kuping badak kalo pasanganmu kepingin gantian marah. &lt;/span&gt;Ini salah satu cara yang baik, seru, dan memacu adrenalin untuk meledakkan suasana dan ngebiarin unek-unek kalian keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bercinta sehabis marah-marah. &lt;/span&gt;Hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atur dan luangkan waktu untuk napak tilas ke masa lalu. &lt;/span&gt;Misal, ke tempat-tempat yang kamu dan pasanganmu suka. Kalo lagi sama-sama miskin, bisa diakali dengan beli &lt;span style="font-style: italic;"&gt;snack &lt;/span&gt;kesukaan kalian dan makan bareng sambil nonton film yang kalian banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dan terbuka. &lt;/span&gt;Menyakitkan memang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ladies. &lt;/span&gt;Tapi kejujuran dan berani untuk jujur adalah dua hal yang sangat melegakan. Tinggal pintar-pintarnya kamu dan pasangan untuk nggak saling tampar setelahnya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saling memaafkan. &lt;/span&gt;Ciyeh! Sungkem-sungkeman, anggap aja lagi hari raya, saling memberi angpao kalo perlu... hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsultasi dengan orang-orang terdekat kalian. &lt;/span&gt;Itu lho, kayak di film-film, pergi ke konsultan pasangan. Mungkin kalian membutuhkan uluran tangan dingin konsultan? Hihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan sekali-kali lari dari masalah. &lt;/span&gt;Kalau ada, ya dihadapi aja. Entah siapa yang memulai, hadapilah bersama (namanya juga pasangan). Tapi kalo salah satu dari kalian lari-lari, Fluff pikir yang lainnya berhak menggantung partnernya di pohon beringin lalu bicaralah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ini cara paling ampuh! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergi ke dapur, masukkan hubunganmu ke dalam panci. &lt;/span&gt;Nyalakan api kompor dan tunggu beberapa saat. Jadi hangat lagi, kan? Hihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba! Fluff ucapkan selamat berbahagia selalu bagi semuanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Sunday...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-141145669209060029?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/141145669209060029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/141145669209060029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/obrolan-cewek-10-cara-menghangatkan.html' title='Obrolan Cewek: 10 Cara Menghangatkan Kembali Hubungan yang Nyaris Basi'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc9l8fRRQYI/AAAAAAAACfo/ezBqPCeb9dw/s72-c/mesra.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-9132670689642309642</id><published>2009-03-28T22:24:00.004+07:00</published><updated>2009-03-28T23:21:55.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>Cuci Mata: The Language of Culinary</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sc5OdhQyx0I/AAAAAAAABrg/CltLxz3qFHQ/s1600-h/Culinary_Quest_Magazine_Ad_by_Jollyranchergirl82.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sc5OdhQyx0I/AAAAAAAABrg/CltLxz3qFHQ/s200/Culinary_Quest_Magazine_Ad_by_Jollyranchergirl82.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318274479023114050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coq au vin. Unagi. Pasto. Garam Masala. Risotto. Kofte Kebab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam nama yang asing di lidah itu jadi tidak asing lagi saat sudah dinikmati dalam bentuk harfiah alias disantap dan dinikmati lidah. Bagi banyak orang, makan bukan lagi sekadar kegiatan penyambung nyawa. Malah kegiatan kuliner ini menjadi ajang gaul, acara televisi, bahkan bagian transaksi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak budaya menjunjung tinggi kegiatan makan ini. Thanksgiving &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dinner&lt;/span&gt;. Makan malam Imlek. Makan ketupat bersama saat Idul Fitri. Kegiatan makan merupakan bagian dari kebersamaan. Makan bersama diyakini bisa memperat hubungan persaudaraan dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, orangtuaku sangat menekankan pentingnya makan bersama dalam keluarga. Setiap makan malam, kami berkumpul di meja makan. Dimulai dengan berdoa bersama, berterima kasih atas makanan yang akan kami santap, lalu kami pun akan mengobrol sambil menikmati makan malam. Makan bersama bukan hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dinner &lt;/span&gt;saja, tapi panganan kecil juga dapat disajikan untuk keluarga atau sahabat yang datang bertamu. Berdiskusi, bercakap-cakap, dan menyimpul tali silaturahmi selalu didampingi oleh kegiatan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini makan menjadi bagian dari gaya hidup. Kegiatan makan di luar rumah merupakan aktivitas penting dalam pertemuan keluarga bahkan rutinitas pergaulan. Restoran menjadi ruang berkumpul bersama saudara/orangtua atau sahabat, tempat janjian ketemu dengan klien, atau tempat kencan. Restoran yang dipilih pun bukan restoran sembarang, melainkan restoran yang menunya telah terbukti kelezatannya dan sesuai dengan selera para pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan juga menjadi kegiatan yang mengisi jiwa dan juga tubuh. Saat menyantap makanan, lidah menikmati setiap rasa yang masuk ke mulut. Saat mengunyah, indra-indra lain pun bereaksi dengan menyambutnya sepenuh jiwa. Menikmati makan rupanya memang bukan hal yang baru, terbukti sejak dulu, makanan apa pun yang lezat pasti selalu ramai dikunjungi orang. Omongan dari mulut ke mulut pun menyebar. Entah gado-gado di warung anu sampai ke restoran elit di jalan anu. Karena itu, tidak heran makanan yang terkenal sejak zaman kurun waktu yang lama tetap terkenal dan bisa dinikmati oleh orang jika manajemennya berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, makan itu bukan hanya mengisi perut, tapi juga mengisi hati dan jiwa. Beberapa orang sering lupa meluangkan waktu untuk menikmati kegiatan makan, apa pun jenis makanan yang mereka santap. Lebih seringnya lagi, orang makan hanya karena dia harus makan. Titik. Ya, kalau kita hidup di zaman perang mungkin sangat bisa dimengerti. Tapi di zaman Blackberry, ah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;please &lt;/span&gt;deh, menyedihkan sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya makan menghasilkan budaya memasak. Makanan hasil karya banyak negara menjadi terkenal dan melegenda. Jenis makanan itu melanglang buana, dicicipi oleh  milyaran lidah manusia, dicintai oleh mereka. Sebut saja makanan Jepang, Korea, Lebanon, Morocco, Prancis, Meksiko, Turki, Jerman, Inggris, Italia, Vietnam, dan lain-lain. Setiap makanan memiliki ciri khasnya masing-masing; dengan bumbu, cara memasak, aroma, racikan, dan presentasinya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, dengan mal-mal dan pusat perbelanjaan yang menjamur, maka restoran-restoran baik lokal maupun import mulai membuka pintunya. Mulai dari restoran gaya kaki lima, warung, fast food, resto keluarga, sampai jamuan mewah lengkap bertebaran di Jakarta. Mencoba makanan baru pun jadi kegiatan gaul yang dikemas dengan nama “wisata kuliner”. Nggak pernah nyobain sushi di restoran XXX? Uh, kamu nggak gaul deh. Pizza yang kamu tahu cuma Pizza Hut? Aih, Jeng, tinggal di kerak bumi ya? Masakan Thailand yang lezat? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ouch, it's too spicy for my stomach, try German's sausage&lt;/span&gt;. Yuk kita mencoba Morroco, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ambience &lt;/span&gt;restorannya sungguh-sungguh seperti berada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting &lt;/span&gt;1001 malam. Atau bagaimana kalau memilih makanan warung ala peranakan Indonesia yang belakangan ini di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;upgrade &lt;/span&gt;menjadi mewah dan berkelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia lesbian yang tidak lepas dari kopi darat pun sering menggunakan ajakan makan sebagai alasan pertemuan. Menikmati makan sambil melakukan pe-de-ka-te sambil melancarkan rayuan-rayuan maut memang asyik. Tidak perlu menunggu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dating&lt;/span&gt;, untuk berkumpul bersama dengan teman-teman lesbian lainnya juga oke. Resto anu yang makanannya enak tapi tidak terlalu mahal, atau bistro XYZ yang terkenal dengan tempatnya yang gaul, atau cafe ABC yang kopinya tiada duanya. Makanan bisa menjadi penyelamat saat obrolan menjadi kaku dan kehilangan arah. Makanan bisa juga menjadi penyemangat ketika obrolan semakin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hot &lt;/span&gt;dan seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulailah memilih restoran yang menunjukkan jati dirimu dan ajak calon pasanganmu (atau teman-temanmu) ke sana, dan lihatlah kadar kecocokan (dan derajat persahabatanmu) di sana. Mungkin pepatah harus diubah menjadi Dari Perut Naik ke Hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-9132670689642309642?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9132670689642309642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9132670689642309642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/cuci-mata-language-of-culinary.html' title='Cuci Mata: The Language of Culinary'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sc5OdhQyx0I/AAAAAAAABrg/CltLxz3qFHQ/s72-c/Culinary_Quest_Magazine_Ad_by_Jollyranchergirl82.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-6003448693192817812</id><published>2009-03-27T23:19:00.008+07:00</published><updated>2009-03-28T19:05:09.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Special'/><title type='text'>Film: Milk - Biopic Menggugah dari Seorang Tokoh Inspiratif</title><content type='html'>Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc0B4I-1goI/AAAAAAAACeg/_llXXviX_b8/s1600-h/milk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc0B4I-1goI/AAAAAAAACeg/_llXXviX_b8/s320/milk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317908798989763202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;My name is Harvey Milk, and I'm here to recuit you. &lt;/span&gt;Itu adalah sepotong kalimat yang biasa digunakan oleh Harvey Milk (Sean Penn) dalam mengawali pidatonya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Film peraih Oscar ini  diangkat dari kisah nyata hidup Harvey Milk, seorang politisi dan aktivis gay. Harvey Milk merupakan tokoh yang mengakui dirinya gay secara terbuka dan terpilih menjadi pegawai negeri di California sebagai anggota San Francisco Board of Supervisors pada tahun 1977, setelah dua kali gagal dalam pencalonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey Milk lahir pada tahun 1930 dan tewas terbunuh pada tahun 1978, setahun setelah dia menduduki jabatannya di pemerintahan dengan gemilang. Dia tewas ditembak di kepala oleh Dan White (Josh Brolin) sesama anggota dewan yang merasa dikhianati Milk. Penembakan yang terjadi di balai kota itu juga menewaskan Wali Kota George Moscone, yang juga sahabat politik Harvey Milk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Milk &lt;/span&gt;disutradari oleh sutradara gay, Gus Van Sant, yang sudah dikontrak sejak tahun 1992 namun setelah sejumlah konflik dan kekacauan selama 15 tahun akhirnya sukses melahirkan film yang memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi ini. Terutama untuk Sean Penn yang dengan gemilang berperan sebagai Harvey Milk. Selain Sean Penn mendapat piala Oscar sebagai aktor terbaik, penulis skenario Dustin Lance Black memperoleh penghargaan sebagai penulis skenario terbaik dalam film yang penuh dengan kata-kata inspirasitif. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Milk &lt;/span&gt;juga bergelimang penghargaan lain seperti dari BAFTA Awards, Screen Actors Guild, British Academy Film Awards, dll.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Film tentang perjuangan aktivis gay ini dibuka pada tahun 1970 ketika Milk bertemu dengan Scott Smith (James Franco) di tangga subway New York. Milk dan Smith kemudian menjadi sepasang kekasih setelah pertemuan singkat tersebut. Keinginan untuk mengubah hidup dan memperoleh penerimaan membuat dua lelaki ini melakukan perjalanan bermobil hingga sampai ke San Francisco, menuju daerah Castro. Pada masa itu Castro mulai dikenal sebagai wilayah gay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey Milk yang memiliki jiwa bisnis membuka toko kamera di Castro, namun ketertarikannya pada dunia politik dan keinginannya yang kuat agar kaum homoseksual tidak lagi dianggap kelas dua membuatnya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai dewan supervisor San Fransisco. Milk percaya bahwa seorang homoseksual bisa menjalani hidup dengan jujur dan sukses, meskipun tahun 1970-an menjadi gay biasanya berarti hidup dalam ketakutan dan hinaan. Bahkan tidak jarang mereka menjadi korban kebencian dengan dipukuli atau bahkan dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milk secara terbuka mengakui dirinya gay, walaupun pada awal masa kampanyenya, isu gay ini membuatnya kalah dalam pemilihan. Dalam salah satu wawancara, Milk mengatakan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“If I do a good job, people won't care if I am green or have three heads."&lt;/span&gt; dan gay atau tidak bukanlah isu utama lagi. Walaupun tidak bisa dipungkiri kaum homoseksual membuatnya menang dalam pemilihan tahun 1977 dan juga menjadikan Harvey Milk memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bargaining power &lt;/span&gt;yang kuat dalam pemerintahan, karena dia tidak segan menggunakan komunitas gay sebagai massa penggeraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc0CepxnrqI/AAAAAAAACeo/N123zsLDt9Y/s1600-h/harvey_milk_inaugurationi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 338px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc0CepxnrqI/AAAAAAAACeo/N123zsLDt9Y/s400/harvey_milk_inaugurationi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317909460627730082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pawai Kemenangan Harvey Milk Saat Terpilih Jadi Anggota Dewan, 1977&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Milk dan kebangkitan homoseksual ini tidak diterima begitu saja di Amerika Serika. Anita Bryant, penyanyi yang juga memimpin gerakan fundamentalis Kristen mengutuk keras kaum homoseksual. Hal ini menimbulkan perseteruan antara kaum homoseksual versus Kristen fundamentalis yang berujung pada pertikaian politik.  Penyebaran kebencian terhadap kaum homoseksual dilawan dengan demonstrasi besar-besar yang diikuti oleh ribuan orang (gay/lesbian) secara spontan hingga mereka memenuhi jalanan sepanjang delapan kilometer. Di sana pula Harvey Milk menyampaikan salah satu pidatonya yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;"Somewhere in Des Moines or San Antonio there is a young gay person who all the sudden realizes that he or she is gay; knows that if their parents find out they will be tossed out of the house, their classmates will taunt the child, and the Anita Bryant's and John Briggs' are doing their part on TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that child has several options: staying in the closet, and suicide. And then one day that child might open the paper that says "Homosexual elected in San Francisco" and there are two new options: the option is to go to California, or stay in San Antonio and fight. Two days after I was elected I got a phone call and the voice was quite young. It was from Altoona, Pennsylvania. And the person said "Thanks".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And you've got to elect gay people, so that thousand upon thousands like that child know that there is hope for a better world; there is hope for a better tomorrow. Without hope, not only gays, but those who are blacks, the Asians, the disabled, the seniors, the us's: without hope the us's give up. I know that you can't live on hope alone, but without it, life is not worth living. And you, and you, and you, and you have got to give them hope." -&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Harvey Milk, 1978&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pidato yang menggugah tentang harapan, tentang masa depan yang lebih baik jika semakin banyak kaum homoseksual yang tampil ke muka publik. Visibilitas semacam ini penting untuk menunjukkan keberadaan gay/lesbian di muka bumi ini, sehingga entah di pelosok bumi belahan mana seseorang yang merasa hidupnya tidak berarti karena menyadari dirinya gay/lesbian akan memiliki pilihan hidup selain jalan yang tampak suram dan kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harvey Milk mungkin sudah tiada, tapi warisan yang ditinggalkan olehnya tetap membara di hati jutaan masyakarat homoseksual di Amerika Serikat. Dan kini, jutaan mata dan hati berkesempatan untuk menyaksikan tokoh inspiratif ini melalui film yang menggugah dan (pasti) meninggalkan kesan di hati gay/lesbian yang menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-6003448693192817812?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6003448693192817812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6003448693192817812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/film-milk-biopic-menggugah-dari-seorang.html' title='Film: Milk - Biopic Menggugah dari Seorang Tokoh Inspiratif'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sc0B4I-1goI/AAAAAAAACeg/_llXXviX_b8/s72-c/milk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2751455360493713562</id><published>2009-03-27T12:54:00.005+07:00</published><updated>2009-03-27T13:29:43.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Kesetiaan yang Mahal Harganya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScxvRt1M7GI/AAAAAAAABrQ/0g4K9tNUPAI/s1600-h/Me_Boys_by_fencer_chick.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317747610168912994" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 200px; height: 150px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScxvRt1M7GI/AAAAAAAABrQ/0g4K9tNUPAI/s200/Me_Boys_by_fencer_chick.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Bersetia? Bisakah kita para lesbian melakukannya, tanpa ikatan hukum pernikahan apa pun? Setia hanya berlandaskan cinta semata, tanpa terlibat perselingkuhan maupun terjatuh dalam hubungan poligami? Bisakah kita melakukannya? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Anna yang bercerita.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan, saya Anna. Saat ini, sudah enam tahun saya menjalin hubungan dengan kekasih saya, sebut saja Santi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun awal hubungan kami berjalan mulus tanpa ada gangguan yang berarti. Semuanya berjalan baik-baik saja. Segalanya indah. Walaupun tinggal di kota yang berbeda, kami selalu saling menjaga kesetiaan. Di tahun kedua, saya memutuskan untuk pindah ke kota tempat tinggal Santi agar kami berdua bisa hidup bersama tanpa terpisahkan jarak dan waktu. Hidup berdua dengan Santi membuat saya merasa sangat bahagia. Hari-hari yang kami lalui penuh dengan cinta sepenuh hati. Saya sangat mencintainya. Begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada tahun keempat, hubungan kami diterpa cobaan. Semua berawal dari perkenalan Santi dengan seorang perempuan (sebut saja namanya X), teman dari salah satu saudaranya yang kebetulan sedang berlibur di kota ini. Selama beberapa hari hingga X pulang kembali ke kotanya, semua masih terasa baik-baik saja. Namun setelah beberapa minggu berlalu, saya mulai merasakan ketidaknyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santi mulai rajin mengirim berita melalui SMS dengan X. Hampir setiap hari dia melakukannya. Pagi, siang, hingga larut malam. Saya mencurigainya. Ketika saya mengungkapkan kegelisahan saya, Santi selalu berusaha menutupi dan mengatakan bahwa mereka hanya sekedar berteman. Oke, saya berusaha memercayai kata-kata kekasih saya. Saya meyakinkan diri dia takkan berbohong pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kerisauan saya tidak berhenti, malah semakin menjadi-jadi. Sampai akhirnya, suatu saat saya memergoki salah satu SMS Santi untuk X menunjukkan bahwa selama ini yang terjadi antara Santi dan X bukanlah pertemanan semata. Ya, tanpa sepengetahuan saya, mereka berdua telah 'jadian' dan berpacaran. Saya terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan betapa hancurnya hati saya. Saya menangis tak karuan. Seraya bersimpuh di kaki Santi, saya memohon agar perselingkuhannya segera dihentikan. Tapi rupanya hati Santi sama sekali tak tergugah meski melihat kepedihan dan kehancuran saya. Santi tetap ingin melanjutkan hubungan perselingkuhannya dengan X, tapi juga tak mau memutuskan hubungan kami berdua. Santi ingin kami 'jalan' bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tak berperasaannya dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lemas, jatuh tertunduk tanpa tahu harus berbuat apa. Hampir setahun saya tetap hidup bersama Santi dengan kepedihan yang tiada henti. Melihatnya tak pernah lepas dari handphone (hal yang selama ini tak pernah ia lakukan), mendengarnya bercengkerama dengan X di telepon. Dada saya serasa terkoyak habis-habisan. Saya berusaha tetap bertahan mendampingi Santi, meski hati saya tak pernah merelakan keputusannya untuk tetap menduakan saya. Entahlah, saya begitu mencintainya. Seorang kawan bahkan pernah berkomentar betapa bodohnya saya yang mau tetap bertahan demi cinta yang konyol dan gila seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat, hati saya merasa letiiih sekali, hingga akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan semua ini. Meninggalkan Santi,meninggalkan segala kenangan indah kami berdua selama ini. Meninggalkan semuanya dalam diam. Toh tak lama lagi X akan pindah juga ke kota ini. Dan saya tak mau menjalani cinta yang gila ini. Saya berusaha mengikhlaskan semuanya. Biarlah Santi mencari kebahagiaannya sendiri. Dan biarlah saya mengalah, menyudahi segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan saya berusaha mempersiapkan segala hal untuk kembali pulang ke kota asal saya. Beberapa bulan setelah saya memutuskan untuk berpisah dari Santi (tapi masih dalam kondisi tinggal serumah dengannya), saya sempat berkenalan dengan seorang perempuan (yang juga teman lesbian, sebut saja Z). Pada awal perkenalan, kami biasa saja. Hingga akhirnya entahlah, saya 'jadian' dengan Z. Santi yang curiga dengan kesibukan mendadak saya ber-SMS dengan Z menjadi marah besar. Santi mencecar saya dengan berbagai pertanyaan tentang Z. Saya cuma diam menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya saya pulang kembali ke kota asal. Dengan meninggalkan sepucuk surat untuk Santi, saya pergi ketika Santi tak ada di rumah. Sesampainya di rumah, saya berusaha untuk menenangkan diri. Tanpa ada lagi Santi yang selama ini selalu menemani. Jujur, hati kecil saya masih mencintainya meski saya telah dilukainya tanpa ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada seminggu setelah saya pulang kembali ke rumah, Santi menyusul dan mengajak saya kembali lagi padanya. Santi meminta maaf. Santi memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan X dan ingin kembali bersama saya seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, jujur,saya masih mencintainya. Tapi hati saya masih terlalu sakit untuk menerima Santi kembali dan mempercayainya. Lagi pula, saya sudah menjalin hubungan dengan Z. Entahlah, terkadang saya juga merasa ragu menjalani hubungan dengan Z. Mungkinkah ia hanya menjadi pelampiasan kekecewaan dan sakit hati saya terhadap Santi? Saya tidak tahu. Hati saya menjadi bimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal mengajak saya kembali ke pelukannya ternyata tidak membuat Santi patah semangat. Lewat telepon dan SMS dia menangis dan memohon pada saya&lt;br /&gt;untuk kembali padanya dan memulai segalanya dengan lembaran hidup yang baru. Santi bersikeras bahwa dia tak akan bisa jika tanpa saya. Lama kelamaan hati saya luluh juga. Tapi saya juga bingung tak karuan. Di satu pihak, Santi kukuh tak ingin diputus, di pihak lain, Z juga tak mau saya tinggalkan. Duh Tuhan, betapa runyamnya perasaan saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan menanggung segala resiko, saya memutuskan untuk kembali ke pelukan Santi. Kini, saya dan Santi telah bersama kembali. Kami saling berjanji tak akan lagi ada luka dan pedih lagi. Saling berjanji tak akan lagi mengulang segala kesalahan. Semoga godaan keji tak akan lagi menghampiri kehidupan saya dan Santi lagi. Semoga kehidupan kami berdua akan baik-baik saja. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diceritakan dan ditulis oleh Anna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Anna, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2751455360493713562?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2751455360493713562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2751455360493713562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/have-your-say-kesetiaan-yang-mahal.html' title='Have Your Say: Kesetiaan yang Mahal Harganya'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScxvRt1M7GI/AAAAAAAABrQ/0g4K9tNUPAI/s72-c/Me_Boys_by_fencer_chick.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8835694782375418534</id><published>2009-03-26T09:39:00.008+07:00</published><updated>2009-03-27T00:12:08.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Lakhsmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkel Menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>Bengkel Menulis: Antara Gagasan dan Alur Cerita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScuxQWhxQII/AAAAAAAABrA/gsEDHb8anYo/s1600-h/A_Spring_Gift_by_meppol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScuxQWhxQII/AAAAAAAABrA/gsEDHb8anYo/s200/A_Spring_Gift_by_meppol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317538679524245634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Lakhsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berbincang tentang gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hal yang berjalan dengan baik biasanya dimulai dengan gagasan yang baik. Misalnya, bisnis, pekerjaan, seni, pembangunan, bahkan menulis. Gagasan adalah gambaran secara utuh dan futuristik yang menjadikan sesuatu yang belum ada menjadi tampak nyata. Cerpen atau karya sastra (perjuangan) lainnya membutuhkan gagasan sebagai fondasi dasar dan arah tujuan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa gagasan yang melandasi sebuah cerpen lesbian yang layak? Banyak yang berpikir gagasan yang besar akan menghasilkan karya yang besar. Maka dicarilah gagasan-gagasan yang terdengar gagah dan mentereng. Cerpenis-cerpenis lesbian pemula – terkadang disponsori dan dikompori oleh aktivis/LSM homoseksual, mulai menciptakan gagasan-gagasan gegap gempita atas nama hak asasi manusia dan perjuangan humanisme. Dengan rancang-awal yang selalu berkaraterisasi sempurna dan mulia, akhirnya lahir cerpen-cerpen yang limbung karena keberatan gagasan namun miskin dalam alur penceritaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gagasan tidak harus besar. Gagasan sederhana justru adalah gagasan yang mendorong sebuah karya sastra menjadi indah. Gagasan tidak selalu harus berhubungan atau berada di lingkup homoseksualitas. Yang tampaknya jauh serta tak berhubungan sebenarnya dapat selalu dihubungkan. Di tengah krisis multidimensi masyarakat, termasuk kecarutmarutan wajah dunia homoseksual Indonesia, isu menjadi sangat luas dan tak terbatas. Bayangkan gagasan sebuah cerpen lesbian seperti kapitalisme, modernisasi, budaya lokal, politik, ekologi, bahkan absurditas. Banyak lekuk dan liku yang dapat ditelusuri di sana menjadikan seni menulis sebagai "pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban final", tidak melulu berpotensi curhat yang berputar di masalah itu-itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan memang menjadi pemicu sebuah karya sastra. Tentu, sastra adalah karya seni yang memiliki denyut napasnya sendiri (seni adalah proses) sehingga seharusnya cerpen yang terlahir dari rahimnya memiliki peran elaborasi yang gemulai dengan gagasan. Misalnya begini. Cerpen selayaknya memiliki susunan cerita yang yang bergerak dari awal sampai akhir. Kalau di tengah-tengahnya disusupi paragraf-paragraf yang “kelihatannya berada di dalam cerita tapi sebenarnya hanya sampah jargon (homoseksual)”, maka cerpen itu sudah dibajak dengan kepentingan di luar teks sastrawi. Memang sangat sulit memilah antara mana cerpen lesbian yang memiliki takaran pas antara gagasan dan estetika alur cerita. Salah satunya, "karakter" atau "tokoh" cerita memainkan peranan penting dalam mengusung rekonsruksi alur cerpen dan menciptakan bayangan imajiner. Tapi aku akan menyentuh isu itu lain kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akui saja dengan segala kerendahan hati bahwa cerpen-cerpen lesbian yang bertebaran di lembar-lembar independen masih banyak yang miskin dan nelangsa. Cerpen-cerpen lesbian yang sanggup melewati jurang seleksi dan meniti tali keindahan sastrawi sehingga muncul di ruang publik (khususnya koran) yang heteronormatif dan (masih) menjadi pemain utama dalam pergolakan teks terhitung dengan jari. Salut kepada mereka semua, tapi tidak usah merayakan kebanggaan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, cerpenis-cerpenis lesbian masih belum mampu menyihir masyarakat heteroseksual untuk tenggelam di dalam karya-karya homoseksual yang elitis. Cerpenis-cerpenis lesbian masih belum fasih melahirkan metafora-metafora rapi pada kalimat bersayap, ledakan emosi kemuramannya, bisikan-bisikan keletihan yang tak berujung, atau pun sejumput harapan pada keriangan yang semrawut. Cerpenis-cerpenis lesbian masih tergagap-gagap dalam menciptakan dunia teks hidup dan lancar yang memotret kenyataan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati cerpen yang memiliki bobot alur cerita yang sejalan dengan kelenturan gagasan menjanjikan gairah dan keasyikan tersendiri. Namun, cerpen yang secara sadar mengusung gagasan TANPA keberhasilan mengukur dan merancang alur cerita akan menjadikan sepotong cerpen yang garing dan usang seperti monumen yang tua oleh waktu. Cerpen itu berubah menjadi spanduk, selebaran, pamflet, iklan, siaran, dan berita yang isinya penuh dengan hamburan kata-kata kosong hapalan luar kepala. Siapa yang mau dicekoki oleh kemonotonan itu? Jangan jadikan cerpen lesbian sekadar remah-remah tak bergizi pada jamuan makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bagaimana gagasan dan alur cerita berkawinan menjadi satu teks sastrawi yang mencerahkan.  Semoga para calon penulis lesbian dapat menarik faedahnya apabila tulisanku yang kali ini dapat sungguh dipahami. Apabila tidak, mari kita mengheningkan cipta bersama untuk upacara kematian cerpen lesbian Indonesia yang memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Lakhsmi, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8835694782375418534?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8835694782375418534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8835694782375418534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/bengkel-menulis-antara-gagasan-dan-alur.html' title='Bengkel Menulis: Antara Gagasan dan Alur Cerita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScuxQWhxQII/AAAAAAAABrA/gsEDHb8anYo/s72-c/A_Spring_Gift_by_meppol.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2286406770245303027</id><published>2009-03-25T14:04:00.003+07:00</published><updated>2009-03-25T15:47:27.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Ade Rain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezzo'/><title type='text'>Oh My (Straight) Handphones!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScnvPw6dyfI/AAAAAAAACeQ/PH4RzxIFL7Y/s1600-h/cellpohnes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 113px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScnvPw6dyfI/AAAAAAAACeQ/PH4RzxIFL7Y/s200/cellpohnes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317043889194781170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Ade Rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasti kenal yang namanya telepon genggam. Penjajahan handphone (HP) kini juga sudah sampai ke daerah sawah menyawah, dari tengah belantara sampai pulau-pulau terpencil yang banyak malarianya. Jadi jangan heran kalau Pak Tani juga bisa bergaya di depan padi menguning sambil menggengam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Communicator&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan pilihan HP pun macam-macam, mau yang kecil bisa ditaruh antara selipan beha, mau yang memanjang sehingga bisa disembunyikan di selangkangan, atau bulat membundar canggih berdesain futuristik. Yang baterenya liquid, yang ada peta GPS, yang media hiburannya segede bagong, sehingga bisa ngilangi sedih-sedih ala film Mumbay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga banyak printal-printil lengkap, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skype, google map,&lt;/span&gt; teve kecil, radio, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;video call, push mail &lt;/span&gt;(bagi yang punya banyak identitas tentu semua e-mail ajaib masuk ke dalam satu HP saja). Wushhhh email-email  setiap saat masuk ke dalam inbox dan sampailah rahasia segala macam info dengan cepat. Bahkan gambar dengan segala macam pose bisa saling dikirim buat nyenengi patner. Hmm, mau ambil gambar diri bugil, nampangi burket, bukit lembah bukit hot itu, atau bulu semua bulu dalam satu HP mungil, monggo… silakan miliki HP sesuai kocek dan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buatku HP itu benda yang sungguh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;numero ono  &lt;/span&gt;te o pe kepentingannya.  Mati aja kalau nggak ada signal! Biar deh kalau nanti aku mati terlentang di atas kain kafan trus telepon genggamku ditaruh aja di sebelahnya, atau ditaruh di dada sebagai tanda duka cita. Sungguh hidup dan matiku CDMA! Alias Cuma Di Mata Andphone-ku (maksaaaa).  Meskipun ada waktu-waktu tertentu kalau aku lagi sama partner atau keluarga liburan di tempat indah beneran nggak mau diganggu HP, Tapi… aku nggak bisa nggak dapat berita tuh! Mau nggak mau kalau sudah begitu ya bawa HP ke mana pun, mulai dari ngebor sampai megap-megap....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru di sinilah yang ingin kuceritakan, bahwa “benda keramat” itu memang begitu berkesan dalam hidup. (Tapi…)  Teringat pertama sekali memiliki telepon genggam. Bentuknya masih kayak tempat minuman anak-anak sekolah dasar yang gede itu, antenanya panjang, beli sekali dua. Satu jadi milik ibuku, dan satu punyaku berwarna sama dengan nyokap hanya ujung antena hape kucelupi warna akrilik pink norak biar beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu masih pake sistem AMPS yang kalo nelepon terdengar suara geererrrek jegrekkkk geeerrrreek jegreek tanda nyari signal. Oh uh oh.. Auzubillaaah…Capek deh! Tapi kalau suaranya nyambung seneng luar biasa.  Tentu saja tidak semua kawasan mampu menerima pemancar dengan baik. Jadi teriak-teriak sambil pamer punya HP trus pura-pura nggak ada signal pun jadi tren yang sungguh cekiber malu-maluin. Nggak heran kalau para pemakai HP zaman itu sering keliatan konyol sendiri….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di kantin kampus dengan telpon AMPS sama ibuku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaa aku pulang kuliah jam 3, jemput ya.”&lt;br /&gt;“Nak, rendangnya ada di kulkas tinggal suruh mbok panasin…”&lt;br /&gt;(Mukaku makin manggut-manggut  mengkerut dalam hati udah ketawa ngakak, tapi tetap pasang wajah lempeng pura-pura ngerti…). Gubraks deh. Otakku cikulkulsap berasap, sungguh cepat panas pakai benda itu. Syukurnya bumi tetap berputar, dan zaman jebot HP kayak gituan cepat berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang begitu canggihnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;, mau yang banyak multimedia pakailah aiiipon alias iPhone keluaran Apple itu (gilak, promosi! hihihih). Mau yang punya beratus-ratus alamat email, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;push mail  &lt;/span&gt;deh, 24 jam trus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online &lt;/span&gt;sampe mata berair. Bercokolah dengan blekberi, sekalian beli yang layar sentuh (ogah deh nggak kuku kukuku dipakai buat nyentuh layar, gagap abis!) Nggak akan buat kita istirahat, kerja terusss hehehe itulah jeleknya. Yang pasti blekberi itu penggangu tidur kalo nggak disiplin! Awas aja… jangan sampe stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah jelas HP bagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“L  underground”  &lt;/span&gt;kayak aku menghadapinya sungguh beda. Begitu banyak provider yang menawarkan segala macam kelebihan, akhirnya jadi pakai beberapa deh. Pabrik chip pun ngga mau kalah,  sampe-sampe sekarang ada satu chip yang bisa digunakan untuk beberapa nomor GSM dan CDMA. Jangan heran kalau hapenya satu tapi nomornya bisa sampai lima sampai enam nomor. Tapi justru itu… pakainya pun bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang repot kalau punya kerjaan serabutan kayak aku begini, hidup di tiga belahan dunia antah berantah, trus mengadu nasib di lima planet yang berbeda… walah, aku sampai rajin mengoleksi chip telepon genggam, bahkan yang berasal dari liang kubur pun punya (Hiperbola deh!). Jadi aku pun terpaksa menggunakan banyak HP, nggak pakai chip satu penggemarnya banyak tadi, bingung bo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang itu pun masih buat aku repot kayak tikus curut dan sering kena DBD (Diri Banyak Dosa). Pertama, sering salah nyebut nama. Aku pikir tadinya bapak-bapak yang minta produknya difoto, trus tiba-tiba yang nelepon suaranya mirip-mirip, kusebut dengan mantap nama orang yang baru menelepon itu dengan nama bapak sebelumnya… Aduh gelo nggak sih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Danu nanti fotografernya langsung ke perusahaan bapak…”&lt;br /&gt;“Danu? Mbak, saya Pramsraju, yang kemarin nelepon…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin itu ternyata etnis India yang mau kumintain tolong mengisi pertunjukan musik Tabla  di salah satu acara pesta kantor teman. ( Nomor hp-ku yang ini khusus untuk perusahan XXX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rain… aku ke kotamu besok, kita ketemuan ya makan siang Soto Udang…” Sudah pasti ini dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; “lesbian”-ku yang nada deringnyaa “Alone”. Nada itu membuatku cepat tahu siapa yang menelepon. Namun suatu kali… HP itu memanggil, aku main angkat aja. Dan masuklah kita ke dosa kedua deh, yaitu Bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan Aderain… ada yang bisa kubantu, Sis?”&lt;br /&gt;Di ujung sana suara istri petinggi di kotaku yang minta fotografer memotret di tempatnya terdengar bingung terbata-bata, menyebut nama asliku memastikan ia menelepon orang yang benar…(walah-walah). Tentu asal jawabku yang gaya-gayaan nyebut Aderain itu berakibat fatal. Ketika harus ketemu ibu pejabat tadi dia pun bertanya, “ Nak kamu punya nama panggilan lain ya? Siapa tadi Adek Ren?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah bukan, Bu, namaku tetap satu kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terduduk lemas sambil berharap semoga si ibu ini langsung amnesia nggak nyebut-nyebut nama itu lagi.&lt;br /&gt;Sorenya waktu pulang kerja  anak sulungku iseng minjam HP “lesbian”ku itu… “ Mom aku minta lagu-lagumu ya, aku nyalain “blutut”-nya…&lt;br /&gt;“Hah jadi kamu yang ganti nada dering HP &lt;span style="font-style: italic;"&gt;straight&lt;/span&gt;-ku sama dengan HP Belok?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukanya manyun. Dosa ketiga, marah nggak jelas sama anakku. Mukanya cengengesan, aku memang nggak ngomel-ngomel, pasrah aja mendongkol langsung buka baju masuk kamar mandi dan ngadem di bawah shower. Di dalam sana aku bersenandung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Handphone-ku ada lima , rupa-rupa warnanya, hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru, berdering hp straight… dor! Hatiku sangat kacau, hpku masih lima, kupegang erat-erat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Ade Rain, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2286406770245303027?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2286406770245303027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2286406770245303027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/oh-my-straight-handphones.html' title='Oh My (Straight) Handphones!'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScnvPw6dyfI/AAAAAAAACeQ/PH4RzxIFL7Y/s72-c/cellpohnes.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-7941771667076062096</id><published>2009-03-24T14:47:00.006+07:00</published><updated>2009-03-24T15:28:23.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Bisnis Setan dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SciYapVOHfI/AAAAAAAACeI/3Tb-D0ugHZc/s1600-h/drug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SciYapVOHfI/AAAAAAAACeI/3Tb-D0ugHZc/s200/drug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316666943649750514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara kita miskin? Siapa bilang? Utang kita banyak? Siapa bilang? Negara kepulauan kita rawan dicaplok negara tetangga? Siapa bilang? Ekonomi kita tidak kuat? Siapa bilang? Sembilan bahan pokok kita mahal? Siapa bilang? Krisis ekonomi dunia? Indonesia tidak takut! Krisis keuangan global yang melanda dunia tampaknya memang bukan momok bagi pemerintah kita. Pasalnya industri rumah tangga di negara tercinta ini berkembang dengan pesat. Malah  tumbuh  dari pulau-pulau terpencil, dari perumahan-perumahan warga. Di lokasi-lokasi hunian yang tenang dan nyaman.  Tak percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat, polisi beberapa kali menemukan tempat pembuatan narkoba buatan lokal, yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor! Hasil temuannya hingga ke tempat-tempat yang paling ajaib. Kita tidak pernah menyangka ada industri rumah tangga pengolahan benda-benda haram tersebut di antara rumah-rumah warga.  Sabu, putau, ekstasi, dan ganja peredarannya dari rumah ke rumah, dari teman ke teman, harganya juga terbilang lumayan. Meskipun buatan lokal benda-benda menghanyutkan ini tetap dicari orang, diperjualbelikan laris manis.  Cara pengemasan pun bermacam-macam, ada yang menyerupai permen, tablet, bentuk bisa bermacam-macam, Winnie the Pooh, Nemo, Teddy Bear, bahkan lambang-lambang partai politik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ganja merupakan tanaman rakyat yang sungguh menghasilkan, petani kita bisa meraup banyak keuntungan sekali panen. Mengurusnya pun tidak susah, karena tanaman hutan liar, bijinya disebar ke mana saja, langsung tumbuh. Ditanam di lereng-lereng bukit atau sekitar jurang  tidak akan ada yang tahu, begitu tumbuh besar tinggal panen, tidak ada yang akan tahu apalagi dipanen malam atau dini hari. Pedistribusian pun tidak susah, untuk mengelabui petugas, bisa dimasukkan dalam pondasi semen, dibentuk seperti bahan bangunan. Disimpan di dalam dinding mobil. Yang paling gampang adalah dimasak dalam campuran dodol, tinggal makan dodolnya langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fly&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat sabu dari bahan amfetamin juga tidak susah, meskipun rada diperketat penjualannya di toko kimia. Bisa juga dibeli yang sudah bermerek tertentu kemudian diolah sendiri. Benar-benar sebuah industri yang menjanjikan. Soal kemasan, ya gampang, karena berupa bubuk kristal. Padahal rasanya kalau dimakan langsung getir dan pahit. Tapi para pemakai tahu segala macam cara memanfaatkannya sehingga khasiatnya bisa terasa. Esktasi, apalagi..., pembuatannya malah bisa dilakukan di rumah sendiri. Tinggal membeli bahan baku dan alat mencetak pil. Bisnis murah meriah dan cepat membuat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sudah tahu “penganan” buatan dalam negri ini membuat orang jadi santai, tak produktif, pemimpi, menikmati pengaruhnya selama mungkin dalam pikiran dan darah. Rasanya memang luar biasa. Menegak ekstasi berarti siap mempengaruhi adrenalin untuk  bersenang-senang kapan saja. Jika mau kelihatan keren di tempat dugem bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance &lt;/span&gt;tanpa malu-malu, suka-suka, tentu pil ini teman yang sungguh prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salahkan setelah itu kimia-kimia ajaib tadi menggeser format-format di dalam otak. Jangan heran jika umur sekian-sekian ada saja yang aneh dengan tubuh kita. Pelupalah, pemarah, mudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nervous&lt;/span&gt;, selalu merasa cemas, merasa ketakutan dan banyak lagi. Yang paling tidak nyaman tentu kecanduan akan khasiat sesaat tadi. Mencoba sekali mau dua kali, dua kali mau tiga kali, terus dan terus. Jika tak punya uang semua benda di rumah bahkan sampai rumahnya pun dijual demi memenuhi hasrat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan benda-benda haram ini pun sudah seperti membeli kebutuhan sembilan bahan pokok, gampang seperti mudahnya membeli beras, gula, ikan, sayur mayur, susu, dan lain-lain. Yang paling mengagetkan tentu saja fakta-fakta temuan polisi mengungkapkan hal ini. Rata-rata para pembawa barang-barang haram ini berwujud perempuan. Diulang dengan huruf besar…”P  E R E M P U  A N”. Sebuah media nasional kita dengan mendalam mengolah data pelaku tindak kejahatan  narkoba berdasarkan pekerjaan dan jenis kelamin. Hasilnya tentu saja tidak baru. Pengangguran dan Perempuan.  Sungguh ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita para lesbian juga tahu sekali bahwa perempuan memang gemulai aduhai. Sangat lihai mempergunakan kelembutan untuk turut andil dalam jenis industri rumah tangga semacam ini. Tapi sadarkah kita bahwa akan banyak orang yang dirugikan dengan “bisnis jahat” perusak kehidupan ini. Akan jadi apa kita jika masyarakatnya menjadi kaum pengkhayal? Pada usia produktif, 20-40 tahun, malah jadi parasit dalam keluarga. Terpaksa menjadi bayi besar yang harus diurus dan diperhatikan ekstra tenaga.  Akan jadi apa negara ini jika setengah dari penduduk kita hidup dari industri sejenis. Pembuatnya kita, pemakainya juga kita. Industri lokal yang kelihatan menjanjikan ini jelas-jelas hanya mampu menopang perekonomian sementara waktu. Ujung-ujung akan habis tanpa bekas. Biaya perobatan dan perawatan pasca kecanduan, merupakan rayap yang siap memakan pondasi apa saja. Kerugiannya jauh lebih besar dari pada uang yang bisa dinikmati sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu benar negara kita miskin, yakni miskin kesadaran.  Benar  pulau-pulau terpencil kita rawan dicaplok, karena generasi kita sibuk menikmati narkoba, para orangtua-orangtua kiat menjadi pembuatnya untuk menopang kehidupan keluarga. Benar utang negara kita banyak, karena pemerintah sibuk putar sana putar sini agar bisa membayar pinjaman, sehingga  tak sempat memikirkan rakyatnya yang semakin menikmati ketergantungan hidup dalam jaringan bisnis setan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-7941771667076062096?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7941771667076062096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7941771667076062096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/tajuk-bisnis-setan-dan-kita.html' title='TAJUK: Bisnis Setan dan Kita'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SciYapVOHfI/AAAAAAAACeI/3Tb-D0ugHZc/s72-c/drug.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-3726157397893926410</id><published>2009-03-23T09:24:00.007+07:00</published><updated>2009-03-23T19:59:15.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Arie Gere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Relationship'/><title type='text'>Kenapa Harus Selingkuh?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SceHblBWepI/AAAAAAAABqw/s2WAJUCRLIw/s1600-h/__elegant_red___by_mi9ba7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SceHblBWepI/AAAAAAAABqw/s2WAJUCRLIw/s200/__elegant_red___by_mi9ba7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316366792998156946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Arie Gere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selingkuh? Ya, aku pernah melakukannya! Sekali, dua kali, berapa kali? Yang pasti, masih hitungan satuanlah karena ternyata jantungku tak sekokoh besi dan tak setangguh yang kubayangkan. Otot-otot jantungku jadi melemah saat selingkuh, karena aku akan sangat sulit sekali berbohong dan mencari-cari alasan untuk sesuatu yang sama sekali gak benar dan gak pernah ada. Jantungku bakal dag-dig-dug kayak orang yang tiba-tiba mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stroke, &lt;/span&gt;kemudian bibir pun ikut-ikutan gemetaran ketika mengucapkan sesuatu yang diada-adakan itu. Dulu, saat aku LDR dengan seseorang yang tak perlu disebutkan siapa nama, identitas apalagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nick&lt;/span&gt;nya, yah katakanlah beliau itu bernama Miss X, aku selingkuh. Aku selingkuh dengan Miss Y yang kebetulan berada di kota yang sama denganku. Aih aih aih, malu sekali untuk mengingatnya lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kata orang, selingkuh itu indah. Bagiku, tidak sama sekali. Selingkuh itu tidak indah. Ya ya yaaaa, diakuilah, sangat indah di awal-awal tetapi menderita di akhir-akhir. Apalagi kalau ternyata selingkuh itu membuahkan benih-benih cinta yang baru terhadap Miss Selingkuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaaah, debaran jantung yang sangat-sangat tidak bisa dikontrol. Percaya atau tidak, aku pernah merasa menjadi salah seorang yang paling beruntung di dunia ini, karena dicintai oleh dua wanita sekaligus pada saat bersamaan. Miss X dan Y. Sebentar-sebentar aku bilang sayang sama Miss X, eh sebentar-sebentar si Y yang bilang  kangen ke aku. Dua jam lagi Miss X nanyain aku udah makan atau belum padahal saat itu juga aku sedang ketemuan makan siang dengan Miss Y. Malamnya si X curhat bilang dia lagi membayangkan berduaan sama aku, padahal di sebelah diri ini ada si Y yang sedang tidur dengan pulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya dunia saat itu. Benar-benar indah bila saja yang namanya perselingkuhan itu bukanlah suatu hal yang tak diperbolehkan. Aduh, amit-amit jabang bebi diriku di masa itu, menjijikkan, benar-benar memuakkan kalau diingat-ingat lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tibalah masa-masa indah itu dipaksa berakhir. Aku dan Y berpisah karena sesuatu yang ahh... gak perlulah diceritain. Intinya Y dan aku berpisah. Aku sakit, aku terpukul, dan si X, meskipun LDR, sepertinya langsung tanggap sesuatu sedang terjadi pada kekasihnya. Dia bertanya perlahan dan perlahan, mulai mengeras, memerah, lama-lama meledak, membentak, akhirnya menangis, tersedu-sedu, kecewa, marah dan emosi yang tertahankan lagi. Ya, aku salah, aku benar-benar salah! Aku memang selingkuh! Aku menyakiti hati perempuan yang mencintaiku. Apa pun alasannya, seharusnya aku tak boleh selingkuh. Tetapi apalah mau dikata lagi, sudah terjadi, dan aku mengakuinya, aku hanya meminta iba dan maafnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti berada di dalam neraka dunia, aku harus menghadapi kejadian mengerikan itu. Masa hukuman kuharap usai secepatnya dan segera berlalu, sehingga cinta kekasihku saat itu bisa kembali seperti dulu lagi. Tulus, setia dan bahagia. Itulah doa cinta setiap pasangan. Namun ternyata, butuh waktu untuk berubah, butuh waktu untuk menyadari kesalahan yang pernah kulakukan. Karena saat itu, aku melakukannya lagi. Yup, aku selingkuh lagi! Kali ini dengan seseorang yang rela dan ikhlas untuk diselingkuhi, sebut saja Miss Z.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss Z ini bersedia berbagi kasih dengan Miss X, padahal Miss X sendiri itu tak tahu apa yang disebut dengan berbagi kasih. Karena dia hanya memandang sosokku yang setia, aku yang tulus, aku yang tak mungkin membagi dan berbagi. Bodohnya, kedua kali aku jatuh pada lubang yang sama. Lagi-lagi, selingkuhanku kali ini juga kandas. Namun kali ini aku diam, aku tak mau membuka aibku kepada Miss X karena menurutku, pasti hanya membuat hubungan ini semakin runyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan berikutnya, aku yang terkena serangan jantung mendadak karena ternyata Miss X juga selingkuh! Oh Tuhan, mungkin ini yang namanya karma. Perempuan selingkuhannya menerorku dan mengancam aku harus putus dengan Miss X  karena bila tidak, dia rela mati demi cintanya pada Miss X. Nah, siapa dia emangnya? Mau mati kek, mau hidup kek, aku nggak ada urusan dengannya. Aku dan kekasihku saat itu berjuang menyelesaikan semuanya, sampai tuntas. Sampai tak berantai lagi. Sampai kami berdua lupa apa definisi selingkuh itu. Sampai kami tak mau mengingat kejadian-kejadian yang mendebarkan jantung dan menyesakkan paru-paru pada saat itu. Pokoknya, kami ingin bebas dari kata S.E.L.I.N.G.K.U.H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku selingkuh? Mudah saja lidah ini menjawab, karena memang tak perlu mencari-cari alasan untuk sesuatu yang salah. Aku selingkuh, Pertama, karena aku memang butuh untuk selingkuh. Kedua, aku bosan dengan hubungan yang stagnan pada saat itu, dan Ketiga, aku suka pada lika-liku hidup dan terpana bila tantangan itu sudah ada di hadapan. Inilah yang namanya membenar-benarkan kesalahan. Aku selingkuh dan aku salah. Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, ketika kita tahu itu salah, tak perlu lagi mencari segenap pembelaan agar yang salah itu dinyatakan benar. Salah ya memang salah. Apa pun alasannya, tak ada yang benar untuk sebuah perselingkuhan.  Kenapa harus selingkuh? Kenapa harus menyakiti orang yang kita cintai dan mencintai kita untuk sesuatu yang belum pasti? Kenapa? Jawabnya ada pada diri sendiri, pada diri-diri yang pernah berselingkuh, baik yang sudah tercium aroma selingkuhnya ataupun yang masih sembunyi–sembunyi menikmati indahnya perselingkuhan itu... sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan, apakah harus diratapi terus-menerus? Maukah kita mengulang kesalahan yang sama hingga terjerembap pada lubang-lubang yang sama? Adalah orang-orang yang tidak bisa kita mengerti jalan pikirannya bila masih sudi terjebak pada kubangan lumpur yang sama. Mungkin bodoh, mungkin naif, mungkin itulah memang pilihannya. Hanya saja, tak usahlah terlalu meratapi kesalahan itu. Karena kesalahan itulah yang mengajarkan&lt;br /&gt;kepada kita makna esensi dari kehidupan, karena salahlah maka kita tahu yang mana namanya benar. Karena kesalahan itu jualah sebagai bagian dari pengalaman hidup negatif yang bisa bernilai positif, bila kita belajar dari kesalahan itu untuk memperbaiki khasanah kehidupan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selingkuh itu salah? Ya. Titik. Aku memandangnya sebagai kesalahan. Aku pun berusaha sungguh-sungguh agar tak mengulanginya lagi untuk alasan apa pun. Apalagi dengan kekasihku saat ini, tidak akan pernah dan jangan sampai pernah. Karena ternyata, bagiku selingkuh itu mengerikan dan sama sekali tidak indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mari kita kembali lagi pada masing-masing individunya, apakah masih tertarik untuk selingkuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Arie Gere, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-3726157397893926410?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3726157397893926410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3726157397893926410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/kenapa-harus-selingkuh.html' title='Kenapa Harus Selingkuh?'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SceHblBWepI/AAAAAAAABqw/s2WAJUCRLIw/s72-c/__elegant_red___by_mi9ba7.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1340446666842850370</id><published>2009-03-22T21:24:00.002+07:00</published><updated>2009-03-22T22:12:12.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 5 Hal yang Cewek Nggak Bisa Hidup Tanpanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/ScZVPQlxzBI/AAAAAAAAAMg/Ptb6ULReaDI/s1600-h/bed-bedding-bedroom_~u15607823.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/ScZVPQlxzBI/AAAAAAAAAMg/Ptb6ULReaDI/s200/bed-bedding-bedroom_~u15607823.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316030130797267986" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tips-tips kurang kerjaan, kali ini Fluff hadir dengan laporan observasi Fluffy selama seminggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan ini Fluffy lakukan dimana saja, menengok isi kamar orang, dan tanya-tanya nggak tau malu. Usaha Fluff ini berbuah kesimpulan terhadap 5 hal yang nempel pada cewek dan nggak bisa lepas. Well, nggak ke semua cewek sih, tapi ya, sebagian besar dari cewek-cewek deh termasuk Fluff. Mari kita lihat satu-satu, apa saja kelima hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Facebook. &lt;/b&gt; Tempat nampang yang satu ini emang OK. Fitur-fiturnya seru: bisa ngelempar Paris Hilton ke teman kita; ngasih &lt;i&gt;tequila, beer,&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt; champagne;&lt;/i&gt;  &lt;i&gt;join cause&lt;/i&gt; yang macam-macam; ikut kuis yang juga macam-macam; berbagi foto dengan keluarga dan sahabat; dan pastinya, seperti guna social networking lainnya, dapat kenalan baru, dong.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, ada juga lho yang nggak doyan Facebook. Relawan wawancara A (inisial) contohnya, nggak menggunakan fasilitas ini karena dianggap  buang-buang waktu dan masih banyak yang lebih nyata daripada monitor  komputer di luar sana. Hihi, bener juga sih. Gimana dengan mereka yang  keranjingan Facebook? Kata N, Facebook ngebantu dia kenal orang-orang  baru dan  ngumpulin lagi teman-temannya yang udah kocar-kacir. Dan, dia  juga  dapat pacar baru dari Facebook, lho :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Diskon. &lt;/b&gt;Hayo ngaku siapa yang nggak suka diskon? Jangan baca poin yang ini kalo gitu. Hehe. Diskon itu bagaikan hadiah Natal, angpao, dan duit Lebaran. Bayangin aja, kita boleh menghemat sekian persen dari dompet kita dan bisa dipake buat yang lain, pastinya. Maka, rajin-rajinlah ke pusat perbelanjaan dan senantiasa cek toko-toko favoritmu. Siapa tau lagi ada sale 50% atau 100% (mimpi!). Tapi Fluffy ingetin ya, ke mall-nya nggak usah keseringan juga. Ntar jadi kayak orang kurang kerjaan, nggak tau mau ngabisin duit kemana. Mending kasih Fluff, yuk mariii!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Wangi-wangian.&lt;/b&gt; Berdasarkan observasi Fluff, ehm, 99% cewek yang Fluff temui nggak ada yang nggak punya wangi-wangian di meja riasnya. Entah cuma sekedar &lt;i&gt;body mist, cologne&lt;/i&gt; yang banyak di swalayan itu, sampe parfum yang harganya ratusan ribu (entah asli, entah nggak ya). Yang penting wangi! Eits, mau tau kenapa 99%? Karena Fluff juga pernah ketemu cewek yang nggak suka wewangian (mungkin dia alergi atau apa), dan memakai tawas saja untuk melindunginya dari bau tubuh. Jenius dan ramah lingkungan! Tapi, err... &lt;i&gt;I can not do that. &lt;/i&gt;Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Cermin.&lt;/b&gt; Kayaknya, semua orang nggak bisa hidup tanpa cermin ya? Kebayang nggak sih, ada janji penting, terus nggak ada cermin? Suruh teman ngecek dandanan? Untung-untung kalo punya teman &lt;i&gt;stylist&lt;/i&gt;, kalo nggak? Jangan-jangan dia nggak liat &lt;i&gt;eyeliner&lt;/i&gt; yang mencong sebelah atau alis yang ketebalan sebelah. Scary! Nggak rugi juga, bawa cermin kecil kemana-mana. Kalo malas ke toilet atau nggak ada cermin umum, tinggal keluarkan cermin ajaib dan cek gigi kita. Ada kulit cabe ketinggalan atau nggak :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Pembalut wanita. &lt;/b&gt;Bayangkan kalau nggak ada Laurier, Kotex, Softex, Charm, dkk. Apa kata duniaa? Mari kita berterima kasih pada penemu ide pembalut wanita dan pada perusahaan-perusahaan yang terus berimprovisasi menghadirkan pembalut dengan aneka ukuran dan kemasan yang menarik (perasaan kemasannya gitu-gitu aja :p). Berkat kehadirannya, aktivitas jadi lancar, tidur jadi nyenyak, tapi nggak buat yang perutnya melilit kalau datang bulan. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lima hal diatas, ayo temukan lagi apa yang kamu-nggak-bisa-hidup-tanpanya. Buat list kamu sendiri dan tertawalah. Boleh juga kalau kamu potret satu-satu, jadikan kolase dan pajang di kamarmu :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Sunday all!&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1340446666842850370?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1340446666842850370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1340446666842850370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/obrolan-cewek-5-hal-yang-cewek-nggak.html' title='Obrolan Cewek: 5 Hal yang Cewek Nggak Bisa Hidup Tanpanya'/><author><name>sebeningembun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09369683333070764392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/ScZVPQlxzBI/AAAAAAAAAMg/Ptb6ULReaDI/s72-c/bed-bedding-bedroom_~u15607823.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4736266710937312515</id><published>2009-03-21T22:00:00.004+07:00</published><updated>2009-03-21T23:29:26.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>Cuci Mata: Mari Berbelanja!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScUO_IiO-8I/AAAAAAAABqg/xpAW1KLUuJw/s1600-h/Rich_by_Cathy71.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScUO_IiO-8I/AAAAAAAABqg/xpAW1KLUuJw/s200/Rich_by_Cathy71.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315671412966357954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weekend &lt;/span&gt;ini seperti biasa aku ke mal. Berjalan tak tentu arah sehabis makan di restoran sushi, aku melihat orang-orang berkerumun dari jarak sepuluh meter. Kakiku bergerak ke sana tidak bisa menahan rasa ingin tahu. Ada apa sih ramai-ramai seperti ada penjualan minyak goreng murah, pikirku. Ternyata bukan minyak goreng yang dijual, melainkan hape Blackberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking ramainya, perempuan-perempuan cantik mbak SPG yang biasanya diabaikan dan dijauhi kini malah cuma duduk santai sementara orang-orang berbondong mengelilinginya. Bahkan si mbak tampak kewalahan dicecar pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi makin penasaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kuhampiri juga gerai penjual Blackberry yang di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bundling &lt;/span&gt;dengan provider selular itu. Kulihat logo bank yang juga jadi sponsornya. Saking sibuknya menghadapi pertanyaan, si mbak SPG cuma menyodorkan selembar pamflet berisi daftar harga Blackberry.  Bold yang mestinya 7 juta lebih dijual "hanya" dengan harga 5 jutaan jika menggunakan poin dari kartu kredit yang disponsori bank yang jadi sponsor di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, mataku langsung hijau. Jantungku berdebar makin cepat. Ini ciri-ciri kalau sedang bersemangat saat menghadapi barang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sale &lt;/span&gt;atau kena diskon atau murah. Sesaat aku lupa bahwa aku sudah punya Blackberry saking murahnya harga yang ditawarkan. Sayangnya aku sudah punya, kalau tidak pasti menyenangkan pulang dari mal menentang hape baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat bagian kasir sibuk menggesek kartu kredit pembeli yang sampai rela antre untuk mendapatkan Blackberry murah itu.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Bisa kebayang nggak sih orang Indonesia antre?). &lt;/span&gt;Kepalaku langsung sakit. Semakin banyak orang membeli barang mahal, semakin banyak "pameran" barang-barang mahal yang dilambai-lambaikan di sana sini. &lt;span&gt;Pasti nanti makin banyak orang yang berpikir sinis terhadap mereka yang berpunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudku begini, setiap hari kita membaca koran digempur dengan berita krisis keuangan global (selain berita pemilu tentunya). Tapi melihat ini, kita langsung mempertanyakan berita-berita yang kita baca. Krisis keungan global sepertinya naik andong sampai ke Indonesia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah&lt;/span&gt;, berita kolapsnya bank-bank di Amerika memang tampak mengerikan, tapi itu di Amerika, bo! Jauh banget dari Indonesia ya. Bahkan dalam kampanye-kampanye pemilu para capres saja tampak tenang dan tidak membahas soal krisis keuangan ini. Dan lihat saja buktinya, di mal ini ketika orang-orang berebutan Blackberry seperti mengantre beras murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau cobalah lihat apartemen-apartemen mewah yang ditawarkan di mal dan televisi dengan iming-iming harga naik tgl 23 Maret 2009 jadi segeralah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booking &lt;/span&gt;sekarang juga dan dapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cashback &lt;/span&gt;100 juta atau pendingin ruangan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kitchen set &lt;/span&gt;mewah di setiap pembelian apartemen tipe tertentu. Cobalah terlambat sedikit datang ke kantor pemasarannya, apartemen yang Anda inginkan di lantai tertentu dengan view bagus pasti sudah terjual dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cash &lt;/span&gt;keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau lihat saja situs hotel bintang supermewah lima plus-plus yang membuka cabangnya di Indonesia. Mereka yakin seyakin-yakinnya tidak mengalami kerugian. Liburan adalah kepentingan urutan nomor buncit bagi mereka yang belum dapat memenuhi sandang pangan papannya. Apalagi liburan mewah. Tapi itu tidak membuat para investor bernyali kecut menanamkan investasi mereka di sini. Bvlgari, St. Regis, Banyan Tree, Four Season, Ritz Carlton adalah salah satu nama-nama kondang yang mempunyai outlet mewahnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihat juga mal pada setiap wiken. Bistro, resto, lounge, cafe mewah tumbuh seperti cendawan di musim penghujan. Mulai dari restoran lokal sampa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;franchise multimillion &lt;/span&gt;dollar yang tempatnya bertebaran di lima benua. Herannya, tempat-tempat itu juga selalu sesak dan penuh. Bahkan untuk beberapa lounge perlu reservasi jauh-jauh hari. Resto yang penuh sesak  seperti itu adalah hal yang wajar bagi mereka yang biasa menghamburkan uang untuk kemewahan dan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu, jangan sinis! Jangan berkotbah tentang materi dan dunia hedonis. Jangan sebut-sebut kata sombong dan sok pamer. Produsen memang harus mendorong dan mengiming-iming pembeli agar mau mengeluarkan uang. Karena belanja konsumen adalah salah satu cara menghajar krisis keuangan ini. Lihat berita Kompas akhir Januari lalu, tentang pesan untuk menghadapi krisis keuangan: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/30/06050080/pesan.jet.li.untuk.hadapi.krisis.keuangan.dunia"&gt;www.kompas.com.&lt;/a&gt; Penjualan apartemen mewah akan memberikan lapangan kerja buat ribuan buruh, pembelian Blackberry akan memberikan peluang buat provider selular dan penyedia jasa yang berhubungan dengan teknologi, pembukaan hotel, spa, dan resto baru selalu menyerap ratusan tenaga kerja profesional maupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unprofesional&lt;/span&gt;. Semua kegiatan belanja ini akan menumbuhkan perekonomian. Jadi krisis keuangan yang jadi momok pun bisa kita kurangi dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya selalu menjadi bemper bagi si miskin. Dari hura-hura, kehidupan mewah dan gelimang harta, gaya hidup pamer, dan kegilaan belanja membuka banyak lapangan pekerjaan, memberi makan ribuan orang dan keluarganya, menjamin masa depan kanak-kanak duduk di bangku sekolah, mendorong kompetisi ekonomi, dan memperbaiki nasib orang miskin. Jangan memperlama krisis dengan memarkir uang di bank saja. Geliatkan uang itu, beli investasi sesuatu atau malah, nikmati hidup saja dengan berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat malam aku bertemu dengan beberapa teman-teman lesbianku. Teman lesbian A membawa hape iPhone-nya yang terbaru. Teman lesbian B memamerkan mobil CRV-nya yang mengilat baru keluar dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;showroom &lt;/span&gt;tiga hari lalu. Teman lesbian C memberitahu bahwa pengajuan kredit pembelian apartemen dua kamar tidurnya yang menghadap marina sedang diproses. Dan aku? Apa yang kubeli baru-baru ini? Aku menghadiahkan diriku Louis Vuitton &lt;span style="font-style: italic;"&gt;monogram wallet &lt;/span&gt;sebab aku mendapat kenaikan jabatan bulan kemarin. Oya, mereka bertiga juga mengajakku berlibur di Kura-kura Resort, sebuah vila mewah di pulau terpencil yang jauh dari keramaian kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tunggu apa lagi? Jika Anda berpunya, peduli dengan orang miskin, dan ingin dampak krisis keuangan global cepat dapat diselesaikan, mulailah belanja dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4736266710937312515?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4736266710937312515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4736266710937312515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/cuci-mata-mari-berbelanja.html' title='Cuci Mata: Mari Berbelanja!'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScUO_IiO-8I/AAAAAAAABqg/xpAW1KLUuJw/s72-c/Rich_by_Cathy71.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5322413204966761152</id><published>2009-03-20T22:06:00.005+07:00</published><updated>2009-03-27T13:30:59.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Aku Membenci Diriku!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScO2QWnVwWI/AAAAAAAABqQ/uSuYdEkbZO8/s1600-h/Fat_lady_for_art_project_by_theHattifattener.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScO2QWnVwWI/AAAAAAAABqQ/uSuYdEkbZO8/s200/Fat_lady_for_art_project_by_theHattifattener.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315292377292063074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pandanglah cermin. Apakah kamu menyukai bayangan yang ditampilkan di sana? Itu adalah dirimu. Bagaimana kalau kamu membenci jasmani yang kamu miliki? Dengarkan cerita sahabat lesbian kita, Billy, yang jijik dengan tubuhnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah merasakan diriku lesbian sejak aku berusaha lima belas tahun. Aku jatuh cinta dengan teman sekelasku, perempuan berambut panjang. Aku sendiri berpenampilan butch dan sangat tomboy. Dari dulu ke-tomboy-anku ini sering menjadi bahan ejekan tante-tanteku. Katanya aku harus menjaga berat badan dan berpenampilan lebih feminin, karena kalau tidak, tidak bakal ada lelaki yang menyukai diriku. Aku tidak peduli. Siapa yang peduli dengan lelaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kuliah, aku berjauhan dengan orangtuaku. Mereka tinggal di pulau lain, sementara aku kuliah di Jakarta. Aku nge-kos. Senangnya tinggal berjauhan dengan keluargaku. Aku tidak perlu ribet mengelak pertanyaan-pertanyaan dan godaan-godaan dari saudara-saudara sepupuku tentang penampilanku yang kelaki-lakian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, gaya berbusanaku semakin lepas kontrol. Dulu sewaktu aku masih berada di kota kecilku, setidaknya aku masih menjaga penampilan demi keluarga besarku. Tapi karena berada di Jakarta, aku tidak terlalu memedulikan lagi. Rak baju perempuan beserta asesorisnya (jam tangan, sepatu, ban pinggang, tas) telah lama kulewati begitu saja setiap saat aku membeli kebutuhan busana. Aku tidak memedulikan penampilan feminin. Buat apa? Aku, si pencinta perempuan, seharusnya dilahirkan sebagai lelaki. Sebagai pencinta perempuan, aku senang berpenampilan seperti lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesukaanku ngemil semakin membuat bobot tubuhku naik. Aku yang sudah mengalami masalah berat badan sejak SMA, semakin parah sewaktu di masa kuliah. Sebenarnya aku bisa saja memperhatikan pola asupan makananku, tapi karena aku tidak peduli dengan tubuhku, aku tidak melakukan diet apa pun. Maka, tubuhku yang yang sudah punya bakat gemuk, semakin subur tak terkendali. Godaan, ejekan, dan sindiran pun semakin sering tiba di telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku tidak mempedulikan semua omongan negatif itu. Tapi lama-lama telinga ini gatal juga. Apalagi waktu itu aku sedang naksir-naksirnya dengan seorang teman perempuan di kampus yang sama. Frustrasi rasanya mengetahui teman perempuanku itu tidak sedikit pun melirikku, padahal aku sudah melimpahinya dengan perhatian. Semakin sakit diri ini ketika mengetahui dia berpacaran dengan seorang lelaki yang ngetop di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hancur. Terluka. Karena stress, aku semakin banyak mengemil. Berat badanku semakin bertambah. Ejekan juga semakin menggila. Dalam keadaan kepepet, aku curhat dengan salah seorang temanku yang kupercaya. Aku&lt;span style="font-style: italic;"&gt; coming out&lt;/span&gt; ke dia. Tapi, bukannya aku menjadi lega dan beban terangkat, dia malah menganggapku sakit jiwa dan tidak wajar. Temanku itu menjauhiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin sulit berkonsentrasi kuliah. Kini teman-teman kampus tidak hanya mengejekku sebagai cewek gendut, tapi mereka juga mengejekku sebagai lesbi gendut yang jerawatan. Tidak ada yang mau berteman denganku. Aku kesepian. Aku merana. Tidak ada yang mengerti diriku. Sering, saat aku benar-benar sendirian di kamar kos, aku memaki-maki tubuhku yang mengkhianati hatiku. Mengapa Tuhan memberiku tubuh yang seperti ini? Aku benci dengan diriku; aku benci tubuhku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku nggak tahan lagi. Beban di hati seperti tidak tertanggungkan. IP-ku buruk. Kuliahku terancam DO. Aku tidak punya teman. Aku tidak punya siapa-siapa yang memperhatikanku. Uang yang dikirim orangtuaku selalu pas-pasan untuk hidup di kota metropolitan ini. Aku beberapa kali berhutang dan tiap bulan harus menggali lubang menutup lubang. Aku benar-benar nggak tahan. Aku mau mati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar bunuh diri. Aku membeli obat tidur belasan butir dan langsung menelan semuanya. Kulakukan di kamar kosku pada malam hari. Aku ingat, hari itu malam minggu. Aku nggak meninggalkan surat apa-apa. Kupikir orangtuaku tidak perlu tahu alasan mengapa aku tidak ingin hidup lagi. Aku cuma ingat rasa ngantuk luar biasa yang menghantam kepalaku. Setelah itu aku hilang ingatan dan (mungkin) terjatuh di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku diselamatkan oleh anak ibu kos. Aku dilarikan ke UGD rumah sakit dan dibuat muntah yang banyak. Anak ibu kos, yang selanjutnya kutahu namanya Patris, membantu dan menemaniku melewati masa-masa lemahku tergeletak di rumah sakit dan kamar kos. Mulanya aku tidak percaya dengan Patris, kuanggap dia hanya orang yang sama dengan teman-teman kampusku yang sering mengejek dan menghinaku. Patris berusia 4 tahun lebih tua dariku, belum menikah. Awalnya kupikir Patris juga lesbian sepertiku, tapi ternyata belakangan ini aku tahu aku salah. Patris seratus persen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;straight &lt;/span&gt;dan hatinya sangat tulus. Dia mendengarkan ceritaku saat aku mengaku padanya tentang rahasia tergelapku, bahwa aku pecinta sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patris-lah yang mengajakku ke gereja, berdoa untukku, dan selalu menasehatiku apabila aku bermalas-malasan diet. Dia menyuruhku stop mengemil dan menjaga berat badanku. Aku memang tidak pernah bisa kurus karena gen-gen tubuhku memang sudah besar dari sononya. Tapi dengan semangat Patris, berat badanku turun bertahap beberapa kilogram dan kini bertahan di sana. Aku menjaga agar berat tubuhku seimbang dengan tinggiku. Aku kembali  ke kampus, belajar lebih rajin agar nilai-nilai ujianku tidak hancur. Walau Patris selalu mengingatkan dosa atas orientasi seksualku, dia tidak pernah menghalang-halangiku berpacaran dengan perempuan lain. Dia malah selalu ingin bertemu dan berteman dengan sahabat lesbianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku curiga dengan Patris. Apa yang diinginkan olehnya dariku? Aku benar-benar seperti binatang trauma yang habis disiksa manusia sehingga butuh waktu untuk memercayai manusia lain. Setelah beberapa saat, aku menerima uluran tangan persahabatan dan kekeluargaan yang disampaikan Patris. Tidak, dia tidak meminta apa-apa. Dia sungguh-sungguh tulus bersahabat denganku. Dia seorang penyebar kabar baik Injil dan tidak pernah ragu-ragu menolong manusia yang terjatuh, tanpa memandang jenis manusia yang ditolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kemarin aku lulus dan mendapat gelar SE. Orangtuaku hadir. Sayangnya, sahabat tersayangku Patris tidak bisa hadir. Dia meninggal tepat sebulan sebelum kelulusanku, kecelakaan di jalan tol. Dia meninggal bersama bayi lima bulan yang sedang dikandungnya. Aku ingat aku menangis seperti orang hilang ingatan. Aku menangis terus selama sebulan setelahnya. Bahkan pada kelulusanku, aku menangis mengingat Patris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah bekerja sekarang. Usiaku 25 tahun. Warisan kasih sayang Patris sahabat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;straight&lt;/span&gt;-ku masih menyala. Aku menjaga diri agar tidak (terlalu) gemuk. Aku tahu gemuk belum tentu sehat. Aku menjaga penampilanku agar tetap segar, bersih, dan rapi. Aku bersahabat dengan sahabat-sahabat yang bisa menerima diriku apa adanya. Aku pergi ke gereja dan berdoa kepadaNya. Aku sadar diriku lesbian, menerima orientasi seksualku dengan ilmu iklhas. Dan, aku tidak akan membunuh diriku lagi. Sebab, kini aku tahu, bagaimanan pun aku diciptakan, hidupku ternyata sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Diceritakan oleh Billy, dicatat dan ditulis oleh Lakhsmi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Billy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5322413204966761152?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5322413204966761152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5322413204966761152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/have-your-say-aku-membenci-diriku.html' title='Have Your Say: Aku Membenci Diriku!'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScO2QWnVwWI/AAAAAAAABqQ/uSuYdEkbZO8/s72-c/Fat_lady_for_art_project_by_theHattifattener.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-737102975710938318</id><published>2009-03-19T10:21:00.009+07:00</published><updated>2009-03-19T14:05:36.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Lakhsmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkel Menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>Bengkel Menulis: Kesalahan-kesalahan Penting Pada Cerpen Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScHubt8EzcI/AAAAAAAACdw/qxlIplh0b-8/s1600-h/writing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScHubt8EzcI/AAAAAAAACdw/qxlIplh0b-8/s200/writing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314791195229343170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Lakhsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(...sambungan dari &lt;a href="http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/bengkel-menulis-mari-menulis-cerpen.html"&gt;tulisan sebelumnya&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis cerpen merupakan kegiatan yang sering kali dianggap mudah sebab cerpen sifatnya instan dan pendek. Karena dianggap mudah, maka cerpen (bersama puisi) sering kali dijadikan ajang sumber informasi demi suatu tujuan mulia: mengangkat, merekam, dan menukik dunia homoseksual bagi masyarakat. Tidak ada salahnya seorang lesbian menulis tentang dunia lesbian. Pastinya dia "sangat mengenal hidup itu" sehingga mengerti apa yang hendak dibawakannya dalam cerpen. Berpatokan dengan pemikiran itu, terciptalah sindiran yang berbunyi "penulis heteroseksual tidak mampu menulis kisah homoseksual'. Benarkah? Aku tidak setuju. Pengalaman pribadi tidak pernah menjamin sebagai landasan hasil karya yang bagus. Sastra tidak mungkin hanya bertopang pada pengalaman pribadi. Bayangkan apa yang terjadi jika novel pembunuhan cuma bisa tampak “nyata” apabila ditulis oleh para pembunuh atau mantan pembunuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini aku sering diajak mengobrol oleh beberapa teman lesbian yang menganggap cerpen XYZ bagus sebab mewakili perasaan mereka; sebab seperti itulah dunia lesbian. Dengan bersemangat aku pun membaca cerpen yang dimaksud dan kembali aku harus menelan kecewa sebab cerpen itu di bawah standar, tidak mungkin berkompetisi dengan cerpen-cerpen heteroseksual lainnya yang berkualitas jauh di atasnya. Cerpen lesbian yang baik adalah cerpen yang dapat “menaklukan” hati pembacanya - bukan pembaca homoseksual tapi pembaca heteroseksual - berhasil menyelinap masuk ke jantung hati mereka serta hidup di kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya inilah yang sering kali diabaikan oleh pembaca lesbian yang tidak dapat membedakan mana cerpen perjuangan yang berkualitas baik dan mana yang tidak baik. Kita semua menjadi sangat terpesona dengan cerpen-cerpen lesbian berkualitas rendah yang muncul di mana-mana, memberikan pujian-pujian, harapan, bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;guidance &lt;/span&gt;kepada para penulisnya yang notabene juga lesbian. Padahal kenyataannya pujian adalah aktivitas pemasungan kualitas untuk menjadi lebih baik lagi. Kritik sastra ditiadakan sebab kita selalu berpikir kritik adalah pil pahit buat komunitas kita. Kritik sastra selalu dihubungkan dengan penilaian subyektif si pelaku, bukan obyektivitas. Kritik sastra dianggap menghakimi dan menghina penulis lesbian yang notabene sesama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sista.&lt;/span&gt; Inilah "placebo" atau "impian siang bolong" dalam dunia sastra homoseksual yang menciptakan lingkaran hantu yang tak berkesudahan, yang buntutnya tidak pernah berhasil menaikkan kualitas sastra homoseksual di masyarakat. Hasilnya? Cerpen-cerpen lesbian yang ditulis oleh cerpenis lesbian tidak mampu berdiri selevel dengan cerpen-cerpen heteroseksual lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kesalahan nomor tiga; salah satu kesalahan penting yang selalu aku temui di semua cerpen-cerpen lesbian. Karena opini komunitas lesbian yang meyakinkan diri bahwa hanya lesbian yang sanggup menulis karya sastra (khususnya cerpen) lesbian, maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tujuan cerpen tersebut hanya untuk dibaca dan dimengerti oleh kalangan sendiri yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen – karena keterbatasan tempat, maka cerpen harus memiliki jumlah karakter atau tokoh yang terbatas serta harus berpusat habis-habisan pada tokoh utama. Cerpen yang baik berkonsentrasi pada petualangan/pengalaman/aksi si karakter ini. Terburu-buru menggeserkan lampu sorot dari tokoh utama ke tokoh lainnya tanpa transisi yang baik atau tanpa memiliki arah dan tujuan sering kali terjadi pada penulis pemula yang tak sabar ingin "menuliskan segala-galanya" yang menjadi kegelisahan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya cerpen&lt;a href="http://sepocikopi.blogspot.com/2009/01/tukang-cukur.html"&gt; Tukang Cukur&lt;/a&gt; karya Gus Tf. Sakai. Dari judul pun, penulis jelas memberikan fokus terang benderang kepada "tukang cukur" yang menjadi sumber cerita. Pembaca diajak memasuki labirin pikiran tokoh utama, mengerti kegelisahannya, melihat dunia dari matanya. Bayangkan jika tiba-tiba sang pengarang mengalihkan fokus cerita dari pemikiran si tukang cukur kepada tukang bajaj. Sangat tidak nyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan ini menjadi kesalahan nomor empat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;arah cerita tidak terkontrol&lt;/span&gt; dengan baik melalui pusat cerita pada tokoh utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis cerpen lesbian bukan sekadar mempaparkan alasan-alasan MENGAPA si tokoh utama melakukan ini atau itu, melainkan BAGAIMANA. Dalam pertanyaan "bagaimana" ini, penulis yang baik akan menciptakan petualangan panca indra kepada pembaca. Pembaca seakan-akan dapat melihat, menyentuh, mendengar, merasa, dan mengecap seluruh peristiwa yang terpampang di depan mata. Paragraf yang mati, yang tidak bergerak adalah paragraf yang dibangun tanpa aksi dan hanya terdiri dari informasi saja. Padahal informasi yang penting seharusnya menyusup di antara cerita dengan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang lesbian hendak menulis tentang cerpen yang bercerita tentang kisah tahun 2106, ternyata bumi sedang kejangkitan virus homoseksual. Virus homoseksual ini ternyata menyerang melalui udara dan berasal dari planet Momo. Informasi tentang bagaimana virus melipatgandakan dirinya tidak perlu dipaparkan secara logis maupun gamblang, tapi dapat menyusup ke dalam percakapan sehingga terasa menjadi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;real &lt;/span&gt;drama". Dramatisasi tidak dapat "disebut" begitu saja, melainkan harus "ditunjukkan". Pembaca fiksi selalu ingin menjadi saksi sebuah peristiwa, bukan sekadar membaca penuturan peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lelaki itu tertegun mendengar perkataan dokter beberapa saat. Lalu dia meraung, menarik kerah dokter, dan menjerit, "Apa katamu, Dokter? Dengan kata lain, Anda mengangkat tangan? Dokter macam apa itu?! Dokter macam apa yang tidak dapat menjelaskan mengapa laju virus dari Momo ke Bumi tidak dapat dikendalikan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lelaki itu tampak kehilangan kata-kata, tapi tidak lama dia bertanya kepada dokter dengan kesal mengapa laju virus dari Momo ke Bumi tidak dapat dikendalikan padahal virus tersebut termasuk virus yang mudah ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan nomor lima dalam cerpen lesbian adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelemahan dalam melakukan dramatisasi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips menulis yang berhasil aku rangkum dalam dua tulisan tentang menulis cerpen pada edisi ini sebenarnya berasal dari berbagai sumber di internet. Untuk calon penulis lesbian yang sangat ingin belajar menulis sastra dengan lebih baik lagi, silakan bertanya kepada Google atau Yahoo! agar mendapat arah yang lebih tepat. Gudang informasi terbuka luas di sana. Selain itu, silakan juga membaca rubrik aneka cerpen yang kami posting setiap bulan: cerpen-cerpen LGBT yang berhasil menembus media umum dan berdiri sejajar dengan anggun bersama cerpen-cerpen umum lainnya. Baca ulang dan teliti membongkar cerpen bagaimana penulis-penulis ini sukses membawa dan mendobrak karya sastra homoseksual ke level masyarakat heteroseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Lakhsmi, SepociKopi, 2009 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-737102975710938318?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/737102975710938318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/737102975710938318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/bengkel-menulis-kesalahan-kesalahan.html' title='Bengkel Menulis: Kesalahan-kesalahan Penting Pada Cerpen Perjuangan'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/ScHubt8EzcI/AAAAAAAACdw/qxlIplh0b-8/s72-c/writing.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-9139483834788576630</id><published>2009-03-19T02:05:00.000+07:00</published><updated>2009-03-19T14:18:47.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Same Sex Marriage'/><title type='text'>Pernikahan Sesama Jenis "Diakui" Di Kamus</title><content type='html'>Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat pernikahan sesama jenis baru diakui di dua negara bagian, yaitu di Connecticut dan Massachusetts. Tapi dalam kamus Merriam - Webster sebenarnya pernikahan sesama jenis sudah mendapat pengakuan sejak tahun 2003. Dalam kamus disebutkan "Pernikahan" juga bisa dimaksud dengan "persatuan dua orang dalam hubungan sesama jenis seperti dalam pernikahan tradisonal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat The Oxford English Dictionary juga akan memasukan istilah pernikahan sesama jenis dalam entri kamusnya, sebagai "hubungan jangka panjang antara pasangan sesama jenis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari:&lt;a href="http://news.yahoo.com/s/ap/20090319/ap_on_fe_st/gay_marriage_definition;_ylt=AltG_BRoATrY6dVT0etD958uQE4F;_ylu=X3oDMTE5cDB0M3ZwBHBvcwMxBHNlYwN5bi1tb3N0LXZpZXdlZARzbGsDZ2F5bWFycmlhZ2Vn"&gt;&lt;br /&gt;www.news.yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gay marriage gets recognition — in the dictionary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;By LISA LEFF, Associated Press Writer Lisa Leff, Associated Press Writer Wed Mar 18, 10:49 pm ET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAN FRANCISCO – Same-sex marriage might not be recognized in most states, but it is in the dictionary.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merriam-Webster included a secondary definition of marriage to recognize same-sex relationships several years before gay couples were allowed to tie the knot anywhere in the United States, but the change had gone largely unnoticed until the conservative World Net Daily news site reported it Tuesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"One of the nation's most prominent dictionary companies has resolved the argument over whether the term 'marriage' should apply to same-sex duos or be reserved for the institution that has held families together for millennia: by simply writing a new definition," World Net wrote in an online story published Tuesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In its Web and print editions, Merriam-Webster defines marriage as "the state of being united to a person of the opposite sex as husband or wife in a consensual and contractual relationship recognized by law."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But in a nod to evolving ideas of love and English usage, the Springfield, Mass.-based company in 2003 added a secondary meaning for "marriage" as "the state of being united to a person of the same sex in a relationship like that of a traditional marriage."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merriam-Webster said in a statement Wednesday that the edited entry merely reflected the frequency with which the term "same-sex marriage" had popped up in print and become part of the general lexicon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Its inclusion was a simple matter of providing dictionary users with accurate information about all of the word's current uses," the company said, adding that it was surprised by the recent attention because it was "neither news nor unusual."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We were one of the last ones among the major dictionary publishers to do this," said Merriam-Webster spokesman Arthur Bicknell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boston-based Houghton-Mifflin, publisher of the American Heritage Dictionary of the English Language, modified its definition of marriage in 2000, adding a fourth example to the entry: "A union between two persons having the customary but usually not the legal force of marriage: a same-sex marriage."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Oxford English Dictionary this month added in a draft version that the term sometimes refers to "long-term relationships between partners of the same sex." Its editors also have proposed updating the primary sense of the word to mean "the condition of being a husband or wife; the relation between persons married to each other; matrimony."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The dictionary's main entry for marriage, last updated in 1989, reads, "The condition of being a husband or wife; the relation between married persons; spousehood, wedlock."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only two states in the country legally recognize gay marriage: Connecticut and Massachusetts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-9139483834788576630?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9139483834788576630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9139483834788576630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/pernikahan-sesama-jenis-diakui-di-kamus.html' title='Pernikahan Sesama Jenis &quot;Diakui&quot; Di Kamus'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-9216161265909694376</id><published>2009-03-18T12:35:00.004+07:00</published><updated>2009-03-18T12:45:00.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#De Ni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Cinta Terlarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScCI3-diksI/AAAAAAAABqI/6gw1cAQcphY/s1600-h/__whose_Love_was_Forbidden_by_deathly_stillness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScCI3-diksI/AAAAAAAABqI/6gw1cAQcphY/s200/__whose_Love_was_Forbidden_by_deathly_stillness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314398055538266818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: De Ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Terlarang &lt;/span&gt;oleh The Virgin adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Mel menangis pilu sampai ke taraf muntah-muntah. Sungguh aku tidak berbohong, Mel muntah di tubuhku karena tak tahan menahan kesesakan di hatinya ketika meresapi bait demi bait lagu itu. Sama seperti saat pertama aku mendengar lagu ini, hatiku begitu sakit, bibirku begitu kelu, dan air mataku begitu lancar terjun di pipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Mel memang masih begitu belia untuk memikirkan hari di mana kami harus saling melepas kebersamaan yang mesra terjalin. Namun bukankah sebelia apa pun aku dan Mel, hari itu akan benar-benar datang jua? Tahukah bagaimana aku dan Mel menghargai hari-hari kebersamaan kami, hari-hari yang Tuhan anugerahkan? Kami begitu menghargainya sama seperti kami menghargai nafas dan kesehatan yang Tuhan karuniakan. Setiap bangun pagi, Mel selalu membelai lembut wajahku dan berkali-kali mengucapkan kalimat yang membuat hatiku teriris: “Sayang, aku bersyukur untuk hari ini. Satu hari lagi Tuhan anugerahkan untuk kita lewati bersama.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan lesbian, kami menganggap tiap hari adalah anugerah. Bukan karena kami tidak percaya pada keabadian cinta pasangan lesbian. Bukan! Tapi kami mencoba membuka mata dan memandang sekeliling secara luas. Betapa banyak orang yang akan menginginkan perpisahan kami jikalau mereka tahu bahwa kami adalah pasangan lesbian. Telinga kami telah mendengar banyaknya mulut yang bertanya, “Kapan kawin Den?” atau “Mana pacar kamu Mel?” Saat ini mungkin dengan santai Mel akan segera menjawab, “Kuliah dulu Tante.” Namun entah alasan apa yang akan digunakan Mel jika ia telah menyelesaikan kuliahnya kelak. Dan jiwa kami pun telah begitu menyadari betapa besarnya tanggung jawab moral yang harus kami pikul terhadap orang-orang yang kami kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah Tuhan mengijinkan kami bersama atau hanya sekedar memberi waktu kepada kami. Yang jelas bagi kami, setiap hari adalah anugerah. Sebab aku tahu, bukan akulah orang yang mereka harapkan untuk mendampingi Mel seumur hidup. Ada orang lain yang mereka nanti. Setangguh, semaskulin, segagah dan semacho apa pun aku, aku tak pernah diakui sebagai lelakinya Mel. Bukan aku orangnya. Bukan aku yang mereka maksud. Sebab di hadapan wajahku mereka begitu berani berkata: “Mel, ada teman gue yang suka sama lo, rencananya dia mau nembak di hari ulang tahun lo!” Juga di depan wajahku, ada seorang lelaki yang begitu berani menyatakan cintanya kepada Mel. Tahukah mereka siapa aku sebenarnya? Tahukah mereka bahwa aku adalah “lelaki” dari perempuanku? Entahlah, mungkin mereka tidak tahu, mungkin pura-pura tidak tahu, atau mungkin juga mereka tidak mau tahu. Tapi yang jelas dalam pandangan mereka aku bukan siapa-siapanya Mel. Bagi mereka, aku tak patut diakui. Sebab ada orang lain yang mereka cari untuk Mel. Lelaki yang sesungguhnya. Lelaki yang berdada bidang tanpa tonjolan buah dada, betulang kasar, dan berpenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus aku katakan kepada mereka? Perlukah aku memberitahu kepada mereka siapa aku sebenarnya? Memberitahu mereka tentang keberadaaan kami, sama saja dengan menggandeng tangan Mel lalu mengajaknya melompat ke dalam jurang. Apa yang harus Mel ucapkan kepada mereka? Perlukah Mel memberitahu mereka bahwa aku adalah orang yang ia cintai, bahwa akulah lelakinya, bahwa tak ada lelaki mana pun yang diingininya selain aku? Ah, mengucapkan kalimat itu sama dengan menyiram tubuh kami dengan bensin lalu memercikan api yang melumerkan tubuh kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus kami lakukan? Adilkah ini untuk kami? Adilkah di saat kami begitu yakin telah menemukan cinta sejati, di saat jiwa tak mau berpaling kepada siapa pun, ternyata cinta ini terlarang? Adilkah?  Sungguh, kami tak sanggup menyangkali bahwa dunia ini menganggap percintaan para lesbian sebagai cinta terlarang. Kami pun tak bisa  mengingkari bahwa suatu saat akan datang masa penuh kehampaan. Masa di mana saat bangun pagi, aku tidak menemukan Mel disampingku, aku tidak mendengar suaranya berdoa atau tidak melihat silhuet tubuhnya saat memakai baju. Pada masa itu, aku akan memanggilnya sekeras yang aku bisa, namun itu tidak akan membawanya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa itu cepat atau lambat akan datang. Bukan karena kami lemah dan menyerah. Cinta terlarang ini bukan kejahatan. Cinta tak pernah salah. Cinta kami pun tak pernah bermaksud menyakiti orang-orang yang kami kasihi. Mereka terluka bukan karena cinta ini, tapi karena hati mereka sendiri yang enggan menerima cinta kami. Kami hanya ingin berusaha hidup sebijaksana dan searif mungkin. Mencoba untuk tidak menyakiti orang-orang yang kami kasihi. Kami tak mungkin mampu berdiri tegap dihadapan mereka dan mengikrarkan cinta kami yang tulus, setia, sehidup semati. Sungguh kami tidak akan pernah sanggup melihat air mata tertumpah maupun kesedihan merobek jiwa orang-orang yang kami kasihi. Kami tidak sanggup. Untuk itulah kami putuskan akan ada hari di mana aku dan Mel akan mencoba bertindak sebijaksana mungkin. Dalam dunia ini, manusia tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Tuhan berkenan mengabulkan satu permintaanku, aku ingin hidup sekali lagi hanya untuk Mel. Kehidupan kedua di mana aku akan berkemeja, bercelana, berdasi, berambut pendek, bertubuh tegap, beralis tebal, bersuara baritone, berotot,  berjakun dan berpenis. Kehidupan kedua, di mana akan ada beberapa bocah yang lahir dari rahim Mel memanggil aku dengan sebutan papi. Kehidupan di mana orang-orang menyebut Mel isteri dan menamaiku suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku telah kehabisan cara untuk bisa menjadi pendamping hidup Mel selamanya. Mungkin semua terasa akan lebih mudah jika aku menjalin hubungan dengan Mel saat ia  telah bersuami. Mungkin itu jauh lebih mudah. Saat ini kami hidup bersama, kami melewati banyak hari berdua. Sanggupkah kami akan saling kehilangan demi membahagiakan orang-orang yang kami cintai? Sanggupkah jika tiba-tiba sang belahan jiwa berada di tempat terpisah mendampingi pribadi lain? Ini adalah fase tersulit yang mungkin suatu saat kami harus lalui dengan sebuah kesadaran penuh akan kekuatan dan keagungan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu akan datang. Cepat atau lambat. Sungguh, kami penah memohon agar Tuhan menghentikan putaran waktu. Tapi semakin kami memohon, semakin cepat ia berlari. Akhirnya kami pasrah pada matahari dan bulan yang begitu cepat datang silih berganti. Pada siang dan malam yang melesat bagai kilat. Kami pasrah pada tiap-tiap detik, pada tiap-tiap jam, pada hari, pada minggu, pada bulan dan pada tahun. Kami pasrah. Entah bagimana perasaan kami nanti. Entahlah seberapa terlukanya De Ni dan Mel. Mendengar dan menyelami lirik lagu The Virgin saja sudah membuat Mel muntah-muntah dan membuatku menghabiskan berlembar-lembar tissu. Aku harap jika hari itu tiba, kami akan melewatinya dengan lebih arif, dengan lebih bijak. Demi semua orang yang kami kasihi. Demi masa depan orang yang kami cintai. Namun, jika pada hari itu ternyata kami tak sanggup untuk saling melepas, maka demi cinta ini, kalian akan menyaksikan kami menua bersama.&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_Italic" title="Italic" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 4);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Italic" class="gl_italic" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Cinta terlarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: The Virgin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kau kan slalu tersimpan dihatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meski ragamu tak dapat ku miliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jiwaku kan slalu bersamamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meski kau tercipta bukan untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan berikan aku hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu kali lagi hanya untuk bersamannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kumencintainya, sungguh mencintainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasa ini sungguh tak wajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namun kuingin tetap bersama dia untuk selamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa cinta ini terlarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat kuyakini kaulah milikku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengapa cinta kita tak bisa bersatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat kuyakin tak ada cinta selain dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan berikan aku hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu kali lagi hanya untuk bersamannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kumencintainya, sungguh mencintainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasa ini sungguh tak wajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namun kuingin tetap bersama dia untuk selamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@De Ni, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-9216161265909694376?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9216161265909694376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9216161265909694376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/cinta-terlarang.html' title='Cinta Terlarang'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/ScCI3-diksI/AAAAAAAABqI/6gw1cAQcphY/s72-c/__whose_Love_was_Forbidden_by_deathly_stillness.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2035523500674557706</id><published>2009-03-17T16:09:00.004+07:00</published><updated>2009-03-17T16:45:47.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Musim Kampanye dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb9xI0QdDSI/AAAAAAAABpw/9sXBMYRf3X8/s1600-h/VOTE___Choose_Your_Puppet_by_scart.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb9xI0QdDSI/AAAAAAAABpw/9sXBMYRf3X8/s200/VOTE___Choose_Your_Puppet_by_scart.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314090481601023266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genderang kampanye pemilu dimulai. Aksi politik untuk mencapai tujuan “tertentu” yang dilakukan teroganisir oleh sekelompok orang atau perorangan ini dampaknya mulai terlihat di mana-mana. Demam kampanye jelas merepotkan semua sektor. Bahkan tingkat penggunaan uang di pasaran meningkat (konon peredaan uang palsu marak), permintaan pasokan bahan bakar minyak naik 15 hingga 20 persen. Belum lagi hitung-hitungan pemborosan kemacetan yang diakibatkan oleh aksi pengerahan massa di tempat-tempat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye memang aneh. Usaha untuk mempengaruhi siapa saja agar mengikut partai atau mendukung seseorang ini dilakukan dengan beragam cara. Slogan-slogan berupa email berantai, SMS, barang cetakan, kalender, kartu nama, brosur, penyiaran, dan banyak lagi merupakan pengeluaran istimewa. Jelas kampanye benar-benar menyita banyak energi dan materi. Belum lagi resiko kekalahan, dukungan pada seseorang yang ternyata tak berakhir dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happy ending. &lt;/span&gt;Seseorang yang diunggulkan malah tak terpilih. Resiko kejiwaan mungkin perihal  penting lain yang sering lalai dipikirkan. Mungkin kapling  temu janji pada psikiater di rumah sakit jiwa sebaiknya sudah dipesan jauh-jauh hari sebelum hasil penghitungan suara didapatkan, sehingga efek buruk masa kampanye ini bisa diperkecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kampanye damai yang disi dengan beragam kegiatan sosial tentu sah-sah saja. Namun kalau niat baik yang belakangnya dibebani oleh kesepakatan tertentu nanti dulu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Money politic &lt;/span&gt;baik itu berupa uang tunai, iming-iming mobil atau rumah, jika suara massa organisasi bisa digiring memang merupakan "pergolakan manis" berkampanye. Bahkan janji pemberian proyek besar jika kemenangan di depan mata berani dipertaruhkan calon-calon tertentu. Tentu saja di kemudian hari sering berdampak sangat ekstrim. Pasalnya akan mempengaruhi kebijaksanaan dalam menjalankan pemerintah dan jabatan yang sudah didapatkan. Semua janji-janji pada perorangan tertentu menjadi prioritas yang didahulukan daripada kepentingan umum yang sudah seharusnya dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman uang semasa berkampanye yang diberikan oleh perusahaan, organisasi, bahkan orang tertentu harus segera dikembalikan. Mau tidak mau segala cara dilakukan untuk memulangkan dana tersebut. Praktek kolusi dijalankan. Titipan sanak saudara di jabatan tertentu mau tak mau terpaksa diterima. Posisi dan jabatan mentereng di pemerintahan; mulai dari menteri, duta besar, hingga yang kecil-kecil di provinsi (jabatan kepala dinas) terpaksa dilelang. Siapa saja yang berani membayar mahal akan mendapatkan. Jadi jangan kaget jika jabatan kepala dinas sedikitnya "berharga" tiga milyar rupiah yang dibayarkan kepada gubernur kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana manusia Indonesia berkualitas akan ditempatkan? Misalnya, seseorang yang ahli di bidang pendidikan. Universitas luar negeri mau membayarnya dengan gaji tinggi, tapi dia malah tak mendapatkan posisi apa pun di sini. Padahal sang profesor rela dibayar di bawah honor yang biasa dia dapatkan di luar negeri. Berdasarkan patokan jabatan Kepala Dinas, siapa yang berani membayar mahal, dialah yang akan menduduki jabatan itu. Sudah pasti orang-orang yang tidak jelas kualitasnnya akan mendapatkan posisi tersebut. Jangan heran kalau kualitas pendidikan kita pun seadanya. Itu hanya satu gambaran kecil. Belum departemen-departemen lain yang banyak memerlukan proyek-proyek perbaikan pembangunan. Semakin banyak anggaran yang dicanangkan, semakin besar peluang mendapatkan komisi-komisi liar dari para &lt;span style="font-style: italic;"&gt; stakeholder&lt;/span&gt; yang akan dilibatkan dalam proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berkampanye, semua memberikan janji-janji surga: pembangunan di merata di berbagai tempat, palayanan kesehatan yang memadai, harga-harga yang stabil, pembangunan sekolah dan fasilitas yang bermutu. Janji-janji kebaikan ini merupakan janji terhadap Tuhan, terhadap orang banyak. Diucapkan di depan massa yang jumlahnya ratusan juta. Semoga hati mereka menyatu dengan otaknya sehingga sanggup mengingat hal-hal yang akan dia lakukan bagi kepentingan umat manusia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semua proses kampanye berjalan sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku, ya, “baiklah”  tak ada yang perlu dicemaskan. Namun aksi teror, intimidasi, propaganda, dakwah sesat  tetap bersisian dengan fenomenal berkampanye. Lalu apa efeknya buat kita para lesbian? Jika menjadi bagian dari pencalonan tersebut, tentu saja ancungan jempol buat Anda. Semoga visi misi membuat perubahan yang baik di negara ini teradi. Tentunya karma baik buruk akan menemukan jalannya sendiri, jadi berhati-hatilah dengan "janji". Lakukan kampanye dengan kesungguhan hati tanpa politik-politik liar di belakang layar. Jangan berikan janji-janji muluk yang nanti akan menjadi tempat lubang kubur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kita hanya menjadi bagian dari kampanye tersebut, banyaklah bersabar. Jangan lupa merekam semua janji-janji para kandidat. Catat apa yang dijanjikannya, waktu dan tempat ia melakukannya. Kita bisa menuntutnya kelak jika sudah berada di posisi yang diinginkan, bisa langung menuliskannya di surat pembaca surat kabar nasional, ataupun mengirimkan rekamannya ke media massa elektronik sehingga bisa disiarkan secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika apatis dengan semua proses ini, jangan lupa musim kampanye memiliki efek yang berimbas langsung maupun tidak langsung kepada kita.  Hindarkan terjebak dalam pemborosan waktu dan kemacetan oleh iring-iringan pengerahan massa sebab hal itu bisa menjadi pengeluaran biaya bbm ekstra. Atur waktu sebaik-baiknya agar janji dan jadwal pertemuan tidak kacau. Selamat menyambut genderang kampanye! Selamat datang, wahai para pedagang kecap! Selamat mendapat hikmat,  wahai penerima janji-janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2035523500674557706?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2035523500674557706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2035523500674557706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/tajuk-musim-kampanye-dan-kita.html' title='TAJUK: Musim Kampanye dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb9xI0QdDSI/AAAAAAAABpw/9sXBMYRf3X8/s72-c/VOTE___Choose_Your_Puppet_by_scart.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4837336831319009425</id><published>2009-03-16T18:08:00.010+07:00</published><updated>2009-03-16T19:22:56.964+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thoughts'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>To Move Forward</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb4-GLpY3TI/AAAAAAAABpg/U20Piy1yw58/s1600-h/clenched_fist_rising_sun_by_brendanruck.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb4-GLpY3TI/AAAAAAAABpg/U20Piy1yw58/s200/clenched_fist_rising_sun_by_brendanruck.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313752886270287154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kampanye-kampanye partai politik yang sekarang sedang seru-serunya, saya jadi teringat pada kampanye perjuangan lesbian Indonesia. Slogan dan ajakan untuk berjuang dan  menuntut hak menjadi bagian yang tampak wajar dalam gerakan lesbian. Tapi sebenarnya siapa yang diajak berjuang di sini? Apakah seluruh lesbian di Indonesia punya tanggung jawab untuk berjuang? Jelas tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak orang berjuang untuk melawan sesuatu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against&lt;/span&gt;) adalah hal yang mudah. Apalagi jika hidup tampak tidak ramah pada kita. Mari berjuang melawan  segala ketidakadilan yang membuat hidup kita merana! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fighting agains&lt;/span&gt;t berarti anti atau bergerak ke arah yang berbeda. Jika masyarakat belok kiri, maka mari kita belok kanan. Jika semuanya naik, mari kita turun. Jika semuanya berlari, mari kita diam di tempat. Segala sesuatu yang mapan dicurigai, apalagi kemapanan itu menimbulkan derita bagi sebagian orang. Keadilan selalu dipertanyakan. Adil buat yang satu tidak adil buat yang lain. Maka, diciptakanlah iming-iming untuk kehidupan "lebih baik", seperti seekor kucing dirayu dengan sekeping ikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fighting against&lt;/span&gt; sebenarnya lebih mudah karena yang harus dilakukan hanyalah memaparkan "ketidakadilan" yang terjadi di masyarakat. Ketidakadilan seringkali menyentuh tombol nurani manusia. Manusia menjadi tersentuh, terbawa semangat, marah, dan akhirnya terseret. Maka bergabunglah kelompok manusia "sakit hati" dan "sedih" untuk berjuang melawan arus; berharap arus segera berbalik ke arah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua orang punya energi untuk terus menerus berjuang seperti ini. Apalagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against&lt;/span&gt; berarti melawan angin yang berembus keras. Perjuangan yang harus dilakukan sekuat tenaga dan penuh bahaya. Tentu saja banyak korban berjatuhan. Jika ada korban dalam perjuangan, itu hal yang wajar. Itu adalah risikonya. Namun, ketika roda kehidupan berputar, saat hidup mulai terasa lebih “adil”, saat yang tidak mapan menjadi mapan, saat penderitaan menjadi nyaman, perjuangan melawan ketidakadilan pun terdengar konyol dan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berjuang tidak selalu berarti melawan. Bukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fighting against&lt;/span&gt; tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting for.&lt;/span&gt; Maksudnya, bisa juga berjuang demi sesuatu. Nah, mengajak orang berjuang demi sesuatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(fighting for&lt;/span&gt;) ini lebih sulit daripada membuat orang untuk marah dan melawan yang telah mapan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against&lt;/span&gt;). Perjuangan ini biasanya tidak terpicu oleh sakit hati, tapi oleh keinginan untuk mendapatkan sesuatu. Dengarkan kalimat klasik para aktivis. Mari kita merapatkan barisan, berjuang demi satu tujuan atas nama satu kesaudarian. Tunggu dulu. Tujuan macam apa, satu kesaudarian seperti apa?  Apakah agenda perjuangan kita sama? Dalam dunia “Derita loe ya derita loe deh, jangan ajak-ajak orang menderita!”, orang sering kali menjadi tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya komunitas-komunitas lesbian atau para aktivis lesbian tidak pernah cukup untuk menjadi tempat menemukan jawaban atas segala kegelisahan kaum lesbian. Komunitas lesbian kebanyakan hanya digunakan untuk mencari pacar. Sementara aktivis-aktivis lesbian biasanya sudah sibuk dengan agenda perjuangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana? Apakah kita harus memilih antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting fo&lt;/span&gt;r? Bagaimana kalau kita sama sekali tidak tertarik pada dua-duanya? Apakah kita cuma bisa duduk diam berpangku tangan dan masa bodoh? Ya, tidak semua lesbian mempunyai mental duduk diam dan tak peduli. Banyak dari kita yang ingin melakukan sesuatu, menyumbangkan sesuatu tanpa harus memilih antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting for&lt;/span&gt;. Yang perlu kita lakukan adalah bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak berarti maju ke depan, bukan mundur ke belakang. Inilah yang disebut dengan gerakan alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;movement&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Movement &lt;/span&gt;adalah usaha untuk menciptakan aksi menuju sesuatu yang positif. Kata kuncinya adalah "menuju sesuatu yang positif", tanpa harus melawan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting against&lt;/span&gt;), tanpa harus berusaha merebut sesuatu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fighting for&lt;/span&gt;).  Itulah makna dari sebuah gerakan. Gerakan juga bukan asal slogan tapi lebih ke sebuah kegiatan terencana yang dilakukan untuk menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coming out&lt;/span&gt;, contohnya, seharusnya itu menjadi suatu gerakan, bukan perjuangan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coming out &lt;/span&gt;seharusnya menjadi gerakan yang menginspirasi harapan akan kehidupan yang lebih baik dan positif&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Coming out&lt;/span&gt; juga berarti visibilitas lesbian dalam masyarakat dan terutama bagi kalangan lesbian bahwa kamu tidak sendirian, bahwa kamu bisa punya hidup yang sehat tanpa dirundung rasa bersalah terus-menerus.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Coming out&lt;/span&gt; seharusnya tidak cuma sekadar slogan kosong yang makin lama terdengar seperti ancaman untuk menjadi lesbian sesungguhnya, atau  sekadar ajakan menakutkan yang akhirnya berujung derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita miris kaum lesbian yang awalnya membuat terenyuh, makin hari membuat kita menjadi mati rasa. Cerita itu diekspos berlebihan seakan-akan untuk meminta belas kasihan dan mengemis simpati masyarakat. Bukan menjadi sesuatu yang baik, malah menjadi ajang sindiran dan cibiran. Ada sesuatu yang amat salah dalam hal ini. Sesuatu yang harus diperbaiki secepatnya dalam satu gerakan yang bisa menjangkau banyak orang. Bukan dengan menjadi anti segala sesuatu, bukan dengan melawan darah dengan darah, bukan dengan pergorbanan besar, bukan dengan keinginan untuk merebut sesuatu di masyarakat, tapi dengan cara paling sederhana sejak manusia menemukan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak lesbian yang tenggelam dalam kehidupan malam supaya mereka bisa kabur dari realitas hidup? Berapa banyak lesbian yang harus mati karena bunuh diri? Menurut data, bunuh diri pada grup remaja homoseksualitas memiliki rangking yang memprihatinkan.  Berapa banyak lesbian yang terpenjara dalam dunia yang tidak mereka kehendaki hanya karena mereka pikir itulah yang layak mereka dapatkan? Berapa banyak lesbian yang tidak memedulikan masa depan hanya karena mereka menganggap masa depan selalu suram? Berapa banyak lesbian yang miskin spiritual, membenci Tuhan karena merasa diri mereka kotor dan berdosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era teknologi ini, blog dan situs web memberikan ruang yang menjadi wadah bagi mesin penggerak untuk memberi harapan itu. Tulisan-tulisan tentang kebaikan menjadi kebaikan bagi satu orang dan terus berkembang kepada orang lain. Pengalaman hidup yang berharga bagi satu orang menjadi penguatan bagi orang lain. Kisah hati yang terbuka juga meruntuhkan gembok hati orang lain dan membukakan hati yang satu lagi. Semua warisan kisah-kisah para lesbian menjadi haru biru bagi lesbian lain dan menyentuh lubuk hati terdalam lesbian satunya lagi. Inilah yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;movement&lt;/span&gt;, atau gerakan. Satu gerakan kecil ini ibarat kita melemparkan batu ke air yang tenang. Riaknya akan bergerak hingga ke ujung pantai. Satu orang bisa membuat perubahan, satu orang bisa menggerakkan manusia lain, satu orang bisa membuat timbangan jadi berbeda. Dan satu orang itu mungkin kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4837336831319009425?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4837336831319009425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4837336831319009425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/to-move-forward.html' title='To Move Forward'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sb4-GLpY3TI/AAAAAAAABpg/U20Piy1yw58/s72-c/clenched_fist_rising_sun_by_brendanruck.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-336047734800565733</id><published>2009-03-15T20:40:00.006+07:00</published><updated>2009-03-15T21:36:32.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 4 Langkah Sukses Untuk Flirt</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sb0SDPzGKnI/AAAAAAAACdg/nFfzG7N7jWc/s1600-h/flirt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sb0SDPzGKnI/AAAAAAAACdg/nFfzG7N7jWc/s200/flirt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313422982356806258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lesbian mengeluh,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Gimana ya caranya dapat pacar? Rasanya aku susah deh cari pacar. Aku pasrah deh kalau nggak pernah pacaran seumur hidup."&lt;/span&gt; Tenang! Tante Alex ada di sini dan akan memberimu tips untuk flirt. Secara saya adalah lesbian karier, jadi resep ini sudah diujicoba dan dipraktekkan. Bukan sombong nih, dengan sedikit niat, waktu, dan energi Tante Alex selalu mendapatkan siapa pun target yang diincarnya, huehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Cari informasi tentang targetmu sebanyak mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mulailah mencari segala informasi tentang targetmu, siapa namanya, apa kerjanya, di mana kuliahnya, apa hobinya, siapa tetangganya. Informasi sekecil apa pun sangat berarti. Kalau dia suka warna merah, artinya dia berani, huehehe, bercanda ding. Pencarian informasi ini penting untuk mencari topik obrolan dan mencari tahu apakah kamu cocok dengan dirinya. Kadang-kadang ada orang yang suka memaksakan diri jalan sama orang tertentu padahal dia nggak punya kesamaan atau obrolan yang nyambung. Jadi di tahap ini kalau si target kelihatan bakal tulalit, ya cobalah cari target lain sebelum kadung jatuh cinta beneran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Dekati dia dengan berbagai cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biarpun udah hari gini, berpura-pura berada di jalur jalan yang dilintasinya masih jadi cara efektif buat diperhatikan sama si target, lalu pamerkan senyum terbaikmu pas dia ngeliat kamu. Kalau bisa, ikuti kegiatan yang diikutinya. Contohnya saya, dulu sampai jadi wakil ketua seksi rohani di sekolah demi dekat dengan pujaan hati. Di zaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high tech &lt;/span&gt;gini, kalau dia punya blog atau facebook, sering-seringlah komen di rumah mayanya itu, buat kamu diperhatikan olehnya. Atau kamu bisa kirim e-mail fans padanya sehabis membaca tulisan di blognya, sanjungan tak pernah merugikan dan selalu membuat siapa pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting jadilah sahabatnya. Ini penting karena dengan menjadi sahabatnya kamu tahu kapan saat-saat rapuh dalam hidupnya. Misalnya, kalau pas pedekate dia masih punya pacar, nah pas dia lagi patah hati atau dikhianati pacar, itulah saat yang pas untuk masuk. Dia pasti butuh orang untuk dijadikan pegangan atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a shoulder to cry on, &lt;/span&gt;jadilah orang itu untuknya. Setelah itu, mudah bagimu untuk membuat dia jatuh cinta padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Berkomunikasi dengan rutin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekarang si target udah tahu siapa kamu, kenal kamu, dan sadar bahwa kamu hidup. Hari gini? Ya, minta id YM-nya dan nomor hape. Buat apa? Ya jelas buat ngobrol atuh! Mulai dengan YM, kadang-kadang kan YM sering on/off tuh, itulah salah satu kesempatan untuk minta nomor hapenya. Di tahap ini selain rutin berkomunikasi dengan berbagai cara, kamu harus bisa mengatur ritme, tarik-ulur dikit biar dia juga punya waktu untuk mikirin, “kamu lagi ngapain ya?” Kadang-kadang saat kita ngilang sebentar, dia bakal kangen dan nyari kamu.  Buat dia mencari kamu, itu penting, jangan kamu terus-terusan yang mencari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap ini kamu harusnya udah tahu apakah dia juga membalas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flirt &lt;/span&gt;kamu. Kalau setiap hari kamu YM-an sama dia, dan tiap kali kamu SMS selalu dibalas, lalu ngobrol di telepon sampai berjam-jam, yeah, anak SMP pun tahu bahwa dia menanggapi kamu. Mulailah mengobrol ke topik-topik yang lebih personal biar makin dekat. Habis itu, tinggal tunggu waktu agar dia jatuh ke tanganmu. Kecuali dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;straight, &lt;/span&gt;kalau sudah sampai tahap ini sih biasanya... semudah memetik keperawanan, eh, maksudnya semudah menjentikkan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Jangan cuma duduk aja, bergerak!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau targetmu bukan calon hubungan LDR, kini sudah saatnya mengajak dia ketemuan. Ngopi-ngopi, karaoke, nonton, dugem, ke toko buku, ke taman, atau apalah yang kira-kira dia suka dan nyambung buat kalian. Saat ketemuan kamu mesti tampil pede, apa adanya, dan tatap matanya, tunjukkan bahwa kamu menginginkannya. Dan pada saat ini kamu mesitnya udah tau kira-kira dia bakal nerima atau nolak kamu. Biasanya dalam tahap ini, tak ada seorang pun yang menolak Tante Alex, huehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;flirt!&lt;/span&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-336047734800565733?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/336047734800565733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/336047734800565733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/obrolan-cewek-4-langkah-sukses-untuk.html' title='Obrolan Cewek: 4 Langkah Sukses Untuk Flirt'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sb0SDPzGKnI/AAAAAAAACdg/nFfzG7N7jWc/s72-c/flirt.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-3450840617545175160</id><published>2009-03-14T22:09:00.008+07:00</published><updated>2009-03-15T00:02:42.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>Don't Judge the Book by Its Cover</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbvfCNJh5ZI/AAAAAAAABpI/0zKKqOMOSE8/s1600-h/Sweetest_Perfection_by_Oruba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbvfCNJh5ZI/AAAAAAAABpI/0zKKqOMOSE8/s200/Sweetest_Perfection_by_Oruba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313085414395995538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don't judge a person by its appearance&lt;/span&gt;”, pasti sudah sering kita dengar. Nasihat nenek atau obrolan antar sesama. Pasti sudah sering sekali mendengar cerita tentang orang yang penampilan luarnya kumuh tapi ternyata konglomerat. Atau penampilan luarnya mentereng ternyata banyak utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi belakangan ini karena kita sering dididik untuk berpikir “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Don't judge the book by its cover&lt;/span&gt;.” Kita sering mencari hal negatif dari sesuatu yang kelihatan bagus. Perempuan muda yang cantik semampai dan menenteng tas Hermes pasti dia cuma modal cantik doang tanpa otak. Perempuan kaya dan terkenal, pasti dia menginjak-injak orang lain untuk bisa sampai ke jenjang sukses seperti itu. Hanya perempuan berpenampilan sederhana dan apa adanya adalah bungkus sempurna yang sering diagung-agungkan sebagai perempuan yang lurus dan tak tercela.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi herannya, banyak orang yang kepingin bisa tampak mewah. Mewah lambang kesuksesan. Dalam dunia ini, bertemu dengan lesbian-lesbian sok tajir adalah hal biasa. Mengaku-ngaku anak petinggi atau pejabat, mengaku kenal dengan orang ngetop, mengaku punya perusahaan. Seru ketemu dengan lesbian-lesbian bergaya seperti itu, sejak pertama kali ketemu mereka sudah mulai name-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dropping or flashing their flashy stories&lt;/span&gt;. Apalagi kalau sedang PDKT, makin jadi deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang pede rasanya kalau tampil apa adanya tanpa menyebut gelar, jabatan, atau kenal dengan siapa. Semakin nama yang banyak disebut, semakin tidak mau kalah dengan apa yang dilakukan lesbian A atau lesbian B, semakin bling-bling penampilan, semakin sibuk dengan pekerjaannya, semakin pede rasanya. Segala ajang dan kesempatan, baik di dunia maya ataupun tidak, layak digunakan untuk memamerkan keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingkah semua itu? Jelas penting. Orang-orang berusaha keras untuk bisa sampai ke tahap itu. Siapa yang tidak menyukai hidup enak? Siapa yang tidak menyukai mengendarai mobil mewah, teknologi paling canggih, rumah paling nyaman? Siapa yang tidak mau berlibur ke luar negeri? Siapa yang tidak mau menghamburkan uang tanpa harus berpikir rumit tentang masa depan? Siapa yang tidak mau bisa menyenangi pacar dengan segala keindahan dunia? Siapa yang nggak mau hidup tenang tanpa harus mencemaskan uang? Bohong kalau bilang nggak. Nggak perlu jadi sok moralis dan pengkotbah di sini untuk mengerti bahwa ujung-ujungnya uang memang menolong banyak hal. Jadi, masa sih sudah sampai ke tahap itu kita tidak menyebutnya? Sah-sah saja. Sombong? Bukan dong. Itu adalah rapor keberhasilan serta kesuksesan. Bukankah dari dulu kita terbiasa bersekolah dengan urutan ranking?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar "persahabatan sejati tidak mengenal status." Benarkah itu? Tunggu dulu, coba lihat sekitar kita. Dari dulu aku percaya (walaupun tidak kehilangan harapan bahwa pernyataan di atas bisa saja terjadi)  bahwa lingkaran pertemanan itu terbentuk dari pola berpikir yang SAMA, bukan berbeda. Lihatlah anak-anak remaja. Yang gaul bergaul dengan yang gaul. Yang pinter bergaul dengan yang pinter. Yang punya hobi mahal bergaul dengan yang punya hobi mahal. Yang bermasalah bergaul dengan yang bermasalah. Yang pecundang juga bergaul dengan sesama pecundang. Jadi status itu penting. Orang yang berstatus akan bergaul dengan kalangan yang sama sebab selain cara berpikir mereka sama, obrolan yang bisa dilempar juga memiliki topik yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya lesbian-lesbian tajir itu membentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image "rich and famous" &lt;/span&gt;agar bisa bergaul di lingkaran pertemanan seperti itu. Lesbian-lesbian yang sok tajir (atau berusaha terlihat tajir) juga berusaha memasuki lingkaran pertemanan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "rich and famous"&lt;/span&gt; agar mereka mendapat setidaknya percikan debu dan keringat dari yang benar-benar kaya raya. Yang tidak mampu akan membentuk lingkaran pertemanan yang berbeda juga. Sayangnya, seperti kecurigaan yang melekat bahwa perempuan kinclong pasti perempuan yang menjahati sesama, kecurigaan pada perempuan sederhana pun tak segan-segan ditempelkan. Apa itu? Perempuan sederhana dianggap perempuan kelas dua, yang tak mampu, bahkan terlalu minder untuk mendongakkan wajahnya berteman dengan mereka yang "the haves".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penampilan, berbagai latar belakang. Sudah sangat naif dan terlalu sederhana lagi jika mengambil kesimpulan tentang para lesbian yang "jika berpenampilan bling bling banyak utang dan berpenampilan gembel kaya raya". Di zaman Blackberry ini, perempuan berpenampilan bling bling bisa berarti dia kaya raya sejak kecil, sukses, dan tidak segan-segan memamerkannya. Bisa juga berarti dia baru saja kaya raya dan masih gugup alias eforia mengendalikan kekayaannya. Bisa juga berarti dia sebenarnya biasa-biasa saja tapi didukung oleh pacar perempuan yang menghidupinya. Dan bisa  juga berarti dia sebenarnya berada di level tengah, tapi memaksakan diri agar dapat terlihat kaya dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan yang berpenampilan sederhana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berpenampilan sederhana mungkin sebenarnya kaum kaya raya yang terbiasa dengan kemewahan sejak kecil, sehingga kemewahan bukan berarti keistimewaan yang perlu dipusingkan lagi. Mungkin juga sebenarnya dia biasa-biasa saja, bahkan orang-orang level ini terkadang menghibur diri dengan mengatakan dengan nada takzim dia tidak butuh uang sebab uang tidak terlalu penting dan menjadi orang kaya itu jahat; tapi aku sering bertanya-tanya dalam hati sambil sedikit geli dan kasihan, "jika saja uang mampir di hadapannya, masihkah dia menolak hidup naik tingkat ke level atas?". Perempuan berpenampilan sederhana mungkin juga sebenarnya sungguh-sungguh tidak sanggup membeli kemewahan serta tak segan-segan bermimpi dan mengungkapkan betapa inginnya menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ke mana pun aku melangkah sejak memasuki dunia lesbian beberapa belas tahun silam, aku selalu menemukan kelompok-kelompok perempuan yang JUSTRU memiliki kesamaan level sosial, ekonomi, jenjang status, dan pendidikan. Mereka bergerombol dan memiliki ikatan pertemanan yang erat. Individu yang berbeda dengan mereka sulit menembus benteng persahabatan itu dengan perkecualian pasangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah yang terjadi dengan partnerku. Sahabat-sahabatnya adalah kaum lesbian yang benar-benar "the haves" yang terlahir kaya raya dan tidak berpenampilan bling bling. Partnerku nyaman bersama mereka dan mereka juga nyaman bersama partner. Aku berada di sana sejak aku berpacaran dengan partner. Setiap kali mengobrol, mereka mempunyai topik-topik sama yang dibicarakan oleh kelompok lesbian lain. Sebenarnya untuk apa berkelompok jika membicarakan hal yang sama? Oh, tentu ada perbedaan. Yang membuat berbeda adalah sudut pandang mereka mengurai topik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-3450840617545175160?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3450840617545175160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3450840617545175160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/dont-judge-book-by-its-cover.html' title='Don&apos;t Judge the Book by Its Cover'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbvfCNJh5ZI/AAAAAAAABpI/0zKKqOMOSE8/s72-c/Sweetest_Perfection_by_Oruba.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-6042176155963344980</id><published>2009-03-13T22:51:00.011+07:00</published><updated>2009-03-14T01:25:16.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Orangtuaku Homofobia!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbqUD6dcjdI/AAAAAAAABoc/0T9ucdg3yhc/s1600-h/Rock_and_Thorn_by_andyp89.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbqUD6dcjdI/AAAAAAAABoc/0T9ucdg3yhc/s200/Rock_and_Thorn_by_andyp89.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312721505390202322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coming out kepada orangtua? Apa yang terjadi jika kamu nekad melakukannya? Apalagi kalau orangtuamu homofobia berat. Seorang sahabat lesbian berbagi cerita tentang kisah pengalaman coming out-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai usia 24, aku tidak pernah pacaran dengan perempuan mana pun. Ketika aku berkenalan pertama kali dengan Sheila dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatroom &lt;/span&gt;lalu memutuskan untuk jadian dengannya, semua berlangsung seperti dalam mimpi. Aku bahagia dan terbuai dengan cinta dan perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Sheila yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soft &lt;/span&gt;butch dengan gayanya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cool &lt;/span&gt;membuatku merasa bangga jalan dengannya. Kalau jalan di mal, tanganku pasti menggelayut pada lengannya. Umur Sheila lima tahun lebih tua daripadaku, tapi umur tidak terlalu penting karena kenyataannya aku yang lebih sering “ngemong".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan ibuku pernah bertanya, siapa Sheila, yang beberapa kali menjemputku di rumah. Aku berbohong pada mereka dengan mengatakan bahwa Sheila adalah seniorku di tempat kerja.  Ibuku menyampaikan dengan halus agar aku mengurangi keakrabanku dengannya. Mungkin insting seorang ibu atau mungkin juga karena penampilan Sheila yang macho membuat orangtuaku mencurigai hubungan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya adalah ketika ayahku melarangku berhubungan dengan Sheila lagi sebab aku dianggapnya terganggu dengan kehadiran Sheila. Aku sering melamun, tidak fokus, dan tidak memedulikan keluarga lagi, begitu kata mereka. Aku marah dan menolak mentah-mentah tuduhan tak beralasan itu. Aku masih muda, tentu saja aku masih ingin bersenang-senang. Lagian aku juga baru kerja, apa salahnya menikmati gaji-gaji awalku? Aku tidak mau dipisahkan dari Sheila. Mati-matian kubela dia, kukatakan pendapat orangtuaku tidak ada hubungannya dengan keakrabanku dengan Sheila. Tapi, karena terlalu emosi, keluarlah kata-kata pengakuan itu.  Kukatakan aku mencintai Sheila, kami berdua saling mencintai, dan aku adalah perempuan pencinta perempuan. Ayahku marah besar dan ibuku tampak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa berhak mengatur hidupku sendiri. Aku merasa tidak bersedia didikte. Aku tidak ingin dikendalikan mereka. Aku sudah dewasa dan tidak memerlukan tekanan seperti ini dari orangtua. Aku sudah punya gelar. Aku sudah punya pekerjaan. Apa lagi yang kurang? Aku membaca dan mencari tahu tentang orientasi seksualku di internet dan kutemukan penguatan-penguatan dan uluran pertemanan dari para sahabat-sahabat lesbian lainnya. Aku percaya kepada mereka. Aku percaya aku terlindungi. Aku percaya aku benar. Aku mengedukasikan diriku tentang kebebasan dan hak asasi manusia. Untuk apa keluarga kalau tidak mendukungmu? Begitu kata salah satu sahabat lesbianku yang kuanggap biijaksana dan berwawasan luas. Untuk apa punya keluarga bertalian darah yang tak dapat menerima keadaanmu apa adanya! Keluarga bisa datang dalam berbagai bentuk. Sahabat-sahabat lesbian bisa menjadi keluargamu, yang menggantikan keluarga yang akan kautinggalkan. Rumah bisa berada di mana saja, yang penting di mana hatimu berada, di situlah rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan bantuan sahabat-sahabat lesbian lainnya, suatu hari aku kabur dari rumah tanpa berpamitan dengan orangtua, tinggal bersama Sheila di sebuah rumah kos di gang sempit. Tidak apa-apa. Cinta butuh perjuangan, kata Sheila kepadaku. Apa artinya materi? Uang tidak penting. Yah, saat itu kami masih muda dan naif. Kami hanya memiliki cinta dan semangat yang bergelora, tidak ada yang lain lagi. Kami yakin, tidak ada yang bisa  menghentikan hubungan asmara kami. Cinta kami sempurna. Kami telah ditakdirkan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, waktu itu hidupku menyenangkan. Aku punya Sheila, punya rumah tangga mungil kami. Sahabat-sahabat lesbian benar-benar seperti saudari-saudariku. Mereka berbeda dengan teman-teman heteroseksualku yang kuanggap angkuh. Kami mengikrarkan persahabatan dan persaudarian selama-lamanya. Hidupku sungguh-sungguh lengkap. Inilah dunia yang selalu kuimpi-impikan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bulan pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu bagaimana bisa terjadi, hubunganku dengan Sheila memburuk. Aku melakukan segala cara untuk memperbaikinya. Kami ribut setiap hari. Mulai dari urusan orang ketiga, uang, pekerjaan, dan sahabat-sahabat lesbian yang ternyata saling tikam menikam, mangsa memangsa. Sahabat lesbian yang kuanggap saudari terbaikku ternyata semakin menjauh sejak memiliki pacar dan kesibukan baru. Sahabat yang kukira membelaku ternyata srigala berbulu domba. Sahabat yang kuanggap kakak dan guruku ternyata tidak setulus itu hatinya. Sheila merepotkanku dan aku membuatnya marah. Kami saling menyakiti. Kami saling berteriak satu sama lain. Kemesraan kami lenyap. Akhirnya kami putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pindah kamar kos, sendirian merasa dunia memusuhiku. Sahabat-sahabat lesbian datang dan pergi. Tidak ada yang menetap. Mereka seperti angin yang berlalu, kadang pelan kadang kencang. Kami saling bertemu di mana-mana; dunia maya maupun pertemuan-pertemuan di berbagai mal. Akrab sesaat, lalu longgar kemudian. Dekat gila-gilaan, lalu menjauh tak lama. Begitulah siklusnya. Pacar pun tidak ada yang pas. Aku mencoba semuanya. LDR, lebih muda, lebih tua, yang udah punya suami, yang udah cerai, yang masih lajang, dan lain-lain. Aku  juga terhantam kenyataan hidup. Pertarungan pekerjaan di dunia karyawan juga ternyata ketat. Gaji sulit naik, jabatan apalagi. Pekerjaanku semakin bertumpuk, hubungan antarrekan kerja meruncing, jilat-menjilat bos. Aku stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala aku sendirian dan galau, aku memikirkan keluargaku yang sudah lama hilang. Aku memikirkan ibu dan ayahku. Aku mencoba memikirkan kata-kata jahat yang mereka udah katakan padaku, perbuatan-perbuatan kejam mereka padaku, kekasaran-kesaranan mereka padaku. Aku bahkan membuat diari yang isinya tentang deretan kekejaman orangtuaku yang bertentangan dengan hak asasiku sebagai anaknya. Aku yakin dengan mengingat-ingat yang jelek, aku pasti akan melupakan orangtuaku, bahkan mempertahankan rasa benci dan dendamku kepada mereka. Ternyata tidak seperti itu. Semakin kuingat-ingat yang jelek, malah aku semakin merasa sedih. Aku rindu dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu ada firasat apa, suatu hari ibuku mendadak meneleponku. Jangan tanya aku bagaimana dia bisa tahu nomor hape baruku. Pokoknya dia tahu. Aku ingat dengan jelas kalimat pertama yang ditanyakan ibuku, “Kamu baik-baik saja kan, Nak?” Aku langsung rontok dan menangis. Selama dua menit penuh, ibuku mendengarkanku menangis tanpa berkata apa-apa. “Kalau kamu mau pulang, pulang saja,” ibuku melanjutkan. “Kalau takut sama bapakmu, nanti biar Ibu yang jemput kamu. Bapak udah nggak marah lagi, dia cuma kaget, sempat sakit darah tingginya kumat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu juga aku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluargaku tidak pernah bisa sama lagi. Ayah memang masih marah dengan orientasi seksualku. Ibu masih tidak bisa menerimanya. Tapi kali ini aku tidak akan kabur dari rumah, atau menentang mereka, atau mengajarkan mereka tentang penerimaan. Aku berusaha menerima pandangan mereka, mengertikannya, berharap dengan melakukan hal itu, aku mengulurkan perdamaian kepada kedua orangtuaku sehingga mereka perlahan-lahan akan mengerti. Setelah empat tahun tinggal bersama mereka lagi, kulihat ayah tidak pernah lagi menyinggung-nyinggung tentang kegilaan masa mudaku. Ibu juga tidak pernah lagi berkata-kata menyindir tentang perempuan yang "sakit jiwa" (kata favorit ibu) karena suka dengan perempuan lain. Ayah dan ibu memang tidak sependapat denganku, tidak akan pernah. Mereka juga tidak akan pernah menerima keberadaan kaum homoseksual, bahkan anaknya sendiri. Tapi dengan cara mereka yang benar-benar tulus, aku melihat cinta mereka melembutkan kepala dan cara berpikir mereka sehingga mereka tetap melindungi dan menyayangiku walaupun dengan "cara" mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali mereka masih menghina kaum homoseksual, tapi entah bagaimana, hinaan itu tidak tertuju padaku, tapi tertuju kepada "saudari-saudari"ku yang lain - yang sekarang kalau kupikirkan dengan akal sehat dan emosi jernih, hinaan itu memang lumayan tepat setelah kulihat cara hidup sebagian lesbian yang benar-benar menyedihkan dan mengganggu. Ayah tetap homofobia, ibu apalagi. Banget deh! Aku sudah tidak mau meluruskan kenyataan itu lagi, buat apa? Ada hal yang tidak bisa diubah walaupun aku menangis air mata darah dan mengambil nyawa mereka. Yang penting mereka tidak akan Mely-fobia, alias fobia dengan anak mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pertama kali setelah bertahun-tahun hidup di luar di tengah keras dan pahitnya masyarakat, aku merasa aman dan nyaman. Orangtua memang tiada duanya. Mereka sering ngaco, tapi ternyata tidak terbandingkan. Mereka sering menyebalkan, tapi selalu ngangeni kapan saja. Mereka memang pantas disebut orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diceritakan oleh Mely, ditulis sebagian oleh Mely)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Mely, SepociKopi, 2009&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-6042176155963344980?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6042176155963344980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6042176155963344980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/have-your-say-orangtuaku-homofobia.html' title='Have Your Say: Orangtuaku Homofobia!'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbqUD6dcjdI/AAAAAAAABoc/0T9ucdg3yhc/s72-c/Rock_and_Thorn_by_andyp89.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4049913027779331263</id><published>2009-03-12T08:25:00.021+07:00</published><updated>2009-03-19T16:07:41.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Lakhsmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkel Menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>Bengkel Menulis: Mari Menulis Cerpen Perjuangan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbhmR8Vnu1I/AAAAAAAABoM/4n7Cb5b0SPw/s1600-h/The_writer_by_Cestica.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbhmR8Vnu1I/AAAAAAAABoM/4n7Cb5b0SPw/s200/The_writer_by_Cestica.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312108218924120914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Lakhsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni memiliki kekuatan luar biasa yang mampu mengubah peradaban manusia. Sayangnya di negeri ini, seni masih dianggap sebelah mata dan tak berguna. Padahal sama seperti sains, seni mempunyai teori, teknik, dan hitungan matematisnya yang rumit dan indah. Karena tidak mengerti betapa kompleksnya seni, banyak orang menganggap seni sebagai hal yang mudah, murah, tidak penting, dan tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sekeliling kita! Dengan menganggap seni sebagai hal nomor dua, banyak sekolah yang mendewakan sains sebagai hal terunggul dalam segala hal. Gedung-gedung kesenian terlantar. Profesi pekerja seni dianggap seperti gelandangan yang tidak menghasilkan uang.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Arts performance&lt;/span&gt; sebagai bagian dari napas seni terlupakan. Aktivitis-aktivis lesbian berlomba-lomba memasukkan topik-topik perjuangan ke dalam cerpen atau novel kemudian hanya berakhir dengan jargon-jargon garing mereka. Seni dibantai. Seni dipinggirkan. Seni dikencingi. Seni diperkosa beramai-ramai. Jadi bukankah tepat jika kita dapat mengatakan: anti-kekerasan terhadap seni? Artinya, jangan memanfaatkan seni sebagai sapi yang tak diberi makan layak, tapi dipaksa bekerja mati-matian demi ladang yang harus dibajak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, Bengkel Menulis kali ini akan memberikan beberapa artikel praktis tentang teknik bagaimana memahat cerita pendek. Cerita pendek merupakan medium sastra yang jika dihormati dan dibangun dengan presisi tepat dan indah akan menghasilkan gaung perjuangan luas dan merambah langsung ke hati masyarakat. Menyentuhnya, membagi pandangannya, membuka perspektif. Tidak tertutup kemungkinan, sepotong cerpen dapat menghidupi manusia hingga ratusan tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku skeptis dengan segala sesuatu yang berbau tips dan ajaran praktis, apalagi kalau kita berbicara tentang sastra. Tapi setelah memperhatikan dan membaca puluhan karya lesbian tentang lesbian, walaupun karya-karya itu unik, aku tetap menemukan masalah yang sama lagi dan lagi. Pada topik cerpen kali ini, aku akan menyentuh bagian paling dasar tentang definisi cerpen serta prinsip-prinsip utamanya dan kesalahan-kesalahan dasar penulis pemula. Selanjutnya pada kesempatan lain, aku akan menyentuh tentang berbagai hal lain, seperti mendramatisasi cerita, plot, karakter, waktu, konflik, dialog, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dengan satu pertanyaan: apakah cerpen itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cerpen adalah karya kreatif (sastra) pendek yang lebih singkat daripada novel dan biasanya terdiri dari karakter yang jumlahnya terbatas. Cerita pendek menampilkan satu atau beberapa episode (babak) pada keseluruhan isinya. Bentuk cerita pendek adalah bentuk ekonomis dari suatu kisah sehingga latar belakang cerita, aksi, dan narasi tidak berkembang dengan sempurna di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada enam poin penting yang membangun cerpen menjadi karya sastra yang bagus dan indah. Poin ini selayaknya menjadi familiar bagi para cerpenis pemula atau cerpenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wannabe&lt;/span&gt;. Poin ini akan membantu memahami mengapa beberapa cerpen menjadi karya yang datar atau beberapa karya lain menyenangkan. Tanamkan keenam poin ini di dalam benak sehingga mampu menilai, memperhatikan, bahkan mulai menulis sebuah cerpen. Inilah enam poin penting yang mendefinisikan cerpen baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cerita dibagi via pandangan karakter utama di mana para pembaca segera mengenalinya dengan mudah.&lt;br /&gt;2. Konflik biasanya segera dimunculkan pada awal kisah, paragraf pertama atau kedua.&lt;br /&gt;3. Pembaca harus berhasil dibuat bertanya-tanya dan penasaran bagaimana karakter utama akan menyelesaikan konfliknya.&lt;br /&gt;4. Klimaks akan muncul pada akhir cerita di mana konflik akhirnya terselesaikan. Klimaks menggantikan konflik.&lt;br /&gt;5. Cerita harus berpusat pada satu peristiwa, tempat di mana pusat krisis itu berlangsung dalam hidup karakter utama.&lt;br /&gt;6. Cerita dijalin melalui karakter utama tanpa campur tangan si pencerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Amerika &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John Irving &lt;/span&gt;berkata dalam majalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Times &lt;/span&gt;tanggal 23 Maret 1996: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali menulis, ak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;u selalu berpikir bahwa aku menulis untuk seseorang yang tidak kukenal. Usia tak diketahui, mungkin dia adalah seorang tua yang bukan penyabar seperti layaknya orang tua yang tidak pernah bisa sabar; atau mungkin juga seorang anak muda yang tidak terlalu muda untuk menyetir mobil, yah sekitar 15 tahun, umur yang lagi rumit-rumitnya, dan juga tak sabaran menghadapi segala sesuatu sebab baginya hidup selalu memberi kejutan baru. Aku berpikir bahwa prinsip utamanya adalah mendapatkan perhatian orang itu dan tidak kehilangannya. Orang itu alias Sang Pembaca mempunyai jutaan hal menarik dan penting lain yang dapat dia lakukan. Kalau kamu sebagai penulis tidak memedulikan orang tersebut malah sibuk bermain-main dengan dirimu sendiri, saat kamu menoleh ke dia, pasti si dia sedang asyik membaca buku lain atau menonton televisi, mungkin juga pergi ke bioskop atau malah tenggelam tidur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu kepada pembaca (asing, yang tak kaukenal sama sekali yang pastinya berbeda dengan dirimu alias bukan lesbian) yang pada akhirnya akan menilai dan mengapreasiasi tulisanmu. Jika kamu menulis untuk sesama sahabat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sistahood &lt;/span&gt;yang hanya mampu berkata “Bagus, bagus! Cerpen ini gue/kita banget! Keren deh!” lupakan saja niat ingin menghasilkan cerpen indah, apalagi cerpen perjuangan yang (konon katanya) memiliki tujuan mulia-luhur-mumpuni yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, inilah kesalahan PERTAMA penulis cerpen perjuangan pemula. Mereka masturbasi, melupakan, mengabaikan, tak memedulikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang Pembaca. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari melanjutkan. Ketika memulai paragraf pertama, langsung masuk ke area detil, jangan bertele-tele dengan “mengisi informasi” saja. Yang dimaksud dengan area detil adalah menciptakan waktu dan tempat yang sangat spesifik. Lupakan generalisasi, pembaca ingin mengetahui AKSI, bukan cuma INFORMASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Langit biru dengan awan-awan yang berarak. Matahari terang benderang memberikan pagi indah yang tiada duanya. Burung-burung berkicau. Rumput basah oleh embun. Boni membuka mata dan mengulet. Boni adalah seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang sedang jatuh cinta dengan perempuan lain. Dia senang dengan pagi dan basket. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul cerpen yang tepat untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;opening &lt;/span&gt;seperti ini adalah Cape Deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik memulainya dengan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boni membuka mata lima detik sebelum beker berdering keras. Matanya langsung menangkap kalender yang tertera di sebelah ranjangnya. Tanggal 12, hari Rabu. Cihuy! Boni senang hari Rabu. Hari Rabu adalah hari Cinta, sebab dia akan bertemu dengan Cinta, teman antarkelas yang bergabung dengan klub Basket. Udara cerah, berarti latihan bersama tidak akan tertunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh pertama semuanya berisi informasi tak berguna yang membosankan. Apa fungsi pagi yang indah? Apa gunanya mendikte pembaca tentang usia Boni dan romantisnya dia saat bangun pagi dan jatuh cinta dengan perempuan? Pembaca akan tersinggung dengan penulis yang sok tahu dan segera meninggalkan cerpet tersebut untuk melakukan jutaan pekerjaan lainnya yang menanti mereka. Bandingkan dengan contoh kedua. Contoh kedua langsung mengenalkan si karakter utama kepada pembaca (Boni) dan juga langsung menuju konflik yang dibangun oleh penulis. Pembaca digiring untuk menebak-nebak apa yang akan terjadi antara Boni, Cinta, hari Rabu, dan Klub Basket. Semua hanya dirangkum dalam satu paragraf pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesalahan KEDUA penulis cerpen perjuangan pemula. Mereka memulai cerita dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;opening &lt;/span&gt;yang lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi kesalahan-kesalahan pada cerpen-cerpen perjuangan (baca: cerpen lesbian) yang aku baca. Kesalahan-kesalahan yang membuat cerpen tersebut menjadi garing seperti kerupuk, lembek seperti nasi basi. Dua kesalahan di atas adalah prolog sederhana dari kumpulan kesalahan yang terabaikan. Karena tempat terbatas, aku akan melanjutkannya pada topik Bengkel Menulis selanjutnya (minggu depan), yang berjudul: &lt;a href="http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/bengkel-menulis-kesalahan-kesalahan.html"&gt;Kesalahan-kesalahan Penting Pada Cerpen Perjuangan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;See you next week!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Lakhsmi, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4049913027779331263?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4049913027779331263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4049913027779331263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/bengkel-menulis-mari-menulis-cerpen.html' title='Bengkel Menulis: Mari Menulis Cerpen Perjuangan!'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbhmR8Vnu1I/AAAAAAAABoM/4n7Cb5b0SPw/s72-c/The_writer_by_Cestica.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1863135680282118227</id><published>2009-03-12T02:07:00.001+07:00</published><updated>2009-03-14T00:25:47.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mardi Gras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Special'/><title type='text'>Foto-Foto Sydney Mardi Gras 2009</title><content type='html'>Sydney Mardi Gras 2009 ini berlangsung meriah dan ramai. Banyak penonton tergencet dan pingsan karena desakan penonton yang liar. Parade diawali dengan sekumpulan butch/dyke di atas Harley Davidson, diikuti dengan kelompok-kelompok lainnya. Sahabat lesbian kita berada di sana dan berhasil mengabadikan beberapa foto. Silakan menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Mardi Gras!&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fkucingmanis%2Falbumid%2F5311981209498846993%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" width="350" height="247"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;@all photos by Careless&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;@Careless, SepociKopi, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1863135680282118227?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1863135680282118227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1863135680282118227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/foto-foto-sydney-mardi-gras-2009.html' title='Foto-Foto Sydney Mardi Gras 2009'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5094125546296843799</id><published>2009-03-11T23:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-11T23:51:29.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Satu Lagi Adegan Lesbian dari The Simpsons</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sbfr1KwUyqI/AAAAAAAACZQ/_QeGVpLYD2Q/s1600-h/F_0_marge_320.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sbfr1KwUyqI/AAAAAAAACZQ/_QeGVpLYD2Q/s200/F_0_marge_320.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311973584159427234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marge Simpson berciuman dengan sesama perempuan dalam salah satu adegan The Simpsons. Ini bukan adegan lesbian pertama dalam serial kartun dengan masa tayang terpanjang. Sebelumnya kakak Marge, Patty coming out sebagai lesbian. Tapi kali ini Marge bukan melakukannya karena dia lesbian, tapi karena adegan ciuman ini merupakan fantasi Homer Simpson, sang suami. Adegan ini sendiri dikritik banyak kalangan karena dianggap "membenarkan" fantasi lelaki yang suka membayangkan dua perempuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;===========================================================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Marge Simpson locks lips with woman in raunchy Simpsons episode &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3/03/2009 12:41:00 PM.  | &lt;a href="http://www.livenews.com.au/Articles/2009/03/03/Marge_Simpson_locks_lips_with_woman_in_raunchy_Simpsons_episode"&gt;LIVENEWS.com.a&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.livenews.com.au/Articles/2009/03/03/Marge_Simpson_locks_lips_with_woman_in_raunchy_Simpsons_episode"&gt;u&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Simpsons is on track to be the longest running TV show of all time – and to keep it fresh, producers have thrown in a bit of zing with the normally conservative Marge engaged in a steamy lesbian kiss.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The episode screened last night in the US, and showed an unusually racy side to the normally tame family comedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The saucy scene showed Marge lip-locked with one of her friends for a lingering pash, as Homer looks on longingly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But for those wondering if Marge’s sexual orientation might have taken a 180 degree turn, you’ll be disappointed – the entire scenario was a fantasy constructed in the mind of Homer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, it wasn’t the first time the show touched on homosexuality. Marge’s older sister Patty famously came out of the closet, and was even engaged to a female golfer, Veronica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5094125546296843799?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5094125546296843799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5094125546296843799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/satu-lagi-adegan-lesbian-dari-simpsons.html' title='Satu Lagi Adegan Lesbian dari The Simpsons'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Sbfr1KwUyqI/AAAAAAAACZQ/_QeGVpLYD2Q/s72-c/F_0_marge_320.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4863412160257118834</id><published>2009-03-10T13:49:00.004+07:00</published><updated>2009-03-11T21:36:13.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Ponari, Klenik, dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYQZvWDWxI/AAAAAAAABoE/O-jy6tGu5gg/s1600-h/the_dukun_by_riskan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYQZvWDWxI/AAAAAAAABoE/O-jy6tGu5gg/s200/the_dukun_by_riskan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311450844921813778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perputaran absurditas zaman, tiba-tiba muncullah nama Ponari. Tentunya ini bukan plesetan sebuah minuman suplemen penambah cairan tubuh itu, tapi hanyalah seorang bocah berusia 10 tahun yang tiba-tiba menjadi tenar karena sebuah batu yang ditemukannya pasca disambar petir. Entah dari mana pula asal muasal kekuatan itu, konon batu sambaran petir tersebut dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit yang datangnya dari semua penjuru mata angin. Nama Ponari pun melejit dalam sekejap, menjadi makanan pers, dan semakin terkenal oleh media yang membesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menggelikan bagaimana para pasien yang mendatangi Ponari masih saja percaya dengan caranya mengobati. Padahal dari tayangan televisi yang menghiasi kaca pemirsa, seorang bocah yang dipercayai bernama Ponari tersebut saat mengobati pasien hanya mencelupkan batu tersebut sambil ogah-ogahan. Ketika mengantuk sekali orangtuanya malah harus menggendong Ponari dan membantu mencelupkan tangannya yang memegang batu ke dalam air pesanan pasien. Yang lucunya lagi, ada adegan Ponari mencelupkan batu ke dalam sebuah gelas dengan cara menungging, atau menyamping badan,  bahkan saat ia sedang terlelap. Namun tampaknya hal ini tak begitu dipedulikan warga yang terus saja mendatangi rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar kemudian membicarakan fenomenal Ponari ini dari mulai ahli cukur sampai ahli kesehatan. Dari pakar judi sampai pakar politik. Tukang gosip hingga Guru Besar. Perempuan di pasar hingga yang ada di parlemen. Mudah-mudahan ini bukan tanda dunia mau kiamat. Bukan tanda Obama mau dilengserkan. Bukan tanda Pemilu Indonesia akan gagal karena kenaifan manusia Indonesia yang begitu mempercayai tahayul pengobatan ala Ponari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dinafikan, memang sejak zaman kerajaan dulu, masyarakat Indonesia begitu percaya dengan semua yang berbau mistis, perdukununan, hingga klenik. Dalam budaya-budaya tradisional muncul hari baik hari buruk saat menanam padi, saat menikah, melamar, mendapatkan bayi. Semua diterjemahkan sebagai bagian dari budaya sehari-hari. Batu yang terkena sambaran petir tadi pun didakwa mampu menyembuhkan segela macam penyakit. Masalahnya saat ini bukan lagi zaman jebot yang masyarakatnya belum terjamah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;atau internet, belum terjamah majalah, surat kabar, televisi, dan radio. Aneh rasanya dunia klenik seperti ini masih saja dipercaya yang prakteknya benar-benar mengabaikan kemampuan akademis dan akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang gaib, banyak hal-hal ajaib yang diberikan-Nya pada manusia, tapi semua itu bisa dijelaskan secara intelektual. Bisa dijabarkan dengan keberadaan para nabi. Pasalnya misteri kekuatan Ponari itu yang membingungkan kita semua. Bagaimana kepasrahan pasien agar mendapatkan kesembuhan dengan cara yang sungguh tak bisa dicerna. Bisa jadi jari tangan Ponari memiliki banyak telur cacing, saat dicelupkan ke air, cacing-cacing ini pun berkembang biak dalam perut pasien. Mungkin saja salah satu pasien Ponari terkena flu, maka virus pun berpindah. Seperti tekad pasien yang berusaha untuk sembuh, sehingga mengabaikan kehigienisan,  apakah kita juga perlu mengikuti kenekatan ini? Mungkin frustrasi oleh mahalnya biaya medis, eksklusifnya harga pelayanan kesehatan yang memadai, membuat Ponari menjadi salah satu pilihan yang murah meriah untuk dicoba, jadi mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bersyukur lokasi praktek Ponari akhirnya ditutup. Karena dianggap keajaiban batunya lama-lama bisa meresahkan. Meskipun menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat sekitar yang sempat mengecap ketibaan rezeki dari berdagang minuman dan makanan, namun benarkah dengan ditutupnya praktek Ponari akan menghentikan kegiatan klenik lainnya??? Jawabannya pasti tidak. Orang masih tetap setia mendatangi peramal, dukun, bahkan paranormal untuk mengartikan apa-apa saja yang mereka alami setiap hari. Permintaan mendapatkan jodoh, rezeki, sehat, dan lain sebagainya masih terjadi dari kota metropolitan hingga di pulau-pulau terpencil di Indonesia. Yang kemudian muncul pun bukan hal yang baru pula; ada susuk, jimat, pelaris, dan segala macam penangkal masih eksis sebagai bagian dari penyembuhan, permintaan harapan akan perubahan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran jika dunia percintaan di kalangan lesbian pun tak lepas dari dunia klenik-mengklenik ini. Bahkan ada para orangtua yang mengetahui anaknya seorang lesbian dengan percaya diri membawanya ke dukun yang konon bisa menyembuhkan kelesbianan tersebut. Sementara itu para lesbian yang tersudut oleh masalah percintaan tak urung menerjunkan diri mendatangi tempat-tempat yang secara ajaib bisa memberikan nuansa dan suasana baru bagi kehidupannya. Sungguh ironi, di tengah kemajuan teknologi yang demikian pesat, harapan-harapan semu seperti ini masih sering kita dengar di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita lupa, doa orangtua, hidup teratur, bekerja secara giat dan disiplin mampu menciptakan semua mimpi. Untuk sembuh, banyak tempat-tempat nyata yang harapan kesembuhannya lebih masuk akal.  Agar hidup sehat tentu dengan menjaga pola makan dan hidup serta menjaga kebersihan lingkungan. Ingin tetap cantik dan disukai banyak orang resepnya sungguh mudah, tidak sombong, percaya diri, dan selalu siap mengulurkan bantuan untuk orang lain. Ingin sembuh dari lesbian? Tunggu dulu, apakah ini penyakit? Jawaban yang satu ini tentu juga tidak dari klenik-mengklenik, bukan dari Ponari, bukan juga psikiater yang bisa memberikan kita valium atau obat penenang lain sehingga lupa sementara dengan kelesbianan tersebut. Semuanya kembali berpulang kepada Dia yang pengasih. Berdoalah agar dengan akal sehat kita, dalam menjalani hidup ini tetap selalu berada di batas kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4863412160257118834?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4863412160257118834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4863412160257118834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/tajuk-ponari-klenik-dan-kita.html' title='TAJUK: Ponari, Klenik, dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYQZvWDWxI/AAAAAAAABoE/O-jy6tGu5gg/s72-c/the_dukun_by_riskan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5785957089438820778</id><published>2009-03-10T12:57:00.005+07:00</published><updated>2009-03-10T13:35:42.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Lakhsmi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poling'/><title type='text'>Polling: Berapa Lamanya Hubungan Asmara Terpanjang yang Pernah (atau Masih) Kamu Jalani?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYC9hskZPI/AAAAAAAABn8/GV_4i6Ky5Ow/s1600-h/Love_is_around_by_Lohey.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 157px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYC9hskZPI/AAAAAAAABn8/GV_4i6Ky5Ow/s200/Love_is_around_by_Lohey.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311436066570659058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Lakhsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah akhir (atau awal) sebuah babak baru dari hubungan heteroseksual. Biasaya setelah berpacaran sekian lama maka topik pernikahan mulai dibicarakan. Keinginan untuk mematraikan hubungan menjadi legal secara hukum segera terbit di hati setiap perempuan dan lelaki heteroseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan lesbian? Dengan ketiadaan pernikahan, maka hubungan yang terjalin “tidak” akan berakhir dengan lembaga pernikahan. Lepas dari argumentasi dan pro kontra tentang kebutuhan akan pernikahan, kenyataan itu tampak jelas. Saat mereka memasuki wilayah asmara, hubungan itu tidak akan ke mana-mana. Dengan kata lain, tidak ada kata akhir (atau awal) untuk memasuki babak baru yang disebut dengan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seberapa lamanya hubungan “pacaran” itu langgeng serta bertahan sebelum sebuah hubungan baru dimulai dan yang lama ditanggalkan? Menurut polling yang dilakukan oleh SepociKopi, pasangan yang telah menikmati kebersamaan selama lebih dari dua belas tahun hanya 3% dari seluruh pemilih. Berarti, kenyataan terpapar jelas. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk pasangan yang masih atau sedang bersama, kesempatan untuk setia sampai selama-lamanya dapat dipertanyakan (ulang) Untuk mereka yang sedang berikrar takkan terpisahkan, tataplah hasil polling ini baik-baik dengan sangat realistis sebab kemungkinan pasangan itu putus sebelum rambut berwarna putih dan usia mencapai kepala lima (bahkan empat) sangat besar. Lebih pahit lagi, setiap pasangan yang baru jadian dan dimabuk asmara, bersiaplah untuk mempelajari teknik berteman dengan pacar karena berpisah (kemungkinan yang mendekati seratus persen) secara baik-baik adalah pilihan yang pantas dan manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan asmara lesbian bersifat seperti sampah, saat sudah membusuk perlu didaur ulang. Lesbian A akan berpacaran dengan B, semtara pasangannya C PDKT dengan lesbian D yang ternyata adalah mantan A. Seberapa sering kita mendengar kisah seperti itu? Berulang-ulang sehingga terasa memualkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkinkah aku hanya pesimis? Bukankah sebaiknya kita melihat dari kacamata optimisme? Bisakah kita melihat gelas berisi air dan mengatakan bahwa gelas itu terisi setengah daripada kosong setengah? Bukankah membanggakan bahwa di tengah derasnya perceraian hubungan heteroseksual, masih ada sebentuk hubungan tanpa ikatan dan aturan hukum apa pun (kecuali hukum cinta)? Masih ada pasangan yang tetap dapat mempertahankannya selama lebih dari dua belas tahun? Masih ada pasangan lesbian yang mampu menyuburkan tanaman cinta di kebun hati mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin begitu. Mungkin sebaiknya kita berkata begitu sehingga kita tidak usah terlalu sinis terhadap cinta dan getir melihat dunia asmara lesbian.  Mungkin sebaiknya kita memiliki harapan untuk diri kita sendiri yang sedang menjalani hubungan percintaan bahwa sekecil perbuatan apa pun yang kita lakukan untuk menjaga hati dan membela hubungan itu sendiri berguna dan pantas dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana kualitas hubungan dengan kekasih sehingga layak dipertahankan? Memang jawabannya ada di dalam hati kita masing-masing dan menjadi keunikannya sendiri. Tapi jika memang perpisahan tak terelakkan, kita harus mengikhlaskan semuanya. Menjadi pengemis cinta yang lebay bukan juga suatu solusi demi mempertahankan hubungan. Yang harus berlalu akan berlalu pada akhirnya. Hanya kita sendiri yang mengetahui tanda dan gejalanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah pemilih yang mengaku mempunyai hubungan asmara terpanjang selama kurang dari satu tahu mendominasi jawaban. Seperempat (24%) dari 216 pemilih mengatakan hanya memiliki hubungan asmara terpanjang kurang dari satu tahun. Itu pun kita tidak tahu seberapa persisnya angka "kurang satu tahun" itu. Dua bulan? Enam bulan? Sembilan bulan? Entah. Juga tidak diketahui usia pemilih, berapa umur mereka yang tidak pernah sukses memiliki hubungan percintaan lebih dari setahun.  Sebab semakin muda usia, semakin minim pengalaman percintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa artinya ini? Memang poling ini masih sangat kasar dan tidak terlalu akurat, tapi setidaknya kita mendapat bayangan tentang masa depan hubungan lesbian. Hubungan asmara di atas lima tahun memiliki angka persentase yang semakin menurun. Kita menarik kesimpulan tentang berapa lama usia kadaluarsa cinta lesbian. Ternyata 75% dari 216 pemilih yang pernah (atau sedang) berpacaran mempunyai hubungan asmara tak lebih dari lima tahun. Gelap atau terangkah jawaban itu? Silakan jawab sendiri dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hasil poling!&lt;br /&gt;Jumlah pemilih 216&lt;br /&gt;Kurang dari satu tahun : 24% (51 votes)&lt;br /&gt;1-2 tahun  : 21% (45 votes)&lt;br /&gt;2-3 tahun  : 15% (33 votes)&lt;br /&gt;3-5 tahun  : 15% (33 votes)&lt;br /&gt;5-8 tahun  : 12% (25 votes)&lt;br /&gt;8-12 tahun  : 10% (22 votes)&lt;br /&gt;di atas 12 tahun :  3% ( 7 votes)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Lakhsmi, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5785957089438820778?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5785957089438820778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5785957089438820778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/polling-berapa-lamanya-hubungan-asmara.html' title='Polling: Berapa Lamanya Hubungan Asmara Terpanjang yang Pernah (atau Masih) Kamu Jalani?'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbYC9hskZPI/AAAAAAAABn8/GV_4i6Ky5Ow/s72-c/Love_is_around_by_Lohey.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-9037293061671669279</id><published>2009-03-09T19:33:00.004+07:00</published><updated>2009-03-09T20:36:41.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>CERPEN: Upit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SbUbC2F_kKI/AAAAAAAACYg/xrvPmB0yJCE/s1600-h/upit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SbUbC2F_kKI/AAAAAAAACYg/xrvPmB0yJCE/s200/upit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311181071247708322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Upit&lt;br /&gt;Oleh: Gus Tf. Sakai&lt;br /&gt;Dimuat di Harian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;, 9 Juli 2000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tugas Upit selesai begitu mobil Si Abang meluncur dari pintu pagar dan berbelok di ujung jalan lalu lenyap. Pukul tujuh pagi. Upit akan menutup pagar, melangkah ke teras, masuk ke rumah, dan naik ke kamarnya di lantai atas. Dari kamar itu, melalui kaca gelap yang lebar, Upit menatap ke jalan. Jalan blok perumahan yang pendek. Jalan di mana setiap pagi Upit melepas Si Abang menekuk-nekuk dagu takut-takut bersitatap dengan orang lain selain Si Abang. Jalan di mana setiap pagi Upit merasa seluruh dunia memperhatikannya dan ia merasa tubuhnya menciut, mengecil seperti liliput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang lewat di jalan itu. Lelaki berseragam cokelat (mungkin pegawai kantor pemerintah), perempuan berkostum biru dengan blaser (mungkin karyawati sebuah bank), gadis berpakaian ringkas dengan jins, dan siswi-siswi SMU yang mendekap buku entah apa dengan punggung diganduli tas yang bergerak turun-naik sesuai irama langkah mereka yang di mata Upit tampak begitu gembira. Akan lama mata Upit terpaku pada mereka, anak-anak sekolah itu. Sampai tak terasa jalan tiba-tiba lengang, dan waktu menunjuk hampir pukul 08.00.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Upit, kemudian, akan mengempaskan tubuh ke kasur. Di matanya akan tak putus bayangan siswi-siswi SMU itu. Mungkin sekarang mereka sama tengah melotot, ke papan tulis. Mungkin juga guru tak masuk sehingga mereka berhamburan ke kantin. Mungkin ada yang memafaatkan jam kosong dengan mengerjakan tugas kelompok. Akan tetapi, tentu, lebih banyak dari mereka yang entah merumpikan apa, lalu terkikik-kikik menahan tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun yang lalu, Upit bagian dari mereka. Sebelum, tiba-tiba, jadi istri Si Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upit masih ingat bagaimana ayah dan ibunya, dulu, tiga tahun lalu itu, ingin membicarakan sesuatu yang khusus dengan Upit. Waktu itu mereka habis makan malam, dan ayah menyuruh adik-adiknya menyingkir. Ina, Adel, dan Eci masuk ke kamar. Tetapi Ijul, seperti biasa, memilih bergabung dengan geng-nya di gardu ronda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya Ibu bercerita tentang kesulitan-kesulitan Ayah sekaitan dengan kebutuhan keluarga. Lalu cerita beralih ke tempat kerja Ayah, sebuah toko yang menjual berbagai bahan bangunan. Upit menduga Ibu akan bercerita tentang kemunduran pekerjaan yang ditangani Ayah dan Ayah mungkin bakal berhenti atau pindah. Tetapi ketika cerita diteruskan Ayah, ternyata Ayah lebih banyak bercerita tentang toko itu, kemajuan-kemajuan si toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembicaraan Ayah tak seperti yang Upit bayangkan, ia heran dan ingin bertanya. Tetapi cerita seputar kemajuan toko tiba-tiba beralih kepada pemiliknya. Dan Ayah pun bercerita tentang sebuah keluarga, terhormat, kaya, dan sudah sejak lama memiliki perusahaan pengolahan kayu turun-temurun. Seluruh anggota keluarga itu adalah orang-orang sukses, termasuk si pemilik toko. Dan ketika kembali ke majikannya itu, Ayah menutup ceritanya dengan, “Tapi sayang, walau sudah hampir empat puluh, ia belum menikah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, mendadak, dada Upit berdebar. Dan kiranya, memang, seperti apa yang berkelebat tiba-tiba, Ayah dan Ibu kemudian minta agar Upit menikah, dengan si majikan. Si Abang, begitu orang-orang biasa menyebut si pemilik toko, kata Ayah, telah berkali-kali mengutarakan maksudnya ingin memperistri Upit. “Tetapi kami,” lanjut Ayah, “tentu tak bisa segera menjawab. Dan setelah mempertimbangkan benar-benar, akhirnya, kami putuskan ... sebaiknya kita terima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upit merasa seolah dunia dilanda gempa. Ia tiba-tiba jadi pusing dan berlari limbung ke kamar. Menikah? Kelas 2 SMU? Dengan si Abang? Upit tak yakin apa yang terjadi sungguh-sungguh nyata. Tetapi semua memang bukan mimpi, dan hari-hari kemudian adalah hari-hari yang cemas. Apalagi ketika tiba malam pertama itu. Upit benar-benar panik, tak tahu, tak ingin, dan serasa akan berteriak sejadi-jadinya. Tetapi ternyata Si Abang hanya menatap sekilas dan kemudian tidur membelakangi Upit. Saat itu, sungguh, Upit sangat lega. Tetapi mungkin malam besok, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, malam besoknya (dan juga malam berikutnya), Upit masih juga dibelakangi. Mungkin di rumah baru, duga Upit. Tetapi ketika seminggu kemudian mereka pindah ke kompleks ini mendiami rumah sendiri, apa yang ditakutkan Upit ternyata juga tak terjadi. Malam itu Si Abang malah pulang sangat terlambat, dan dengan seorang lelaki. Setelah beberapa saat mereka ngobrol, Upit pikir lelaki itu akan pergi. Tetapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upit dibiarkan Si Abang tidur sendiri. Dan Si Abang, tidur di kamar bawah dengan si lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan yang lain segera menyergap Upit. Sepanjang malam. Sepanjang malam? Tidak. Sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas pukul 08.00, sampai nanti orang-orang mulai kembali pulang ke kompleks itu sekitar pukul 14.00, bagi Upit memang waktu yang lengang. Tak ada yang bisa ia lakukan. Hampir seluruh pekerjaan di rumah ini ditangani oleh Mak Ipah. Upit tak tahu sejak kapan perempuan separo baya itu jadi orang ‘kepercayaan’ Si Abang. Tetapi pastilah sudah sangat lama. Karena, dari cara ia melayani apa pun kebutuhan Si Abang, tampak sekali bahwa perempuan itu sangat paham. Jauh lebih mengerti dan tahu daripada Upit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya hal tak penting yang bisa dilakukan Upit setelah pukul 08.00, mungkin hanyalah membuang sampah—sampah kamarnya sendiri—ke bak sampah sebelum tukang sampah muncul mengambil sampah sekitar pukul 09.00. Itu pun tak dapat setiap hari ia lakukan. Bukan hanya karena memang tak selalu ada sampah. Tetapi karena sejak tiga atau empat minggu belakangan, setiap kali Upit membuka pintu dan muncul di teras, ia merasa ada sepasang mata (dari rumah depan seberang jalan) selalu memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau nyaris tak pernah bicara atau berkomunikasi dengan siapa pun, Upit tahu bahwa sekitar tiga bulan lalu rumah sederhana itu didiami oleh penghuni baru. Bukan sebuah keluarga. Tetapi hanya seorang lelaki. Lelaki aneh, pikir Upit setelah beberapa minggu sadar bahwa lelaki itu lebih banyak diam tinggal di rumah. Tak pernah Upit mendapatkan si lelaki, seperti umumnya lelaki dewasa (bapak-bapak) di kompleks ini, bergegas ke luar rumah sebelum pukul 08.00. Apakah pekerjaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upit tentu tak bertanya-tanya atau takkan begitu peduli pada lelaki itu kalau suatu hari si lelaki tak kedapatan tengah memperhatikannya. Di balik nako, gorden tersibak, dan lelaki itu lenyap tiba-tiba seperti malu bahwa Upit tahu. Dan seperti laki-laki itu, Upit tak kalah gegas, masuk ke rumah dan menutup pintu buru-buru. Seharian itu, beberapa kali berkelebat di kepala Upit peristiwa itu. Juga berkelebat beberapa dugaan. Dugaan buruk itu. Dugaan yang membuat Upit, setiap pagi, saat melepas Si Abang, selalu menekuk dagu takut-takut bersitatap dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tampak seperti tak ada gunjingan, Upit yakin seluruh penghuni kompleks sebenarnya tahu bagaimana sesungguhnya jenis perkawinannya dengan Si Abang. Bagaimana pun cara Mak Ipah menutup-nutupi, bapak-bapak yang duduk—sampai jauh malam—di kedai Pak RT di simpang jalan itu tentu pernah mendapatkan dan merasa aneh melihat Si Abang sering ‘memuat’ lelaki entah siapa di mobilnya dan kembali keluar pada dinihari mengantarkan lelaki itu entah ke mana. Bahkan mungkin mereka, bapak-bapak itu (atau siapa pun di luar sana), pernah mengendap-endap masuk ke halaman dan mendengar pula rintih dan erang Si Abang bersama lelaki entah siapa itu, yang oleh Upit sering terdengar begitu jelas sampai ke kamarnya. Tetapi, kenapa tak ada yang mempersoalkan? Kenapa tak ada di antara orang-orang itu, bapak-bapak itu (bahkan Pak RT!), pernah Upit dapati menegur Si Abang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Upit tak mengerti. Tetapi mungkin memang karena uang. Si Abang seorang dermawan. Upit tahu, bagi apa pun bentuk atau macam kegiatan sosial di kompleks ini, Si Abang adalah penyumbang terbesar dan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kaca gelap kamarnya tak tembus pandang, Upit merasa aman mengamati rumah sederhana di seberang jalan itu. Dan Upit jadi tahu, walau ia tak turun ke teras atau ke halaman, lelaki itu juga sering mengintip atau menatap ke rumahnya seperti mencari-cari bagai berharap menampak sesuatu. Membayangkan apa yang dicari-cari si lelaki, ketakutan Upit, kadang, disergap debar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam-jam tertentu, selain merenggangkan nako dan menyibakkan gorden, lelaki itu keluar dan berdiri di teras. Ia meregang tubuh, memutar-mutar leher dan pinggang seraya menghela napas dalam-dalam seperti seorang yang berusaha lepas dari kepegalan. Di mata Upit, lelaki itu tampak bagai seorang yang baru selesai atau tengah mengerjakan suatu pekerjaan berat, dan kemudian berdiri di teras untuk sekedar mengendurkan saraf atau istirahat. Apakah yang dikerjakannya di dalam? Kadang oblong dan celana pendeknya tampak begitu lusuh. Kadang malah kotor dan tampak bagai dilumuri sesuatu seperti cat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut, risi, malu, atau apa pun namanya yang Upit rasakan bila mendapat tatapan dari lelaki itu, kiranya hanyal awal. Tiga atau empat minggu ke depan, Upit mulai merasakan sesuatu yang lain. Mulanya ia kembali berani membuang sampah ke bak sampah walau diamati si lelaki. Tetapi sesudahnya Upit justru resah kalau tak ada sampah, dan ia sengaja mencari-cari atau membuat sampah agar memiliki alasan untuk turun ke halaman. Mulanya Upit gugup untuk balas menatap. Tetapi, senyum dan anggukan sopan lelaki itu, membuat Upit merasa ringan untuk juga bisa mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hari lelaki itu menyapa dengan senyum dan Upit membalasnya dengan anggukan. Saat angguk Upit mulai bisa diikuti senyum, suatu hari lelaki itu telah melangkah menyeberangi jalan dan Upit bagai terpaku saat meluruskan tubuh dari bak sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Haris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngng ... Upit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan yang aneh. Satu di luar pagar, satu di dalam pagar. Dan karena si lelaki telah beberapa bulan tinggal di situ, tidakkah sebenarnya mereka bertetangga? Tetapi keformalan dan kekakuan itu lantas cair di hari-hari berikut, terutama karena si lelaki ternyata seorang yang riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu, Haris, rupanya seorang pelukis. Pantaslah, dan memang tak salah kalau Upit mengira pada jam-jam tertentu itu Haris muncul di teras mengendurkan saraf. Pelukis? Sebuah dunia yang bagi Upit juga asing tapi tiba-tiba jadi menarik terutama karena penampakan Haris sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris, di mata Upit, tampak sangat mudah menikmati hidup, tak terikat (bagai tak terbebani) oleh bermacam hal. Bagi Haris, semuanya seperti ringan; enteng saja. Tak ada kesan bahwa lelaki, seperti yang selama ini Upit alami, seolah bangunan aturan yang membuat apa pun di sekelilingnya mesti berlaku pasti, dan tunduk. Lelaki ternyata juga memiliki perasaan, memiliki kemampuan menjenguk apa yang Upit rasakan. Dan yang sangat melegakan, lelaki ternyata bisa mendengar dan bahkan juga bisa mengerti tanpa Upit harus bersusah-payah—karena risi atau karena malu, misalnya—menceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutku, hal pertama yang harus kaumiliki mungkin keberanian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keberanian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Misalnya, kauceritakan bagaimana sebenarnya Si Abang kepada ayahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atau, akan sangat baik kalau langsung ke orangtua Si Abang. Sumber persoalanmu, kukira, karena Si Abang tak ingin diketahui tak normal oleh keluarganya. Alasannya mungkin kehormatan keluarga. Kebesaran keluarga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang oleh Upit bagaimana ia dibawa Si Abang dalam acara-acara keluarga. Anak Tante A menikah, kakak istri Om B syukuran, anak adik istri Om C khitanan .... Memang, takkah hanya dalam hal-hal seperti itu Upit difungsikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat sekali mereka akrab. Akan tetapi, rupanya, Mak Ipah segera tahu dan menegur Upit. Upit coba menerangkan, tetapi akibatnya, beberapa hari sesudahnya, Si Abang sendiri yang memarahi Upit. Si Abang mengancam: akan mengunci Upit di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hari Upit tidak keluar. Namun, pada hari kelima atau keenam, Upit tak lagi tahan. Berteman, apa salahnya berteman? Dan lagi, keberanian yang dikatakan Haris mungkin takkan datang kalau tak dipupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, keakraban mereka pun kembali seperti biasa. Dan tanpa waktu-waktu khusus, sebenarnya. Mungkin di antara pagar itu sekitar pukul 09.00. Mungkin siang atau sore, ketika Haris muncul meregang tubuh di teras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanapun, tentu ada waktu berkunjung. Dan kejadian itu pun tiba. Entah memang kebetulan, atau entah memang telah lama direncanakan Si Abang: Haris berkunjung tepat ketika Mak Ipah atau siapa pun tak di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang tiba-tiba datang, meradang-radang. Pak RT, Pak Sam, Pak Mon, Pak Eri, dan sejumlah bapak-bapak lain yang tak dikenal Upit. Juga beberapa pemuda yang sering tampak di kompleks kalau-kalau ada acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya menarik-narik Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak tahu malu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengganggu istri orang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tiga bulan lalu, Upit berdiri menatap ke jalan dari balik kaca gelap itu. Di seberang, rumah sederhana itu kini kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi Haris. Mereka mengusirnya. Di bawah sana, di mata Upit, bagai kembali tampak lelaki itu digelandang ke rumah Pak RT seraya dicecar dengan makian. Terbayang pula bagaimana Haris meronta. Juga teriakannya, “Tak adil! Tak adil! Mana yang lebih penting?! Perkawinan—omong-kosong itu!—atau nasib seorang perempuan di dalamnya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upit menangis. Menangis, entah untuk kali keberapa.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentang Gus Tf. Sakai:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lelaki kelahiran Payakumbuh, tahun 1965 ini adalah sastrawan Indonesia yang sudah mempublikasikan karyanya sejak tahun 1980-an. Cerpen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tukang Cukur &lt;/span&gt;ini juga termuat dalam kumpulan cerpen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta &lt;/span&gt;(GPU, 1999) dan dibukukan juga oleh The Lontar Foundation dalam versi bahasa Inggris, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Barber&lt;/span&gt; (2002). Selain menulis cerpen dan novel, Gus Tf. Sakai juga mempublikasikan karya-karya puisi yang telah diterjemahkan ke bahasa Arab, Inggris, dan Jerman. Kumpulan puisinya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perantau &lt;/span&gt;(GPU, 2007) memperoleh penghargaan Khatulistiwa Literary Award. Saat ini Gus Tf. Sakai memutuskan tinggal di Payah Kumbuh, yang berkat kemajuan teknologi membuatnya tetap bisa melintas (fisik dan nonfisik) ke mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-9037293061671669279?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9037293061671669279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9037293061671669279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/cerpen-upit.html' title='CERPEN: Upit'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SbUbC2F_kKI/AAAAAAAACYg/xrvPmB0yJCE/s72-c/upit.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8091949023405250498</id><published>2009-03-08T22:25:00.001+07:00</published><updated>2009-03-08T22:34:28.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Australia Peringati "Mardi Gras"</title><content type='html'>Dikutip dari &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/07/2124527/australia.peringati.quotmardi.grasquot"&gt;www.Kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sabtu, 7 Maret 2009 | 21:24 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYDNEY, SABTU - Keceriaan membuncah dari sementara kalangan di Sydney, Sabtu (7/3). Sedikitnya, 300.000 orang berikut 130 kendaraan hias berkeliling kota bersama dengan mereka yang memakai perhiasan berkelip-kelip, hiasan bulu, rambut palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sudah Australia melegalisasikan peraturan keseteraan antara pasangan homoseksual, termasuk lesbian dengan heteroseksual. "Kami merayakan 'Mardi Gras', perayaan tahunan untuk homoseksual dan lesbian," kata salah seorang peserta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keceriaan peringatan yang kali ini bertajuk Nations United memaksa para penonton menanti lebih dari enam jam untuk parade di sepanjang rute 1,5 mil atau 2,4 kilometer tersebut. Di salah satu jalan di Sydney, Oxford Street, polisi berjaga-jaga untuk memperlancar parade tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tema ini diambil untuk menghormati kaum homoseksual di seluruh dunia. Khususnya, mereka yang masih tinggal di negara-negara yang belum memperkenankan kaum homoseksual hidup secara terbuka," ungkap panitia penyelenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;XVD&lt;br /&gt;Sumber: AP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@SepociKopi, 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8091949023405250498?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8091949023405250498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8091949023405250498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/australia-peringati-mardi-gras.html' title='Australia Peringati &quot;Mardi Gras&quot;'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2072251088576514052</id><published>2009-03-08T21:52:00.006+07:00</published><updated>2009-03-08T23:19:34.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 12 Tips Kreatif Menyambut Pemilu 2009 Bagi Pemilih dan Yang Dipilih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/SbPrXGDo0II/AAAAAAAAAMY/kl5ViGmT9yc/s1600-h/parpol.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/SbPrXGDo0II/AAAAAAAAAMY/kl5ViGmT9yc/s200/parpol.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310847167595335810" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah hasil rapat Fluffy dengan partai baru di negara kita, yakni PHBM (Partai Homo Berhati Mulia). Rapat ini dilatarbelakangi semarak semangat menyambut Pemilu 2009 yang tidak lama lagi akan berlangsung. Nah, supaya makin semarak, kami luncurkan ide-ide kreatif anak muda Indonesia yang kesal dan sakit mata ngeliat foto caleg bertebaran sekaligus merayakan datangnya Pemilu, Pembuat Pilu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jeng-jeng-jeng!&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buat pemilih:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;  1. Bikin poster caleg kita sendiri dengan gaya yang belum pernah ada di poster-poster caleg itu. Ini, Fluff kasih pilihan-pilihan gaya: gaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;red carpet &lt;/span&gt;piala Oscar (buat yang doyan film Barat), main gamelan dan menari Srimpi (buat yang cinta produk dalam negeri), gaya RnB (buat yang suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bling-bling&lt;/span&gt;).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Mengoleksi foto-foto caleg yg unik. Bisa dikirim ke teman-teman lewat email buat bahan ketawa, bahan celaan, dan mungkin bahan skripsi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  3. Mendesain ulang poster-poster caleg: gambarin senyum ala Joker dan jangan lupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quote&lt;/span&gt;-nya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'why so serious!?'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  4. Berfoto penuh gaya atau dengan pose yang sama bersama poster dan banner caleg favoritmu  atau buat foto seolah-olah kamu sedang bersama sang caleg lalu kamu pajang di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  5. Di tiap poster/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;banner&lt;/span&gt;, tambahin tempelan (tepat di jidat caleg) yang berbunyi 'tanya siapa'. Atau, saingi slogannya (misal slogan: hidup adalah perbuatan jadi hidup adalah perselingkuhan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Pasanglah tanda 'Dilarang Memasang Poster Kampanye Di Sini' tepat di samping peringatan 'Dilarang Kencing Disini', pada tembok luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buat yang dipilih:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;7. Bikin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;website &lt;/span&gt;dong, bapak dan ibu sekalian. Jangan cuma bisa ngotorin lingkungan dengan kertas. Atau bikin blog deh, lebih gampang! Masa kalah sama anak SD yang punya blog? Syukur-syukur kalau blognya lucu bisa dibuat jadi buku atau diangkat ke layar lebar, dan bapak dan ibu caleg bisa punya kesempatan jadi pemeran utamanya. Siapa tau nggak jadi caleg, malah bisa jadi bintang film?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  8. Belajar berpose. Carilah fotografer dan desainer yang jago, ini penting! Jangan cuma asal nyengir atau menyeringai pamer gigi berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  9. Liat-liat tempat kalo mau pasang poster. Jangan di kuburan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (emangnya kuntilanak tertarik?), &lt;/span&gt;jangan di pohon, dan jangan di pintu atau tembok rumah orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 10. Berani jadi caleg, kudu PE-DE dong. Jangan bawa-bawa foto Beckham, anak yang udah jadi artis, Obama, atau orang-orang terkenal lainnya. Kita ingin tahu ANDA, bukan foto tetangga yang lebih ganteng yang dipasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Daripada bikin poster, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banner &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;billboard &lt;/span&gt;yang ngotorin lingkungan, mending bikin tas belanja yang ramah lingkungan itu kek, bikin kaos keren kek, note dari kertas daur ulang kek, atau duit partainya dialokasikan buat ngontrak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baywatch &lt;/span&gt;jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;swimming trainer—&lt;/span&gt;supaya, kalau kebanjiran nggak ada masyarakat yang hanyut dengan sukarela lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 12. Tumbuhkanlah ide kreatif sesuai warna partai! Misal: partai yang didominasi warna kuning, diharapkan bagi-bagi cat warna kuning ke masyarakat yang cat rumahnya sudah acakadut (asal jangan satu kota dicat kuning ye). Warna biru: galakan program, 'Kembalikan Biru Sungai, Laut, dan Langit Kami', dengan salah satu caranya: mungutin sampah di Sungai Ciliwung. Buat yang warna partainya merah, ayo bikin acara donor darah. Yang ada garudanya? Lestarikan unggas, sodara-sodari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, rancangan ide-ide kreatif 2009 oleh Fluffy dan PHBM. Tidak peduli bibir Anda kuning, pilih PHBM! Tidak peduli anda berkulit hijau, pilih PHBM! Tidak peduli gigi anda abu-abu, tetap pilih PHBM! PHBM, nomor urut 00!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coblos satu oke, coblos dua-duanya, makin asoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Sunday for all!&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2072251088576514052?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2072251088576514052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2072251088576514052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/obrolan-cewek-12-tips-kreatif-menyambut.html' title='Obrolan Cewek: 12 Tips Kreatif Menyambut Pemilu 2009 Bagi Pemilih dan Yang Dipilih'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/SbPrXGDo0II/AAAAAAAAAMY/kl5ViGmT9yc/s72-c/parpol.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-7919622366865824112</id><published>2009-03-07T22:58:00.006+07:00</published><updated>2009-03-07T23:40:43.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Karen'/><title type='text'>Death Card Or Credit Card?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbKfnmVoWLI/AAAAAAAABnc/1FAXA3YNszw/s1600-h/gold_credit_card_by_twisk.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbKfnmVoWLI/AAAAAAAABnc/1FAXA3YNszw/s200/gold_credit_card_by_twisk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310482413278222514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Karen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Biasanya rubrik Cuci Mata diisi oleh partnerku, Sidney. Hanya saja hari ini dia berhalangan hadir. Karena itu aku akan mengisinya. Aku berusaha keras meniru gaya tulisannya (katanya peniruan di awal pembelajaran menulis itu baik), sehingga harap dimaklumi kalau tulisanku tidak sebagus karyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak tolong &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bill&lt;/span&gt;-nya.” Pelayan menghampiri mejaku dan Sidney.&lt;br /&gt;“Pembayarannya dengan kartu kredit ABC atau tunai?”&lt;br /&gt;“Kartu kredit lain, Mbak,” jawab Sidney. “Kenapa?”&lt;br /&gt;“Kalau dengan kartu kredit ABC dapat diskon 30%.”&lt;br /&gt;“Cuma dengan kartu kredit ABC aja?” tanya Sidney lagi.&lt;br /&gt;“Iya, Bu. Sementara ini kerja sama kita dengan kartu kredit ABC.”&lt;br /&gt;“Saya nggak punya, pakai ini saja ya, Mbak.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku meliriknya dengan tatapan, “Awas-jangan-coba-coba-apply-credit-card-ABC-itu.”&lt;br /&gt;Sejauh ini aku amat pengertian dengan hobi belanja Sidney yang kalau tidak direm bisa kebablasan. Aku pernah membuatnya berjanji untuk “hanya” memiliki tiga kartu kredit saja, dan dia harus memutuskan hubungan mesranya dengan tiga kartu lain yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Sidney “hanya” mempunya tiga kartu kredit, hidupnya menjadi lebih ringan. Hobi menggesek kartu kredit menjadi tidak berlebihan. Kadang-kadang eh, seringnya terjadi pengeluaran yang tidak perlu karena mata kami keburu hijau melihat penawaran potongan 20% dengan menggunakan kartu kredit X. Atau mari makan di restoran anu, hanya perlu bayar setengahnya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bill &lt;/span&gt;di atas Rp100.000,- (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;food only&lt;/span&gt;), jadilah kami dan teman-teman sengaja makan siang di resto tersebut. “Jangan berpikir bahwa itu uang gratis dari kakekmu yang konglomerat, tapi ingat menggesek kartu kredit itu adalah utang yang harus dibayar.” Itu pepatah dariku yang bijaksana kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingat seorang sahabat lesbianku yang pernah dikejar-kejar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;debt collector &lt;/span&gt;kartu kredit. Dia sampai tidak berani masuk kantor karena diteror penagih utang di kantornya. Aku sendiri tidak menyangka bahwa urusan finansialnya ternyata sangat kacau. Padahal kalau pergi sama dia, tampaknya bossy dan royal. Ternyata... Dia juga bilang dia hanya sanggup membayar minimun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;payment &lt;/span&gt;setiap bulannya dari tiga kartu kredit yang dihajarnya sampai limit. Itu sama saja dengan membayar bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang dibelanjakannya? Dia sendiri bingung saat ditanya. “Aku juga nggak tahu. Biasa aja, ke mal, makan, beli baju, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt;, bikin pacar senang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Usual stuffs.&lt;/span&gt; Kamu ngerti dong, kalau udah pegang kartu kredit kadang sering lupa daratan. Baru sampai ke darat saat tagihan dibuka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya, aku tahu betul perasaan itu. Perasaan tegang, jantung berdebar keras, tangan berkeringat dingin saat membuka amplop tagihan kartu kredit. Sidney bahkan pernah berpikir untuk memeriksa EKG karena jantungnya berdebar tidak beraturan setiap kali melihat amplop tagihan kartu kredit. Hahaha. Aku tidak seperti temanku yang dipanggil bagian HRD karena sang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;debt collector &lt;/span&gt;mengganggu kenyamanan kerja karyawan lain. Dia bahkan mendapat surat peringatan dari kantor. Itu sih udah jatuh ketimpa tangga kejeblos sumur. Untung tidak sampai dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman teman lesbianku itu, aku selalu membayar kartu kreditku secara penuh walaupun hatiku nyess setiap kali menekan tombol-tombol angka di ATM. Aku tahu aku dan Sidney punya hobi belanja yang impulsif dan sering kalap, tapi kami tidak mau terjebak dalam belitan utang yang nggak sanggup dibayar, apalagi kalau utanganku untuk membuat kita keliatan sok kaya di depan pacar dan teman-teman. Aih. Aih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginginkan barang-barang tentu bukan perbuatan dosa. Tapi cara memiliki barang-barang tersebut memiliki dua jalan: halal atau tidak halal. Menurutku, berbelanja barang-barang yang bukan barang seperti properti, kelengkapan utama rumah, mobil, dan kebutuhan lainnya yang tidak mendesak dapat ditahan. Kalau tidak memiliki uang, janganlah kalap memaksakan diri. Karena kalau terus menerus memaksakan diri membelanjakan barang-barang di luar kebutuhan primer yang nggak penting-penting amat akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan tidak halal. Dalam hal ini mengutang dan tak sanggup membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu kredit semakin memiliki banyak jenis dan fasilitasnya menerbitkan liur. Kita harus hati-hati dan cermat memiliki kartu kredit sehingga tidak menjadi senjata makan tuan. Siapa yang mau dikejar-kejar hutang atau bangkrut di usia yang sangat muda? Yang jelas bukan aku, Sidney, dan semoga bukan kalian juga. Nggak banget deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Karen, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-7919622366865824112?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7919622366865824112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7919622366865824112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/death-card-or-credit-card.html' title='Death Card Or Credit Card?'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbKfnmVoWLI/AAAAAAAABnc/1FAXA3YNszw/s72-c/gold_credit_card_by_twisk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1365271429258328861</id><published>2009-03-06T22:56:00.006+07:00</published><updated>2009-03-06T23:30:49.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Tertipu Berkali-kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbFO6XSKpGI/AAAAAAAABnU/ZfNcn-r0-8A/s1600-h/Money_by_lilbeaver.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbFO6XSKpGI/AAAAAAAABnU/ZfNcn-r0-8A/s200/Money_by_lilbeaver.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310112200236115042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapa kali kita mendengar ini pernyataan ini: hati-hati, cinta itu buta? Ya, percaya dengan orang boleh-boleh saja, apalagi pacar. Sebuta apakah cinta? Mari kita simak cerita sahabat kita bagaimana dia ditipu oleh pacarnya sehingga semoga kita pun dapat memetik pelajaran penting dan menjadi sangat berhati-hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pertemuanku dengan Mita berlangsung dua tahun lalu. Kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy darat&lt;/span&gt; setelah selama sekitar beberapa bulan akrab di YM. Dia bilang dia yakin jatuh cinta padaku walaupun belum pernah bertemu. Kata-kata indah dan manis yang penuh cinta sering diumbarnya lewat YM, termasuk di hape dan SMS. Kami tinggal di kota yang berbeda, karena pekerjaan membuat dia harus tinggal di kota yang jaraknya 2-3 jam perjalanan bermobil dari kotaku. Untuk sementara kami bersabar untuk menunggu saatnya pertemuan tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saat bertemu pun datang, ketika Mita, kebetulan harus singgah ke kotaku selama satu hari. Kami pun segera menggunakan kesempatan itu untuk bertemu. Aku yang belum berani menyatakan perasaan cinta padanya sebelum bertemu muka, langsung naksir ketika mendapati perempuan andro/b yang cakep dan berpenampilan sederhana tanpa perhiasan atau penampilan mewah apapun.  Aku ingat dia memakai kaus putih garis-garis biru dan celana panjang di mal tempat kami janjian bertemu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami makan, jalan-jalan ke toko buku, dan mengobrol. Hari itu kami berjalan bergandengan tangan seperti sepasang kekasih. Hari itu hari yang membahagiakan bagi kami berdua, dan Mita juga berjanji akan mengusahakan waktu untuk lebih sering datang ke kotaku, yang jaraknya hanya 2-3 jam perjalanan dengan mobil/bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan itu, kami jadi sepasang kekasih, walaupun lebih seringnya kami bertemu di dunia maya atau bertelepon selama berjam-jam setiap hari. Selalu Mita yang datang ke kotaku, terutama pada&lt;span style="font-style: italic;"&gt; long weekend&lt;/span&gt;. Dia tidak pernah mau aku yang datang ke kotanya. “Jangan, Sayang, kamu pasti capek kalau harus nyetir sejauh itu. Lebih baik aku yang datang saja ya.” Perhatiannya membuatku terbuai apalagi lebih sering dia naik bus/mobil travel dari kotanya, dan tidak lupa membawakan oleh-oleh untukku. Pernah suatu hari dia bilang ponselnya dicopet di bus sewaktu pulang sehabis bertemu denganku. Aku yang tidak tega, langsung membeli ponsel terbaru yang jauh lebih canggih untuknya sebagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; surprise gift.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian dia bilang ibunya sakit keras dan dia harus pulang ke kampungnya. Dia meminta tolong padaku untuk membelikan tiket pesawat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online &lt;/span&gt;karena dia berada di lapangan dan tidak punya akses internet. Aku menggunakan kartu kreditku untuk membelikannya tiket PP. Dengan basa-basi aku bahkan menawarkan bantuan finansial untuk pengobatan ibunya. Mita menampik tawaranku dengan keras. “Aku tidak butuh uangmu, aku hanya butuh cintamu,” katanya romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian Mita pulang dan kami menyempatkan diri bertemu. Dia bercerita bahwa ibunya menderita kanker dan kemoterapi menghabiskan uang puluhan juta setiap sesi pengobatannya. Uang tabungannya terkuras habis apalagi dia sebagai anak pertama dan adik-adiknya masih bersekolah dan uang pensiun ayahnya tidak cukup untuk biaya pengobatan. Aku terenyuh mendengar perhatiannya pada sang ibu.  Tanpa pikir panjang aku langsung meminta nomor rekening banknya. Hari itu juga aku mentransfer tiga juta rupiah untuk pengobatan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan berasal dari keluarga kaya. Aku kuliah dengan penuh perjuangan dan bekerja mati-matian untuk mendapatkan gaji yang layak. Jadi ketika aku mengirimkan uang, uang yang kukirim kepada Mita bukanlah uang yang diparkir dengan mudah di bank. Uang itu adalah hasil keringatku membanting tulang. Aku memberikannya kepada Mita karena aku mencintainya. Aku memberikannya kepada Mita karena aku kekasihnya dan kupikir sewajibnya aku mebantu kekasih yang kesusahan, apalagi kekasih memiliki gaji atau level finansial yang lebih rapuh daripadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis cerita tentang ibunya yang sakit, Mita juga bercerita bahwa dia butuh uang banyak untuk uang  masuk kuliah adiknya. Dia bilang, kalau boleh  dia ingin meminjam uang sebanyak sepuluh juta untuk biaya kuliah adiknya. Kukatakan aku akan berpikir dulu. Tapi setelah menimang-nimbang, aku memutuskan untuk merelakan uangku dipinjam Mita. Aku percaya kepadanya. Aku segera mentransfer uang itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mita memang mencicil uang itu dengan baik. Mula-mula dia memberikanku satu juta tiap bulan. Lama-lama dengan alasan kekurangan uang, cicilan menjadi semakin berkurang, dari lima ratus ribu menjadi cuma seratus ribu. Malah pernah seringkali Mita tidak membayar. Aku mencatat pembayaran itu dengan baik, sehingga aku tahu persis berapa jumlah yang belum dikembalikan Mita. Tapi aku tidak menagihnya karena aku percaya dia memang lagi butuh uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang yang dulu belum terlunasi, Mita semakin berani meminjam uang lebih banyak lagi. Dia membiarkanku membayarkan tagihan-tagihan makan siangnya, bahkan sekali pernah minta dibelikan ponsel lagi karena ponsel yang pernah kubelikan padanya dia bilang dijual untuk menutup biaya. Setiap kali bertemu, Mita selalu meminta ini-itu padaku dengan caranya yang tak terlihat sampai penuh dengan cucuran air mata menceritakan deritanya. Sekali lagi, aku percaya kepadanya. Aku percaya dengan kekuatan cinta. Anehnya, Mita tidak pernah memintaku bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Dia selalu bilang tak kenal siapa-siapa. Bertemu dengan sahabat-sahabatku pun sangat keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari aku bertemu dengan sahabatku. Kuceritakan tentang kisah pacarku kepada sahabatku. Sahabatku bukannya trenyuh malah bilang agar aku hati-hati sama Mita. Mungkin pacarku tipe pengeruk uang dari pasangan. Kuunjukkan foto Mita kepadanya. Sahabatku terkejut setengah mati! Dia tahu Mita, gadis yang menjadi pacarku.  Ternyata dia mengenal Mita dengan nama lain, dan bercerita bahwa Mita memang sering menggunakan kebaikan kekasihnya untuk mendapatkan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tadinya tidak percaya, tapi kemudian aku dikenalkan pada mantan Mita, yang mengaku uangnya habis ratusan juta saat Mita meminjam uang dengan pola yang sama seperti yang dilakukannya terhadapku. Mantannya ternyata kaya raya, jauh lebih kaya daripada aku. Jelas aja uang yang berhasil Mita keruk lebih banyak. Tapi setidaknya, aku juga kena dihutangkan sekitar belasan juta. Uang tabunganku hasil keringat bekerjaku! Entah apakah Mita juga sesungguhnya adalah lesbian atau sungguh seorang penipu ulung, aku mejadi tidak percaya dengan apapun. Aku mengkonfrontasi Mita ketika kami bertemu lagi, tapi dia tidak mengaku dan mengatakan semua itu fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat bulan sejak ketauan belangnya seperti itu, Mita menghilang. Lenyap begitu saja. Aku yang tidak pernah tahu di mana tempat tinggalnya juga tidak pernah mendapat nomor telepon rumahnya baru sadar betul, bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang Mita. Aku sadar aku diperdaya oleh perempuan ini. Atas nama cinta, dia merampas segalanya. Atas nama cinta, dia menipuku. Bodohnya aku ditipu oleh manusia seperti ini. Sejak saat itu aku selalu berhati-hati jika berteman di dunia maya. Sangat berhati-hati, sebab segala hal, termasuk cara berpakaian dan latar belakang bisa menipu. Akting tentang penderitaan hidup dapat menyentuh tombol kasihan dalam hati sehingga kita rela melakukan segala hal buat pasangan. Penampilan sederhana juga bukan jaminan orang baik. Jangan biarkan orang seperti Mita merajalela, memudahkan hidupnya dengan mengacak-acak hidup orang lain. Hati-hati, sahabat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(seperti yang diceritakan dan ditulis oleh Lola)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Lola, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1365271429258328861?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1365271429258328861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1365271429258328861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/have-your-say-tertipu-berkali-kali.html' title='Have Your Say: Tertipu Berkali-kali'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SbFO6XSKpGI/AAAAAAAABnU/ZfNcn-r0-8A/s72-c/Money_by_lilbeaver.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5709793597112319372</id><published>2009-03-05T15:54:00.003+07:00</published><updated>2009-03-05T16:35:10.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#De Ni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Frizzy Jo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Home Is Where the Heart Is</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sa-cBJJUUhI/AAAAAAAABnE/d_dGWiHSZUo/s1600-h/HOME_by_poprage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sa-cBJJUUhI/AAAAAAAABnE/d_dGWiHSZUo/s200/HOME_by_poprage.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309634029141905938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: De Ni dan Jo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kesempatan, seorang sahabat bersama partnernya berkunjung ke rumahku. Bukan berkunjung sih tepatnya, tapi menjemputku untuk melanjutkan pergi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out &lt;/span&gt;ke tempat lain. Aku masih ingat keesokan harinya ia mengirimkanku sebuah imel. Imel yang isinya menggambarkan apa yang ia rasakan saat ia singgah ke rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku suka rumahmu, Jo. Rumah dalam arti rumah sebenarnya. Rumahmu sederhana, terlindung oleh rindangnya pepohonan yang menaungi halaman. Pertama kali aku melangkahkan kaki masuk melewati pintu, aku langsung merasakan kehangatan yang bersumber dari dalamnya. Rumah itu penuh dengan cinta. Bahkan aku merasakan kesejukan walaupun tidak kutemukan AC di sekeliling tembok. Aku suka dengan arti kesederhanaan yang terpancar dari rumahmu. Keramahan sapa para tetangga saat kita keluar dari gang yang sempit itu. Aku segera menyadari dari mana kehangatan sikapmu berasal. Aku segera menyadari darimana kesederhanaan sikapmu menular. Rumahmu, Jo, benar-benar cerminan di mana hatimu berada."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku suka berada di dalam rumahku. Untuk masuk ke dalamnya, jalanan itu kecil hanya bisa dilalui oleh motor. Terkadang jika hujan turun dengan lebat, aku harus bangun tengah malam untuk memastikan banjir tidak masuk ke dalam rumah. Terkantuk-kantuk aku akan menempatkan beberapa ember di tempat-tempat air menetes dari atapnya yang bocor. Kalau tidak kebanjiran, belum tentu membuatku bisa bebas beraktifitas sebab seringkali rumahku dikepung oleh banjir. Sebenarnya bisa juga, tapi dengan catatan harus menggulung ujung celana hingga ke paha dan memberikan tontonan gratis kepada tetangga-tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jo, 24 Februari 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak anak-anak kecil yang datang silih berganti ke gubukku entah untuk belajar, bermain atau pun bercerita. Ini gubuk dalam makna sebenarnya. Rumah yang berdindingkan anyaman bambu, beratapkan daun lontar, berubinkan semen, dan bertiangkan bambu yang telah rapuh dimakan rayap. Rumah itu begitu ringkih, tua, dan keropos. Saat hujan tiba, air akan merayap mencari celah-celah untuk dapat masuk dan membanjiri rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubukku berdiri malu-malu di antara rumah-rumah batu yang menjulang tinggi dan kokoh. Ketika hujan lebat menghantam bumi, pasukan air yang berasal dari rumah-rumah batu di sekeliling aku akan segera menyusup dengan cepat membanjiri gubuk. Tak tahu entah ke mana aku akan membuang air-air yang menggenang ini? Sebab aku berada di tempat terendah di atara bangunan-bangunan kuat milik para tetangga. aku hanya berdoa agar tanah gubuk ini segera meminum air dengan rakusnya. Berdoa semoga genangan air segera menyusup ke perut bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gubuk ini, aku memiliki beberapa musuh. Musuh yang pertama adalah para rayap. Tak henti-hentinya aku berburu rayap yang hinggap, bersarang, dan bertelur di cela tiang-tiang bambu. Bagiku, rayap adalah musuh terbesar yang bisa membunuhku kapan saja mereka mau. Rumahku yang bertopang pada tiang-tiang bambu bisa saja rubuh seketika ketika rayap-rayap telah berhasil menaklukkan kekuatan para bambu-bambu tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh lain gubuk kami adalah tikus. Tikus-tikus ini bersarang di mana pun mereka mau. Entah di atap, di celah-celah anyaman bambu, atau di belakang lemari. Yang jelas tikus telah berhasil melubangi anyaman-anyaman bambu yang menjadi dinding rumah. Membuat lubang sebesar yang mereka inginkan. Dan aku berusaha menambalnya dengan kertas karton tebal. Dan musuh yang terakhir adalah nyamuk. Rumahku adalah sarang nyamuk. Aku  adalah manusia yang akan selalu sibuk mengusir nyamuk yang seenaknya terbang, datang, mengigit dan menghisap meski aku sedang asyik nonton TV, makan, ngobrol atau bercanda. Obat nyamuk menjadi begitu akrab di hidung. Begitu akrab masuk ke rongga-rongga dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(De Ni, 24 Februari 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesamaan di antara rumah kami berdua. Sama-sama sederhana dan jauh dari karakter mewah sebuah rumah impian. Jauh sebelum kami sama-sama dewasa, jujur kami berdua memiliki impian yang sama. Memiliki rumah yang besar dan indah dengan desain eksterior dan interior yang tidak kalah dengan rumah indah dan nyaman untuk tinggal bersama keluarga dan hidup bahagia selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataan ternyata berkata lain. Setiap orang yang mengenal kami dan mengetahui kondisi rumah kami kebanyakan akan menyimpan simpati dan kemirisan. Simpati karena kami harus tinggal di rumah yang besarnya tidak bisa ditempati oleh lebih dari tiga orang. Mereka akan bertabrakan saat lalu-lalang keluar-masuk. Miris karena saat mengajak kami untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt; ternyata kami tidak bisa bergabung. Rumah kami terperangkap di tengah banjir saat hujan lebat melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mereka tidak tahu. Rumah kami adalah rumah yang sempurna dalam cinta. Begitu sempurnanya hingga kami betah bercanda dengan dingin saat hujan datang melanda. Bersenda gurau tanpa sadar akan panasnya matahari menyengat. Rumah kami sangat sempurna karena cinta yang selalu memeluk kami saat kami merasa lelah. Karena ada seseorang yang selalu menunggu kami. Kekasih kami dan orangtua kami masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kami pegang, yaitu ketika kami bahagia hidup dalam kesederhanaan bersama dengan orang yang kami cintai dan orang yang mencintai kami, maka kami akan menemukan kekayaan cinta dalam kehidupan. Kami merasa kaya oleh karena cinta. Cinta yang tak pernah surut oleh materi. Cinta yang nikmat walau hanya tersaji begitu sederhana. Cinta yang memberikan tawa dalam tetesan air hujan yang lolos dari atap dan membanjiri rumah. Cinta yang memberi banyak kebahagiaan, menghadirkan senyum renyah walau kami hanya sekedar mencuci piring bersama atau membicarakan tentang film-film favorit melalui dunia maya. Cinta itu begitu berlebih dalam kekurangan. Cinta itu begitu kaya dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta antara kami dengan partner, cinta kami dengan orangtua, cinta kami dengan saudara, bagaikan nyala sebuah lilin putih.  Ia sederhana, nyalanya tidak semenarik obor yang panas dan menderangkan ruangan gelap.  Cinta kami bagai nyala lilin yang malu-malu menyala kecil di sudut ruangan. Sehingga tak mungkin secara bangga mampu diperkenalkan pada semua orang. Namun, tahukah? Nyala lilin yang sederhana itu adalah nyala lilin yang nyata. Ia tak seperti kembang api yang menyala, gempita, semarak lalu kemudian mati dalam sekejap. Nyala cinta kami adalah nyala lilin yang sanggup menerangi kegelapan rumah sepanjang malam hingga pagi menjemput. Nyala lilin itulah yang memberi kekuatan pada kami dalam menjalani cinta tersembunyi ini. Nyala itulah yang akan menuntun kami berjalan dalam gelap hingga kami mampu mencapai tempat tujuan kami. Sebuah tempat yang mampu membuat kami saling menerima apa adanya, sebuah tempat yang mampu membuat kami merasa cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tempat yang sempurna itu adalah rumah kami, rumah sederhana yang sempurna. Begitu sempurna, karena cinta menyadarkan kami bahwa kesempurnaan hanyalah sejauh cara kita memandang arti sebuah kesempurnaan. Kesempurnaan bukanlah kondisi, kesempurnaan adalah sebuah rasa. Sebuah rasa puas. Ketika hati merasa cukup dan jiwa merasa puas, maka rumah kami akan menjadi begitu sempurna. Jadi demikianlah kami memiliki rumah bukan sebagai sekadar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;house&lt;/span&gt;, melainkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;home&lt;/span&gt;. Sebab rumah adalah tempat di mana hati kami berada. Rumah di mana cinta selalu menunggu dan siap memeluk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@De Ni, Jo, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5709793597112319372?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5709793597112319372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5709793597112319372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/home-is-where-heart-is.html' title='Home Is Where the Heart Is'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sa-cBJJUUhI/AAAAAAAABnE/d_dGWiHSZUo/s72-c/HOME_by_poprage.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4172234804917199403</id><published>2009-03-04T22:37:00.005+07:00</published><updated>2009-03-04T23:14:54.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Bening'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bumbu Rahasia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Partnership'/><title type='text'>Pertanyaan-Pertanyaan Aneh Yang Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/Sa6njlzOUrI/AAAAAAAAAMQ/6OCJFu5TriM/s1600-h/Kiss_by_jackufa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/Sa6njlzOUrI/AAAAAAAAAMQ/6OCJFu5TriM/s200/Kiss_by_jackufa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309365240600613554" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sebeningembun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Pertanyaan-Aneh-Yang-Berulang-Ulang-Tapi-Menyenangkan semacam “Aa sayang ngga sih sama adik?” atau “Aa kangen ngga sih sama adik?” belakangan muncul pertanyaan baru yang kerap kuajukan pada Aa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa bosen nggak sih sama adik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku sudah tau jawabannya, namun tetap saja pertanyaan ini tercetus. Sepertinya sudah terprogram di dalam kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak tuh” kata Aa, sambil menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jawaban jenis pertama. Biasa jawaban ini muncul dengan senyuman, pertanda aa lagi santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya-Nggak-laaah-sayaaaang”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban jenis ini muncul komplit dengan penekanan pada tiap kata, pertanda aa lagi enggan melayani pertanyaanku yang aneh-aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, menjelang tidur dengan mata yang sudah merem dan tubuh terbungkus selimut, pertanyaan ini tercetus lagi untuk ketiga kalinya, dan sebelumnya aku juga sudah menerima jawaban jenis pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa…,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hm?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bosen nggak sih sama adik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, kamu ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, bosen nggak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak dong dik. Adik kan kenal Aa yang nggak bosenan. Kaya baju ini nih, biar sudah tapi nggak bosen tuh, justu semakin nyaman dikenakan.“ jawab aa diplomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makin kucel makin enak dipakai ya A? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, begitu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emang adik udah kucel ya? hi hi hi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arrrrrggggggghhhh!!!. Udah ah, sini…!” Aa mengempit kepalaku di keteknya. Menghentikan ketidaknyambungan pertanyaanku. “Baca doa, trus bobo!. Ntar pertanyaan kamu nggak habis-habis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hi hi hi hi” Aku terkekeh puas, sembari melingkarkan lengan di atas perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tau jawaban aa atas pertanyaan-pertanyaan anehku itu. Tapi menyenangkan rasanya mendengar dengan telinga sendiri ucapan atau ungkapan semacam “Iya, Aa sayang sama Adik” atau “Iya, Aa kangen sama Adik” atau “Aa nggak bosen sama adik” keluar dari bibir Aa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kalau tidak begitu, aku akan jarang sekali mendengarkan ungkapan sayangnya. Bukankah sudah berulangkali kukatakan, ia bukan jenis makhluk romantis yang rajin menghamburkan kata-kata manis, kata sayang, cinta dan kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan “Pertanyaan-Pertanyaan-Konyol” ini adalah salah satu cara &lt;i&gt;memaksa&lt;/i&gt; agar aa mengungkapkan perasaannya, yang membuat jiwa ragaku mendapatkan suplai atas kebutuhan pokoknya. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aa melupakan kebutuhan ‘pipiku’ untuk dicium, jangan salahkan aku kalau memaksanya dengan menyodorkan pipiku ke depan wajahnya. :mrgreen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasanganmu tidak romantis? “paksa” dia untuk menjadi romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surukkan tubuhmu ke pelukannya, supaya dia ingat ada kamu di sisinya yang butuh dipeluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sodorkan wajahmu ke wajahnya, supaya dia ingat ada pipi dan bibir nganggur yang butuh ciuman agar tetap bersemu dan merona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapkan perasaan cinta dan sayangmu dengan ucapan dan sodorkan pertanyaan agar perasaanya juga terucap lewat lisan, supaya dia ingat ada dua telinga yang haus mendengar kata cinta dan hm... sedikit rayuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sebeningembun, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4172234804917199403?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4172234804917199403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4172234804917199403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/pertanyaan-pertanyaan-aneh-yang.html' title='Pertanyaan-Pertanyaan Aneh Yang Menyenangkan'/><author><name>sebeningembun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09369683333070764392</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K7B2opJ3yY4/Sa6njlzOUrI/AAAAAAAAAMQ/6OCJFu5TriM/s72-c/Kiss_by_jackufa.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8633696722358668973</id><published>2009-03-03T15:36:00.004+07:00</published><updated>2009-03-03T16:05:19.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Caleg Perempuan dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sazxoxp1hfI/AAAAAAAABm0/EZAWngaqCKk/s1600-h/VOTE_by_diamondwhitewolf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 168px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sazxoxp1hfI/AAAAAAAABm0/EZAWngaqCKk/s200/VOTE_by_diamondwhitewolf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308883743588845042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah kalau musim pemilihan perwakilan di pemerintahan semakin dekat. Suasana  acara di berbagai tempat pun dipenuhi beragam kampanye yang beraneka cara. Ada yang berbisik-bisik membagikan kartu nama bergambar dirinya. Ada yang mengirimkan karangan bunga ke pesta kawinan dengan namanya yang mencolok dan besar. Tentunya memperkosa pohon di sepanjang jalan bukan lagi hal yang aneh. Tempelan poster para calon legislatif merajalela, merambah dari akar hingga pucuk daun. Jika angin punya penopang, mungkin mereka juga akan memajangnya di tengah-tengah udara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat pikiran gatal sebenarnya bukan promosi-promosi yang bikin mual itu. Masalahnya banyak di antara para calon bersikap salah tingkah di depan masyarakat. Yang cari muka tidak sedikit. Yang memiliki dana besar berupaya mencari simpati saudara sekampung halaman. Jalanan di kampung yang tadinya tanah berbatu, akhirnya diaspal. Yang punya relasi dokter kasak-kusuk minta agar jumlah masyarakat desa tertentu diberi pengobatan gratis. Guru-guru SMA yang belum punya fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;diberi GSM atau CDMA paket super murah, agar bisa menggembar-gemborkan namanya di ruang kelas di sela-sela jam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pantang mundur, setengah mati, setengah hidup, setengah tabungan, setengah warisan, semua dihabiskan demi sebuah jabatan yang terlihat sungguh keren dan mentereng di pemerintah. Terlepas nantinya akan menjadi pejabat yang mulia dan mengaspirasikan kebutuhan masyarakat, caleg memang terlihat sebagai sebuah peluang untuk meraih nama dan kekayaan. Padahal, lembaga itu malah terkenal sebagai tempat paling korup. Lalu bagaimana peran para calon legislatif perempuan yang akan duduk di sana nanti? Jika memang dipilih oleh  kaum perempuan, akankah nantinya malah ikut-ikutan atau terpaksa menjadi imbas rumor koruptor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang caleg perempuan, konon katanya agar berhasil mengaspirasikan kepentingan kaum perempuan, kuota tempat perempuan pun harus memenuhi target. Yang lucunya, karena setiap partai wajib memenuhi jumlah perempuan , mereka terpaksa mencalonkan “siapa saja” tanpa memandang kualitas. Kualifikasi tak lagi penting demi memenuhi target tadi. Entah apa yang ada dalam pikiran perempuan-perempuan yang menjadi caleg, mudah-mudahan bukan impian ala Ponari. Jika memang selama ini mengerti visi/misi, bahkan telah menjadi kader partai sejak lama, mungkin ia masih memiliki bobot untuk menyejahterakan kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana jika caleg yang dinominasikan dadakan alias instan? Misi apa yang akan diemban, apalagi asal usul pendidikan para caleg ini dikarang, mutu dan kualitas diabaikan? Bagaimana negara ini menjadi aman, damai, dan makmur jika peraturan-peraturan yang dilahirkan berasal dari legislatif, yudikatif, dan eksekutif instan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, mungkin itu adalah jawaban yang paling menarik ketika seseorang menanyakan, “Kamu akan memilih siapa untuk kursi DPD? DPR RI? DPRD Provinsi? DPRD Kota?" Jika perempuan sebaiknya memilih perempuan, benarkah kita memilih perempuan-perempuan caleg instan tadi, yang jelas-jelas tidak kita ketahui latarbelakang, bobot, dan kualitas karier, bahkan tidak tahu apa-apa? Bukankah berarti seperti membeli kucing dalam karung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didesak oleh masa kampanye yang hampir berakhir, waktu yang semakin dekat, dana kampanye yang sudah hampir habis, para caleg melakukan segala cara untuk mencapai target suara yang diinginkan.  Jika perlu memakai kerudung untuk menjadi pakaian sehari-hari maka kerudung pun dipakai. Jika perlu mendatangi gereja dan mesjid sebagai bagian dari penarik hati  massa, maka kegiatan itu pun harus dilakukan. Tuluskah niat itu, bahwa jika nanti terpilih akan benar-benar menjadi mediator dalam perbaikan nasib masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari kaum perempuan, tentu saja para lesbian, juga memiliki kepentingan sendiri ketika akan memilih seseorang untuk dijadikan perwakilan dalam menyampaikan aspirasi  apapun bentuknya. Namun jangan sampai pilihan itu menjadi bumerang. Jangan sampai menjadi racun menyakitkan yang membunuh kita pelan-pelan. Apalagi kemudian para perwakilan perempuan ini malah menyudutkan, menyulitkan, bahkan melakukan diskriminasi terhadap kita semua. Perempuan memilih perempuan memang imbauan yang baik, lesbian memilih perempuan juga oke, tapi lesbian memilih laki-laki juga tidak ada salahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencermatan yang tajam untuk menyalurkan suara tersebut kepada orang yang tepat benar-benar harus dimulai dari sekarang, bukan dadakan ketika berada di ruang pencoblosan pada 9 April mendatang. Apalagi mencontreng nomor seseorang yang hanya bermodalkan senyuman manis. Nasihat mengatakan, “Jika ragu-ragu, lebih baik tinggalkan”, mungkin memang benar. Keputusan tak memilih lebih baik daripada salah memilih. Namun saya takkan mengimbau agar teman-teman lesbian tak menyuarakan hati nuraninya. Bagaimana pun satu suara merupakan harapan akan sebuah perbaikan. Sebab niat yang baik akan selalu berakhir dengan hasil yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8633696722358668973?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8633696722358668973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8633696722358668973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/tajuk-caleg-perempuan-dan-kita.html' title='TAJUK: Caleg Perempuan dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/Sazxoxp1hfI/AAAAAAAABm0/EZAWngaqCKk/s72-c/VOTE_by_diamondwhitewolf.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-7070200270490450953</id><published>2009-03-02T21:13:00.006+07:00</published><updated>2009-03-02T21:50:56.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Savxk7s8t0I/AAAAAAAACXA/k7Bkqff3rjA/s1600-h/image1.flagraisingsmall.20090114_034122594792.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Savxk7s8t0I/AAAAAAAACXA/k7Bkqff3rjA/s200/image1.flagraisingsmall.20090114_034122594792.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308602202590066498" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sydney Mardi Gras memasuki tahun ke-31 pada tanggal 14 Februari 2009 ini. Selama tiga minggu sampai tanggal 7 Maret 2009, warga kota Sydney, Australia, akan dihibur oleh beragam acara dalam Sydney Mardi Gras. Beberapa bintang seperti Joan Rivers dan Alan Cumming tampil dalam acara ini. Pertunjukkan teater &lt;font style="font-style: italic;"&gt;Angels in America: Part I &lt;/font&gt; berlangsung di Riverside Theatres---dan puncaknya adalah Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras Parade pada hari Sabtu, 7 Maret 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info lebih lanjut: &lt;a href="http://www.mardigras.org.au/"&gt;http://www.mardigras.org.au/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-7070200270490450953?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7070200270490450953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7070200270490450953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/sydney-gay-and-lesbian-mardi-gras-2009.html' title='Sydney Gay and Lesbian Mardi Gras 2009'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/Savxk7s8t0I/AAAAAAAACXA/k7Bkqff3rjA/s72-c/image1.flagraisingsmall.20090114_034122594792.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5208473326797073140</id><published>2009-03-02T13:28:00.004+07:00</published><updated>2009-03-02T16:17:12.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Arie Gere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Partnership'/><title type='text'>Berbeda Itu Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaujonU5kiI/AAAAAAAACW4/wnoPD7xAoT0/s1600-h/fishy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaujonU5kiI/AAAAAAAACW4/wnoPD7xAoT0/s200/fishy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308516503932998178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Arie Gere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar kami, banyak sekali bukunya Michiru, baik itu yang dibeli sendiri, dianugerahkan orang-orang baik kepadanya, atau turunan dari sang ayah. Wah, aku kagum dengan buku-buku yang dimiliki kekasihku, ternyata kecintaannya akan membaca sama denganku. Hah, tetapi bedanya, koleksi bukuku sama sekali nggak banyak, secara uangnya pas-pasan untuk beli buku. Semasa kuliah dulu, aku suka berlarut-larut di perpustakaan hanya untuk menyelesaikan membaca sebuah buku. Waktu masih kuliah, aku punya buku favorit untuk selalu dibaca di waktu senggang. Judulnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kesusasteraan Melayu Tionghoa Indonesia&lt;/span&gt;. Jilidnya ada berapa banyak aku lupa, yang pasti aku kesengsem banget sama penulis-penulis cihuy pada saat itu. Yah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt;-nya sekitar tahun 1900-lah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang penulis andal yang aku kagumi adalah Kwee Tek Hoay dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nonton Capgome &lt;/span&gt;(1930)-nya yang buat aku tertawa pingkal-pingkal bila membacanya. Selain menyegarkan, penuh inspirasi. Aku juga ingat saat dulu ketika membaca kisah seorang pemuda malas kaya raya yang tiba-tiba jatuh miskin dan tak punya apa-apa lagi. Ah sayang sekali aku lupa apa judulnya. Saat miskinnya, dia bertemu dengan kekasih hatinya dan kemudian mereka menikah. Hidupnya, lamban laun membaik dengan adanya tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tahu apa yang dia lakukan untuk mencari nafkah? Pemuda ini berkeliaran mulai dari malam sampai subuh di daerah rawa dan persawahan. Tahu dia mau ngapain? Dia mau mencari kodok sebanyak-banyaknya untuk dimasak dan dijual di rumah makan yang baru dirintisnya. Dengan tangannya sendiri? Yah dengan tangannya sendiri. Sulit dibayangkan bila seorang pemuda yang dulunya malas, yang dulunya kaya raya, dan tak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena semua sudah terpenuhi, harus menangkap kodok di tengah pagi buta saat orang lain sedang terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, aku benar-benar salut dengan pemuda ini, memang benar, tak ada yang abadi. Kekayaan. Harta. Apa pun itu, tak ada yang abadi. Tapi satu hal yang aku yakin, cinta itu abadi. Tak pelak lagi, sang pemuda itu pun bersedia memenuhi kebutuhan keluarganya karena cinta. Cinta itu menguatkan segalanya, di kala resah, datanglah kepada cinta. Minta iba padanya, mintalah cinta yang menguatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, balik lagi ke koleksi buku aku dan Michiru. Ternyata, dari sudut membaca buku, selera kami berdua ternyata berbeda. Aku adalah sang pe-menye-menye stadium tinggi, sukanya baca buku yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow&lt;/span&gt;, maksudnya buku fiksi yang mampu mengaburkan bayangan kita atas fakta yang sebenarnya terjadi. Aha? Rupanya kekasih berbeda lagi, karena dia hanya suka membaca yang berbau fakta, sejarah dan ilmu-ilmu komunikasi yang digemarinya. Fiksi? Enyah deh sama dia. Buktinya, buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mencintai Jo&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gerhana Kembar&lt;/span&gt; yang sengaja kusisipkan di lemari buku kami, lewat aja sama dia. Dari segi film juga begitu, film kesukaanku adalah film kartun anak-anak, drama mellow, dan sinetron Indonesia yang menye-menye. Hahhahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michiru bilang sih, "Penting banget ya nonton ginian? Tidak mendidik sama sekali." Hehehhehe, bodo ah, palingan yang kulakukan adalah mengecilkan volume televisi sambil tetap kekeuh menonton acara yang kusuka. Kalau soal lagu, selera yang masih bisa disamakan adalah dangdutan. Karena Michiru akhir-akhir ini selalu pake NSP &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menunggu &lt;/span&gt;– Ridho Irama, aku jadi keterusan dengarin lagu itu di kantor. Serunya lagi pas karokean, waktu bareng menyanyikan lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gadis atau Janda&lt;/span&gt;, aksi kami berdua bakal kompak banget di lagu ini. Jadinya, yang denger malah ketawa-ketawa kalau kami nyanyi berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway, &lt;/span&gt;ternyata nggak semuanya yang dipandang sama itu indah ya? Saat ini, justru perbedaaan yang membuatnya semakin bermakna. Yah, asal jangan berbeda terus sih. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I love her, and always love her&lt;/span&gt;. Dunia ini indah dengan cinta dan bersamanya aku mabok cinta setiap hari. Hhahahahhaha, gombal banget ya? Sayangnya, Michiru paling nggak suka kata-kata manis yang berlebihan, menurutnya Gombal Gimbal. Hhahhahaha... Sedangkan menurutku, aku nggak pernah menggombal sama sekali. Lah wong memang aku orangnya begini, kalau cantikku bilang cantik, kalau senang ku bilang senang. Dan bagiku, setiap saat dialah yang paling cantik dan menarik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That’s true, babe&lt;/span&gt;. Kamu adalah Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Arie Gere, Sepoci Kopi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5208473326797073140?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5208473326797073140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5208473326797073140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/berbeda-itu-indah.html' title='Berbeda Itu Indah'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaujonU5kiI/AAAAAAAACW4/wnoPD7xAoT0/s72-c/fishy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-9097904088512916188</id><published>2009-03-01T19:49:00.029+07:00</published><updated>2009-03-03T16:50:38.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 5+1 Artis Tercantik Versi SepociKopi</title><content type='html'>Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu dan lain hal hari ini Fluffy &lt;span style="font-style: italic;"&gt;off &lt;/span&gt;nulis OCe alias Obrolan Cewek, dan giliran Alex yang tampil minggu ini. Alex nggak jago dalam bikin tips seperti Fluffy, tapi Alex jago untuk urusan cewek. Hihihi.  Hasil iseng ngobrol sama teman lesbian ngebahas siapa ajaaaa siiiih artis tercantik versi kami. Nah, berikut ini hasilnya. Ada 5+1 aktris/penyanyi cewek tercantik yang kami anggap paling beredar di layar televisi kita. (Maaf ya, buat penggemar JuPe dan DePe, kita nggak masukin mereka di sini :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Bunga Citra Lestari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris/penyanyi yang biasa dipanggil BCL atau Flower Image Forever dalam bahasa Inggris ini selain cantik juga jago nyanyi.  Pertama kali terjun ke dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entertainment &lt;/span&gt;dengan menjadi pemain sinetron berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ABG. &lt;/span&gt;Sekarang cewek berusia 25 tahun yang udah jadi istri Ashraf Sinclair belakangan malah lebih dikenal sebagai penyanyi dengan suara khasnya sejak main di film layar lebar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Pertama (Sunny) &lt;/span&gt;di mana dia juga mengisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soundtrack-&lt;/span&gt;nya. Itu lho lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunny&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku Tak Mau Sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaqKa-8UexI/AAAAAAAACWY/62VWFGUbicw/s1600-h/bcl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaqKa-8UexI/AAAAAAAACWY/62VWFGUbicw/s320/bcl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308207306986781458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BCL juga berkolaborasi dengan Ari Lasso dalam lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku dan Dirimu &lt;/span&gt;yang termuat dalam album The Best of Ari Lasso. Tahun 2008 BCL main film layar lebar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saus Kacang &lt;/span&gt;bersama sang suami. Filmnya sendiri tidak mendapat sambutan heboh, tapi album solo BCL &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tentang Kamu &lt;/span&gt;menjadi album hits dengan beberapa lagu andalan antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tentang Kamu &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernah Muda&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pssst, bahkan ada seorang penulis di SepociKopi yang tergila-gila pada Bunga ini lho... (huehehe... sampai pernah tulisannya dimuat di sini :p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sandra Dewi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dikenal dengan nama Sandra Dewi, perempuan keturunan Tionghoa ini bernama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri lahir di Pangkal Pinang, Bangka 8 Agustus 1983. Namanya melejit sejak bermain dalam film layar lebar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quickie Express &lt;/span&gt;bersama dengan Tora Sudiro dan Aming. Kemudian wajahnya laris manis di layar televisi dengan sinetron &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Indah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOjeW6nI/AAAAAAAACWA/_d1DDHNhD5M/s1600-h/sandra-dewi-16.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOjeW6nI/AAAAAAAACWA/_d1DDHNhD5M/s320/sandra-dewi-16.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307000929199254130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Niat awal ke Jakarta untuk kuliah malah mengantar Sandra Dewi ke dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entertainment. &lt;/span&gt;Dimulai saat mengikuti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fun Fearless Female &lt;/span&gt;Majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cosmopolitan &lt;/span&gt;2006. Dalam ajang tersebut, Sandra meraih juara dua. Kemenangan itu menjadi batu loncatan bagi Sandra, setelah salah satu juri ajang tersebut, Nia Dinata menawarinya untuk casting. Sandra lolos casting untuk peran Lila, dokter cantik dan pintar di film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quickie Express&lt;/span&gt; (2007). Dan setelah itu, semua media tidak henti-hentinya memuat gadis cantik yang jadi idaman banyak lelaki dan... perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kirana Larasati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktris&lt;span style="font-style: italic;"&gt; cute &lt;/span&gt;berusia 21 tahun ini baru dikenal luas oleh publik pada saat bermain dalam sinetron Azizah. Sebenarnya sejak tahun 2002 dia sudah malang melintang jadi model iklan televisi, mulai dari iklan Vitacimin, Biore, Rexona, Garuda Ting-Ting, Flexi, dll. Dia juga banyak mendapat peran kecil dalam berbagai sinetron. Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azizah, &lt;/span&gt;Kirana Larasati memperoleh peran utama dalam sinetron &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karissa &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cucu Menantu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOiyY5CI/AAAAAAAACV4/Q8w2CSP8crw/s1600-h/kiranabw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOiyY5CI/AAAAAAAACV4/Q8w2CSP8crw/s320/kiranabw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307000929014834210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak hanya sinetron, Kirana juga  bermain dalam film layar lebar. Pada tahun 2008 dia menjadi peran utama dalam dua film yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perempuan Punya Cerita &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Claudia/Jasmine&lt;/span&gt;. Melihat aktingnya dalam kedua film tersebut, saya yakin Kirana Larasati memiliki potensi besar untuk menjadi makin terkenal dalam dunia film. Dalam Festival Film Bandung 2008, Kirana memperoleh nominasi untuk Pemeran Utama Wanita Terpuji di film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Claudia/Jasmine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Luna Maya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran Bali 25 tahun lalu ini menjadi magnet di layar TV. Tanpa perlu menyebut hubungannya dengan Ariel Peterpan (halah!, hehehe), statusnya sebagai model, aktris, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;host, &lt;/span&gt;bintang iklan, membuat Luna Maya jadi sorotan tanpa henti. Tidak ada hari tanpa Luna Maya di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaqKa-9WGkI/AAAAAAAACWg/88WauOIyJfs/s1600-h/lunamaya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 217px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaqKa-9WGkI/AAAAAAAACWg/88WauOIyJfs/s320/lunamaya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308207306991082050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perempuan dengan tinggi badan 173 sentimeter ini memulai karier filmnya dalam film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;30 Hari Mencari Cinta (I love this movie! --red/Alex). &lt;/span&gt;Setelah itu dia bermain dalam beberapa film layar lebar, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Silver, Jakarta Undercover, Ruang, Pesan Dari Surga, Asmara Dua Diana. &lt;/span&gt;Menurut pendapat saya, Luna nggak cocok jadi aktris layar lebar, rasanya dia tuh nggak bisa "keluar" dari Luna Maya-nya. Mungkin boleh dicoba agar Luna dapat peran antagonis yang sejahat-jahatnya, hm pasti bakal menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Asmirandah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di antara semua artis yang ada dalam daftar ini, Asmirandah alias Andah adalah yang termuda, usianya baru 19 tahun. Gadis keturunan Belanda ini belakangan wajahnya beredar di layar TV sebagai model iklan Indosat IM3 versi CuMi, Gery Cokluut, dan Axe versi saus di roti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dia woow sekali di sini!-red/Alex).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOeuKq9I/AAAAAAAACVg/sVhc-bqJvKc/s1600-h/asmirandah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 212px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOeuKq9I/AAAAAAAACVg/sVhc-bqJvKc/s320/asmirandah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307000927923383250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain menjadi model iklan, Asmirandah bermain dalam banyak sinetron. Beberapa sinetronnya yang terkenal adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kawin Gantung, Aisyah, Cinta SMU 2. &lt;/span&gt;Saat ini Asmirandah berperan sebagai tokoh antagonis dalam sinetron Sekar, yang walaupun jadi tokoh jahat tetap saja terlihat cantik dan bersinar. Setiap kali dia tampil di layar TV, mau jadi tokoh utama yang baik hati maupun tokoh antagonis yang bengis, atau model iklan, Asmirandah selalu bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;+1 Anggun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, hm... hhh... Anggun gitu lho. Cantik. Berkilau. Memesona. Cerdas. Berprestasi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nuff said!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOXQV2yI/AAAAAAAACVw/yGoP0566sjQ/s1600-h/anggunluminescence20.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaZBOXQV2yI/AAAAAAAACVw/yGoP0566sjQ/s320/anggunluminescence20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307000925919238946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-9097904088512916188?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9097904088512916188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/9097904088512916188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/03/obrolan-cewek-51-artis-tercantik-versi.html' title='Obrolan Cewek: 5+1 Artis Tercantik Versi SepociKopi'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaqKa-8UexI/AAAAAAAACWY/62VWFGUbicw/s72-c/bcl.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1400534439137205074</id><published>2009-02-28T23:30:00.008+07:00</published><updated>2009-03-01T00:24:50.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>Rich And Famous Socialite</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SalwSmx5ZhI/AAAAAAAABmE/NtkfBPR9ekg/s1600-h/Princess_by_Ninoness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SalwSmx5ZhI/AAAAAAAABmE/NtkfBPR9ekg/s200/Princess_by_Ninoness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307897100782626322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend &lt;/span&gt;partner mengajakku menghadiri pertunjukkan musik klasik dan soprano yang diadakan di kafe yang dijadikan pusat budaya.  Aku sebenarnya bukan tipe pecinta kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arts&lt;/span&gt;, partner yang lebih menyukai kegiatan semacam itu. Dia bergaul dengan perempuan-perempuan dari kalangan atas. Apalagi di pertunjukkan musik klasik dan soprano yang merupakan bagian dari penggalangan dana ini biasanya dihadiri oleh sahabar-sahabat partner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dibuka dengan makanan kecil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hors d'oeuvre&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; free flow wine.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rich and famous Jakartans are among the guests. &lt;/span&gt;Beberapa teman partner memang perempuan sosialita, perempuan-perempuan yang biasa dilihat di majalah-majalah gaya hidup. Perempuan-perempuan yang bertebaran di mal-mal kelas premium. Perempuan-perempuan yang sudah pasti hanya tinggal di Jakarta atau kota besar yaitu Surabaya dan Bali. Perempuan kaya, yang kekayaannya sungguh menembus langit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kupikir banyak dari mereka yang “sombong” atau “banyak tingkah”. Apalagi kebanyakan dari mereka merupakan perempuan yang lahir dengan "status". Sekolah di luar negeri. Saat lulus, tampuk presiden direktur telah menanti. Tidak perlu susah payah memikirkan biaya hidup. Kupikir mereka hanya merupakan perempuan-perempuan cantik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high maintenance&lt;/span&gt;, lahir dengan keberuntungan yang hanya tahu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;party-party&lt;/span&gt; saja dan tak peduli pada dunia. Ah, alangkah sempit cara berpikirku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaul bersama mereka, aku juga baru tahu bahwa gelar sosialita adalah sesuatu yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;earned &lt;/span&gt;bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;born with&lt;/span&gt;. Aku kenal seorang perempuan yang tidak terlahir dari keluarga kaya, tapi berkat kemampuan dan prestasinya, dia menjadi bagian dari kalangan elite tanpa pernah dianggap lebih hina karena dulu dia tidak menenteng tas Prada dan memakai sepatu Christian Louboutin. Saya kenal dengan seorang perempuan lesbian yang sangat kaya raya tapi berpenampilan sangat sederhana walaupun selalu menghadiri acara pesta-pesta kaum jetset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja mereka berhak berkumpul semewah-mewahnya kalau mereka mau. Seorang sosialita memanfaatkan acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;party &lt;/span&gt;sebagai sarana&lt;span style="font-style: italic;"&gt; to see and be seen among the creme de la creme of society. Party&lt;/span&gt; pun sering kali jadi acara penggalangan dana yang tidak perlu digembar-gemborkan, sampai jadi media kampanye partai politik atau kampanye caleg, misalnya. Beberapa dari mereka yang jadi pelindung yayasan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemasyarakatan. Mereka aktif dalam berbagai kegiatan penggalangan dana, bahkan tidak segan-segan langsung turun tangan mengurus kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari kacamata orang luar, kegiatan acara musik klasik dan soprano ini tampak hanya hura-hura tak penting yang akan berakhir di halaman majalah dengan foto-foto sosialita bersama pasangannya. Apalagi harga tiket yang bisa buat membeli berkarung-karung beras. Tapi ternyata hasil penjualan tiket disumbangkan sepenuhnya untuk beasiswa anak-anak tak mampu namun berprestasi. Sang sosialita penggagas acara ini lebih berprinsip memberi orang kail daripada ikan. Kekayaan bukan menjadi kemarukan, melainkan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing &lt;/span&gt;kepada sesama yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang minder ketika berhadapan dengan kaum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rich and famous&lt;/span&gt; ini. Saking mindernya, mereka bahkan sudah berprasangka bahwa si kaya pastilah jahat. Sesuai dengan apa yang sering dilihat di sinetron, orang kaya pasti melakukan banyak pekerjaan yang kotor. Yang kaya pasti sombong jika sedikit saja dia tidak berminat berteman dengan seseorang. Yang kaya pasti semena-mena jika berhadapan dengan orang-orang kecil. Padahal itu tidak sepenuhnya benar. Teman-teman sosialita yang menjadi teman-teman partner sama sekali tidak begitu. Mereka sangat perhatian dengan kaum papa, sopan, dan menghormati sesama. Mereka sangat ramah, baik hati, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan orang miskin yang dengki terhadap mereka yang kaya? Banyak orang miskin yang juga jahat, bersikap semena-mena, dan sombong dengan kemiskinan mereka. Maksudku, mentang-mentang miskin, mereka merasa berhak menuntut ini itu, berhak berkata-kata jahat, berhak menghancurkan properti orang lain, berhak menjelek-jelekkan seseorang, berhak menghakimi orang kaya, berhak merasa dialah yang paling putih hatinya. Apakah kita menilai kualitas manusia dari apa yang (tidak) dimilikinya? Semakin tidak memiliki mobil, berarti dia adalah orang jujur. Semakin tidak memiliki rumah besar, berarti dia adalah orang senasib seperti kita. Semakin tidak mengenakan barang-barang mahal, berarti dia adalah rendah hati. Apa yang dimiliki dan (tidak) dimiliki selayaknya tidak menjadi sasaran penilaian terhadap kualitas pribadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara musik klasik dan soprano berakhir pada pukul sebelas malam. Beberapa teman partner mengajak kami berdua menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;breakfast at hotel Mulia &lt;/span&gt;besok bersama-sama anak-anak mereka. Kami tidak berjanji karena aku lebih suka bergelung bersama partner di minggu pagi yang cerah di balik selimut yang hangat. Hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1400534439137205074?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1400534439137205074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1400534439137205074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/rich-and-famous-socialite.html' title='Rich And Famous Socialite'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SalwSmx5ZhI/AAAAAAAABmE/NtkfBPR9ekg/s72-c/Princess_by_Ninoness.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-3820789997966931171</id><published>2009-02-27T13:42:00.008+07:00</published><updated>2009-02-27T14:44:28.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Sampai Maut Memisahkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeVVsILxrI/AAAAAAAABlc/k2Yy4oIYfHQ/s1600-h/7726626cc6491c666665e107e0de6f71.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeVVsILxrI/AAAAAAAABlc/k2Yy4oIYfHQ/s200/7726626cc6491c666665e107e0de6f71.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307374885734696626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bisakah kita mencintai pasangan kita sampai maut memisahkan? Mengenangnya dengan penuh cinta? Dengar kisah sahabat lesbian kita Tasya yang mengungkapkan kisah masa lalunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkan namaku Tasya. Kejadian ini terjadi delapan tahun yang lalu ketika aku masih kuliah di salah satu universitas di Bogor. Aku dan temanku Anita kuliah di tempat yang sama tapi kami berbeda jurusan. Perkenalanku dengan Anita terjadi ketika aku mencari tempat kost di Bogor. Kebetulan Anita yang tinggal sendirian di satu kamar mau menerimaku sebagai teman sekamarnya. Hari-hari kami lalui tanpa terasa aneh. Sikap Anita yang perhatian kuanggap wajar karena kami merasa cocok satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjadi sepasang kekasih setelah tiga bulan aku menjadi teman sekamarnya. Pada malam itu ketika kami lagi santai ngobrol, Anita membuka pembicaraanya dengan berkata, "Tasya, kamu cantik."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Masa sih? Kamu juga cantik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar, aku suka sama kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang benar? Aku juga suka sama kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku pikir semua itu hanya bercanda. Akhirnya kejujuran itu pun terungkap. Kami memang  saling mencintai. Sejak saat itu aku menjadi kekasihnya dan melalui hari-hari selanjutnya dengan bahagia. Tak pernah ada yang mencurigai kami karena kami selalu bersikap wajar dan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun aku menjalin hubungan dengannya, Anita selalu mengatakan, "Sya, kamu jangan tinggalkan aku, ya?". Setiap kali dia berkata seperti itu aku membalasnya, "Kamu pikir aku akan pergi kemana? Orang yang kucintai hanya kamu. Mana mungkin aku meninggalkan kamu?" Dia selalu tersenyum setiap mendengar jawabanku. Tatapan matanya yang lembut menyejukan hatiku. Ya Tuhan, mana mungkin aku mengkhianatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya yang cantik dan tampak segar tak pernah membuatku curiga kalau dia mengidap leukimia. Setiap kali dia minum obat aku selalu bertanya, "Itu obat apa?" Anita hanya menjawab, "Ini vitamin biar sehat!" Hanya itu jawaban yang sering di ucapkannya. Vitamin kok sebanyak itu, batinku. Aku tak berusaha mencari tahu atas kebiasaannya itu. Bahkan sering kali hidungnya mimisan di hadapanku. Ketika aku bertanya kenapa, dia hanya menjawab mungkin dia panas dalam. Kekuatiran mulai menyelimuti hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah dua tahun kebersamaan kami, sering kulihat wajahnya terlihat pucat. Perasaanku menyatakan dia menyembunyikan sesuatu dariku, tapi aku tidak bertanya apa-apa karena aku yakin Anita takkan mungkin menyembunyikan apapun dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba akhirnya pada liburan akhir semester lima. Anita pulang ke rumahnya di Malang dan aku pulang ke Bandung. Hal yang tidak aneh sebab setiap liburan semester kita selalu pulang ke rumah masing-masing. Setiap saat aku merindukan dirinya, aku mengirimkan sms atau menelponnya. Begitu pun dia. Namun, satu minggu setelah kami liburan, Anita tak  pernah menjawab sms-ku, bahkan saat aku menelponnya yang menerima hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mailbox&lt;/span&gt;. Tidak tahu apa yang terjadi, akhirnya aku memutuskan pergi ke Malang, ke rumahnya  Anita. Aku tahu di mana rumahnya karena aku pernah mengunjunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai di kota Malang. Aku di sambut oleh ibunya dan kedua kakaknya, tapi aku tak melihat Anita. Ibunya Anita menghampiriku dan berkata sedih, "Tasya, maafin ibu dan Anita ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa dengan Anita, Bu?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya Anita menjelaskan panjang lebar tentang Anita bahkan tentang kecurigaanku tentang obat yang sering diminumnya. Semua akhirnya terjawab kalau Anita  mengidap leukimia dan tiga hari setelah kepulangannya ke Malang, tubuhnya drop dan nyawanya tak terselamatkan. Ibunya Anita mengantarkanku ke kuburannya di mana Anita beristirahat untuk selamanya. Aku memandangi tanah merah yang masih basah dan batu nisan yang bertuliskan Anita Sri Rahayu Binti Samsuri, lahir 19 Januari 1980, wafat 5 Agustus 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menitikan air mata dan berdoa untuknya. Setelah aku kembali ke rumahnya Anita, ibunya memberiku sepucuk surat yang ditulis Anita dua hari sebelum dia pergi untuk selamanya. Aku pun langsung membukanya dengan tergesa. Aku membaca kata demi kata. Tibalah pada bait terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tasya-ku tersayang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;.............................., maafkan aku, aku sangat mencintaimu walaupun kita tahu bahwa ini adalah rahasia kita berdua. Kau begitu baik padaku dan aku nggak ingin kehilangan kamu. Maaf atas ketidakjujuranku karena aku nggak ingin kamu bersedih karena aku. Kalau suatu hari aku pergi meninggalkanmu untuk selamanya, aku ingin kau menikahi laki-laki yang mencintaimu. Cukuplah aku perempuan terakhir di hatimu.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencintaimu,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat terakhir Anita membuat aku terenyak walaupun belum berhasil mewujudkan impiannya. Kini aku sudah bekerja di salah perusahaan swasta di Jawa Timur. Aku belum menikah karena masih sulit mencintai laki-laki walaupun berusaha keras. Anita begitu istimewa di hatiku sampai selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diceritakan dan ditulis oleh Tasya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Tasya, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-3820789997966931171?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3820789997966931171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3820789997966931171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/have-your-say-sampai-maut-memisahkan.html' title='Have Your Say: Sampai Maut Memisahkan'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeVVsILxrI/AAAAAAAABlc/k2Yy4oIYfHQ/s72-c/7726626cc6491c666665e107e0de6f71.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5055927802768361069</id><published>2009-02-27T08:31:00.007+07:00</published><updated>2009-02-27T14:34:29.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Friendship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Bibiy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><title type='text'>Cuci Mata Di Lapangan Squash</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeW0zDKcNI/AAAAAAAABlk/IztZjer_oiE/s1600-h/recreation-squash-racket_%7Eu11114760.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeW0zDKcNI/AAAAAAAABlk/IztZjer_oiE/s200/recreation-squash-racket_%7Eu11114760.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307376519680258258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Bibiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu, hari saya berolahraga. Hari menguras, memeras, memaksa keringat saya yang bak putri malu agar keluar dari pori-pori kulit saya yang sempit untuk menyapa dunia. Seperti biasa saya kencan dengan beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sparing partner &lt;/span&gt;squash saya. Biasanya kami berkumpul jam 10 tepat, kali ini agak molor. Gara-gara mendung yang belakangan kebangetan karena selalu muncul pagi hari, tidur saya pun jadi bablas lanjut terus tanjung kimpul. Pagi yang mendung memang racun penggoda yang bikin saya berubah menjadi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sleeping Beauty&lt;/span&gt; di pulau kapuk, tapi tanpa putri cantik yang membangunkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, malas punya malas, molor punya molor, tepat jam 11 saya dan teman-teman sudah berada di lapangan. Sudah ada beberapa pasang orang yang (sepertinya) sudah bermain sejak pagi. Terlihat dari wajah-wajah mereka yang dialiri keringat, seperti ikan yang baru dikail nelayan dari laut. Tampak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh &lt;/span&gt;dan basah, setidaknya kaos mereka. Tidak seperti saya yang masih bermuka bantal karena cuma berbekal sikat gigi dan cuci muka sebelum berangkat. Ditambah lagi tubuh saya terasa kaku dan berat karena saya paling malas melakukan pemanasan sebelum olahraga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena rombongan berjumlah lima orang dan kami hanya memesan satu lapangan, squash pun digilir. Kebetulan saya mendapat giliran kedua. Sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sparing partner &lt;/span&gt;saya konsentrasi melihat teman kami menjajal lapangan untuk 15 menit pertama, saya sibuk celingak-celinguk ke lapangan sebelah. Empat lapangan squash yang dibangun bersebelahan ini tidak sepenuhnya terbuat dari tembok. Sisi belakang lapangan berukuran 9 x 6 meter ini memang terbuat dari dinding kaca sehingga kita bisa bebas melihat permainan para tetangga. Dari yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expert&lt;/span&gt; sekelas atlet profesional, kelas sok atlet, kelas coba-coba, sampai yang sedang berguru alias berlatih, bisa dilihat dengan bebas jaya-jaya. Yang mau curi-curi jurus bermain squash yang baik dan benar, bisa kok kita lakukan tanpa bersimbah dosa. Daripada sewa pelatih yang cukup menguras dompet, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti Sabtu pagi yang lalu-lalu, pagi ini ada sepasang perempuan yang bermain squash. Mereka tidak melawan satu sama lain, melainkankan sedang latihan. Yang satu bertubuh montok, berambut panjang dikuncir satu, dan berkulit gelap. Satunya lagi berperawakan butchy dengan badan gemuk besar. Usia mereka paling tidak lebih dari 25 tahunan. Bersama mereka, seorang pelatih sedang mengayunkan raket, memeragakan cara memukul bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radar saya mulai bergerak-gerak jail. Dasar darah lesbian yang sedang mendidih, saya malah membayangkan mereka sebagai pasangan. Diam-diam mata saya mengikuti setiap gerak-gerik tetangga saya ini. Mereka bermain persis di sebelah lapangan kami, sehingga gampang buat saya curi-curi pandang tanpa mengundang curiga siapa pun. Hmm.. tingkah laku mereka tidak ada yang aneh. Mereka bersikap biasa-biasa saja seperti orang yang baru selesai olahraga. Mereka mengelap keringat, meneguk minuman mereka, merenggangkan kaki supaya tidak kram, dan... eits! Sedang apa tuh? Saya lihat si butchy merapikan poni si kuncir yang sedang merenggangkan kakinya. Rambut si kuncir memang awut-awutan setelah berolahraga. Si kuncir tampaknya menikmati belaian si butchy yang merapikan poninya dan tidak terganggu kalau tingkah mereka jadi perhatian. Mata saya belum juga berpaling. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sparing partner &lt;/span&gt;saya juga belum menaruh curiga. Dia terlalu hanyut memerhatikan permainan teman kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan selanjutnya mereka melakukan pemanasan bersama. Awalnya si butchy memegang kaki si kuncir saat sedang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sit up. &lt;/span&gt;Lalu sebaliknya, meski menurut saya si butchy yang berbadan besar itu bisa dengan mudah melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sit up &lt;/span&gt;tanpa harus dibantu si kuncir. Wah, wah, tapi ke mana aura mesranya dong ya kalau begitu? Hihihi. Dasar lesbian berotak mesum, saya masih asyik dengan pikiran saya sendiri. Setelah adegan panas-panasan eh, pemanasan itu tidak ada lagi pemandangan yang menarik. Mereka langsung pulang setelah selesai beberes raket dan tas sport mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran saya bermain. Sayang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sparing partner &lt;/span&gt;saya belum terlalu jago. Belum sempat keringat malu-malu saya keluar, saya sudah harus keluar lapangan. Permainan yang begitu cepat dengan kemenangan saya tentunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sombong mode on, hahaha...) &lt;/span&gt;memaksa saya harus duduk kembali. Menunggu giliran selanjutnya. Waktu 2 jam di lapangan bisa berlangsung sangat lama kalau begini caranya, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on down" style="display: block;" id="formatbar_Italic" title="Italic" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 4);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Italic" class="gl_italic" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Eits! Tapi nanti dulu. Betul-betul Sabtu pagi yang cerah buat hati saya yang sudah lama mendung ditinggal pergi kekasih. Bagaimana tidak? Ada pemandangan menarik, lagi-lagi di lapangan sebelah. Kali ini sepasang perempuan berambut pendek. Salah satunya menarik perhatian saya. Selain wajahnya yang lumayan (agak mirip penyanyi Maribeth menurut saya) dan rada tajam, gaya rambut pendeknya bagus. Penampilannya saya nilai 7,5 dari skala 1-10. Tinggi sekitar 160 dengan berat mungkin 55 kg. Dari postur tubuhnya yang atletis dan gerak geriknya yang tomboi, saya berani bertaruh, pasti permainan squashnya cukup hebat. Sebelum masuk lapangan, ia mengenakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bandana &lt;/span&gt;berwarna cokelat. Entah untuk apa, karena menurut saya potongan rambutnya yang sangat pendek pasti tidak akan mengganggu permainannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ih, saya kok jadi ngurusin penampilannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bangku tunggu, saya kembali mematung dengan mata awas. Saya awasi dia bermain. Betul kan, permainannya lumayan. Gerakannya cepat dan pukulannya kuat. Saya belum tentu bisa memukul bola dari setengah lapangan dengan kekuatan seperti itu. Cara memukulnya pun terlihat sempurna. Tidak seperti saya yang masih asal-asalan dan terkadang asal kena bola. Jangan-jangan dia atlet yang kadang suka berlatih di sini? Aih, mau deh jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sparing partner&lt;/span&gt;-nya. Pasti selama bermain saya keringat dingin bisa punya partner lapangan se-oke dia. Minimal keringat saya tidak lagi malu-malu. Dan kalau melihat permainannya seperti itu, bisa-bisa keringat saya luber seperti keran air yang bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jadi gak sabar pengin buru-buru Sabtu pagi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Bibiy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5055927802768361069?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5055927802768361069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5055927802768361069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/cuci-mata-di-lapangan-squash.html' title='Cuci Mata Di Lapangan Squash'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaeW0zDKcNI/AAAAAAAABlk/IztZjer_oiE/s72-c/recreation-squash-racket_%7Eu11114760.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5769368037365720082</id><published>2009-02-26T14:43:00.007+07:00</published><updated>2009-02-26T15:55:46.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#De Ni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='God'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>The Existence of God</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaZYfJnd6KI/AAAAAAAABlU/XTFxP74Rwys/s1600-h/chicken_radio_by_darthdesign.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaZYfJnd6KI/AAAAAAAABlU/XTFxP74Rwys/s200/chicken_radio_by_darthdesign.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307026503083354274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: De Ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ateis. Apa artinya? Ateisme adalah penyangkalan adanya Tuhan berdasarkan argumentasi-argumentasi rasional. Golongan ateis ini disebut dengan golongan ateis teoritis. Untuk menangkis serangan golongan ateis teoritis, ada banyak pihak yang berusaha membuktikan adanya Tuhan dengan menggunakan argumentasi-argumentasi rasional pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada empat argumentasi yang mencoba membuktikan keberadaan Tuhan. Yang pertama disebut argumentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kosmologis &lt;/span&gt;(sebab-akibat). Argumentasi ini berbunyi: “Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada sebab-sebabnya atau asal mulanya. Tuhan dianggap sebagai sebab yang pertama.” Namun ternyata argumentasi ini memiliki kelemahan yang akhirnya disangkal oleh golongan ateis dengan menyatakan bahwa: “Bila segala sesuatu ada sebabnya tentu Tuhan juga ada sebabnya.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi kedua adalah argumentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teleologis&lt;/span&gt;, argumentasi ini menyatakan bahwa: “Dalam alam semesta ini ada suatu keteraturan (planet-planet tidak bertabrakan), maka sudah pasti ada yang mengaturnya, yakni Tuhan.” Dan argumentasi ini dibantah oleh golongan ateis dengan menyatakan bahwa: “Masih belum dapat dibuktikan bahwa Tuhan yang mengaturnya. Juga bagaimana dengan adanya kejahatan di dunia ini yang menyebabkan dunia ini menjadi kacau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi ketiga adalah argumentasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ontologis&lt;/span&gt;, yaitu: “Di dalam diri tiap orang ada terdapat kesadaran tentang Tuhan. Karena itu Tuhan pasti ada.” Untuk argumentasi ini golongan ateis kembali memberi sanggahan: “Apa yang dipikirkan manusia belum tentu ada. Misalnya, Superman. Walaupun banyak orang mempunyai pikiran atau gambaran tentang superman, tapi sebenarnya superman tidak pernah ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat adalah argumenasi moral, yang berbunyi: “Di dalam diri setiap manusia terdapat kesadaran moral (tahu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik). Dan kesadaran itu datangnya dari Tuhan.” Golongan ateis kembali memberi argumentasinya: “Anggapan tentang norma-norma yang baik dan buruk tidak selalu sama untuk setiap masyarakat dan bangsa. Misalnya ada suatu suku yang menjadikan anaknya sendiri sebagai korban persembahan. Dalam pandangan suku ini, membunuh anaknya, menaruhnya di atas mezbah bakaran dan membakar anaknya adalah sebuah tidakan yang baik. Sedangkan bagi sebagian besar orang tindakan ini adalah kekejian. Jadi bagiamana mungkin kemampuan membedakan baik dan buruk dapat membuktikan adanya Tuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat beragama kita tidak perlu membuat argumentasi-argumentasi rasional untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Sebab kitab suci yang kita baca pun bukanlah buku filsafat yang bertujuan membuktikan keberadaan Tuhan secara rasional. Mari jujur pada hati kita, bukankah tindakan-tindakan keagamaan yang kita lakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bukan &lt;/span&gt;berasal dari argumentasi-argumentasi rasional yang berhasil membuktikan adanya Tuhan?  Hampir semua orang beragama menyakini keberadaan Tuhan bukan melalui teori-teori rasional, melainkan melalui pengalaman pribadi atas perbuatan-perbuatan Tuhan yang nyata dalam hidup kita, kemudian kita sambut dengan iman. Jadi jelaslah kita beragama karena kita beriman. Untuk beragama kita tidak perlu menjadi ahli teologi yang mampu membuat argumentasi-argumentasi untuk menyerang golongan ateis. Untuk beragama kita hanya membutuhkan iman kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal yang membuat kita beruntung adalah kita bukan menjadi bagian dari orang-orang yang membuktikan ketidakberadaan Tuhan. Kita adalah orang yang meyakini keberadaan Tuhan yang tengah memerintah di singgasana-Nya yang megah, namun juga yang mau datang di rumah, kantor, hati, pikiran dan hidup kita. Kita menerima keberadan Tuhan bukan karena kita pernah melihat Tuhan dengan mata jasmani kita. Kita bertuhan karena kita telah melihat Tuhan melalui mata rohani. Hal inilah yang sulit untuk dinalarkan secara logis ataupun dijadikan sebuah argumentasi untuk menyangkal golongan atesi teoritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tanpa disadari terkadang kita menjadi golongan ateis yang kedua, yaitu golongan ateis praktis. Ateis praktis berarti menyangkal adanya Tuhan di dalam praktek perbuatan hidup sehari-hari. Golongan ateis praktis ini mengakui kebaradaan Tuhan, mereka juga bergama, bahkan melakukan kegiatan kegamaan dengan taat. Tapi dalam kehidupan kesehariannya, mereka menyangkal keberadaan Tuhan dengan tetap melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh umat bertuhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang menyebut diri beragama, terkadang aku menjadi begitu ateis. Aku bertuhan, namun sering menyangkal keberadaan Tuhan dalam praktek hidupku. Aku begitu ateis ketika sama sekali tidak pernah mengampiri Tuhan dalam doa di tahun pertama setelah kematian ibuku. Aku kecewa kepada Tuhan yang tak menjawab doaku. Saat ibuku divonis menderita kanker, aku tak henti-hentinya berdoa dan berpuasa, namun ibuku tak kunjung sembuh, Tuhan malah mengambil nyawanya. Aku benar-benar tak mau berdoa, karena pikirku Tuhan juga tidak mendengar doaku. Hingga suatu ketika Mel menyadarkanku dengan sebuah perkataan: “Say, walau kamu nggak mau berdoa, aku akan tetap mendoakanmu agar kamu sadar bahwa Tuhan benar-benar ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga pernah menjadi begitu ateis ketika lembaga keagamaan seolah mengurung jiwa kebebasanku, menentukan di mana aku harus tinggal, melanjutkan S2 di jurusan apa dan tanggung jawab apa yang harus aku pikul. Aku menjadi begitu ateis. Aku berbicara tentang Tuhan setiap hari, namun menyangkali keberadaan Tuhan dalam hidupku. Aku menjadi begitu ateis ketika dengan emosi aku marah-marah pada pengguna jalan yang hampir membuat aku dan Mel kecelakaan. Aku menjadi begitu ateis saat aku meninju mulut seorang lelaki yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak jalanan yang aku bina. Aku menjadi begitu atesi ketika aku marah saat aku menyadari diriku lesbian, dan kemarahanku tak terkendali. Ketika aku bertidak seenaknya tanpa memilikirkan perasaan Tuhan. Aku menjadi begitu ateis ketika aku ke gereja namun bermalas-malasan memuji Tuhan, mengantuk saat mendengar Firman Tuhan, dan tertidur saat berdoa syafaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sering menjadi ateis. Ateis  yang bukan menyeluarkan argumentasi menyangkal keberadaan Tuhan dari mulutku tapi menyangkal keberadaan  Tuhan dalam praktek hidupku. Otakku tidak didisain untuk menyangkali keberadaan Tuhan. Aku tidak terlalu cerdas untuk dapat menuliskan argumentasi rasional yang menyangkal bahwa Tuhan itu ada. Tapi entah mengapa, aku terlalu sering menjadi begitu pandai menyakiti hati Tuhan dengan tidak menghiraukan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa banyak orang yang pernah menjadi begitu ateis sepertiku. Entah siapa mereka? Mungkin juga itu Anda. Tapi sungguh, dalam kesadaran akan keterbatasanku sebagai manusia, aku begitu keras melakukan introspeksi diri. Sebagai manusia yang beragama mestinya aku, kamu dan kita menjadi manusia yang beriman seberiman-berimannya. Mestinya kita menjadikan Tuhan pandu dalam setiap langkah, nyawa dalam setiap nafas, alasan dalam setiap laku dan jawaban dalam setiap harap. Semoga kita bisa menjadi umat beragama yang benar-benar bertuhan. Semoga kita tidak menjadi manusia ateis, bersetia kepada Tuhan, selalu dan bersungguh-sungguh. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan selamat berpuasa dan berpantang untuk teman-teman di masa penyambutan Paskah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@De Ni, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5769368037365720082?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5769368037365720082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5769368037365720082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/existence-of-god.html' title='The Existence of God'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaZYfJnd6KI/AAAAAAAABlU/XTFxP74Rwys/s72-c/chicken_radio_by_darthdesign.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1241397069627924620</id><published>2009-02-25T14:24:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T14:43:50.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Friendship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Ade Rain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezzo'/><title type='text'>Ssst! Jangan Sampai Mereka Tahu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaT2Mq1oQPI/AAAAAAAACUw/RbZs_q7YE1c/s1600-h/silence.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaT2Mq1oQPI/AAAAAAAACUw/RbZs_q7YE1c/s200/silence.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306636958467375346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Ade Rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru saja masuk ketika telepon kamar hotel berbunyi. Bergegas melempar badan di kasur empuk, mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handset &lt;/span&gt;dan langsung meletakkannya di telinga. Suara Widi melengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, ABCDEFG! Aduh Bo Capek Deh Eke Fusing Gila! Katanya elu pulang kuliah jam lima? Dari tadi gue menelpon kayak orang bego. Malu sama operator hotel, bolak balik nelpon ngga ada orang di kamar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaelah, memang jam lima, Cintaaa, tapi di jalan sejam kali! Perhitungan dikit dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue cuma mau bilang teman lesbian yang di Houston memang mau ke Austin. Dia mau bertemu dengan saudaranya wiken ini. Kalian ketemu deh! Dia bilang siap menemanimu jalan-jalan seharian penuh.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Okie dokie, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thanks &lt;/span&gt;ya. Aku mandi dulu, bau bawang banget nih! Bau keringat profesor, bau buku, bau keringat lembu Longhorn. Tadi siang kami jeprat jepret ke peternakan lembu Texas. Semua bawang yang menempel di badan super lengkap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sono mandi! Nanti malam gue telepon lagi untuk memastikan. Bye!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa bertemu Widi saat di New York. Dia sedang berada di LA sewaktu aku di sana. Dia menjadi agil; alias agak gila sedikit; alias ngomel-ngomel kalap karena aku tidak memberitahunya. Dulu selama aku berada di Jakarta, kami bersahabat dekat. Widi kerap menginap di apartemen. Dia juga tahu semua titik koma, garis miring, tanda-tanda baca printal-printil yang tercetak di buku harian masa lalu itu. Jadi wajar ketika aku berada di Amerika dan tidak sempat bertemu dengannya, Widi mengamuk seperti orang kesetanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kompensasi, Widi mengirimkan teman-teman lesbiannya di setiap kota yang kukunjungi. Mereka menemaniku ke sana kemari sambil mencari barang-barang yang kubutuhkan. Ketika akan berangkat ke Austin, Widi mewanti-wantiku agar bertemu Audrey. Konon, Audrey adalah seorang L-mom dan salah satu teman terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba di hotel pada hari Kamis malam, aku bertemu ketua International Council di Austin. Namanya Tia, seorang perempuan Indonesia berwarganegara Amerika yang sudah sepuluh tahun tinggal di sana; usianya sebaya denganku. Dia membantu kami bertemu dengan beberapa profesor yang akan memberikan materi kuliah sesuai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syllabus &lt;/span&gt;program yang dibebankan pada tiga orang utusan dari Indonesia, salah satunya aku. Mbak Tia telah menikah dengan lelaki berwarganegara Amerika. Saudara-saudarinya juga tinggal di sana, namun di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;state &lt;/span&gt;yang berbeda. Kami cepat akrab; mungkin karena seumuran dan selera kami juga tidak jauh berbeda. Obrolan kami nyambung! Dia bertanya apa yang hendak kulakukan wiken ini. Aku bingung, karena sebenarnya aku hanya mempunyai akhir pekan untuk mendatangi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lesbian Community&lt;/span&gt; yang kutemukan di gudang Google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tia berkata kakaknya yang berasal dari Houston akan datang ke Austin hari Jumat dan kalau mau, aku dapat bergabung sambil melihat dunia gemerlap. Aku tidak bisa menolak, pasalnya Mbak Tia menginap di hotel yang sama. Bagaimana kalau dia tahu aku tidak berada di kamar atau malah bertemu denganku di jalan. Ujung-ujungnya, aku mengelak dengan berkata kalau aku ada titipan buat majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;life style&lt;/span&gt; untuk menulis tentang kehidupan gay dan lesbian. Jadi mau ngga mau, aku harus mencari tempat-tempat seperti itu. Dia bilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bolelebo &lt;/span&gt;deh jadi lesbian semalam demi aku. Wakakaka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bujubuneng&lt;/span&gt;! Aku langsung mules waktu dia memeluk pinggang dengan mesra untuk memperagakan diri jadi lesbong. Duh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami sepakat untuk bertemu jam sepuluh malam di lobi hotel. Kakaknya membutuhkan waktu dua jam menyetir dari Houston ke Austin dan baru akan tiba pada jam delapan malam. Mbak Tia mengingatkanku agar membawa jaket, meski musim dingin di Austin cukup hangat, namun anginnya sanggup menghabiskan badan sampai tulang belulang. Katanya, tanpa jaket, aku bakalan menjadi burung hantu membeku bersuara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hu-hu hu-hu&lt;/span&gt; fals di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara temanku, Widi berkata kalau temannya baru bisa bertemu denganku pada hari Sabtu. Olala, Tuhan memang baik. Dia mengatur dengan sempuna. Malam yang ditunggu datang - meski ada peringatan badai - kami tetap nekad pergi. Lokasi dekat kok, hanya beberapa blok dari hotel. Aku berkenalan dengan Galuh, kakak Mbak Tia. Wah, manis juga, rambut panjang dan berwajah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesiana &lt;/span&gt;(istilah mantanku yang mendefinisikan wajah perempuan Indonesia yang sangat Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertiga jalan menyusuri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lavaca &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fifth Street&lt;/span&gt;. Manusia berjubel luar biasa. Tempat dugem yang benar-benar asyik. Malam itu, sepertinya semua orang muda turun ke jalan. Mudah sekali mengenali para gay dan lesbian! Mereka tidak tanggung-tanggung; saling memeluk dan berpegangan tangan. Aku diapit Tia dan Galuh; merasa tenang berjalan di antara mereka yang wangi. Begitu tiba, kami masuk ke panggung terbuka. Cuma bayar $5 di Pentagonal. Aku tidak begitu suka berdiri dekat panggung. Telinga sakit dan tidak bisa mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian, kami bosan akhirnya pindah ke Numbrix. DJ-nya asik, musiknya gaul. Di sana gay-nya bejubel. Beberapa lesbian bergerombol di pojok, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance &lt;/span&gt;gila-gilaan. Rata-rata mereka berpasangan. Aku bergabung di antara mereka, toh Tia tahu aku mempunyai bahan tulisan untuk majalah. Rata-rata lesbian berusia 20-25-an, masih muda! Setengah jam bergoyang-goyang, kami pindah ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;club &lt;/span&gt;di sebelahnya. Sepanjang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fifth Street&lt;/span&gt; penuh dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;live music club&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masuk di pub sebelah, rata-rata isinya perempuan semua. Jelas deh, kutemukan sumurnya para lesbian. Tia dan Galuh tertawa-ketawa karena aku tampak kesenangan menemuan sumber bahan tulisan. Mereka ikutan berpeluk-pelukan ngga penting. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami berdua pasangan nih, potret dong!&lt;/span&gt; Galuh memaksaku mengeluarkan kamera dan memotret mereka yang sedang berpelukan mesra. Yaela, belum tau aja kalian, begitu pikirku. Malam itu hancur banget deh, senang nggak ketulungan! Tidak peduli badan sudah terasa pegal linu. Bertemu yang beberapa yang tampak oke, tapi aku nggak punya nyali. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dungdak &lt;/span&gt;deh, idung landak! Langsung ngacir, takut ketauan bo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kembali ke hotel pada jam empat pagi. Aku mulai terkena F4: fanas, fusing, filek, fatuk. Seumur-umur, aku sebenarnya tidak suka ajep-ajep. Kalau bukan anggota Federasi Lesbian Sejati, aku tidak akan memilih tempat dugem. Gilingan deh! Sewaktu bangun untuk salat &lt;span&gt;Subuh&lt;/span&gt;, kulihat jidat melebar, mata bengkak, dan hidung memerah. Sepertinya tidak bakal kuat bertemu dengan Audrey. Jam 8 kupaksakan diriku untuk turun dari ranjang dan mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sebelas, aku menunggu di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;biz-center&lt;/span&gt;, melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update &lt;/span&gt;blog setiap sepuluh menit lalu mendadak kulihat Galuh tampak cantik duduk di lobi hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaelah, Mbak, nggak ngantuk pagi-pagi udah nongkrong di sini?" sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah, kamu juga tidak tidur pules sampai siang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lagi menunggu temennya temenku. Kami mau jalan-jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku juga janjian dengan temannya temanku di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengobrol selama sepuluh menit. Tidak lama, kami saling mendelik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh… psst, kamu Rain ya???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah, gila! Kamu Audrey???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nehi nehiii ngga sih?! Halah, nggak bener ini!!! Jadiii?? Aku STMC, Salah Tingkah, Malu Cong!&lt;br /&gt;Galuh... eh, Audrey ngakak sampai nyaris terjatuh dari sofa. Tertawa tidak berhenti-henti.&lt;br /&gt;Kami berdua mendadakberubah menjadi orang gila yang tertawa cekikikan seperti kuntilanak. Belum beres tertawa, kami segera ngibrit keluar menuju tempat parkiran. Di mobil, tawa kami meledak keras, gempa bumi. Kalau ada tornado atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;storm &lt;/span&gt;kami tidak peduli. Itulah hari di mana aku seperti orang OD, over dosis ketawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssst, jangan sampai adikku tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssst, jangan sampai Mbak Tia tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssst, jangan sampai mereka tahu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Ade Rain, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1241397069627924620?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1241397069627924620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1241397069627924620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/ssst-jangan-sampai-mereka-tahu.html' title='Ssst! Jangan Sampai Mereka Tahu!'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaT2Mq1oQPI/AAAAAAAACUw/RbZs_q7YE1c/s72-c/silence.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8702024052063265162</id><published>2009-02-24T14:45:00.003+07:00</published><updated>2009-02-24T15:07:19.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Persahabatan dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaOqaHA8ShI/AAAAAAAABk8/0h_Lz7DSxSQ/s1600-h/Best_Friends_by_crimson_cat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 174px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaOqaHA8ShI/AAAAAAAABk8/0h_Lz7DSxSQ/s200/Best_Friends_by_crimson_cat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306272151508896274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan dalam arti umum merupakan suatu ikatan erat di mana seseorang tidak akan menyakiti dengan sikap, perbuatan, maupun ucapannya. Lebih jauh, hubungan tersebut cenderung menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain yang didasari empati dan simpati. Dalam beberapa hal, kejujuran akan sesuatu kebenaran yang dibukakan juga menunjukkan adanya nilai bermutu dari hubungan, yang kemudian menumbuhkan sikap saling mengerti dalam pertemanan. Persahabatan memang  sungguh bernilai apalagi jika kekuatannya berdasarkan lamanya waktu dan kualiatas pahit-manis pengalaman yang dirasakan bersama. Suka, duka, manis, lara, bahagia, luka, dilalui dengan kesetiaan dan pengorbanan yang tak tanggung-tanggung. Jelas sebuah hubungan seperti ini tak bisa diukur dengan materi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan bagi kita pasti memiliki arti dan makna tersendiri. Terlepas dari bagaimana pola hidup yang dijalankan. Namun suatu hubungan antar pribadi yang saling memusatkan perhatian dan pemahaman  merupakan bagian penting dari sebuah pertemanan. Wikipedia mendefinisikan suatu persahabatan  membutuhkan hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan, dan afeksi. Atas dasar ini, keterikatan dua sosok jiwa ataupun lebih akan semakin kuat. Tiga pondasi di atas memunculkan kekuatan “kesetiaan” satu sama lain. Selera merupakan kebutuhan dasar tersendiri bagi sebuah hubungan, berdasarkan hal ini waktu-waktu yang ada pun dihabiskan dengan melakukan hal-hal yang digemari bersama-sama. Kemudian diikuti dengan sikap saling menghibur, mengisi, tukar menukar informasi, dan siap membantu jika salah satu diantaranya menghadapi berbagai kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sejati yakni seseorang yang pernah menolong tanpa pamrih, dengan ketulusan yang terpancar dalam sikap dan perilaku. Dalam menjalankan semua itu, persahabatan mengutamakan kebenaran dan kejujuran. Atas dasar bantuan ini jugalah hubungan antar sebuah perkenalan meningkat dalam ukuran keintiman yang berbeda bagi setiap orang. Persahabatan di dunia lesbian sebenarnya sering terjalin lebih mudah, mengingat adanya kesamaan dalam sebuah orientasi seksual. Kecenderungan manusia yang selalu mencari seseorang yang memiliki latar belakang sama dengan hidupnya membuat sebuah hubungan kemanusiaan  antar lesbian tak begitu sulit. Bisa dimulai dengan pertemanan sederhana. Namun semua ini tergantung pada sifat dan karakter untuk menaikkannya menjadi lebih berkualitas menjadi sahabat berdasarkan kepribadian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali suatu persahabatan antar lesbian muncul atas dasar suka terlebih dulu. Jika ternyata kemudian nilai kesukaan disisipi cinta maka yang terjadi adalah hubungan asmara. Namun kebanyakan persahabatan di kalangan lesbian terdiri dari mantan-mantan atau orang-orang yang dulu pernah menyukai atau disukai yang kemudian mampu dinetralisir tanpa perasaan cinta romantisme lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika sebuah persahabatan dinodai dengan pengkhianatan? Adakalanya hubungan antar pribadi tersebut kemudian tidak lagi berjalan berdasarkan stimulus keterikatan yang ada. Dalam artian, salah satu diantara  pribadi menunjukkan sebuah perbedaan dalam pola pikir yang diafeksikan dengan sikap dan tindakan berlawanan. Tentunya yang kemudian muncul reaksi-reaksi dan dampak negatif. Efeknya, dua pribadi malah kemudian menjalin sebuah reaksi tidak sehat.  Tentu penyelesaian dalam konflik-konflik seperti ini harus dikembalikan pada komitmen awal. Jika selera dan teori hidup yang disepakati bersama ternyata tidak sesuai lagi, solusinya tentu dengan menumbuhkan sikap “toleransi dan pengertian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan yang gamang bisa diselesaikan dengan komunikasi  dua arah, saling memahami kembali, mencoba mengerti mengapa seseorang melakukan hal demikian atau demikian. Memaafkan dengan penuh ketulusan sambil selalu menginat bahwa manusia tidak luput dari salah. Bisa jadi seorang sahabat akan menyimpang dari norma-norma yang ada. Boleh jadi saat kosentrasi melemah, kesehatan sedang tak prima, kita berubah sangat menjengkelkan. Bukalah pintu maaf itu bagi para sahabat dan orang-orang yang pernah sangat dekat dengan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ukuran sebuah persahabatan terletak pada pengorbanan; maka berkorban sedikit saja dalam memaklumi kekurangan para sahabat yang sedang terjatuh atau terjerumus dalam sebuah ketidaknyamanan hidup seharusnya bukan hal sulit. Di sanalah hati nurani dicoba untuk tetap setia mendampingi mereka yang sedang hilang dari dunia keseharian. Berpegang pada filosofi bahwa sebuah pertolongan  tidak akan pernah dilupakan, berilah pertolongan itu, meskipun nilainya hanya berupa sebutir pasir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu. Apalah persahabatan jika  kau hanya mencarinya untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Karnea dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa riang dan berbagi kegembiraan. Karena dalam titisan kecil embun pagi hati manusia selalu akan menemui fajar dan segarnya gairah kehidupan. (Kahlil Gibran).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8702024052063265162?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8702024052063265162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8702024052063265162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/persahabatan-dan-kita.html' title='TAJUK: Persahabatan dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaOqaHA8ShI/AAAAAAAABk8/0h_Lz7DSxSQ/s72-c/Best_Friends_by_crimson_cat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-283342882637584046</id><published>2009-02-23T15:23:00.007+07:00</published><updated>2009-02-23T15:52:51.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Sean Penn dan Penelope Cruz Mendapat Piala Oscar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaJiHlsX__I/AAAAAAAACUg/Sj_2aiJ9Ef0/s1600-h/penelope.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaJiHlsX__I/AAAAAAAACUg/Sj_2aiJ9Ef0/s200/penelope.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305911193512706034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Slumdog Millionaire &lt;/span&gt;menyabet Oscar untuk film terbaik serta gelar-gelar kehormatan lain dalam Academy Award ke-81 yang berlangsung tgl 22 Februari 2009 di California, AS, dua aktor yang berperan sebagai gay dan biseksual juga memperoleh penghargaan pemeran utama pria terbaik dan pemeran pembantu wanita dalam penghargaan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, jatuh ke tangan Penelope Cruz dalam perannya sebagai istri pemarah yang biseksual dan berhubungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;threesome &lt;/span&gt;dengan Javier Bardem dan Scarlett Johansson dalam "Vicki Cristina Barcelona". Penelope Cruz tampak cantik memesona dalam gaun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vintage &lt;/span&gt;Pierre Balmain berlinang air mata saat  menjadi aktris Spanyol pertama yang memperoleh piala Oscar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berita lengkap bisa dibaca di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reuters.com/article/entertainmentNews/idUSTRE51M1J320090223"&gt;http://ww&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaJh6DZtrFI/AAAAAAAACUY/gCS_FcR3MnQ/s1600-h/sean+penn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaJh6DZtrFI/AAAAAAAACUY/gCS_FcR3MnQ/s200/sean+penn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305910960969329746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.reuters.com/article/entertainmentNews/idUSTRE51M1J320090223"&gt;w.reuters.com/article/entertainmentNews/idUSTRE51M1J320090223&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aktor Sean Penn mendapat Piala Oscar untuk aktor terbaik Academy Award 2009 dalam perannya sebagai aktivis gay Harvey Milk dalam film "Milk". Ini adalah Oscar kedua untuk Sean Penn, 48 tahun, setelah memenangnya Oscar tahun 2004 sebagai aktor terbaik dalam film "Mystic River".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya ketika menerima Oscar, Sean Penn yang dikenal dengan ucapan-ucapannya yang tajam, menyampaikan dukungannya terhadap kaum homoseksual dan mendukung pernikahan sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita lengkap bisa dibaca di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.reuters.com/article/entertainmentNews/idUSTRE51M1P920090223"&gt;http://www.reuters.com/article/entertainmentNews/idUSTRE51M1P920090223&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daftar Lengkap Pemenang:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Best Motion Picture of the Year: 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Actor in a Leading Role: Sean Penn - 'Milk'&lt;br /&gt;Actress in a Leading Role: Kate Winslet - 'The Reader'&lt;br /&gt;Actor in a Supporting Role: Heath Ledger - 'The Dark Knight'&lt;br /&gt;Actress in a Supporting Role: Penelope Cruz - 'Vicky Cristina Barcelona'&lt;br /&gt;Directing: Danny Boyle - 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Adapted Screenplay: Simon Beaufoi - 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Original Screenplay: Dustin Lance Black - 'Milk'&lt;br /&gt;Best Animated Feature Film of the Year: 'Wall-E'&lt;br /&gt;Best Documentary Feature: 'Man on Wire'&lt;br /&gt;Best Foreign Language Film of the Year: 'Departures' - Japan&lt;br /&gt;Achievement in Art Direction: 'The Curious Case of Benjamin Button'&lt;br /&gt;Cinematography: Anthony Dod Mantle - 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Costume Design: Michael O'Connor - 'The Duchess'&lt;br /&gt;Film Editing: Chris Dickens - 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Makeup: Greg Cannom - 'The Curious Case of Benjamin Button'&lt;br /&gt;Original Score: A.R. Rahman - 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Original Song: 'Jai Ho' (Slumdog Millionaire)&lt;br /&gt;Sound Editing: Richard King - 'The Dark Knight'&lt;br /&gt;Sound Mixing: 'Slumdog Millionaire'&lt;br /&gt;Visual Effects: 'The Curious Case of Benjamin Button'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-283342882637584046?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/283342882637584046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/283342882637584046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/sean-penn-dan-penelope-cruz-mendapat.html' title='Sean Penn dan Penelope Cruz Mendapat Piala Oscar'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaJiHlsX__I/AAAAAAAACUg/Sj_2aiJ9Ef0/s72-c/penelope.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-7511683911947800755</id><published>2009-02-22T19:59:00.005+07:00</published><updated>2009-02-22T20:55:34.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 15 Tips Menghilangkan Stres Saat Sendirian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaFWQ1OjrQI/AAAAAAAACUQ/QQ8pW7oB7tw/s1600-h/stres.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaFWQ1OjrQI/AAAAAAAACUQ/QQ8pW7oB7tw/s200/stres.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305616683185188098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dari kita pasti pernah apes dan stres. Habis kecopetan, teman-teman lagi pada sibuk dan nggak ada yang bisa diajak curhat, terus bokek akhir bulan! Aduh, sial banget. Mungkin rasanya, hidup segan mati ogah-ogahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gimana kita mengakalinya? Minggu ini Fluffy hadir dengan lima belas tips mengatasi stres saat sedang sendirian dan dicuekin orang sekitar. Silakan pilih satu cara atau semuanya kalau kamu cukup edan dan stres.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Here we go!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sudah berapa lamakah kamu punya mimpi jadi artis? Sekaranglah saat mewujudkannya. Lakukan ini: latihan akting bersin di depan cermin. Harus meyakinkan, lho. Kamu pun akan menyadari, akting bersin ternyata sulit!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Mutar-mutar kota pake busway atau becak. Murah lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ngedesain ulang kaos-kaos oblong yang sudah buluk jadi baju-baju seksi. Gunting, tempel, dan jahit! Siapa tahu, bisa kamu jual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalau kamu cukup iseng dan berani: pergi ke salah satu kotak listrik di kantor atau kampusmu lalu matikan listriknya. Terus? Kaburlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buat kalian yang punya mimpi nggak sampe jadi pesenam, saat-saat stres ini bisa dimanfaatkan untuk latihan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;split &lt;/span&gt;sampai bisa. Hehehe,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tutup pintu kamarmu. Putar musik disko lalu lari di tempat sampai sepuluh lagu. Dijamin keringetan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menggunting rambut sendiri sampai hasilnya keren. Kalau nggak keren-keren, ya udah botakin aja :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tips berani dan nekat lagi nih: tulis surat bunuh diri. Tempel di papan pengumuman di kantor atau kampusmu, terus nggak masuk seharian. Dijamin orang-orang langsung pada nyariin kamu. Risikonya: mungkin kamu akan dipecat oleh bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ngajak kenalan cewek paling cantik di jalan. Siapa tau malah kecantol? Asyikkk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pergi ke rumah tetangga dan bawa minyak pijat. Terus, minta tolong tetanggamu untuk mijetin kamu sambil curhat. Kalau perlu, pijat dan curhatnya gantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Nolongin kernet bis atau angkot narik duit dari penumpang dan nolongin pengamen nyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bikin puisi yang panjang lalu baca di jalan. Setelah selesai, nyanyikan lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengheningkan Cipta. &lt;/span&gt;Kalau kamu nggak dianggap gila, orang-orang yang lewat akan memaklumimu sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;performance artist. &lt;/span&gt;Tapi kalau kamu pemalu dan cukup sinting, pilih satu orang yang lewat, dan bisikkan puisi itu di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Yang ini agak berisiko: pura-pura kerasukan di mal dan meneriakkan ramalan-ramalan tentang kiamat. Bagi yang punya cita-cita masuk RSJ dengan cara instan, cara ini mungkin efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Nulis skenario film bokep. Asal jangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;horny &lt;/span&gt;sendiri ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ambil kamera. Potret orang-orang yang lewat di muka tempat tinggalmu. Lalu ketika kamu punya uang, gelar pameran tunggalmu di kantor kelurahan; rumah Pak RT; atau rumah Pak Lurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips ekstra: &lt;/span&gt;Bikin list menghilangkan stres caramu sendiri, lalu siap laksanakan tipsmu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Happy Sunday!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-7511683911947800755?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7511683911947800755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7511683911947800755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/obrolan-cewek-15-tips-menghilangkan.html' title='Obrolan Cewek: 15 Tips Menghilangkan Stres Saat Sendirian'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SaFWQ1OjrQI/AAAAAAAACUQ/QQ8pW7oB7tw/s72-c/stres.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-335451152884556640</id><published>2009-02-21T22:13:00.006+07:00</published><updated>2009-02-21T23:06:16.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>Blackberry Fever Forever</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaAj_-jJ7EI/AAAAAAAABkk/Un6aDC7YB6s/s1600-h/Blackberry_Commercial_by_zaturation.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaAj_-jJ7EI/AAAAAAAABkk/Un6aDC7YB6s/s200/Blackberry_Commercial_by_zaturation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305279943071624258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blackberry. Siapa yang lagi nggak demam sama Blackberry? Di mana-mana, sejauh mata berhasil memandang, para manusia yang mau dianggap melek teknologi atau fashionista menenteng Blackberry. Aku juga mulai keranjingan benda itu, sejak salah seorang manager di kantorku memiliki Blackberry. Dia menularkan virus demam Blackberry kepadaku sehingga kepalaku mulai dipenuhi dengan benda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara manager lainnya barusan juga membeli Nokia E71 dan entah bagaimana, biarpun divisinya berjauhan (sangat berjauhan malah!) dengan divisiku, virus nokia N71-nya melayang-layang di udara menuju meja kerjaku. Digempur dua virus yang mematikan membuat daya tahanku menurun. Hmmm, pilih E71 atau Blackberry Bold atau sekalian nunggu iPhone ya? Bingung, bingung, bingung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oiya, di luar rasa bingung, yang paling penting sebenarnya adalah mengumpulkan uang karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gadget-gagdet&lt;/span&gt; cakep yang kusebutkan di atas tadi bukan barang murah. Kamu harus merogoh kocek sampai jutaan rupiah. Jadi, pikirkan masak-masak mengapa seseorang membutuhkan benda berteknologi keren tersebut. Apakah kamu memiliki alamat imel yang aktif yang perlu dibaca saat itu juga, atau kamu lagi lucu-lucunya beraktivitas di FaceBook, atau kantor memaksa para pegawainya menggunakan Blackberry agar bisa 24 jam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;On Line&lt;/span&gt; siap diteror bos. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;By the way&lt;/span&gt;, yang terakhir itu sungguh-sungguh terjadi dengan temanku yang bekerja di perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki Blackberry, kata-kata seperti "Catat ya pin BB-ku!" terdengar riang gembira. Kata mereka juga, "Wah, sekarang kalau lagi nunggu  di dokter atau nunggu rapat udah nggak ngebetein lagi sejak punya Blackberry." Yang lainnya berkata, "Blackberry seperti memiliki tambahan anak lagi. Disayang dan dijagain terus menerus." Hehehe... memangnya main sepak bola, ngajagain gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lagi menunggu partner di sebuah cafe sambil melihat perempuan di sebelah kiriku menunduk sedari tadi. Kedua jempol lentiknya bergerak menari-nari di tuts mungil Blackberry yang dibungkus dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover &lt;/span&gt;berwarna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pink&lt;/span&gt;.  Asyik sendiri, tidak memperhatikan sekeliling. Pantas ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;joke &lt;/span&gt;yang berkata "Blackberry ditambah FaceBook sama dengan penyakit autis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa sih dengan demam Blackberry yang melanda manusia modern belakangan ini? Konon ini gara-gara Obama yang tidak bisa lepas dari Blackberry-nya. Manusia memang kebanyakan memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trend follower&lt;/span&gt;. Jadi kalau ada tokoh panutan yang melakukannya, kita  sebagai "manusia-manusia pengikut" ini merasa harus mengikuti jejaknya. Kalau nggak, takutlah kita dianggap ketinggalan zaman, atau nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happening &lt;/span&gt;banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia zaman sekarang senang sekali menciptakan kebutuhan. Ingat, waktu zaman prasejarah alias zaman belum ada ponsel, bukankah kita baik-baik saja? Hari gini, ketinggalan ponsel atau lupa meletakkan ponsel di mana (apalagi dicopet di jalan!) panik setengah mati. Satu ponsel kurang, malah lebih baik memiliki (minimal) dua ponsel. Satu GSM, satu CDMA; atau dua GSM, satu CDMA; atau dua GSM dua CDMA; atau... Aku pernah bertemu seorang sahabat lesbian yang membawa empat ponsel: dua nomor buat teman-teman lesbian dan aktivitas mereka, sementara dua lagi adalah nomor pribadi dan urusan kantor. Kenapa jadi lesbian kok tambah ribet ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, kan asyik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browsing &lt;/span&gt;jadi lebih gampang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online &lt;/span&gt;bisa 24 jam, dapat cek imel secara rutin. Namun hmmm, buat apa ngecek imel rutin? Palingan isinya kerjaan. Ah, aku sih mendingan jalan-jalan atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling &lt;/span&gt;daripada disuruh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online &lt;/span&gt;24 jam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Like I have no life,&lt;/span&gt; gitu? Ow, jangan katakan aku sinis sebab partner telah berkali-kali menyebutku sebagai orang yang sinis setiap kali pembicaraan kami menyentuh bab Blackberry. Sinis tandanya kepengin kan? Nah, itulah sebenarnya yang kurasakan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghirup kopiku yang mulai terasa dingin. Di mana partner, kok telat amat? Tumben. Saat aku nyaris mengirimkan SMS kepadanya bertanya di mana dia, tiba-tiba kulihat bayangannya berkelebat di depanku. “Soriiiiii, aku telat,” katanya terengah-engah. Di tangannya terlihat kotak dengan bungkus kado &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pink&lt;/span&gt;. “Nih. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belated Valentine's present for you&lt;/span&gt;,” lanjutnya manis banget sambil menyodorkan kado itu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thank you,&lt;/span&gt;" seruku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surprise&lt;/span&gt;. Kubuka kotak itu. WOW! Ternyata Blackberry Curve yang sudah lama kunanti-nantikan! Aku tersenyum lebar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;My darling really knows how to make my day!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-335451152884556640?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/335451152884556640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/335451152884556640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/blackberry-fewer-forever.html' title='Blackberry Fever Forever'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SaAj_-jJ7EI/AAAAAAAABkk/Un6aDC7YB6s/s72-c/Blackberry_Commercial_by_zaturation.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4620375255634310290</id><published>2009-02-20T21:18:00.012+07:00</published><updated>2009-02-20T22:17:17.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Have Your Say'/><title type='text'>Have Your Say: Love Will Conquer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ7Ai5iA1aI/AAAAAAAACT0/ABaYOAAilEQ/s1600-h/pink+heart.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ7Ai5iA1aI/AAAAAAAACT0/ABaYOAAilEQ/s200/pink+heart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304889116880590242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayakah kamu pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;soulmate? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayakah kamu pada cinta abadi? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayakah kamu bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sahabat kita Mary menceritakan kisah cintanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Mary. Lima tahun lalu aku putus dari kekasihku karena hubungan kami ketahuan oleh kakak kekasihku. Kami diancam untuk putus,  kalau tidak kekasihku, Sara, akan diadukan oleh sang kakak ke orangtuanya dan aku juga akan diadukan ke keluargaku. Saat itu aku masih kuliah, usiaku 22 tahun dan sedang membuat skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dilarang, kami masih bertemu secara sembunyi-sembunyi karena kebetulan kami masih satu kampus. Tapi sialnya, kakak Sara yang juga asisten dosen di sana terus menjadi polisi bagi kami. Akhirnya kami ketahuan masih berhubungan. Kakak Sara yang marah karena tidak mau adiknya jadi lesbian membujuk ayah dan ibunya untuk mengirim Sara melanjutkan kuliah ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara masalah tersebut, skripsiku tertunda selama satu semester. Tekanan harus dipaksa putus dari Sara membuatku tidak bergairah menghadapi hidup. Sara adalah cinta pertamaku, dan aku juga cinta pertamanya. Sara berada ribuan kilometer dariku, dan kami benar-benar putus kontak. Hidup Sara diawasi dan dikontrol secara ketat oleh kakaknya yang lain. Kami sempat sembunyi-sembunyi mengirim SMS dan bertelepon tapi tekanan pengawasan kakaknya membuat Sara kerap tertekan sehingga kami memutuskan untuk benar-benar putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh kudengar kabar bahwa berat badan Sara sampai turun 12 kilogram karena semua masalah ini. Daripada membuat dia makin sedih dan tertekan aku juga merelakan diri untuk melepas satu-satunya perempuan yang kucintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering pada malam-malam sebelum tidur kubayangkan bisa bertemu dengan Sara lagi. Memeluknya, membelai rambutnya yang panjang, mencium bibirnya yang lembut. Kudengar dia masih tinggal di luar negeri tapi selama bertahun-tahun kami tidak pernah bertukar kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menata hidupku kembali. Kuselesaikan skripsi yang tertunda. Setelah lulus aku memperoleh pekerjaan di sebuah perusahaan multi nasional. Aku berkonsentrasi penuh pada pekerjaan, tidak terpikir olehku untuk mencari pengganti Sara. Tidak ada yang bisa menggantikan Sara di hatiku. Dialah perempuan pertama dan terakhir buatku. Cintaku abadi hanya untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lalu aku berada di rumah sepupuku. Benar kata pepatah, kalau sudah jodoh takkan lari ke mana. Di saat aku hampir pulang, sepupuku kedatangan tamu. Tamu  yang membuatku kaget bukan kepalang. Yang datang adalah... Sara!  Ajaib bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sara yang kulihat bukan lagi Sara yang dulu. Sara tampak berbeda jauh, dia tampak lebih kurus, dan rambutnya juga dipotong  pendek cepak seperti laki-laki. Pertama kali melihatku dia juga sama terkejutnya dengan aku. Kami kehilangan kata-kata, tapi Sara kemudian berusaha menghindariku. Setelah bertahun-tahun terpisah, aku tidak mau melewatkan kesempatan untuk berbicara lagi dengan Sara. Apalagi di rumah sepupuku sendiri dan kini tak ada keluarganya yang menghalangi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudekati Sara dan menyatakan kerinduanku padanya. Sara bilang, dia juga tidak pernah berhenti memikirkanku. Selama bertahun-tahun hanya aku yang ada dalam hatinya. Betapa bahagianya aku mendengar semua itu. Tahu bahwa kini ada harapan bagi kami setelah Sara kembali ke Indonesia sementara kakak-kakaknya memutuskan tinggal di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, Sara tidak mau menerimaku kembali. Bukan karena dia tidak mencintaiku lagi tapi karena dia bukan lagi perempuan yang utuh. Setengah tahun lalu Sara divonis menderita kanker payudara. Ia harus menjalani kemoterapi, rambutnya rontok sampai plontos. Ada bagian-bagian tubuhnya kering kena pengobatan radiasi. Dan terutama payudara sebelah kanannya harus dioperasi dan diangkat. Itulah alasan Sara untuk tidak mau menerimaku kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku shock, sedih, terkejut, dan berduka. Siapa yang tidak? Sara-ku, yang kukenal dulu begitu sehat, lincah, dan bersinar-sinar kini tampak pucat. Seperti seluruh kehidupan terenggut begitu saja dari tubuhnya yang sejak dulu kurindukan. Terus terang, mulanya aku tidak tahu bagaimana harus bersikap kepadanya. Kuakui aku merindukannya, memimpikannya, dan mencintainya; tapi waktu cinta dikembalikan padaku dengan keadaan seperti ini, bisakah cintaku tetap membara seperti dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati hancur dan terluka, kutinggalkan Sara. Aku perlu waktu untuk menyendiri, berpikir ulang, dan menata hatiku kembali. Dalam hati kusumpahi jiwa romantisku yang pengecut dan pemilih. Apakah cinta hanya terbukti berlaku bagi pasangan yang sehat jiwa raga serta saat keburuntungan mengampiri? Bisakah cinta bersinar layaknya bintang saat dia sungguh-sungguh terbenam dalam kubangan penderitaan dan siksa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugali lagi hatiku dalam-dalam. Kubermain dengan skenario-skenario buatan yang simpang siur di kepalaku. Bagaimana seandainya Sara muncul di hadapanku dengan tubuh segar bugar, apakah perasaanku tetap sama dengan yang sekarang? Bagaimana seandainya Sara dan aku tidak bertemu saat itu, meninggalkanku dalam jejak kegelapan tentang keberadaan dirinya? Bagaimana seandainya pertemuan itu adalah pertemuan terakhir kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam doa-doaku dan pikiran-pikiranku, kutemukan cahaya dan jawaban. Aku mencintai Sara! Aku tidak peduli jika dia sakit, buruk rupa, ditipu orang, dalam kemiskinan, dan segala hal-hal yang membuatnya menjadi perempuan tak sempurna. Siapakah yang sempurna di dunia ini? Aku pun tidak. Jika aku ditakdirkan sebagai perempuan satu-satunya yang mencintai dirinya dan menjadikan cintaku sebagai kebahagiaan terakhirnya di dunia ini, aku bersedia. Aku bersedia, ya Allah, untuk menganugrahkan kehangatan cinta itu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, walaupun demikian, aku tetap berharap Sara sembuh. Denganku berada di sampingnya, perjuangannya melawan penyakitnya tentu termudahkan. Memperoleh Sara kembali dalam hidupku adalah jawaban Tuhan atas doa-doaku; bagaimana mungkin aku menolaknya? Aku bersyukur Dia menjawab permintaanku, walaupun dengan kondisi yang tidak pernah kubayangkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sara, tetaplah sehat, karena aku ingin menghabiskan sisa hidup kita bersama, seberapa pun waktu tersisa yang diberikan oleh Tuhan kepada kita berdua. Sara, aku tahu, cinta akan selalu menjadi pemenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ditulis dan diceritakan oleh Mary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Mary, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4620375255634310290?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4620375255634310290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4620375255634310290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/have-your-say-love-will-conquer.html' title='Have Your Say: Love Will Conquer'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ7Ai5iA1aI/AAAAAAAACT0/ABaYOAAilEQ/s72-c/pink+heart.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-7649698512693098771</id><published>2009-02-19T15:26:00.005+07:00</published><updated>2009-02-19T15:57:16.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Arie Gere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Your Story'/><title type='text'>Demam Bunga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ0dVS9fX6I/AAAAAAAACTs/I7lkLP-k3dM/s1600-h/flower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ0dVS9fX6I/AAAAAAAACTs/I7lkLP-k3dM/s200/flower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304428187816517538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Arie Gere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan belakangan, entah mengapa aku tiba-tiba menyukai sosok dan lagu-lagunya Bunga Citra Lestari. Yah, yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow &lt;/span&gt; gitu lah. Awalnya sih, gara-gara nada SMS Michiru memakai lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pernah Muda&lt;/span&gt; itu membuat aku kesemsem. Tanpa babibu, aku langsung nyontek juga nada SMS yang sama di hapeku. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Michiru dengan kesal, “Ih, ayang gak kreatif banget sihhhhhhhhhhhhh, masa ikut-ikutan???”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah, bodo ah, yang. &lt;/span&gt;Menurutku Michiru juga suka tuh lagunya, soalnya dia gak ganti nada SMS-nya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oke, oke, jadilah aku terbuai sama lagu-lagu nya si BCL itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;download &lt;/span&gt;sana-sini dan minta-minta mp3-nya sama teman. Hehehe, dasar yang gratisan, pasti ditampunglah sama aku. Sama teman-teman kantor, aku bilang gini, &lt;br /&gt;“Aku udah tahu nama anakku nanti.”&lt;br /&gt;“Siapa?” tanya mereka penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunga Sabrina,” jawabku.&lt;br /&gt;“Yeeeee, kebagusan amat sih. Mana ada juga orang Batak namanya Bunga? Udah bunga, Sabrina, lagi?” Kawan-kawan kantor pada syirik sama aku.&lt;br /&gt;“Idih, biariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin!” jawabku.&lt;br /&gt;“Ya udah, terserah kaulah, mak Bunga,” kata mereka cekikikan berlalu, sambil pengin kulempar hapeku, eh nggak ding, sepatu bututku aja, ke muka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagian, kenapa kok kau tiba-tiba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow &lt;/span&gt;gitu, lagunya juga BCL mulu. Gak  ente banget sihhhh? Gaya macho, lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellow&lt;/span&gt;. Idihh…” tanya kawanku yang lain.&lt;br /&gt;“Yeeee, emang aku sukanya lagu-lagu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mellowww&lt;/span&gt;, film-film romantis, drama-drama air mata, sinetron-sinetron Indonesia,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Btw, nama bapaknya, udah nemu belum?” tanya kawanku yang lain lain lagi.&lt;br /&gt;“Belum…”&lt;br /&gt;“Gedubraks. Gokil luuuuuu,” kata kawanku lagi.&lt;br /&gt;Dalam hati, yeaaaah, wong nanti, ini nama anakku dan Michiru kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, aku langdung ceritain sama Michiru kalau nantinya, jikalau kami punya anak, namanya Bunga Sabrina, trus  dipaketin plus perpaduan nama kami berdua di belakangnya. Eh gak taunya Michiru langsung komplain gitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, gak bagus ah! Masa Bunga sih?”&lt;br /&gt;“Ih, Bunga kan bagus? Wangi, harum. Cantik,” belaku.&lt;br /&gt;“Yeee, kalau bunga taik ayammm?” balas Michiru asal.&lt;br /&gt;“Ihhhh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau bunga dipetik kan layu, nanti anak kita, kalau dipetik orang langsung jadi layu dong?” kata Michiru lagi.&lt;br /&gt;“Ih, enggak gitu kali, yaaaaang," jawabku&lt;br /&gt;“Gini aja deh, aku udah punya nama buat anak kita nanti?” katanya dengan mimik serius.&lt;br /&gt;“Apa?” Jawabku penasaran kuadrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rafflesia Arnoldi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gedubraks dari lantai 10 antah berantah. Dasar Michiru!!!! &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gokil, gokil, gokil dahhhhhhhhh!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan buat pembaca: Bagi yang namanya Bunga, nama kamu bagus deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Arie Gere, Sepocikopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-7649698512693098771?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7649698512693098771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/7649698512693098771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/demam-bunga.html' title='Demam Bunga'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZ0dVS9fX6I/AAAAAAAACTs/I7lkLP-k3dM/s72-c/flower.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5769343741226420550</id><published>2009-02-18T14:28:00.004+07:00</published><updated>2009-02-18T14:46:12.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Bening'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Bening'/><title type='text'>Hanya Mau Kamu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZu8oNpdQdI/AAAAAAAABkU/dZ8nnlUwaBw/s1600-h/_floating_heart___by_g_rougeholicdoll.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZu8oNpdQdI/AAAAAAAABkU/dZ8nnlUwaBw/s200/_floating_heart___by_g_rougeholicdoll.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304040385203225042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Bening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“A, pengajuan asuransinya udah masuk. Tinggal nunggu proses selanjutnya.” Aku mulai melaporkan hal-hal yang aku kerjakan hari ini pada Aa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa menjawab dengan gumanan singkat. “Oh!” Seperti tidak mau memperpanjang obrolan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendesah, masih banyak yang ingin kuceritakan. Kepalaku penuh, tetapi Aa sepertinya juga sedang sibuk dengan isi pikirannya sendiri. Andai aku memiliki sedikit saja ilmu membaca pikiran, mungkin akan banyak kemudahan-kemudahan dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pandangan kami sama-sama tertuju pada layar televisi yang menanyangkan sinetron yang tidak jelas ujung pangkalnya. Kemarin perempuan berwajah memelas itu telah diusir dari rumah, sekarang malah ditawari berangkat ke pesta dengan cowok ganteng yang telah menjadi suami majikannya (yang tanpa diketahui juga merupakan kakak kandungnya). Aduh, rumitnya. Aku mulai bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa,” panggilku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hm?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soal ahli waris yang di polis dan lain-lain, belum Ning urus,” ujarku. Melanjutkan percakapan yang tadi terpenggal begitu saja. Aku paling tidak betah bila ada sesuatu hal yang mengganjal dalam hati atau berputar-putar begitu saja di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udahlah! Soal itu urusan kamu aja. Terserah kamu mau gimana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak. Tanggapan Aa di luar dugaanku. Harusnya aku sadar sejak awal, ada hal-hal yang tidak ingin dibicarakan Aa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami terperangkap dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...hingga isak itu memecah kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hanya mau kamu... bukan hak waris, bukan apa-apa, hanya mau kamu. Hanya mau kamu.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terperangah, nyeri seperti isi dadaku ditarik dan diremas kuat-kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa membenamkan wajahnya yang basah ke wajahku. Terisak, menciumi seluruh wajahku, memelukku erat-erat seperti aku akan pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya mau kamu...“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika air mataku tumpah, membuat wajah kami berdua semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada firasat apa-apa. Tapi bagai tersedot pada pusaran kesedihan tak bertepi. Banyangan berkelebat, bergantian. Masa lalu, masa kini, dan masa depan yang masih tersaput misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pikiran masing-masing. Dengan ketakutan masing-masing, aku dan Aa, menangis hingga lelah. Tapi ketika tatapnya bertemu tatapku, aku tau kami melihat hal yang sama. Ketakutan pada hal yang tak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aa harus selalu sehat, ya,” bisikku sambil menatap matanya yang memerah. Leleran air dari sudut mataku masih belum bisa dihentikan mesti isak sudah kutahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Dik. Kamu juga, ya.” Aa meletakkan kedua telapak tangannya di pipiku, mengusap pipiku yang basah dengan jemarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuraih tangannya menciumnya dan membawanya ke dadaku, seperti memintanya untuk berjanji. “Aku mau Aa yang pertama liat ubanku tumbuh,” pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa mengangguk, mengerjapkan matanya dengan lembut, untuk kesekiankali menarikku lagi ke dalam pelukannya, meyakinkanku bahwa aku akan mendapat apa yang aku harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mau kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak sanggup membayangkan menempati apa yang pernah kita tempati tanpa kamu. Merah, biru, hijau, kuning, ungu karena bersama kamu, membayangkan tanpa kamu yang ada di kepalaku semuanya berwarna abu-abu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Bening, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5769343741226420550?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5769343741226420550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5769343741226420550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/hanya-mau-kamu.html' title='Hanya Mau Kamu'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZu8oNpdQdI/AAAAAAAABkU/dZ8nnlUwaBw/s72-c/_floating_heart___by_g_rougeholicdoll.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8083907455781518066</id><published>2009-02-18T14:09:00.011+07:00</published><updated>2009-02-18T16:46:06.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Community and Traveling'/><title type='text'>Nanning: Indonesian Town in China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZvHZIJkTOI/AAAAAAAACTU/58so30SzHFU/s1600-h/naning3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZvHZIJkTOI/AAAAAAAACTU/58so30SzHFU/s200/naning3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304052220657159394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Grey Sebastian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku balik ke Jakarta, selama dua minggu aku menghabiskan liburanku di kota Nanning, ibukota provinsi Guangxi, China. Di salah satu pinggiran kota Nanning inilah sebagian keluargaku tinggal, setelah pembuangan orang Indonesia “keturunan” China yang terjadi sekitar tahun 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau bukan karena janji yang sudah diucapkan keluargaku sejak beberapa tahun yang lalu untuk datang mengunjungi keluarga yang di China, aku sama sekali tidak akan terpikir untuk datang ke kota ini. Karena meskipun Nanning adalah ibukota provinsi Guangxi, tapi Nanning tetaplah sebuah kota kecil yang jarang diketahui orang. Bahkan orang-orang China yang bukan berasal dari daerah Guangxi, juga jarang mendengar nama kota ini. Selain itu, di kota ini tidak ada tempat wisata yang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Selanjutnya di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://komunitassepocikopi.blogspot.com/2009/02/nanning-indonesian-town-in-china.html"&gt;Community and Traveling&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8083907455781518066?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8083907455781518066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8083907455781518066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/nanning-indonesian-town-in-china.html' title='Nanning: Indonesian Town in China'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZvHZIJkTOI/AAAAAAAACTU/58so30SzHFU/s72-c/naning3.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4224794951454411974</id><published>2009-02-17T14:05:00.009+07:00</published><updated>2009-02-17T15:38:55.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Valentine dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZp1uBLKguI/AAAAAAAABkE/0KM0DgavINI/s1600-h/In_the_Forest_by_celesse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZp1uBLKguI/AAAAAAAABkE/0KM0DgavINI/s200/In_the_Forest_by_celesse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303680944631874274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari baru saja menjangkau daratan. Napasnya berjingkat di antara rerimbunan pohon, menerobos lengang jalan. Burung berdansa dari dari dahan ke dahan, berceloteh mengakhiri episode malam. Jejak hujan meninggalkan lembab tanah dan kristal bening di telapak daun. Dapatkah kau bayangkan? Nyawa pagi menggeliat di antara kepak kupu-kupu dan capung. Pada awal hari, bumi telah memamerkan secukup keperkasannya dalam menciptakan kecantikan yang memesona. Mendongaklah, langit biru menciptakan gumpalan awan beraneka bentuk, siluet beruang, gajah, rumah, pohon; dan lukisan pantai pun berpindah ke angkasa. Bayangkan pantai yang pasirnya tersiram buih ombak seakan mengundang tangan menggapai dan kaki menjejak ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengarkan! Suara kendaraan pertama di jalanan menderu, tanda kehidupan mulai disibukkan oleh asap karbondioksida. Matahari membangunkan kantuk yang masih menempel di ranjang. Dari sudut rumah, tercium aroma kopi. Ah, secangkir kopi mengucapkan selamat pagi kepada dirimu. Kesibukan tiap rumah merupakan geliat dinamis tersendiri. Gerutu patner, omelan adik, godaan ayah, dan celoteh ibu membumbung sahut menyahut dengan suara mereka yang khas di sekeliling lingkaran meja makan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nun jauh di sana, pagi di padang pasir adalah surga bagi manusia nomad pemilik domba dan unta. Inilah waktunya untuk mendapatkan garam dan air bening. Subuh adalah episode kesempatan untuk mengumpulkan rumput kering. Saatnya berkelana mencari tumbuhan liar dekat oase. Petani dan peladang berangkat menuju dangau-dangau yang dikitari tali bagai jaring laba-laba sambil menghalau cengkrama pipit yang berputar-putar di rimbun padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada punggung planet bumi yang lain, gedung pencakar langit memberi bayangan gelap di bagian depan tetangganya yang lebih pendek. Sungguh menyerupai cahaya malaikat! Lanskap ini memikat mata para penghuni apartemen yang jendela kamar tidurnya menghadap pemandangan kota. Dari ketinggian di mana elang-elang melayang tenang, pemandangan hilir mudik sinar lampu bus dan mobil di jalanan bagai ular meliuk-liuk. Lampu gedung berkerlip mengelilingi seluruh panorama. Satu per satu lampu itu padam, meninggalkan jejak kelam dan siklus keheningan; seakan mengingatkan kita pada nyawa manusia yang setiap saat mudah lenyap seperti butiran debu di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut dunia lainnya, keluarga nelayan baru saja membuka jendela rumah tepat ketika cahaya pagi masuk lewat kisinya. Barisan sinar jatuh di lantai yang semalaman membeku oleh tetes dingin. Dini hari memberikan kehangatan dari gigil dan cemas. Waktunya menunggu para penunggang ombak yang gagah perkasa kembali dari lautan. Secercah harap menyampaikan berkah saat samudra menerima lantunan doa. Semua bersorak sorai! Oh, tangkapan meruah memenuhi jejaring! Ikan, udang, dan kepiting! Lihat juga para penjelajah yang menginap di pondok-pondok peristirahatan tepi pantai yang gentingnya berderet-deret berwarna kuning keemasan. Mereka baru saja membuka mata dengan damai. Para pasangan pengantin yang menikmati malam pertama baru saja membuahi masa depan. Ada kehidupan di pasir, ombak, buih, dan kantung rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alaska baru saja disapa keluarga penguin dan raungan beruang salju berwarna putih seperti surga. Bergoyang-goyang di lempeng es, mereka menyentuhkan kaki ke dalam sungai dingin sambil berlomba menangkap liukan salmon liar. Pada  gemuruh raungan pohon yang dipenuhi serangga, hutan hujan berdendang. Siamang jantan membangunkan kerajaan para kera. Burung enggang berteriak dengan perkasa sambil merentang sayap. Kodok melintas arus sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli siapa peghuni galaksi; hidup di daratan, langit, samudra; berkelamin atau tidak; bernyawa atau tidak, senandung pagi hari merupakan potret kasih sayang Tuhan yang sempurna. Di bumi, tebaran cinta-Nya menyebar tak berjarak; berada di mana-mana. Tak mengenal kolusi, tak berbatas ruang kekuasaan; semua mendapat porsi pas dengan kesegaran yang tak terucap. Kasih itu mengalir setiap hari, setiap pagi, setiap matahari mengulurkan sapa. Mari kita menyempatkan diri untuk merenung dan menikmati rahmat cinta; mari kita mengucapkan rasa syukur pada Yang Mahacinta sebagai persembahan terima kasih. Dan tentunya, mari kita membisikkan aksi cinta itu kepada semua yang melengkapi kehidupan; menebarkan pada siapa saja, apa saja; karena jelaslah sudah, replika cinta Tuhan tak pernah pilih kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Valentine's day.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4224794951454411974?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4224794951454411974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4224794951454411974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/tajuk-valentine-dan-kita.html' title='TAJUK: Valentine dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZp1uBLKguI/AAAAAAAABkE/0KM0DgavINI/s72-c/In_the_Forest_by_celesse.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-3359862754889401402</id><published>2009-02-16T13:59:00.003+07:00</published><updated>2009-02-16T14:15:12.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Bibiy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezzo'/><title type='text'>On LDR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZkQr2algoI/AAAAAAAABj0/T69RycSIpjs/s1600-h/Distance_by_jadedfang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZkQr2algoI/AAAAAAAABj0/T69RycSIpjs/s200/Distance_by_jadedfang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303288381732913794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Bibiy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jatuh sakit. Fisik dan terlebih hati. Ternyata hujan dan angin kencang belakangan ini tokcer merobohkan saya. Puncaknya terjadi kemarin. Tubuh saya sempoyongan, badan saya menggigil. Mata saya terasa panas dan mulai berair. Entah itu air mata atau efek tubuh saya yang menghangat terserang demam. Tenggorokan saya gatal seperti ada yang mengganjal. Di tengah kondisi seperti ini, saya malah memutuskan kabur saat jam kantor sudah selesai. Saya tepis bayangan hangatnya bergelung dibawah selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah teror mendung yang setiap detik bisa melepaskan hujan dari sangkarnya, saya mulai berjalan. Tidak peduli bahwa satu-satunya teman berjalan saya adalah pikiran yang kalut. Saya (lagi-lagi) gagal mentransformasikan pikiran saya menjadi kumpulan energi positif. Sudah berkali-kali gangguan ini datang menggelitik kayak kutil yang minta disentil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya memikirkan tentang hubungan saya. Ya, saya menjalani hal yang menjadi momok bagi semua pasangan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;long distance relationship &lt;/span&gt;(LDR). Lima bulan sudah saya menjalani hubungan yang sendiri. Sendiri karena kekasih tidak bersama saya di sini. Sebuah hubungan yang orang bilang, “Tidak ada jalan berdampingan. Lupakan bergandeng tangan. Jangan harap keintiman. Tolong deh, jangan banyak protes!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LDR memang tak sekeren namanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Believe me, you don’t want to be in it. &lt;/span&gt;Kau bisa mati sesak bila berharap napas dari kekasihmu. Tanpa sadar, kau akan berjalan terseok-seok dan akhirnya tersungkur ke dalam liang kesepian yang dalam dan gelap. Tak ada yang bisa kau lakukan di sana selain berteriak. Menjerit! Sekeras-kerasnya! Sampai kau kehilangan kewarasan dan yang ingin kau lakukan hanyalah melarikan diri. Jiwamu menolak segala kalimat penghiburan karena itu bukan obat penawar dari pikiranmu yang kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngerengik&lt;/span&gt;. Saya ibarat bayi raksasa yang menjerit-jerit berisik minta perhatian, kangen dijamah, haus kasih sayang, dan rindu dikelonin. Meski jeritan saya semakin melengking, dalam hati saya mengumpat. Hati dan pikiran saya riuh berdebat. Saya tahu logika yang akan jadi pemenang dalam pertarungannya ini. Saya tak mungkin mengharap kekasih terbang bermil-mil hanya untuk memeluk saya. Sayangnya, saya orang yang sangat mengagungkan hati. Dan saat ini hati saya sedang protes sekeras-kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saya, hari itu. Berjalan entah kemana. Saya menyeret kaki saya dan mengomandonya untuk terus melangkah. Saya mencari sebuah petualangan yang bisa membuyarkan kekusutan pikiran saya. Menyusuri trotoar sama sekali tidak ada enak-enaknya. Becek, berbatu, dan kadang berlubang. Beruntung sisa hujan seharian mengkamuflase debu-debu dan asap kendaraan. Sepintas jalanan tampak seperti tanpa polusi. Saya bisa bernapas teratur di tengah sesaknya kendaraan yang lalu lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang trotoar saya berjalan gagah seperti tentara. Jalan protokol yang saya lalui belum juga kelihatan ujungnya. Kaki saya juga belum lelah. Pikiran saya masih muram seperti awan yang bergulung di atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS dari kekasih yang tiba-tiba masuk enggan saya balas. Amarah saya sedang kronis. Dan saat ini saya betul-betul sedang dikuasai olehnya. Tidak ada belas kasihan di setiap sudut relung hati saya. Bahkan untuk kekasih. Betul. Saya ngamuk padanya. Saya kalut karena dia. Saya kacau karena jarak. Karena dia tak disini. Karena dia mau saja disandera di negeri asing, meski dengan dalih sekolah. Satu tahun pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan Sayang, saya sedang sakit. Fisik maupun hati. Kalau kau tak ada disini, rasanya tidak ada guna aku memelas perhatianmu.  Saya sungguh-sungguh sakit. Fisik dan hati. Jarak yang jauh ini, oh benar membunuh saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Bibiy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-3359862754889401402?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3359862754889401402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/3359862754889401402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/on-ldr.html' title='On LDR'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZkQr2algoI/AAAAAAAABj0/T69RycSIpjs/s72-c/Distance_by_jadedfang.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-6249367976845439440</id><published>2009-02-15T00:01:00.007+07:00</published><updated>2009-02-15T00:01:00.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cuci mata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Sidney'/><title type='text'>My Valentine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbzMuB7ZHI/AAAAAAAABjk/uKBOVRSc1Wg/s1600-h/heart-shaped-floral-arrangement_%7E1796808.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbzMuB7ZHI/AAAAAAAABjk/uKBOVRSc1Wg/s200/heart-shaped-floral-arrangement_%7E1796808.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302693011115435122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Sidney&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine. Kata itu mengingatkanku pada warna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pink &lt;/span&gt;dan kartu berbentuk hati.  Setelah merayakan Valentine beberapa kali dengan partner (dan mantan dan gebetan :P), aku tidak terlalu menanti-nantikan Valentine (lagi). Kataku sok bijak, toh tiap hari kita bisa saling memberi tanda cinta. Kataku sok ramah, toh tiap hari kita bisa saling bersilahturahmi dengan saudara dan keluarga. Kataku sok inspiratif, toh tiap hari kita bisa memeluk ayah-bunda. Dan kataku sok segala-galanya (termasuk sok udah gede, sok dewasa, sok dituakan, sok pinter, sok paling bener, sok dogmatis), toh tiap hari kita bisa merayakan dan menyatakan kasih sayang kepada SELURUH DUNIA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah, right, as if we remember to do it everyday. &lt;/span&gt;Untung ada Valentine; itulah hari untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reminder&lt;/span&gt; yang mengingatkan otak kecil kita bahwa kita sejatinya memberikan tanda cinta kepada orang-orang yang kita kasihi. Jadi, biarpun aku sudah tidak terlalu menganggap Valentine sebagai hari penting untuk dirayakannya, alasannya BUKAN karena yang aku sebutkan di atas. Sederhana banget, itu karena aku bosan saja dengan perayaan serba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pinky &lt;/span&gt;ini, yang menurutku makin lama makin mahal dan konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sebelum Valentine, partner sibuk mencari restoran&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fine dining &lt;/span&gt;yang romantis untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dinner&lt;/span&gt;. Apalagi kebetulan Valentine tahun ini jatuh pada hari Sabtu. Jadi kami (baca: partner) sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited &lt;/span&gt;banget untuk mengosongkan jadwal supaya bisa berduaan dengan mesra. Tadinya partner mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;romantic getaway &lt;/span&gt;ke Bali atau ke Singapore, tapi nggak jadi karena aku nggak bisa cuti karena kesibukan kerja. Untung nggak jadi, kebayang kan betapa hedonisnya hidup kami kalau kami sungguh-sungguh jalan-jalan ke luar negeri hanya untuk merayakan Valentine? Hedonis memang nikmat; sebisa mungkin aku selalu mencoba meletakkan hedonisme itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;under control.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partner bertanya-tanya padaku, jenis makanan apa yang akan kami nikmati: mulai dari restoran yang menyajikan menu Italia, Prancis, Jerman, Asia, India, Peranakan, Indonesia, Cina, Jepang, Korea, Vietnam, Thai, Timur Tengah bermunculan jadi alternatif pilihan. Aku sempat iseng, mengusulkan makan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;all you can eat&lt;/span&gt; saja. Tapi partner melirikku dengan pandangan nggak suka, jadi aku langsung ngerti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oow&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;she meant business.&lt;/span&gt; Setelah bimbang sana sini, akhirnya pilihan kami jatuh pada restoran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fine dining &lt;/span&gt;Prancis yang berlokasi di hotel bintang lima. Partner melakukan reservasi sehari sebelum hari Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba di restoran pukul tujuh kurang sepuluh menit. Kami tidak terlalu memperhatikan penampilan kami. Yang penting kami ingin makan enak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maitre d'&lt;/span&gt; cantik menyambut kami dengan profesional dan ramah lalu mengantar ke meja yang terletak agak di sudut. Suasana menyambut Valentine terasa di restoran dengan tampilan bunga-bunga penghias ruangan, lilin-lilin di meja, lagu-lagu Prancis, dan interior yang indah. Sesampai di meja, pelayan membantu kami meletakkan serbet berwarna putih di atas pangkuan. Kami - sepasang perempuan dengan tampilan femme-andro duduk berhadapan sambil tersenyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waiter &lt;/span&gt;datang lagi sambil membawakan dua jenis menu. Kebetulan karena hari ini Valentine, restoran ini memiliki menu set Valentine mulai dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrees &lt;/span&gt;sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dessert&lt;/span&gt;. Rada susah juga menentukan pilihan karena tampaknya semuanya lezat dan maknyus. Pilihan makanan pembuka misalnya, ada empat jenis yang ditampilkan di menu. Mau sup lobster, salad salmon, keong siram keju dengan cacahan daun basil, atau hati angsa panggang? Belum lagi, makanan utamanya. Anak sapi panggang, daging Wagyu panggang yang istimewa, ikan salmon dimasak lembut, atau lobster pilihan dengan saus dua rasa. WOW. Menulis seperti ini menjadi lapar lagi. Pilihan makanan mewah ini didampingi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;red &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;white wine&lt;/span&gt; sesuai dengan pesanan pribadi. Makanan cuci mulut juga tak kalah menggiurkan. Pilihannya yaitu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; panna cota &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(krim gelatin beku) dengan campuran buah beri&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; creme brulee &lt;/span&gt;(krim kocok manis) yang dibakar pakai api dengan lelehan karamel, serta kue cokelat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homemade &lt;/span&gt;dengan es krim dan saus stroberi di atasnya. Merem melek pokoknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, makanannya sungguh-sungguh lezat. Seluruh indra menikmati orkestra kuliner kali ini. Bukan cuma suasana restorannya yang menghibur mata, tapi juga rasa di lidah, wangi buat hidung, lagu yang mendayu di telinga, serta tekstur makanannya yang lembut. Inilah yang disebut sebagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; the art of cuisine,&lt;/span&gt; kenikmatan menghadapi petualangan makanan. Terus terang, aku suka makan. Aku tidak hanya menganggap makan sebagai pemuas kebutuhan fisikku, melainkan sering kali menganggap makan sebagai aktivitas yang menggairahkan, bahkan beberapa kali aku mengerti arti yang mengatakan bahwa makanan sama dengan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang makanan penutup berakhir, pelayan datang memberikan dua tangkai bunga mawar dan sekotak kecil cokelat untuk kami. Oh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so sweet&lt;/span&gt; . Kami duduk berdua beberapa saat sambil membiarkan makanan "turun" ke perut dengan baik sambil mengobrol dan bergenggaman tangan di bawah taplak meja. Malam pun berakhir, kencan kami juga berakhir, tapi cinta kami tak berakhir. Aku tiba di rumah dengan hati hangat dan senyum di bibir. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Valentine's Day for everybody!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Sidney, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-6249367976845439440?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6249367976845439440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/6249367976845439440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/my-valentine.html' title='My Valentine'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbzMuB7ZHI/AAAAAAAABjk/uKBOVRSc1Wg/s72-c/heart-shaped-floral-arrangement_%7E1796808.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5931230628000958645</id><published>2009-02-14T20:28:00.009+07:00</published><updated>2009-02-14T22:15:39.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 20++ Rekomendasi Film Buat Valentine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbfcFoiqTI/AAAAAAAABjc/wyjAeGI6bqE/s1600-h/car-date-drive-in_%7Eu29399782.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbfcFoiqTI/AAAAAAAABjc/wyjAeGI6bqE/s200/car-date-drive-in_%7Eu29399782.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302671284916889906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine: tukar-tukaran kado dan cokelat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clubbing, candle light dinner&lt;/span&gt;, atau nginap di hotel pinggir pantai dengan partner. Asyik ya? Ya iyalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah, gimana kalau kehangatan Valentine ditambah dengan nonton bareng? Bisa makin lengket tuh. Oleh karena itu, di hari spesial ini Fluffy nyiapin rekomendasi yang juga spesial (pake mikir, lho!). Jadi seharian ini, Fluff ingat-ingat lagi film yang pernah Fluff tonton dan merekomendasikannya untuk teman-teman dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lady-lady&lt;/span&gt; semua sesuai dengan kepribadian masing-masing. Mau tau, film apa aja yang bisa ditonton buat Valentine kali ini? Buruan klik 'baca selengkapnya' dan mainkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mouse&lt;/span&gt;-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mereka yang...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gothic&lt;/span&gt;: Sweeney Todd, Kill Bill 1&amp;amp;2, Ginger Snap, Adam's Family, He Loves Me, He Loves Me Not, Dancer in the Dark, Love Me If You Dare, dan Snakes on the Planes (nggak dianjurkan buat mereka yang fobia reptil.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lebay: Dil To Pagal Hai, Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Kushi Kabhi Gam, dan semua jenis film India yang banyak adegan menari dengan pilar atau taman bunga. Ditambah lagi, dengan banjir air mata yang lebay abies... Aih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Intelek: Beautiful Mind, I am Sam, Vanilla Sky, Juno, Star Wars, Pans Labyrinth, dan Big Fish. Kalo bosan, nonton Discovery Channel aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Musikal: Moulin Rouge, August Rush, Rent, Music and Lyrics, Mamma Mia, atau Mendadak Dangdut. Tarik maaaaaang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Doyan ngobrol: Before Sunset dan Before Sunrise. Apa lagi yah? Oh, film-film Woody Allen yang isinya ngobrooool melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jagoan: Spider-Man, Pirates of the Carribean, Batman, X-Men, Doraemon, P-Man, serta edisi reuni Ultraman dan Power Ranger!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Petualang: Jumanji, National Treasure, atau Indiana Jones. Oh, jangan lupakan Dora the Explorer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penulis: Finding Forrester, Quills, The Hours. Tapi jangan kelelep kayak Virginia Woolf yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kuliner: Sideways, No Reservations, atau Ratatouie!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Feminis: Anatomy of Hell. Priceless dan Sex and the City bisa dikategorikan feminis nggak ya? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Pemerhati kejiwaan: trilogi Silence of the Lamb, Saw I-IV, Charlie Bartlett, Tracy's Fragment, dan Hard Candy, Girl Interrupted boleh juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Spiritualis: Samsara, Le Grand Voyage, Seven Years in Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Gokil: Idiocracy, seri Jackass, Kungfu Panda, Cool, Love Guru, Borat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Selebriti: Dreamgirl, Crossroad, serial Simply Life-nya Paris Hilton, Bukan Bintang Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Olahraga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;freak&lt;/span&gt;: Bring It On atau Step Up. Mari meliuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Sensitif: The Terminal, P.S: I Love You Cast Away, The Bubble, Forest Jump, Turtles Can Fly (di sini ada akting menangis yang keren banget. Huks!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Doyan berantem: Fight Club, Saving Private Ryan, Four Brothers, Four Feathers, dan segala macam film perang itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Filosofis: I Heart Huckabees, Salo, atau Russian Dolls.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Hantu dunia maya: You've Got Mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Oriental: Curse of the Golden Flower, The Blanket, 2046, Ca Bau Kan, atau cari video-video jadoel zaman Pemanah Rajawali Sakti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Klenik minded: Setan Budeg, Beranak Dalam Kubur, Kuntilanak,  Nyi Blorong, Setan atau segala hantu yang jadi judul film di bioskop. Suzanna, “Bang, beli satenya sepuluh...” Hiiiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Doyan LDR: Sleepless in Seattle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Cinderella &lt;span style="font-style: italic;"&gt;minded&lt;/span&gt;: Pretty Women, Maid in Manhattan, or Cinderella itself. Yes, semiskin apa pun, kamu bisa dapat pangeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Nasionalis: Laskar Pelangi! Independence Day (Hehehe, ini nasionalis Amrik yak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Islami: Ayat-Ayat Cinta dan Perempuan Berkalung Sorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Cinta keluarga dan anak-anak: Little Miss Sunshine, Dear Frankie, Million, dan Oliver Twist. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;And maybe, you can try&lt;/span&gt; Happy Three Friends :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Drama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;freak&lt;/span&gt;: 50 First Dates, Closer, The Holiday, Kate and Leopold, Under the Tuscan Sky, Lost in Translation, Must Love Dogs, Serendipity... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gosh, we have thousands here!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fluffy: ngos-ngosan.&lt;br /&gt; Kayaknya, besok-besok Fluff bisa buka bisnis rentalan deh :P &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, ladies, &lt;/span&gt;sekian dulu rekomendasi dari Fluffy. Silakan bongkar toko dan rental film langgananmu, atau ubek-ubek lagi kotak DVD-mu. Met Valentine-an sambil nonton ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; P.S: berlaku untuk yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;single&lt;/span&gt; maupun&lt;span style="font-style: italic;"&gt; double&lt;/span&gt; :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5931230628000958645?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5931230628000958645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5931230628000958645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/obrolan-cewek-20-rekomendasi-film-buat.html' title='Obrolan Cewek: 20++ Rekomendasi Film Buat Valentine'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZbfcFoiqTI/AAAAAAAABjc/wyjAeGI6bqE/s72-c/car-date-drive-in_%7Eu29399782.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2211228305672175049</id><published>2009-02-13T23:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-13T23:30:33.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot From The Kitchen'/><title type='text'>Valentine: It's Time to Break Up!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZWbOHmUipI/AAAAAAAABjM/jwMawivlNGQ/s1600-h/My_H_eArt_is_broken_by_EmObEnNy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 137px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZWbOHmUipI/AAAAAAAABjM/jwMawivlNGQ/s200/My_H_eArt_is_broken_by_EmObEnNy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302314803158878866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex &amp;amp; Lakhsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa satu bulan menjelang Valentine biasanya merupakan masa yang rentan bagi pasangan. Biasanya banyak pasangan yang putus menjelang Valentine. Ini pendapat saya pribadi setelah melihat pasang-surut berpasangan menjelang 14 Februari. Beda dengan masa menjelang akhir tahun, biasanya justru banyak pasangan yang jadian menjelang tahun baru karena mereka nggak mau menghabiskan tahun baru sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk Valentine kali ini saya akan memberi tips bagaimana memutuskan hubungan dengan baik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm very good at break up.&lt;/span&gt; Prinsip utama dari putus adalah KALAU PUTUS, YA PUTUS AJA!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah, yeah&lt;/span&gt;, kamu pasti bilang, “gampang aja lo ngomong putus!” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Please, spare me the details, okay!&lt;/span&gt; Saya pernah patah hati sampai bonyok nangis meraung-raung, meratap-ratap.  Dan tidak ada rasa sakit selain patah hati yang membuatmu jadi manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mari kita mulai dulu dengan alasan kenapa kalian harus putus. Biasanya jauh di dalam lubuk hati, kita tahu kenapa kita harus putus. Jangan, jangan masuk ke tahap pembenaran dengan pernyataan-pernyataan seperti,  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hm, sebenarnya hubunganku dan dia masih bisa diperbaiki kalau saja dia nggak ketemu cewek itu. Dia sebenarnya baik, tapi dia nggak bisa putus dari pacarnya. Kami masih saling mencintai,  pasti cinta dapat menyatukan semua perbedaan. Dia pasti akan sadar dan balik lagi sama aku. Aku akan bertahan sebab tak ada lagi perempuan sempurna seperti dirinya. Sumpah, cintaku abadi. &lt;/span&gt;Atau blablabla jenis-jenis pembenaran lain yang kalau ditulis bisa jadi dua halaman sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman, cara putus terbaik adalah dengan menikamkan pisau ke jantung secara cepat dan lugas. Tegas dan jangan bertele-tele. Jangan melakukan tarik-ulur. Biarpun setelah putus, tiap hari kamu dikirimi lirik lagu Samsons dan Kerispatih, lengkap dengan mp3-nya, tetaplah bergeming. Atau dia bersikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pathetic &lt;/span&gt;dengan menulis stat message yang mengiba-iba, stat/twitter/plurk/SMS yang menyatakan betapa sedih dirinya, atau menulis blog yang isinya berdarah-darah, atau mulai memaki-maki dirimu sebagai manusia kejam berhati dengki, atau menjadikan dirinya sebagai korban penuh penderitaan, janganlah menoleh ke belakang lagi. Kenapa? Ketegasan dalam memutuskan hubungan lebih baik daripada membuang-buang waktu dia sementara kamu enak-enakan menjalani hidupmu sendiri. Ya, perasaan kamu pasti tersentuh bila melihat deritanya, tapi plis, janganlah itu menjadi pembenaran untukmu dengan menjadi manusia egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat standar sewaktu putus adalah, “Kita tetap teman, kan?” atau, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keep in touch&lt;/span&gt; ya.” atau, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Call me&lt;/span&gt;.” atau "Aku tetap di sini tak jauh darimu." Saya percaya bahwa mantan bisa tetap berteman. TAPI, ini yang penting, berilah waktu  “musuhan” alias menjaga jarak sebelum kalian bisa berteman lagi. Menjaga jarak berguna untuk menetralisir racun-racun sakit hati yang menginfeksi hati. Juga memberinya kesempatan untuk menemukan pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus memang menyebalkan, bahkan saat kamu yang memutuskan hubungan. Ada saat-saat tertentu kamu teringat padanya, kangen berat. Tapi jauh dalam hatimu, kamu tahu bahwa kamu dan dia sebenarnya memang lebih baik putus. Nggak perlulah menanyakan kabarnya hanya untuk menunjukkan belas kasihanmu. Percayalah dia pasti baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu pasti merasa tidak enak tanpa kehadirannya, dan kamu berusaha tetap “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep in touch&lt;/span&gt;” dengan mengiming-imingkan harapan terus padanya, padahal semua itu kamu lakukan hanya karena kamu ingin menyembuhkan rasa nggak enak kamu dan rasa kangen yang sementara kamu rasakan. Lebih baik, beri dia ruang untuk membenci kamu habis-habisan, setelah itu dia akan punya hidupnya sendiri, dan kamu punya hidupmu sendiri, baru pada saat itulah MUNGKIN kalian bisa berteman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan hubungan secara tarik-ulur mungkin tampak tidak sesadis memutuskan hubungan secara cepat dan bersih. Tarik-ulur kelihatan seperti cara yang lebih baik padahal kenyataannya tarik-ulur adalah cara yang egois untuk memutuskan hubungan. Sering kali kata-kata sayang dan cinta masih berhamburan dalam fase ini dan salah satu pasangan biasanya memiliki ekspektasi berlebih terhadap yang lainnya. Orang yang memiliki ekspektasi berlebih ini bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk sadar bahwa selama ini dia hanya hidup berputar-putar tak tentu arah. Dan suatu hari setelah waktu berlalu kamu baru sadar bahwa orang yang pernah kamu cintai ini ternyata menempel padamu seperti nasi yang menempel di telapak kakimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada di antara kalian yang berada dalam tahap hubungan tarik-ulur “tidak jelas” seperti ini, coba minta dia untuk memilihmu seorang, dengarkan apa jawabannya. Jangan dengarkan kibulan-kibulan standar seperti, “Aku cinta kamu, tapi...” “Kamu tahu hatiku memilih kamu, tapi kamu mesti mengerti...” "Susah sekali hatiku berpindah, tapi..." atau kalau dia sudah bingung, dia bisa mengirimimu puisi-puisi ala Sapardi atau Neruda atau lirik lagu band-band Indonesia yang penuh ratapan itu untuk menunjukkan bahwa dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;care. Please get real! &lt;/span&gt;Kalau dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;care&lt;/span&gt;, dia sudah bersama kamu sekarang, bukannya dia berada di dunianya sendiri terpisah jauh dari kamu dan hanya mencari kamu untuk “mengisi” kekosongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus secara cepat dan bersih biasanya amat menyakitkan bagi kedua belah pihak. Bahkan tidak jarang ada kemarahan dan sakit hati. Bila kamu yang memutuskan hubungan, bisa-bisa kau merasa kupingmu panas dan gatal-gatal karena dikutuk tak henti olehnya. Apa pun penyesalan, kepedihan, kenangan, yang kamu rasakan, tetaplah bertahan. Jangan menghubunginya sama sekali lewat SMS, YM, telepon, terutama ketemuan. Kalau dia menghubungimu gimana? Kalau perlu dijawab (mungkin karena urusan pekerjaan atau apa), jawab saja dengan nada formal, jangan melantunkan nada “hai aku kangen untung kamu nelepon.” Matikan telepon dalam waktu kurang dari semenit, dan dia harus paham bahwa kamu memang tidak mau kontak-kontak lagi dengannya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu tidak tahan sendirian, sebagai pihak yang diputusin, cobalah mencari dukungan dari teman-temanmu. Carilah teman-teman sungguhan, bukan teman basa-basi yang basi. Teman yang baik adalah mereka yang berani “menampar” kamu untuk menyadarkanmu agar tidak terus berharap dan menunggu. Tidak ada teman yang tahan mendengarmu meratapi mantan atau mendengarmu tanpa henti ngomongin cewek "sempurna" yang sudah memutuskan kamu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Get a life, okay! (Kalau memang dia begitu sempurna, kenapa dia memperlakukan kamu  semau gue?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada rasa sakit yang lebih besar selain kita mencintai seseorang tapi tidak bisa bersama orang itu. Tak ada rasa menyakiti diri sendiri yang lebih besar selain mencintai mantan yang sudah bahagia bersama orang lain. Jangan pernah menerima kurang dari nomor satu. Percayalah di luar sana ada orang yang menunggu untuk kita temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, tulisan di atas ini bukan cuma tulisa asbun saya lho. Ini merupakan kompilasi pengalaman pribadi dan tips-tips dari buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“It's Called a Breakup, Because It's Broken” &lt;/span&gt;karangan Greg Behrendt dan Amiira Ruotola-Behrendt. Buat yang lagi patah hati atau dalam tahap memutuskan/diputus pasanganmu, silakan cari buku ini di toko buku yang sudah beredar terjemahan Indonesianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2211228305672175049?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2211228305672175049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2211228305672175049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/valentine-its-time-to-break-up.html' title='Valentine: It&apos;s Time to Break Up!'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZWbOHmUipI/AAAAAAAABjM/jwMawivlNGQ/s72-c/My_H_eArt_is_broken_by_EmObEnNy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4825318183184249970</id><published>2009-02-13T22:41:00.008+07:00</published><updated>2009-02-13T23:02:55.085+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Just Brewing'/><title type='text'>Batwoman Ternyata Lesbian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZWXUW6vnuI/AAAAAAAACSk/UNTXMpv2hy0/s1600-h/The-new-Batwoman-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZWXUW6vnuI/AAAAAAAACSk/UNTXMpv2hy0/s200/The-new-Batwoman-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302310512303775458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita bagus buat penggemar komik. DC Comic akhirnya menampilkan serial komik dengan tokoh utama Batwoman menggantikan Batman yang hilang dan diperkirakan tewas. Pada tahun 2006 Batwoman yang bernama asli Kathy Kane sudah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;outed &lt;/span&gt;sebagai lesbian dan menimbulkan kehebohan dalam ranah komik dunia. Mulai Juni 2009, Batwoman akan muncul dalam 12 seri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Detectives Comic&lt;/span&gt; dan kemunculannya dinantikan oleh banyak penggemarnya di seluruh dunia.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DC readies lesbian Batwoman for take-off&lt;br /&gt;Alison Flood&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.guardian.co.uk/books/2009/feb/11/lesbian-batwoman-dc-comics"&gt;guardian.co.uk&lt;/a&gt;, Wednesday 11 February 2009 15.26 GMT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fans at Comic Con in New York this week were treated to a sneak preview of DC Comics's highest profile gay superhero, Batwoman, described by her creator as "the kind of sexy that makes you think of a succubus with a very bad attitude".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;With fiery red hair, a skin-tight leather cat suit and knee-high red stiletto boots - complete with a blood red bat symbol on her ample chest - Batwoman, the alter ego of Kathy Kane, is set to make her debut on bookshelves this June in Detective Comics 854. Her appearance follows the shock – apparent – demise of Bruce Wayne, the multi-millionaire philanthropist who has protected the streets of Gotham City as Batman since 1939.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writer Greg Rucka said that Batwoman - who first appeared in 1957 but was killed off in 1979 - was "exceptionally cool".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yes, she's a lesbian. She's also a redhead. It is an element of her character. It is not her character. If people are going to have problems with it, that's their issue," he told Comic Book Resources. "Frankly, she should be judged on her merits."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kane was first outed in 2006 when it was revealed that she was the former lover of Gotham detective Renee Montoya. She has made passing appearances in the comics since, with June's outing to be her most high-profile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nobody has really seen her. They don't really know who this person is," said Rucka. "You are going to figure out what she does, why she does it and who she has to help her. I obviously get into what makes her different than Batman. They share a lot, more than including a bat. But they have different techniques and different approaches."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He expects readers to be shocked when they read the first issue. "I think people are going to fall out of their seats," he said, providing the first few pages of the comic at &lt;a href="http://ruckawriter.livejournal.com/67138.html#cutid1"&gt;his blog&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita lainnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.news.com.au/entertainment/story/0,28383,25048288-7485,00.html"&gt;http://www.news.com.au/&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/entertainment/7883348.stm"&gt;http://news.bbc.co.uk/&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4825318183184249970?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4825318183184249970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4825318183184249970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/batwoman-ternyata-lesbian.html' title='Batwoman Ternyata Lesbian'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZWXUW6vnuI/AAAAAAAACSk/UNTXMpv2hy0/s72-c/The-new-Batwoman-001.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-5652024727038811111</id><published>2009-02-13T08:43:00.004+07:00</published><updated>2009-02-13T13:18:39.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Alex'/><title type='text'>Poling: Pada Usia Berapakah Kamu Melakukan Hubungan Seksual Pertama Kali Dengan Sesama Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZTV3cn9HkI/AAAAAAAACSc/g2vUYRghwpc/s1600-h/sex.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 170px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZTV3cn9HkI/AAAAAAAACSc/g2vUYRghwpc/s200/sex.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302097809875213890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Alex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada umur yang  tepat untuk hubungan seksual. Untuk pasangan lesbian, hubungan seksual menjadi satu hal “pokok” yang bisa dilakukan dengan mudah tanpa pikir panjang dibanding pasangan heteroseksual, karena tidak adanya konsep menunggu melakukannya setelah menikah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada kejutan besar melihat hasil jawaban dari poling yang dilakukan SepociKopi atas pertanyaan “Pada usia berapakah kamu melakukan hubungan seksual pertama kali dengan sesama perempuan?” Dari 255 responden, 49% atau nyaris setengahnya mengaku melakukan hubungan seksual adalah pada masa usia 17-22 tahun. Pada usia itu, kebanyakan orang secara fisik lebih terdorong untuk aktif secara seksual. Hormon dan tubuh sudah berkembang matang pada masa ini. Ini berlaku pada perempuan secara umum, tidak hanya untuk kalangan lesbian saja. Banyak energi fisik yang juga butuh disalurkan dan seks menjadi kegiatan yang menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada usia selanjutnya, 23-28 tahun, yang juga merupakan usia perempuan pekerja,  58 orang atau sekitar 23% mengaku melakukan hubungan seksual pertama kali. Ini juga angka yang wajar, mengingat pada usia ini, perempuan terdorong untuk mencari pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk usia yang terlambat menjelang 30 tahun, seperti 29-34 tahun terdapat jumlah pemilih 12 orang, 35-40 tahun sebanyak 5 orang, bahkan ada 3 pemilih yang mengaku baru melakukannya pada usia di atas 40 tahun. Hubungan seksual yang pertama kali dilakukan pada usia di atas 35 tahun sebenarnya menarik untuk dicari tahu alasan “keterlambatan”nya. Dan itu bisa dibahas nanti dalam tulisan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya penghalang seperti risiko kehamilan, terkadang membuat remaja lesbian lebih lepas kontrol dalam melakukan hubungan seksual. Ini terbukti dengan tingginya angka pelaku seksual aktif adalah hubungan seksual di bawah 17 tahun, yang berjumlah 21%, alias  53 pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya hubungan seksual pada usia di bawah 17 tahun diketahui dapat merangsang tumbuhnya sel kanker pada organ kandungan perempuan, karena pada rentang usia 12-17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya benda asing dalam tubuh perempuan, dalam hal ini misalnya jari atau dildo, akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah yang abnormal. Apalagi kalau sampai terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim. Ada baiknya lesbian pelaku seksual aktif sejak berusia di bawah 17 tahun, untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pap-smear&lt;/span&gt; pada saat usianya di atas 30 tahun nanti untuk lebih mawas diri terhadap risiko kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu seksual lesbian juga tidak lepas dari isu keperawanan. Soal keperawan yang hilang karena ditembus jari, juga sering jadi masalah. Janganlah seorang perawan di kemudian hari beberapa bulan kemudian baru mengaku ke pasangannya bahwa selaput daranya pecah. Kadang-kadang isu keperawanan sering digunakan oleh perempuan untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emotional blackmail &lt;/span&gt;agar pasangannya merasa bersalah dan jatuh kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon perempuan lebih merasa bersalah dibanding laki-laki jika telah merenggut keperawanan perempuan lain. Rasa bersalah ini sering dimanfaatkan oleh beberapa lesbian untuk memertahankan hubungan. Jika melakukannya atas dasar suka sama suka, kenapa mesti cengeng mengadu beberapa bulan atau menunggu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;timing &lt;/span&gt;yang tepat tentang hilangnya keperawanan? Itu biasanya menjadi tanda pemerasan emosi oleh sesama lesbian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, hubungan seksual adalah hubungan yang indah bila dilakukan pada waktu yang tepat, atas dasar cinta, apalagi pada hubungan seksual pertama. Walaupun kita tidak bisa mengidealisasikan semua hubungan seks yang kita lakukan, paling tidak pengalaman seksual pertama bisa menjadi pengalaman yang berharga yang bisa dikenang di kemudian hari, baik pengalaman indah atau pengalaman buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Alex, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-5652024727038811111?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5652024727038811111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/5652024727038811111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/poling-pada-usia-berapakah-kamu.html' title='Poling: Pada Usia Berapakah Kamu Melakukan Hubungan Seksual Pertama Kali Dengan Sesama Perempuan'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZTV3cn9HkI/AAAAAAAACSc/g2vUYRghwpc/s72-c/sex.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-2720296021034478456</id><published>2009-02-11T15:12:00.004+07:00</published><updated>2009-02-11T17:26:00.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Ade Rain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intermezzo'/><title type='text'>Berjingkat di Lesbian Bar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZKml4ffpkI/AAAAAAAACR0/8d4LYWCbH-I/s1600-h/le+bar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZKml4ffpkI/AAAAAAAACR0/8d4LYWCbH-I/s200/le+bar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301482881118348866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Ade Rain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa hari aku merasa seperti dodol, badan dibaluri krim yang amat sangat tebal, lalu dibungkus lengan panjang tipis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pullover,&lt;/span&gt; ditambah jaket yang juga sungguh berukuran selimut.  Dikemas seperti dodol tradisional memang unik rasanya.  Seperti didandani secara komplet, tinggal dibaluri minyak goreng, daun pisang, plastik, baru bungkusan kulit Aren yang diikat ketat sehingga dodol tampak cantik dan apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pakaian robot dodol berlapis-lapis itu tentu saja jalan agak sulit untuk terlihat anggun. Tapi siapa juga peduli, lagi dalam keadaan dingin begitu ngga mikir lagi mau cantik-cantik ria. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Heh... salah dink... &lt;/span&gt;aku masih suka dandan juga. Salah seorang teman cowok satu programku habis-habisan mengomel setiap kali aku masih juga tanya besok mau pakai baju apa ya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berjuang memikirkan agar tetap tampil modis di tengah musim dingin itu membuatnya bete. Karena jelas-jelas dia juga setiap hari berbungkus seperti dodol tadi...(tapi dodol dia kayaknya dodol basi deh lebih tebal dan membuatnya tampak sedikit seperti dodol dalam bambu, tegang dan susah jalan.) Capcay deh, cape banget sama dia karena berantem tiap hari soal pakai baju apa ya besok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, aku tahu sekali, dia, si Raden, ingin mengekor mengikutiku pergi. Bete ngga sih? Dia kan cowok, lagian aku punya urusan sendiri. Urusan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membelok ke 12th street, aku lempeng, ngga mau lihat-lihat dia ke belakang… duh semoga dia beneran nggak ikut. Aku sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browsing &lt;/span&gt;tempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hangout &lt;/span&gt;lesbian itu sejak di kota  ini. Nggak akan kuizinkan cowok kayak dia merusak malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tempat yang dicari ditemukan.  Lokasinya hanya berjarak beberapa blog saja dari hotel. Tempat nongkrong lesbian malam itu kecil jadi terlihat cukup ramai. Tak begitu mencolok meskipun berada di jantung kota .  Tempatnya di antara hilir mudik manusia yang keluar masuk lingkungan Forest Park Building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumasuki bar mungil tersebut.  Ada meja tinggi memanjang, dengan dua bartender perempuan muda. Tulisan The XXXX  kecil menyala menyabut kedatangan. Meja bundar tak jauh dari situ berisi beberapa perempuan sibuk mengobrol, meja yang lebih jauh juga penuh. Musik ringan mengalun  perlahan tak mengganggu percakapan orang-orang di dalamnya. Aku membuka jaket, berjalan manis ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bingung ingin duduk di mana, akhirnya mendatangi meja bar.  Bertanya pada bartender minuman apa yang tak mengandung soda dan alkohol. Ia menganjurkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;orange juice tonic, &lt;/span&gt;setelah paham apa isinya aku memesan satu. Dengan ramah ia mengajakku mengobrol. Ia tertawa berkali-kali ketika kujelaskan soal dodol tadi dan cara berpakaianku. Kami tertawa. Sesekali aku melempar pandangan ke luar serbuk salju terkena cahaya lampu turun pelan-pelan, indah. Aku suka melihat serbuk putih itu liar ke sana kemari menjatuhkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragu-ragu aku bertanya apakah semua  tamu di sini kebanyakan lesbian, ia memastikan dengan anggukan dan senyuman. Tangannya yang berwarna kemerahan memanggil salah seorang perempuan. Tak kelihatan lesbian sama sekali. Ia menyebut namanya Alen. Bartender mengenalkan diri dengan nama Gael. Duh... beneran aku deg-deg-an berada di sekitar mereka, seperti masuk ke kampung sendiri dan langsung merasa nyaman di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kurasakan kehangatan Gael, ia memang pantas menjadi bartender. Sangat ramah dan aktif menghangatkan suasana. Gael meminta Alen mengenalkanku pada teman-temannya. Setelah mengobrol sebentar bertiga, Alen langsung membawaku ke meja di bagian tengah. Aku langsung tenggelam berada di kumpulan mereka, tak melihat satu butchy pun. Beberapa andro, satu cewek dengan lengan penuh tato tapi tetap saja terlihat feminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan kutanya pada Alen, apakah mereka mengenal dua grup di meja lain? Alen bilang hanya tahu beberapa tapi tak kenal dekat dengan wajah-wajah tersebut, menurutnya yang berada di pojok berasal dari kota lain tempat lain, dan ia hanya familier wajah. Menurutnya ada sekitar 30-an L yang sering nongkrong di tempat itu, rata-rata warga kota , namun ada juga yang membawa teman-teman dari kota lain, umumnya lebih ramai hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asyik mengobrol, tiba-tiba bel pintu masuk berbunyi... tamu baru, dan kulihat punggung Raden. Leherku seperti kelilit kemben.. eh syal eh dodol syalnya Raden. Aku tahu Raden selalu cari minuman buat menghangatkan diri, sejak kemarin dia keluar-masuk  Liquor bar.  Aku sontak panik. Bisik-bisik kukatakan pada Alen untuk menyembunyikan aku di pojokan mereka, agar Raden tak bisa melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan dengan bisikan setan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Itu loh bisik-bisik pucat yang secepat kilat dibarengi  muka tegang ketakutan...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pssst Alen I’m not coming out... he is one of my friend from Indonesia."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman Alen, Christ datang menyusul, menyalami. Alen memintanya menutupiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eeeh… eh XXXXXX kok di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara Raden memanggil namaku. Dudul gundul pacul deh, beneran kayak dicolok selang air kupingku dengar suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kedinginan di luar jadi main masuk aja ke sini."&lt;br /&gt;"Ah elu mah muna katanya ngga minummm."&lt;br /&gt;"Iya ini mau mau mabuk air jeruk  biar ngga gila gara-gara kuliah kita siang tadi."&lt;br /&gt;Aku mulai ketus deh sama dia, sebenarnya ngga benci malah sering kecanduan berantem gitu... emang asyik berantem sama Raden semua suka ketawa kalau kita udah heboh. Masalahnya aku ngga  mood berantem di situ. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Radeeeennn kamu keluar giiih!!!&lt;/span&gt; aku berteriak dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden mengajak duduk di mejanya. Aku melangkah di belakang pelan menyingkir dari Christ berbisik lagi memintanya untuk memberitahu Gael agar tak mengajakku mengobrol. Ah aku duduk di meja Raden... ingin kubunuh dia pake cangkir mini&lt;span style="font-style: italic;"&gt; liquor &lt;/span&gt;yang diminumnya, bisa ngga ya, atau pakai taplak meja aja kubungkam mulutnya trus masukkan ke dalam drum bir biar ngga ganggu malamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masih terus godain bilang aku muna diam-diam ternyata minum alkohol, bodoh ah... toh dia cuma liat aku minum jus. Sepuluh menit pertama  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booorrriiing &lt;/span&gt;setengah mati. Aku udah mau pamit meninggalkan bar itu, tapi  dia bilang mau ikut aku, padahal maksudnya mau keluar, tunggu dia keluar aku balik lagi ke tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan sama Raden udah asal, aku maksa mau balik ke hotel. Raden buru-buru membayar minuman kami, aku masih melihat mimik Gael yang kasihan padaku. Aku hanya main mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah temaram lampu dan embusan angin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;winter&lt;/span&gt;, aku ngacir berjalan jauuuuh di depan Raden, aku tahu otaknya udah terpana oleh campuran vodka, whiski dan jeruk nipis tadi, entah apalah namanya. Aku langsung ngacir buru-buru mau lantai 8. Di lift kujambak rambutnya sambil mengancam jangan ikut ke kamar. Raden malah ketawa ngakak, dan ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau pinjam kameramu mau transfer foto-foto kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radennnn  aku benar-benar ingin membunuhmu menjepitkan lehermu di pintu lift atau kugulung karpet hotel, kubuang dari jendela aja kali yaaa. Buru-buru kuambil kamera itu dan Brak!!! Kubanting pintu kamar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidur ya, Den."&lt;br /&gt;"Munaaa Munaaa munaaa, ma kasih, Sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adduuh Den terserah deh mau bilang apa aja asal kamu ngga bilang aku lesbian. Belum lima menit telepon kamar bunyi. Raden lagi, kali ini minta izin semua foto ditransfer ke laptopnya, jadi flash disk di kamera dikosongi. Terserah elu deh, Deeeen, makan tuh kamera, aku mau bebas malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hampir pukul 10 malam café nyaris tutup, aku masuk bar itu lagi 15 menit setelah pasti Raden nggak berkeliaran. Kali ini berjingkat memastikan tak ada Raden-Raden lain yang juga lalang melintang di sekitar jalan yang penuh tempat nongkrong itu. Aku masih duduk di meja, Chris dan Alen terbahak-bahak mendengar perjuanganku lepas dari Raden dan caraku menemukan tempat itu. Kami mengobrol sampai teman-teman lesbian lain meninggalkan ruangan. Aku lihat Gael berciuman bibir dengan Christ, oh mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;couple &lt;/span&gt;ternyata… melihat ciuman bibir itu aku jadi kangen seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menutup bar, Christ, Gael, Allen, dan Jane mengantarku pulang, hanya beberapa blok dari tempat itu. Dan sepertinya mereka sangat menghargai aku yang sengaja mencari tempat itu dan nekat datang sendirian. Gael dan Christ bergenggaman, satu tangan Gael memeluk bahu sambil bersenandung lagu yang tak kukenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemari mengkerut padahal berbalut sarung kulit, tapi malam itu indah. Pohon tanpa daun ditiup angin, kelap kelip lampu Billboard, buliran es mengeras di aspal. Suara klakson mobil di kota tempat 9/11 menghancurkan WTC itu, membuat enggan pulang... mereka membuatku betah. Tapi sesekali aku masih melihat-lihat ke belakang, takkan pernah kubagi kebahagiaan malam itu dengan Raden. Tuhan aku benar bahagia meski terbungkus bagai dodol anyep, beku, dan dingin yang dimasukkan ke dalam kulkas bersuhu minus 15 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Ade Rain, SepociKopi. 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-2720296021034478456?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2720296021034478456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/2720296021034478456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/berjingkat-di-lesbian-bar.html' title='Berjingkat di Lesbian Bar'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SZKml4ffpkI/AAAAAAAACR0/8d4LYWCbH-I/s72-c/le+bar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-1856826866459953166</id><published>2009-02-10T14:58:00.005+07:00</published><updated>2009-02-10T15:23:41.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Nuha Guwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk'/><title type='text'>TAJUK: Toleransi dan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZE4Kqkx6cI/AAAAAAAABic/SSfA_00fQao/s1600-h/Insignificant_by_Eye_crazy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZE4Kqkx6cI/AAAAAAAABic/SSfA_00fQao/s200/Insignificant_by_Eye_crazy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301079992270186946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Nuha Guwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan manusia dengan keanekaragaman warna kulit, perbedaan bahasa, dan warna warni tingkah laku dalam khazanah kaya budaya. Perbedaan itu sangat mudah dilihat ketika berada di negara lain, atau dalam skala kecil ketika mengunjungi daerah di luar tempat tinggal kita. Perubahan cara berbicara, ucapan, kata-kata kalimat dalam dialek merupakan sebuah kenyataan yang mau tak mau harus menjadi bagian penerimaan manusia terhadap perbedaan adat istiadat tersebut. Meskipun pada kenyataannya hingga kini penerimaan akan satu budaya dan pandangan hidup yang berbeda selalu menimbulkan rasa curiga dan syakwasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasan manusia selalu mengukur gejala atau sesuatu hal dengan pengalaman sebelumnya. Adanya perbedaan keseharian atau gaya hidup ini  pun kerap menimbulkan rasa was-was. Perbedaan agama contohnya, perbedaan kesepakatan akan nilai-nilai kebenaran dalam penyembahan terhadap Tuhan juga kerap menjadi biang curiga, benar atau salah sebuah anutan hidup. Menganut agama yang sama pun seringkali memberikan perbedaan dalam menafsirkan ayat-ayat dalam kitab sucinya atau menyikapi peristiwa dalam kejadian sehari-hari. Perbedaan menikmati jenis makanan tertentu juga sering kali menjadi sebuah masalah ketika mengunjungi suatu daerah. Mengeluh bahwa makanan di suatu tempat tidak selezat lidah di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kampong &lt;/span&gt;kita, rasa yang terlalu hambar, terlalu manis, terlalu pedas, dan asin, nyatanya hanya selebar lidah manusiayang ukurannya 4 centimeter.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara berpakaian juga kerap menjadi contoh cemooh yang menyakitkan. Perempuan Arab  menutupi seluruh tubuh, bahkan mata pun harus ditabir dengan cadar sampai-sampai sulit melihat ekspresi mereka sedang sedih, marah atau tersenyum ketika berbicara. Masyarakat Tionghoa gemar mengenakan pakaian kasual dan santai,  bahkan sering kali mengenakan penutup badan yang minim. Lihat di pelosok Bali, Mentawai, dan Papua, para perempuannya menganggap penampakan payudara itu hal yang wajar dan biasa, tak ada yang aneh membiarkan dua bulatan indah itu mengantung di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kini ketika semua menggunakan Iphone, modern &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gadget, &lt;/span&gt;dan Blackberry super canggih, perbedaan akan semua hal yang terjadi di antara gaya hidup seseorang seharusnya tak lagi menjadi sebuah topik yang perlu dibicarakan. Jika seseorang memang memiliki gaya hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;socialite&lt;/span&gt;, intelek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syndrome &lt;/span&gt;yang bangga dengan keilmuannya, seseorang yang bersahaja tak menonjolkan apa-apa bahkan terlalu biasa. Biarkan, karena memang tak ada yang aneh dengan mereka. Tetap keberbedaan gaya hidup itu memperkaya warna di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu semua kenyataan hidup itu memiliki sisi positif, negatif dan area abu-abu, tergantung dari sisi mana manusia memandang. Adanya sudut penglihatan berbeda ini seharusnya tak membuat manusia menjadi picik dengan segera menyimpulkan sesuatu yang dilihat dengan begitu sinikal, bahkan disimpulkan dengan teramat kejam. Buru-buru mengatakan seseorang baik atau jahat dapat menjadi bias, butuh berhari-hari mengenal hidup seseorang sehingga  kita bias menyimpulkan mereka begini dan begitu karena di belakangnya ada hal seperti ini dan seperti itu. Dengan mencoba mengerti apa yang dialami seseorang, mungkin sikap mudah mengerti dan memahami akan sesuatu hal akan menghasilkan pemahaman yang mampu menyokong pondasi keharmonian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah melakukan pemahaman itu. Apalagi ketika antar manusia berbenturan sesuatu hal, bersengketa prinsip, berebutan ingin mempertahankan keamanan negara. Konflik di Gaza, Taliban di Afganistan, kematian Ketua DPRD Sumut atas ulah demonstran di Sumatra Utara juga menjadi contoh bahwa sebuah perbedaan pandangan mampu mengorbankan darah bahkan nyawa. Jika perbedaan itu bisa menyakitkan tentu saja ada yang harus diluruskan sehingga konflik-konflik kesenjangan sisi pandang, budaya, tingkah laku, bahkan gaya hidup, tak mengorbankan siapa-siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gay dan lesbian merupakan contoh lain, dianggap penyakit, sumber aib dalam sebuah keluarga konservatif, sehingga terpaksa harus menikah untuk menutupi semua itu… bahkan menyembunyikan pasangan yang bergaya terlalu perempuan atau patner yang agak kelaki-lakian seperti sebuah keharusan. Seorang lesbian mengaku takut mendatangi lagi rumah patnernya akibat sang “ibu mertua” menjulukinya si Lanang, si Perkasa, si Jantan. Tentu saja penerimaan akan keadaan seseorang memang tak bisa kita harapkan begitu saja dari orang lain. Reaksi yang dilakukan oleh pihak lain di luar diri kita memang sangat tergantung dengan latar belakang hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar inilah seharusnya bibit-bibit saling hormat dan menghargai mulai  ditanam pada diri sendiri, bahwa perbedaan itu seharusnya tak menumbuhkan kebencian, apalagi kemudian menjurus dalam hot conflict yang ujung-ujungnya malah terjadi persiteruan. Jika berbeda pandangan tentang penggunaan labelisasi, sewajarnya tak membuat dua kelompok lesbian saling cemooh atau menjauh. Adanya ketidaksetujuan terhadap lesbian yang harus menikah dan memilih punya anak tak lagi menjadi gosip di kongkow di café dan obrolan di belakang seorang teman yang sedang bimbang menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita saja sudah dianggap berbeda oleh sekeliling, disebut sebagai objek atau subjek calon pelanggar undang-undang pornografi dan pornoaksi. Kalau norma-norma masyarakat menganggap ada yang aneh pada kaum homoseksual, seharusnya kita  menjadi manusia yang paling memahami makna sebuah toleransi.  Seorang butchi memilih menukar dadanya menjadi rata, mengganti alat kelaminnya menjadi testikel, apakah masih ada lagi yang perlu dicemoohkan? Sebelum menukar semuanya ia selalu mendapat masalah ketika harus mencari toilet. Mendatangi rumah patner dipelototin Ayah Ibunya, terkadang harus risih dipandangi seseorang yang berusaha menebak jenis kelamin. Dan, di atas semuanya, mungkin dia merasa menjadi lelaki adalah kodrat utamanya sehingga dia lebih tenang dan berbahagia dengan menjadi manusia yang menyebrangi jenis kelamin. Pernahkah kita sebentar saja mencoba merenungkan jika berada di posisi demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lagi melihat perbedaan itu dengan kaca mata kuda, bahkan menggunakan kaca mata tidur yang membuat kita menjadi terlelap dan tak lagi tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Percayalah, perbedaan akan sebuah pilihan hidup seseorang itu bukan karena ia memang mau demikian. Justru  kedaan tertentu menggiringnya ke dalam sebuah keputusan yang mau tak mau harus dijalani. Konon banyak yang bilang hidup itu pilihan. Bagaimana kalau pomeo yang sering kali diucapkan banyak orang itu diganti, hidup adalah toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi paling pertama harus dilakukan yakni dengan diri sendiri, kedua dan ketiga juga terhadap keadaan diri sendiri. Mengerti mengapa harus bangun pagi dan bersiap kerja keras. Memahami mengapa  kita malas dan enggan berkemas, mengapa syahwat itu malah mengalir begitu saja pada teman sejenis. Dengan mencoba mengeksplorasi, memahami kekurangan dan kelebihan sendiri akan lebih mudah menjalani takdir hidup itu secara tulus. Seharusnya tak ada lagi keluh kesah, pesimis, bahkan sikap yang menjurus merugikan orang di sekeliling. Toleransi seharusnya memudahkan otak kecil memahami dan mengenal mengapa kita seperti ini bahkan lebih jauh mengerti mengapa seseorang itu bisa berbeda. Dengan demikian kita bisa berdamai dengan diri sendiri, dan hidup damai bersama orang lain di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-1856826866459953166?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1856826866459953166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/1856826866459953166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/tajuk-toleransi-dan-kita.html' title='TAJUK: Toleransi dan Kita'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SZE4Kqkx6cI/AAAAAAAABic/SSfA_00fQao/s72-c/Insignificant_by_Eye_crazy.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-8791716172852597581</id><published>2009-02-09T08:36:00.009+07:00</published><updated>2009-02-09T13:46:03.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>CERPEN: Potongan-potongan Cerita di Kartu Pos</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-xf1TlCpI/AAAAAAAABiM/joG5EmQAQSk/s1600-h/___Ocean_of_tears____by_Liek.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-xf1TlCpI/AAAAAAAABiM/joG5EmQAQSk/s200/___Ocean_of_tears____by_Liek.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300650446881622674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Agus Noor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di kumpulan cerita pendek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Potongan Cerita di Kartu Pos  &lt;/span&gt;(Penerbit Buku Kompas, September 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat beberapa kiriman kartu pos dari Agus Noor. Pada setiap kartu pos yang dikirimnya, ia menuliskan cerita – tepatnya potongan-potongan cerita – tentang Maiya. Berikut inilah cerita yang ditulisnya pada kartu pos-kartu pos itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Pertama dan Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maiya terpesona melihat kemilau kalung manik-manik itu. Tak pernah Maiya melihat untaian kalung seindah itu. Pastilah dibuat oleh pengrajin  yang teliti dan rapi. Ada juga anting-anting, bros, dan gelang. Maiya menyangka semua perhiasan itu terbuat dari berlian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Ini bukan berlian, Nyonya,” jelas perempuan itu. “Ini manik-manik air mata...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maiya memandangi perempuan yang duduk bersimpuh di hadapannya. Mungkin usianya sekitar 35 tahunan. Kulitnya kecokelatan. Bedak tipis sedikit memulas kelelahan di wajahnya. Memakai rok terusan kembang-kembang, terlihat kucel dan malu-malu. Saat tadi muncul menenteng tas abu-abu dan tak beralas kaki, Maiya menyangka perempuan itu meminta sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, Nyonya. Ini butir-butir airmata yang mengeras. Kami menyebutnya biji-biji airmata. Seperti butiran beras kering berjatuhan dari kelopak mata...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu terus bercerita, membuat Maiya semakin terpesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Ketiga, Empat, dan Lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Maiya datang ke arisan memakai kalung manik-manik itu, semua terbelalak memuji penampilannya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chic&lt;/span&gt;. Maiya melirik ke arah Andien yang muncul menenteng tas koleksi terbaru Hermes – tapi tak seorang pun memujinya. Semua perhatian tersedot kalung manik-manik yang dikenakan Maiya. Membuat Mulan yang memakai bustier dan rok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;founcy&lt;/span&gt; Louiss Viutton hanya bersandar iri menyaksikan Maiya menjadi pusat perhatian. Dengan penuh gaya Maiya bercerita soal kalung manik-manik yang dikenakannya. Dan semua berdecak mendengarnya. “Begitulah yang dikatakan perempuan itu kepada saya. Manik-manik ini berasal dari airmata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi itu manik-manik airmata?” tanya Mulan, terdengar sinis. “Jangan-jangan airmata buaya, ha ha...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andien ikut tertawa. Yang lain terus menyimak cerita Maiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat saja bentuknya, persis air mata yang menetes. Begitu halus. Bening. Berkilauan... Lebih indah ketimbang yang bermerek? Lagi pula gue emang nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brand minded&lt;/span&gt; kok!” Lalu Maiya melirik Mulan yang beringsut mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cocktail&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh Andien dan Mulan memandangi Maiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngapain juga mereka mau dengerin ceritanya yang nggak masuk akal,” cibir Mulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia cuma cari perhatian,” ujar Andien. “Gue tahu kok, dia nggak bahagia. Sudah nggak lagi dapat perhatian. Dani mulai selingkuh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulan hanya mendengus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Keenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani hanya tertawa ketika Maiya memperlihatkan kalung manik-manik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Tanah Abang juga banyak,” komentarnya pendek, sambil mematut diri di depan kaca, menyemprotkan parfum. Baru dua jam Dani balik ke rumah, kini hendak keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini beda. Lihat deh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sori, aku mesti pergi.” Lembut Deni mencium kening Maiya. Maiya ingin menahan. Ingin bercerita, betapa sejak ia punya kalung itu ia selau mendengar suara tangis yang entah dari mana datangnya. Suara tangis yang bagai merembes dari dalam mimpinya. Tangis yang selalu didengarnya setiap malam, saat ia tidur sendirian. Maiya ingin menceritakan itu semua, tapi Dani sudah tergesa ke luar menutup pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil meluncur pelan di bawah gemerlap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi gue iri ama Maiya. Dia pakai kalung manik-manik. Bagus banget. Katanya terbuat dari airmata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu beliin, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beli di mana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku nggak beliin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok aku nggak dibeliin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masa kamu nggak percaya? Aku benar-benar nggak beliin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulan diam, memandang jalanan yang bermandi cahaya. Segalanya terlihat berkilauan. Kota seperti akuarium raksasa yang digenangi cahaya. Dan ia seperti mengapung kesepian di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Maiya ngerasa soal kita, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani hanya diam, melirik Mulan yang bersandar di sampingnya. Sementara mobil terus meluncur pelan di bawah gemerlap malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Kedelapan, Sembilan, Sepuluh, dan Sebelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tangis itu mengalir menggenangi mimpinya. Dari segala penjuru, airmata mengalir membanjir menenggelamkan kota. Maiya seperti berada di kota bawah laut. Mobil-mobil menjelma menjadi terumbu karang. Orang-orang terlihat seperti ganggang. Suara tangis terus merembes dari gedung-gedung yang penuh lumut. Suara tangis itu juga menjelma gelembung-gelembung air yang keluar dari selokan yang mampet. Ia melihat terapung seperti gabus. Ia melihat kedua anak kembarnya mejelma ubur-ubur. Airmata telah menenggelamkan kota!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di puncak Monas yang telah tenggelam dalam linangan air mata, Maiya melihat seorang penyair berdiri membaca puisi. "Tanah airmata tanah tumpah dukaku. Mata air airmata kamu. Airmata tanah air kami... Di sinilah kami berdiri, menyanyikan airmata kami... Ke mana pun melangkah, kalian pijak airmata kami... Kalian sudah terkepung, takkan bisa mengelak, takkan bisa ke mana pergi. Menyerahlah pada kedalaman airmata kami... "(*) Suara perlahan meleleh dan mencair, menjelma menjadi gelombang airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tergeragap bangun, Maiya mendapati tubuhnya kebah. Suara tangis yang mengapung itu masih didengarnya. Maiya mengira itu tangis anaknya. Tapi ia mendapat Faizi dan Fauzi tertidur tenang di kamarnya. Tangis itu merembes dari balik dinding dan menggenangi ruangan. Maiya tercekat ketika memandangi kotak perhiasan di atas meja, di mana ia menyimpan kalung manik-maniknya. Tangis itu datang dari kotak perhiasan itu, seperti muncul dari gramofon tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemetar tak percaya, Maiya kembali naik ke tempat tidurnya. Lalu menyadari, tak ada Dani di ranjang. Perlahan ia mulai terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Keduabelas, Tigabelas, dan Empatbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Hampir tiap malam aku mendengar tangis itu," Maiya bercerita sambil bersandar ke pundak Andien. "Mungkin itu memang airmata purba yang berabad-abad terpendam dan menjadi fosil. Menjadi batu granit. Lalu mereka membikinnya jadi kalung manik-manik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andien tersenyum kemudian mengecup bibir Maiya pelan. Berciuman dengan Maiya seperti menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mayonaise &lt;/span&gt;yang lembut dan gurih. Andien memandangi wajah Maiya yang mengingatkannya pada roti tawar yang diolesi mentega. Bertahun-tahun diam-diam menjalin hubungan dengan Maiya membuat Andien mengerti, saat ini Maiya membutuhkannya untuk menjadi pendengar. Aroma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chamomile &lt;/span&gt;yang menguar dalam kamar membuat Maiya perlahan lebih rileks. Andien tahu, Maiya belakangan makin terlihat rapuh. Mungkin karena perkawinannya dengan Dani sedang bermasalah, tapi berusaha ditutup-tutupi. Dan soal kalung manik-manik yang selalu dikatakannya terbuat dari airmata itu hanya kompensasi untuk menutupi kegelisahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu juga nggak percaya?" Maiya menggeliat, menatap Andien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin itu memang manik-manik airmata. Kenapa tak kau buktikan saja sendiri? Kamu bisa cari alamat perempuan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maiya mendekatkan kalung manik-manik itu ke telinga Andien. "Dengerin deh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andien merinding, ketika ada dingin yang mendesir, dan ia seperti mendengar isak tangis ke luar dari kalung manik-manik yang berkilauan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Kelimabelas dan Keenambelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perjalanan paling aneh, seperti mencari alamat yang tak ada di dalam peta. Jalanan yang becek penuh lubang membuat mobil tak bisa masuk ke perkampungan itu. Bau kayu busuk dan tai kerbau membuat perut mual. Seseorang menunjuk arah yang ditanyakan Maiya dan Andien. Rumah itu reyot nyaris ambruk. Seperti semua rumah di perkampungan ini. Atap-atap rumbia yang melorot terlihat kelabu tertutup debu. Maiya meyakinkan diri, betapa ia tidak memasuki ruang dan waktu yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Maiya tak pernah menyangka bahwa ada tempat sebegini kumuh dan terbelakang. Ini dunia yang tak pernah ia lihat dalam majalah-majalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;life style &lt;/span&gt;yang selalu dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita masih di Indonesia, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andien nyaris tertawa mendengar perkataan Maiya. Tapi ia langsung menutup mulut ketika puluhan anak-anak kurus kumuh berperut buncit memandanginya dengan tatapan nanar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kartu Pos Ketujubelas, Delapanbelas, dan Sembilanbelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maiya dan Andien duduk di bale-bale, mendengar laki-laki tua itu bercerita. Maiya segera tahu, laki-laki itu adalah yang dituakan di kampung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian lihat sendiri anak-anak di sini. Kurus karena busung lapar. Bayi-bayi lahir sekarat. Ibu-ibu tak bisa lagi menyusui. Susu mereka kering. Kelaparan mengeringkan semua yang kami miliki. Mengeringkan air mata kami. Sudah lama kami tak bisa lagi menangis. Buat apa menangis? Tak akan ada yang mendengar tangisan kami. Bahkan begitu lahir, bayi-bayi di sini tak lagi menangis. Kami terbiasa menyimpan tangis kami. Membiarkan tangis itu mengeras dalam kepahitan hidup kami. Mungkin karena itulah, perlahan-lahan tangisan kami mengkristal menjadi butiran airmata. Dan pada saat-saat kami menjadi begitu sedih, butir-butir airmata yang mengeras itu berjatuhan begitu saja dari kelopak mata kami." Laki-laki itu menarik napas pelan. "Kalian lihat sendiri..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maiya melihat ke pojok yang ditunjuk laki-laki tua itu. Di atas dipan tergolek bocah berperut busung. Tangan dan kakinya kurus pengkor. Mulutnya perot. Tulang-tulang iga bertonjolan. Matanya kering. Dan Maiya terpana ketika menyaksikan dari sepasang mata bocah itu ke luar berbutir airmata. Seperti biji-biji jagung yang berjatuhan dari sudut kelopaknya yang bengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah kami mengumpulkan butiran-butiran airmata kami. Kemudian kami menguntainya jadi bermacam kerajinan dan perhiasan. Dengan menjual manik-manik airmata itu kami bisa bertahan hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andien meremas tangan Maiya yang terdiam memandangi butir-butir airmata yang terus keluar dalam kelopak mata bocah itu. Terdengar bunyi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kletik&lt;/span&gt;... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kletik&lt;/span&gt;... ketika butir-butir airmata itu berjatuhan ke dalam baskom yang menampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu Pos Keduapuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Maiya sendirian dalam kamar. Sudah dua hari Dani tak pulang. Rasanya ia ingin menangis. Tapi ia hanya berbaring gelisah di ranjang. Sesekali  ia melirik ke meja riasanya, di mana tergeletak kalung manik-manik airmata itu. Ia kini mengerti, mengapa setiap malam ia mendengar suara tangis yang bagai menggenangi kamar. Setiap butir manik-manik airmata itu memang menyimpan tangisan yang ingin didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah lega bisa bisa menangis, desah Maiya sembari memejam mendengarkan lagu yang mengalun pelan dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stereo set&lt;/span&gt; yang ia putar berulang-ulang. Menangislah bila harus menangis... (**) Sudah berapa lamakah ia tidak lagi menangis? Mungkinkah bisa ia terus menahan tangis, airmatanya juga akan membeku menjadi manik-manik airmata?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kartu Pos Terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Maiya tertidur, ia merasakan ada butiran airmata perlahan jatuh bergulir dari pelupuk matanya yang membengkak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan setelah menerima kartu pos terakhir, saya mendapat kiriman paket. Isinya kalung manik-manik yang begitu indah. Pada secarik kertas, Agus Noor menulis: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini kalung manik-manik airmata Maiya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meremas surat itu, dan membuangnya. Saya pikir, setelah bercerai dengan Maiya, saya tak akan diganggu hal-hal konyol macam ini. Benarkah ini manik-manik airmata Maiya? Saya pandangi kalung manik-manik. Memang bentuknya seperti butiran airmata yang mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulan muncul dari dalam kamar dan melihat kalung manik-manik yang tengah saya pandangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tuh, Dan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehmmm..." Saya tersenyum, memeluk pinggang Mulan, "Ini aku beliin kalung buat kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*)   Dikutip dari puisi "Tanah Airmata" oleh Sutardji Calzoum Bachri&lt;br /&gt;(**) Dikutip dari lagu "Airmata" dalam album &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cintailah Cinta&lt;/span&gt; oleh Dewa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tentang Agus Noor:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Tegal 1968 meyakini bahwa menulis baginya adalah cara untu menyelamatkan diri dari kegilaan. Ia adalah sastrawan yang sangat produktif. Buku-buku kumpulan cerpennya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memorabilia &lt;/span&gt;(Yayasan untuk Indonesia, 1999), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak Presiden yang Terhormat&lt;/span&gt; (Pustaka Pelajar, 2000), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selingkuh Itu Indah&lt;/span&gt; (Galang Press, 2001), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia&lt;/span&gt; (Galang Press, 2004). Cerpennya terhimpun dalam antologi bersama, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampor&lt;/span&gt; (Cerpen Pilihan Kompas, 1994) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jl. "Asmaradana"&lt;/span&gt; (Cerpen Pilihan Kompas, 2005). Mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) IV tahun 1992. Sementara pada tahun 1999, tiga cerpennya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarga Bahagia, Dzikir Sebutir Peluru&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak Ada Mawar di Jalan Raya&lt;/span&gt; masuk Anugrah Cerpen Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta. Sedang cerpen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemburu &lt;/span&gt;oleh majalah sastra &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Horison&lt;/span&gt; dinyatakan sebagai salah satu karya terbaik yang pernah terbit di majalah itu selama kurun waktu 1990-2000. Bukunya yang lain adalah kumpulan monolog &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matinya Toekang Kritik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-8791716172852597581?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8791716172852597581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/8791716172852597581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/cerpen-potongan-potongan-cerita-di.html' title='CERPEN: Potongan-potongan Cerita di Kartu Pos'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-xf1TlCpI/AAAAAAAABiM/joG5EmQAQSk/s72-c/___Ocean_of_tears____by_Liek.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-526822791372811368</id><published>2009-02-09T08:35:00.005+07:00</published><updated>2009-02-09T13:30:53.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Happy Hour'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Arie Gere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Sekarang Atau Lima Puluh Tahun Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-yuEgANLI/AAAAAAAABiU/JgdCnZWpbGY/s1600-h/I__m_singing_a_song_tonight__by_bittersweet1424.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-yuEgANLI/AAAAAAAABiU/JgdCnZWpbGY/s200/I__m_singing_a_song_tonight__by_bittersweet1424.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300651790990062770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Arie Gere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, paranoidku mengulah. Paranoid berlebihan takut kehilangan kekasih tercinta. Jadilah aku seperti polisi 24 jam, mengecek sana-sini apa yang dilakukan kekasihku. Menelepon hampir tiap saat senggangku, yang menurut Michiru adalah sangat berlebihan. Panik bila telepon tak diangkat, apalagi kalau SMS tak dijawab. Ketakutanku yang sangat berlebihan. Apakah karena zona kenyamanan bercinta saat ini sedang kurasakan dan sangat ketakutan bila semuanya harus sirna dalam sekejap. Sepertinya aku terlalu menjaganya, sampai-sampai kekasih merasa terlalu terjaga dan ingin  sekali-kali lepas dari penjagaanku. Yeah, begitulah bila aku terlalu berlebihan ingin menjaganya. Meski hanya melalui pencetan tombol di tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering aku merasa uring-uringan tak menentu kalau merasa komunikasiku tak lancar dengannya. Sekali lagi, hanya menurutku saja, meskipun sebenarnya tak ada apa-apa. Katakanlah, telepon dan SMS yang hanya dijawab dengan “Ya” atau “G’’. Dan marah yang tak beralasanku pun dibalas kekasih dengan sindiran, “Yah, kalau mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on line &lt;/span&gt;24 jam terus sih, kamu pacaran sana sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;call center &lt;/span&gt;atau yang 0809 itu, biar bisa terus-terusan jawab SMS dan teleponnya kamu.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan takut kehilangan, itulah dia, dua rasa yang tak bisa kupisahkan. Entah bagaimana memilahnya, otak kiri dan kananku sama sekali tak mampu mencerna. Lambungku sakit bila harus memikirkannya, jantungku melemah dan paru-paruku bakal bocor halus bila itu sampai terjadi. Jangan sampai ini terucap di depannya, atau sindiran kedua akan berlanjut dari Michiru, “Gombal kamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jangan mencinta yang terlalu mencinta. &lt;/span&gt;Jatuhnya nanti, sakit teramat gak ketulungan. Berulang kali dia mengingatkanku, berulang kali aku mengatakan kalau aku memang benar-benar cinta kekasihku. Dan tak tahu  bagaimana bila harus mengurangi porsi cinta itu kepada sang kekasih. Akhirnya, jadilah aku yang bebal, menjadi over paranoid yang menjijikkan. Aku sendiri pun tak tahu kenapa dan kenapa, entah bagaimanapun tak mengacuhkan rasa peduli yang terlalu berlebihan ini. Kekasihku pun tak pelak lagi sering menganggapku, “kekanakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Michiru saja, aku pun menganggap sikapku memang kekanakan. Seperti satpam 24 jam yang ingin menjaga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Online &lt;/span&gt;terus seperti status YM yang sebenarnya sudah away tetapi tetap “I’m on sms”. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bodyguard &lt;/span&gt;ikhlas yang menguntit ke mana-mana. Bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bodyguard from Beijing, &lt;/span&gt;malah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;from &lt;/span&gt;tanah batak antah berantah. Atau jangan-jangan, aku punya kelainan psikis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oh tidak, apakah aku psikopat???&lt;/span&gt; Jangan-jangan iya. Oh tidak. Mudah-mudahan bukan. Jangan-jangan memang iya. Ah, semoga bukan, ya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuharap kekasih mengerti maksud hatiku. Mungkin inilah efek rasanya merindu, rasanya seperti terimpit dan terjepit. Ingin menjerit pun, tak bisa tak keluar. Vokalnya serasa tersumbat. Ingin mengucapkan A yang keluar E, terbayang B, terkatakan X. Sudah tak sinkron lagi otak dengan mulut, hati dengan jiwa, raga dengan perasaan. Rasanya ingin melompat, terbang  dengan dua sayap agar terobati sejenak kekosongan jiwa yang ada. Sambil berandai-andai, akupun berkhayal mendengar kekasih melantunkan lagu curahan hatiku, seperti di dalam lagunya WARNA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Kau bilang kini kau tak menarik lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Tapi kumerasa kau tidak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Kau selalu bertanya apa ku masih cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Dari pertanyaanmu sepertinya kau takut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;**)Sekarang atau 50 tahun lagi ku masih akan tetap mencintaimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;**)Tak ada bedanya rasa cintaku masih sama seperti pertama bertemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;***)Ku ingin tahu pernahkah kauduakanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Pernahkah? Ku tak pernah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;***)Bermain cinta di belakangku, bersenang-senang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Dari pertanyaanmu, sepertinya kau takut..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Cobalah percaya padaku itu hanya ketakutanmu saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*)Cobalah percayaaaaa…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Index *) = Femme yang melantunkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Index **) = Pasangan sama-sama melantunkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Index ***) = Butch yang melantunkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Arie Gere, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-526822791372811368?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/526822791372811368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/526822791372811368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/sekarang-atau-lima-puluh-tahun-lagi.html' title='Sekarang Atau Lima Puluh Tahun Lagi'/><author><name>SepociKopi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09382951408629850089</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5cMJbl3JQfg/SY-yuEgANLI/AAAAAAAABiU/JgdCnZWpbGY/s72-c/I__m_singing_a_song_tonight__by_bittersweet1424.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5069022822139517350.post-4234794723136965625</id><published>2009-02-08T22:35:00.005+07:00</published><updated>2009-02-08T22:59:29.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan Cewek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#Fluffy'/><title type='text'>Obrolan Cewek: 10 Tantangan Lebay ala Fluffy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SY7_GZbR1UI/AAAAAAAACRs/-5d_E8eBDGY/s1600-h/frog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fyhrxYN6pZo/SY7_GZbR1UI/AAAAAAAACRs/-5d_E8eBDGY/s200/frog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300454296831251778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Fluffy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Fluff ketemu tiga teman lama yang sekarang sudah ngebentuk geng, namanya Wolkonor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(norak banget, emang&lt;/span&gt;). Mereka ngasih penyegaran ide buat tips &amp;amp; trik minggu ini. Yaitu, cara-cara untuk menghilangkan kejenuhan dan keluar dari jalur waras. Selain itu, bisa dijadiin main seru-seruan bareng temen se-geng. Siapa tau udah pada bosan ke butik atau nongkrong di kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, cara-cara yang Fluff dan Wolkonor diskusiin kemarin terangkum dalam sebuah agenda besar: TANTANGAN LEBAY. Yes, tantangan lebay, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ladies. &lt;/span&gt;Sebenarnya banyak sih, kegiatan-kegiatan yang bisa kita jadikan tantangan lebay. Tapi kali ini, Fluff kasih sepuluh aja deh. Kalo ntar ketagihan, silakan melakukan improvisasi tantangan lebay. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengunyah bawang putih satu bongkol, ditambah kemiri. &lt;/span&gt;Peringatan: nggak boleh bawang putih lanang, mesti bawang putih yang bersiung-siung itulah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;And by the way&lt;/span&gt;, kabarnya bawang putih bagus buat ngusir masuk angin, lho. Yuk!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Kalo jus pace sudah biasa, gimana kalo sekarang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jus sambiloto&lt;/span&gt;? Hihihi. Nggak tau deh gimana rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nongkrong di kafe dengan pakaian dalam di bagian luar. &lt;/span&gt;Tantangan ini terinspirasi dari film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love Me If You Dare &lt;/span&gt;dan bisa banget dipake buat ngerjain teman pas main&lt;span style="font-style: italic;"&gt; truth or dare &lt;/span&gt;:p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makan kerupuk yang masih renyah tanpa suara. &lt;/span&gt;Peringatan: nggak dicelup sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergi ke rumah tetangga malam-malam, terus minta minyak jelantah satu sloki. &lt;/span&gt;Kemudian diminum di muka yang punya rumah, lalu pulang. Dan sebelumnya, jangan lupa bilang, “Terima kasih, Bapak/Ibu/Mbak/dll."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjilat pucuk hidung sendiri sebanyak lima belas kali. &lt;/span&gt;Peringatan: nggak boleh pinjam lidah orang ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makan oseng-oseng mercon sambil nyanyi Maju Tak Gentar. &lt;/span&gt;Kobarkan semangatmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ngerayu patung polisi di perempatan kemudian menciumnya semesra mungkin. &lt;/span&gt;Keseluruhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘performance’ &lt;/span&gt;ini harus direkam dan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;post &lt;/span&gt;ke facebook, blog, atau youtube. Selamat jadi terkenal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berlomba ngabisin kuaci (yang dari biji labu) sebanyak setengah kilo dalam waktu satu jam empat puluh lima menit. &lt;/span&gt;Peringatan: kulit kuacinya nggak boleh hancur, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;so &lt;/span&gt;harus terbelah sempurna jadi dua bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pergi ke kondangan dan dandan lebih heboh dari yang punya hajatan. &lt;/span&gt;Terus, pas salam-salaman sama yang punya acara mesti ngaku, ”Maaf Mbak, Mas, tolong maklum yah. Saya lagi dikerjain.” Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semuanya, selamat mencoba dan berimprovisasi dengan Tantangan Lebay. Semoga beruntung, nggak malu-maluin, dan berguna untuk melatih ketangkasan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Happy Sunday!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Fluffy, SepociKopi, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Oya, sekarang kalian boleh stop mencoba menjilat pucuk hidung sendiri. :p&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5069022822139517350-4234794723136965625?l=sepocikopi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4234794723136965625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5069022822139517350/posts/default/4234794723136965625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sepocikopi.blogspot.com/2009/02/obrolan-cewek-10-tantangan-lebay-ala.html' title='Obrolan Cewek: 10 Tantangan Lebay ala Fluffy'/><author><name>alex</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026</uri><email
